Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
89. Minta izin



Prince sengaja membawa mobil miliknya, karena dia harus membawa beberapa barang miliknya dan milik juli, tadi dia memang mengantarkan juli ke rumahnya, untuk menyuruh juli bersiap-siap terlebih dahulu, setelah itu dia baru mau menjemput sekalian minta izin pada orang tua juli.


Dan disinilah Prince saat ini, dia berada di hadapan ke dua orang tua juli kebetulan kedua orang tua juli sedang ada di rumah.


“ada apa ini juli?” tanya daddy juli heran melihat kedatangan prince kerumahnya dan tadi juli bilang ada yang mau di katakan pada kedua orang tua juli.


Juli meremas kedua tangannya takut tidak mendapat izin dari kedua orang tuanya, itu karena dia satu-satunya cewek yang menginap di basecamp itu lagi pula siapa orang tua yang akan membiarkan masa depan anaknya hanya bermain game, iya kalau menang dapat uang banyak nah kalau kalah gimana, apa yang akan terjadi pada masa depan anak yang masih berumur 18 tahun yang berniat fokus untuk bermain game.


Prince menggenggam tangan juli, dia tau juli sangat cemas saat ini berbeda dengan dirinya yang laki-laki dan keluarganya yang sangat terbuka dan membiarkan dia memilih masa depannya sendiri, prince tau kecemasan yang di rasakan kekasihnya itu.


“begini om, tante” prince memulai pembicaraan dengan menatap serius kedua orang tua juli. “kami akan ikut pertandingan nasional” lanjut prince lagi.


“Pertandingan? Setahu saya juli putri saya tidak sepintar itu hingga bisa ikut pertandingan nasional” ucap daddy juli sedikit cemas.


Juli semakin meremas tangannya sendiri saat mendengar ucapan daddy nya.


“Maaf sebelumnya, juli adalah gadis yang pintar om, hanya saja, masih ada yang lebih pintar darinya, namun ini pertandingan yang tidak menyangkut sekolah, tapi masa depan juli” jelas prince sangat sopan dan tenang.


“masa depan? Apa maksud kamu?” tanya mommy juli kali ini, dia sedikit penasaran apa hubungan juli dengan pria tampan yang sejak tadi berusaha menenangkan juli dengan mengelus tangan juli.


“Sebelum saya menjelaskan, bisakah om dan tante tidak menyela ucapan saya?” tanya prince hati-hati.


“Baiklah, tolong jelaskan pada saya” angguk kedua orang tua juli.


Setelah mendapat persetujuan, prince baru mengeluarkan kertas yang tadi diberikan rafa pada masing-masing dari mereka. “Tolong jangan menyela ucapan saya ya om, tante” pinta prince sekali lagi.


Daddy dan mommy juli sedikit mengernyitkan kening saat membaca pertandingan yang akan dilakukan juli. Mereka berdua masih diam karena telah berjanji akan menghargai prince yang sangat sopan meminta mereka tenang untuk mendengar ucapannya.


“Seperti yang om dan tante baca, juli ikut pertandingan game bersama saya, dan saya tau sebagai orang tua om dan tante pasti tidak suka putrinya fokus ke game, tapi om dan tante tidak usah cemas, perusahaan yang membayar kami adalah perusahaan nomor satu di Indonesia, King corporation mungkin om dan tante kurang tau dengan nama perusahaan itu karena perusahaan itu bergerak di bidang game, namun king corporation adalah anak perusahaan A.R corporation, saya yakin om sebagai pengusaha tau perusahaan apa itu?” Prince menjeda kalimatnya menatap juli sekilas lalu balik menatap orang tua juli.


“Sekarang saya disini ingin meminta izin agar juli dapat di izinkan ikut dalam pertandingan itu, karena dia adalah ace dalam tim kami, om dan tante bisa baca surat kontraknya, apa pekerjaan juli, walaupun dia berlatih game dia tetap akan fokus ke sekolah, karena perusahaan tau juli butuh tittle lulus sekolah, perusahaan akan membuat schedule yang akan juli laksanakan, jika om dan tante membolehkan juli untuk ikut, maka kemungkinan selama menuju pertandingan hingga pertandingan berakhir, untuk memudahkan juli, pihak perusahaan menyediakan basecamp yang dekat dengan sekolah jadi kemungkinan juli akan tinggal di sana, saat pertandingan berakhir pun juli diberikan beasiswa ke kampus yang dia inginkan serta juli akan diberikan pekerjaan juga oleh perusahaan, jadi king corporation sudah menyiapkan semua masa depan juli, hanya tinggal meminta persetujuan tante dan om, apakah kalian mengizinkan juli untuk ikut?” Prince mengakhiri penjelasannya yang lumayan panjang, untung saja kedua orang tua juli tidak menyela ucapan prince sehingga pria itu mampu menjelasakan semuanya dengan sangat rinci.


Daddy juli memegang dagunya sambil mengernyitkan kening, “kamu menyukai game juli?” tanya daddy juli.


Juli mengangguk, “iya dad, juli menyukainya, dan sebenarnya juli ingin menjadi pro gamer, tapi juli tau daddy dan mommy pasti tidak ingin juli melakukan itu, jikapun juli tidak menjadi pro gamer, juli ingin bekerja di bidang tekhnologi dad” ungkap juli sambil menunduk takut.


Mommy juli menghembuskan nafas panjang, “tapi haruskah menginap? Kamu masih 18 tahun masih bisa memikirkan masa depanmu yang lebih besar dari sekedar pro gamer” mommy juli sedikit tidak setuju.


“maaf sebelumnya saya menyela” prince kembali ikut berbicara, “jika juli menang dalam pertandingan kali ini kemungkinan 2 miliyar akan ada ditangannya, dan juli akan ikut pertandingan lagi, semakin sering dia menang semakin mahal bayaran juli,jika pun dia tidak menang, king corporation sudah menyiapkan rencana cadangan untuk masa depan juli, jadi om dan tante tidak perlu takut masa depan seperti apa yang akan juli hadapi, karena masa depan itu sudah disiapkan untuk juli hanya tinggal menyetujuinya” sambung prince.


“2 miliyar kamu yakin uang segitu hanya untuk juli?”seru daddy juli tidak percaya.


Prince mengangguk, “benar om, itu yang di janjikan perusahaan untuk juli, om bisa membaca kontrak yang dituliskan” tunjuk prince pada kontrak yang ada ditangan daddy juli.


“hmmm…” mommy dan daddy juli sepertinya sedikit goyah ketika mendengar uang sebesar 2 miliyar, itu memang tidak besar bagi mereka, tapi cukup meyakinkan karena dalam 4 bulan jika juli menang bisa mendapat 2 miliyar bukankan itu nominal yang fantastis.


“tapi haruskah menginap? Juli itu perempuan, bahaya tinggal satu atap dengan pria” mommy juli kembali ragu ketika membaca tentang menginap yang ada di kontrak.


“maaf saya sedikit lancang tante, sebenarnya saya adalah kekasih juli, jika om dan tante ragu dengan cara berpacaran kami saya bisa membawa kedua orang tua saya kesini untuk melamar putri om dan tante” juli menatap prince tidak percaya, tadi sama sekali tidak ada planning tentang mengatakan melamar segala.


“kekasih? Siapa orang tua kamu?” tanya daddy juli lagi kali ini wajah pria itu mulai serius.


“nama papi saya harri bagaskara, om pasti tau perusahaan bagaskara yang terkenal di bidang arsitektur, itu adalah perusahaan milik papi saya, memang saya tidak ingin mengambil bagian dari perusahaan itu, karena saya ingin menentukan sendiri masa depan saya, saya sendiri sudah berkerja selama 4 tahun di A.R corporation, saya sudah memiliki penghasilan sendiri, dan ini” prince membuka akun bank yang ada di ponselnya, dan menunjukkan pada orang tua juli, “itu adalah uang tabungan yang saya simpan sejak saya bekerja di perusahaan dan beberapa pekerjaan saya yang lainnya, saya siap menjamin kebahagian juli” sambung prince.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...