
“Ohh hallo, saya Bagus, suami revi, sudah berapa bulan kandungan kamu?” tanya suami revi penasaran.
“udah jalan 3 bulan om” jawab cessa sopan.
“Dasar pembohong, aku saja sudah jalan 3 bulan masih tidak sebesar perut kamu” celetuk Revi kesal.
“Anak oom ada berapa di dalam perut Revi?” tanya cessa.
“satu, emang kamu berapa?” tanya pria itu sopan.
“ada 3 om, ini kembar 3 makanya bisa sebesar ini” ujar cessa.
Pria itu berbinar takjub mendengar anak cessa saat ini ada 3, pria itu mengangguk pelan, “pantas sebesar itu, doakan revi juga bisa hamil kembar juga ya” ucap pria itu lagi.
“amin, semoga bisa dapat lagi, om kan masih muda” kekeh Cessa.
Revi terdiam melihat bagaimana cessa berinteraksi dengan suaminya, wanita itu tau bagaimana mengontrol emosinya walau dia membenci revi, dia juga sopan dengan suaminya dan terlihat tidak meledek dirinya.
.
Rafa yang baru selesai berburu bahan makanan yang diinginkan istrinya sedikit terkejut saat melihat seorang pria mendekati istrinya dan terlihat sedang berbincang akrab dengan cessa. Dia tidak melihat Revi karena tertutupi tubuh besar pria itu, jadi rafa berpikir cessa sedang bicara hanya berdua saja.
“sayang~ maaf lama ya” ucap Rafa dengan suara kencang.
Cessa langsung menoleh dan tersenyum manis mada rafa. “Om ini suami cessa namanya Rafa, sayang ini suami Revi” cessa langsung menggandeng lengan Rafa dan bergelayut manja pada suaminya itu.
“hai, nama saya bagus, boleh nih kasih tips biar dapat anak kembar 3 seperti kamu, aku sudah bertahun-tahun hidup berumah tangga baru sekarang diberikan anak” ujar pria itu sudah terlihat akrab pada rafa.
“mudah om, tinggal berdoa dan berusaha minta petunjuk dokter, saya juga gak tau gimana caranya” jawab rafa sambil sedikit memberikan senyumannya. Rafa lega karena pria itu bukan menggoda istrinya hanya berbincang karena kagum dengan kehamilan istrinya.
“mas, aku tiba-tiba ngidam” ujar Revi pelan.
“Kamu pengen apa sayang?” tanya bagus senang, dia sangat senang bisa mendapatkan giliran untuk menjadi suami siaga.
“Pengen peluk Rafa, ini bayi kita langsung ngidam itu mas” rengek Revi, dia memanfaatkan kehamilannya untuk bisa menyentuh Rafa.
Rafa langsung menangkupkan kedua tangannya, “mohon maaf saya tidak bisa, saya minta maaf ya om, saya tidak bisa” tolak Rafa dengan halus.
“mas nanti anak kita ileran loh” rengek revi lagi.
Bagus terlihat serba salah, dia menatap rafa meminta bantuan pada pria itu.
“itu semua hanya mitos, jika tidak di turuti keinginan ibu hamil, dan bisa saja kamu Cuma berakting saat ini, saya permisi dulu om” ucap Rafa sambil menunduk pada orang tua itu.
“cessa permisi juga om” ujar cessa.
“ihh mas gimana sih, kok gak mau ikuti keinginan revi, mas gak mau sama anak mas ini” gerutu revi, dia berlalu dan meninggalkan buah kiwi berry yang tadi dia perebutkan dengan cessa.
.
“Yang masih lama?” tanya cessa pada rafa yang berdiri di meja kasir menunggu barang belanjaannya untuk dihitung.
Rafa menoleh melihat istrinya itu tampak kelelahan, “mbak bisa saya tinggal sebentar, saya mau antar istri saya ke mobil sebentar, kasian dia kecapekan” ujar rafa pada kasir yang ada di sana.
“Iya mas silahkan” ucap kasir itu sopan.
Rafa mendekati istrinya dan langsung menggendong istrinya itu ala bridal style.
“yang aku bisa jalan” teriak cessa yang mulai malu karena dia menjadi pusat perhatian.
“udah diam aja, capek kan, biar aku gendong sampai parkiran, kalau malu sembunyikan wajahmu di dadaku” kekeh rafa.
Cessa cemberut dan langsung menyembunyikan wajahnya sesuai perintah Rafa. Revi tidak sengaja melihat rafa yang menggendong istrinya meremas tangannya sendiri dia kesal melihat rafa yang sangat menyayangi istrinya itu. Sementara dia harus mendapatkan seorang om om yang umurnya setara dengan daddy surya.
.
Rafa baru menurunkan cessa begitu sampai di depan mobilnya.
Dia mulai menyalakan mobilnya dan menyuruh cessa mengunci pintunya dari dalam.
“kok gitu? Kan gak jauh yang” balas cessa.
Rafa mengelus puncak kepala istrinya dengan lembut, “bahaya, aku gak bawa bodyguard, aku gak mau terjadi apapun, takutnya gavin masih berusaha mencelakai mu, jadi tetap di dalam jangan keluar ya” ujar rafa lembut.
“baiklah”
Setelah mendapatkan persetujuan cessa, Rafa menyempatkan diri mencium kening cessa, baru Kembali ke dalam supermarket dengan sedikit berlari.
.
“ketemu lagi fa, belanjaan mu lumayan banyak, akan ada pesta?” tanya bagus pada Rafa.
Rafa menggeleng pelan, “bukan om, istri lagi ngidam shopping di supermarket jadi beli banyak deh” kekeh rafa, “duluan ya om” ucap rafa setelah semua belanjaannya selesai.
Setelah rafa pergi bagus tertawa pelan.
“mas kenapa ketawa gitu” sindir Revi.
“Lucu aja istri rafa ngidamnya pengen shopping di supermarket” kekeh Bagus.
“jadi ceritanya mas nyindir nih, revi ngidamnya ke mall terus, itu kan suami cessa Cuma mampu belanja di supermarket, suaminya itu pengangguran mas” ketus Revi.
“Iya, mas kan Cuma bilang lucu aja, gak bermaksud nyindir, tapi kalau kamu tersindir kurangi dong belanja ke mall nya, mas memang mampu tapi lama-lama mas gak bisa juga” ucap Bagus dengan lembut.
“Iya-iya” ujar revi sambil cemberut.
.
Rafa berjalan dengan troli belanjaan yang sudah dibungkus kedalam plastik dan kotak.
Begitu melihat Rafa, cessa segera turun dari mobil.
“kamu mau apa yang?” tanya rafa.
“bantuin angkat kan ke mobil” jawab cessa dengan wajah polos.
Dengan cepat rafa menggelengkan kepalanya. “Gak usah, dan gak perlu sayang, kamu duduk aja, ibu hamil dilarang untuk mengangkat yang berat-berat, biar aku saja” ucap rafa dengan lembut.
“hmm… ya udah deh” jawab cessa lemah, dia masih kepikiran dengan kiwi berry yang tadi hendak dia beli. “Yang~” panggil cessa lembut.
“apaan?” Rafa sudah menutup pintu bagasi mobil dan menghadap pada istrinya.
“ngidamnya belum 100 persen terpenuhi” lirih cessa.
“kok bisa masih mau belanja lagi?” tanya rafa.
Cessa menganggukkan kepalanya, “tadi aku ketemu revi karena berebutan kiwi berry, tapi udah keburu revi ambil” ujar cessa sendu.
“gak ada lagi?”
“Cuma satu, dan diambil revi” lirih cessa lagi.
“ya udah bentar aku tanyain dulu, semoga masih ada di gudangnya, masuk mobil lagi dan ingat_”
“Kunci mobil!” ucap cessa memotong ucapan rafa, memang pria itu sangat mewanti-wanti dirinya untuk tetap waspada di manapun dia berada.
Rafa Kembali memasuki supermarket untuk bertanya pada salah satu karyawan di sana, “mbak maaf, apa kiwi berry nya masih ada stok?” tanya rafa dengan sopan.
“hmmm sebentar ya mas, kalau ada mas nya mau berapa kotak?” tanya petugas itu.
“saya ambil 5 kotak aja” ucap rafa.
“baiklah ditunggu sebantar ya mas” karyawan itu segera berlari menuju rak yang berisikan berry, dan terlihat hanya ada satu kotak, lalu dia Kembali ke dalam Gudang penyimpanan ternyata masih banyak yang belum dikeluarkan, segera saja dia membawa empat kota lagi untuk diberikan pada Rafa.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...