
Besoknya sekolah benar benar heboh diakibatkan beredar video Dina yang sangat memalukan, memang videonya banyak di sensor, tapi wajah orang yang ada dalam video, tidak disensor.
Dina yang masih belum mengerti arti tatapan aneh teman-temannya hanya berjalan menuju kelasnya dengan wajah biasa saja. Dia sama sekali tidak sadar sejak di depan gerbangsekolah orang-orang memandang dia dengan jijik, dan menghinanya.
“Din, boleh gue tanya sesuatu dengan lo” tanya July sedikit takut.
“Ya ada apa jul?” tanya dina.
“Begini, teman-teman sekelas ada yang mengatakan ini adalah lo” July menunjukkan layer screencapture di layer ponselnya.
Melihat itu mata Dina langsung melotot, “bu-bukan a-aku” jawab gadis itu sedikit gagu.
“Din, wajahnya sangat mirip dengan lo, awalnya juga gue gak yakin ini lo, tapi karena ada wajah rafa gue yakin ini adalah lo” ujar July lagi.
“Gu-gue bisa jelasin i-ini” ucap gadis itu tergagap, dia sangat cemas saat semua mata di kelas memandangnya, gadis itu mulai keringat dingin dan terlihat ketakutan.
“Gu-gue di minta Rafa untuk ngelakuin itu!” pekik Dina dia sudah berjongkok dan menenggelamkan kepalanya diantara kakinya.
Kini semua mata menatap Rafa, pria yang ditatap hanya bersikap acuh. “kalian percaya dengan ucapan orang gila seperti dia? Hebat sekali” ucap Rafa sambil geleng-geleng kepala.
“tapi Fa, bisa saja itu benar, kamu bisa saja menyuruh Dina melakukan hal itu” ucap salah satu pria, dia memang tidak menyukai Rafa jadi dia ingin menjatuhkan Rafa.
Rafa masih diam tidak menjawab dia sibuk mengutak atik ponselnya, tidak lama ponsel setiap orang yang ada dikelas itu berbunyi secara serentak, dan saat mereka melihat hal itu, mereka tampak terkejut, disitu tertera surat Kesehatan jiwa dari Dina, dokter mengatakan Dina menderita penyakit psikologis yang Bernama erotomania syndrome, dan orang yang menjadi hal gilanya adalah Rafa.
“Sekarang kalian masih percaya ucapan Wanita gila itu?” tanya Rafa dengan santainya. “Kalian lihat, Wanita yang aku pilih, bagaimana aku bisa memilih Wanita yang seperti itu dari Wanita pilihanku sekarang?” lanjut Rafa lagi.
“Maaf fa” ucap salah satu teman sekelas Rafa.
“iya maafkan kami” ucap lainnya, dan permintaan maaf terus berdatangan dari seluruh orang yang tadi menuduh rafa.
Tidak lama dari insiden itu Dina dijemput oleh keluarganya dan kejadian itu betul-betul menjadi berita heboh di sekolah saat itu, padahal saat ini mereka sibuk dengan ujian, tapi entah kenapa ada kejadian yang sangat aneh seperti itu.
“kamu hebat fa, siapa yang mengedit videonya?” bisik Prince pada Rafa.
“Bang Xelo” jawab Rafa sambil berusaha menyembunyikan tawanya.
“hahahha dia pasti stress disuruh untuk mengedit video seperti itu” kekeh Prince.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Cessa tampak asik melahap makan siangnya, dia tidak peduli orang banyak yang memandangnya yang duduk disebelah Rafa. Walau Rafa sudah memberitahukan tentang penyakit dina, masih saja ada yang menganggap Rafa yang telah membuat dina menjadi seperti itu.
“Cess, lo gak apa?” tanya Devi.
“gak apa, kenapa?” tanya cessa balik.
“tentang Rafa” bisik Devi.
Cessa menatap suaminya itu yang masih memakan makan siangnya, “emang kenapa dia ? gak ada yang salah kok” ucap Cessa cepat. “ohhh, gue paham, maksudnya masalah tadi pagi kan, Rafa sudah memberi tahu Wanita itu gila, jadi gue gak masalah, santai aja” lanjut cessa.
“Lo yakin? Gak apa? Sama pria mesum seperti dia?” Andre muncul dan duduk di hadapan cessa.
“mesum?” cessa beralih menatap Rafa tiba-tiba muka gadis itu memerah memandang mata Rafa yang juga menatapnya dalam diam. “Hmmm emang kenapa? Bukannya kalian para pria di otaknya juga hanya ada itu? Apa bedanya lo sama Rafa?” tanya balik Cessa.
“ehemmm, jelas beda, gue gak seperti Rafa, yang punya fans gila” balas Andre cepat.
“Bukannya lo suka sama dina dulu? Kenapa sekarang lo bilang Dina adalah Fans Gila?” serang Cessa dengan wajah polosnya.
“A-aku hanya menganggap dina teman” jawab andre cepat.
Cessa hanya mengangguk cuek. “kalau gitu bedanya di wajah dong, Rafa ganteng bisa sampai punya fans gila, dan lo biasa aja, makanya gak dikejar-kejar cewek, oke gue paham” angguk cessa.
“Gu-gue juga ganteng! Banyak cewek yang antri kejar gue!” ucap Andre cepat. Beberapa teman cessa menahan tawanya saat cessa dengan polosnya menjabarkan perbedaan Rafa dan dia.
“baiklah gue percaya, jawab Cessa balik” dengan acuh.
Andre yang malu mendapatkan sikap seperti itu dari cessa segera pergi dari sana.
...🌜☀☀☀☀🌛...
“Cessa kenapa Fa?” bisik prince melihat gelagat adiknya itu, padahal tadi di kantin cessa tampak membela Rafa, tapi sekarang cessa tampak menghindari suaminya itu.
“gak tau, lo antarin aja dia kerumah, nanti gue bicara di kamar dengannya” balas Rafa, Prince segera mengangguk cepat, dia naik motor dan membawa cessa segera pulang kerumah.
.
“Assalamualaikum” salam Rafa sambil membuka kamar tidur mereka disana Cessa sedang cemberut sambil melipat kedua tangannya.
“Assalamuaikum istri cantikku” ulang Rafa lagi dengan sangat lembut.
“waalaikum salam” jawab cessa ketus.
“Marah kenapa ini?” tanya Rafa.
“tauk!” jawab cessa acuh.
“ayolah cess, aku bukan cenanyang loh, aku gakbisa baca pikiran kamu” ucap rafa lagi, perlahan pria itu menggenggam tangan cessa dan membawanya ke arah sofa untuk duduk berhadapan disana.
“Senang liat video viral seperti tadi?” ketus cessa.
Rafa tertawa keras mendengar ucapan yang keluar dari mulut cessa.
“bukan aku yang mengedit” jawab Rafa.
“lalu siapa? Kamu lihat kan? Bagus bentuk badannya?” ucap cessa lagi dengan nada dingin.
“aku hanya liat saat dia hendak membuka baju setelahitu aku stop, aku suruh bang xelo yang mengerjakan pengeditan video itu” Terang Rafa. Dia menggenggam tangan Cessa dengan lembut.
“benaran bang xelo?” Cessa tampaknya mulai luluh dengan sikap lembut Rafa.
“benaran, kalau tidak percaya kita telepon bang xelo sekarang” ucap rafa sambil meraih ponselnya di dalam saku celana.
“gak perlu” potong cessa cepat, “ceritakan semuanya, kenapa kamu bisa menemukan video itu bagaimana caranya” lanjut cessa.
“hmm boleh tapi jangan cemberut dong, senyum dulu, kalau gak aku cium sampai bisa senyum tu bibir” ledek Rafa.
“ihh rafa aku serius!” kesal Cessa.
“Iya aku juga serius, masak ngomong sama suami sambil marah-marah seperti itu, dosa loh” ucap Rafa.
Mendengar kata dosa cessa cepat-cepat mengganti raut wajahnya dengan senyuman, “udah kan sekarang ceritakan semuanya” ucap Cessa.
Lalu Rafa mulai menceritakan bagaimana cara dia mengerjai Dina dan Revi walau revi belum untuk yang kedua tapi suatu saat Rafa akan membalas revi.
“jadi kamu lakuin semua untuk aku?” tanya cessa.
“bukan, itu semua untuk istri aku” jawab Rafa dengan senyuman nakalnya.
“aku istri kamu Rafa!” pekik cessa kesal.
“udah berani ngaku ya sekarang” kekeh Rafa.
“ihh apaan sih! Rafa nyebelin!” gerutu cessa sambil membuang mukanya kesamping.
“nyebelin gini tapi kamu suka kan?” tanya Rafa.
“siapa yang suka, jangan G-R” jawab cessa sudah dengan wajah yang memerah.
“yakin gak suka?” ledek Rafa, pria itu iseng mendekatkan wajahnya pada wajah cessa dan mengecup pipi gadis itu dengan lembut.
“Rafa mesum ihh!” Cessa mendorong tubuh Rafa pelan, dia sangat malu saat ini.
‘Cup’ sekali lagi pria itu Kembali mengecup cessa kali ini di bibir, “biarin, mesumnya Cuma sama kamu jadi gak apa udah sah ini cessa” jawab Rafa.
...🌜🌦🌦🌦🌦🌛...