
5 hari sudah berlalu keluarga besar Bagaskara liburan di villa keluarga itu, semuanya sangat senang apa lagi Ellena, sudah terlalu lama dia tidak melihat kebun yang pernah dia datangi bersama ibunya itu.
Ellena saat ini berada di balkon kamar sambil menatap ke arah kebun buah yang cukup rimbun, Ellena tidak menyangka perkebunan itu masih tetap terjaga.
“Kyaaa” ellena memekik saat sebuah tangan melingkari perutnya. Tapi pekikan itu berhenti saat menyadari yang memeluk adalah suaminya.
“kau menyukai suasana di sini?” tanya Xelo.
“Sudah siap kerjanya?” bukannya menjawab pertanyaan Xelo, Ellena malah bertanya tentang pekerjaan xelo, pria itu tetap bekerja dimana pun dia berada memang tidak lama, tapi cukup menghabiskan beberapa jam.
“maaf apakah kau bosan?” tanya Xelo sambil memberikan ciuman pada tengkuk ellena, membuat gadis itu merasa geli.
“mas, ini kita di balkon Loh” tegur Ellena pada suaminya yang mulai nakal menciumi dirinya.
“Emang kenapa gak lihat dibawah?” gumam Xelo.
Mata Ellena melirik kearah bawah ada dua pasangan yang sama seperti dirinya, satu Juli dan prince, kedua orang itu duduk sambil menikmati pemandangan dan sesekali bibir kedua orang itu menempel, satunya lagi adalah cessa dan Rafa, pria itu tegak dibelakang cessa membantu meringankan istrinya dengan mengangkat perut cessa secara perlahan, itu memang salah satu trik untuk membuat ibu hamil nyaman.
“mereka memang gak tau tempat” kekeh Ellena. Mata ellena melotot saat tatapan matanya bertatapan dengan Nita, sahabat kecilnya yang sekarang sudah mendapatkan peringatan dari papi harry dan mami dona.
“melihat siapa?” tanya Xelo karena Ellena tiba-tiba berhenti tertawa.
“nita” gumam Ellena.
Mata Xelo menelusuri arah pandang Ellena, dan memang nampak dari kejauhan seorang gadis tegak sambil menatap ke arah mereka.
“Berapa lama kamu mengenalnya?” tanya xelo, sesekali pria itu memberikan ciuman pada tengkuk Ellena.
“cukup lama, aku dulu sering bermain di kebun bersamanya, mas tau dulu kami suka nge-bolang mencari bahan makanan di hutan atau sawah untuk kami masak atau bawa pulang” Ellena mulai menceritakan kisah masa kecilnya bersama Nita, seperti itulah kedekatan mereka, tapi berakhir saat ibunya menikah dengan pria beristri, awalnya ibu ellena tidak tau karena terlanjur jatuh cinta lagi, tapi akhirnya wanita itu tau dan dimulailah hidup ellena dan ibunya yang tersiksa oleh suami yang ternyata hanya mengincar hartanya.
“apa kamu mau aku merebut kembali usaha milik ibumu?” tanya Xelo.
Ellena menggelengkan kepalanya pelan, “anggap saja itu kompensasi telah membesarkanku hingga sekarang” ucap Ellena pelan.
“itu temanmu masih tidak berhenti melihat kita, terlihat seperti psikopat” gumam Xelo saat melihat lagi ke arah nita yang masih melihat nya.
Ellena tertawa pelan, “biarkan saja, kenapa kita gak melanjutkan di kamar?” tawar Ellena.
“kau sudah tidak tahan ya” goda Xelo.
“bagaimana bisa tahan tangan mas udah ngerayangi kemana-mana” gerutu Ellena. Memang sejak tadi tangan xelo sudah masuk kedalam baju Ellena dan memberikan pijatan dan usapan pada bagian sensitif Ellena.
Xelo tertawa puas, dia langsung menggendong istrinya sambil menempelkan bibir mereka. Dan mulailah kedua pasangan itu menikmati waktu bulan madu mereka lagi.
.
Dari kejauhan Nita menatap kesal ke arah Ellena, yang di gendong suaminya, “Sial! Kenapa aku tidak bisa seperti Ellena?! Aku lebih cantik darinya dan aku lebih sexy dari dia, aku juga primadona di sini” gerutu Nita kesal, memang benar dia adalah primadona disana bisa dibilang bunga desa, sejak kecil dia juga sering dipuji cantik, memang ellena masih kalah cantik dari dirinya tapi hati Ellena tidak sejahat dirinya, ellena juga tidak menyangka akan mendapatkan seorang pangeran dalam hidupnya.
Gadis itu selalu ingin kabur dari keluarganya dan mencari cara secepatnya dan tidak menyangka bahwa Xelo sekaya itu walau dia hanya seorang asisten selbih tepatnya kaki tangan Rafa.
Ellena tidak pernah memikirkan tentang uang, jika seandainya Nita yang berada di posisi Ellena, maka yakinlah Nita akan melirik para pria bagaskara karena orang seperti nita tidak akan pernah puas sampai dia merasa dialah yang berada dipuncak.
Nita akhirnya berbalik badan dan menuju rumahnya.
“akhirnya kamu pulang nita sini ada juragan Aziz datang” ucap ibunya.
Nita menatap sebal pria yang berbeda 7 tahun darinya itu, pria itu memang kaya, tapi wajahnya pas pasan lebih tepatnya standar dibawah rata-rata.
“Nita! Bukannya kamu bilang mau nikah sama orang kota, Aziz sudah jadiorang hebat nit, usaha pabriknya menjadi terkenal san sekarang dia ke sini mau melamar kamu” ujar ibu nita.
Gadis itu melotot tidak percaya, bagaimana bisa orang jelek seperti itu menikah dengannya memang uangnya banyak tapi dengan kecantikannya dia pasti bisa dapat yang lebih bukan?
“iya nit, aku ke sini mau melamar kamu, apa kamu bersedia menikah denganku?” tanya pria itu.
Nita menatap Aziz dengan wajah sinisnya, “aku masih sekolah, dan aku belum mau menikah” ucap nita ketus.
“Nikah agama aja dulu, setelah itu nikah negara, aku akan membiayai semua kebutuhan kamu nit” ujar pria itu.
Nita tersenyum sinis, “Kalau aku minta mas kawinnya rumah dan mobil apa kamu bersedia?” tantang nita.
“kalau hanya itu aku bisa sanggupi” ucap aziz bangga, dia memang bangga menjadi salah satu orang berhasil yang berasal dari kampungnya, usaha kecil-kecilan yang dia buat mampu membuktikan dirinya menjadi pengusaha sekarang dia sudah mempunya dua pabrik makanan. Dia sudah tidak punya orang tua, jadi hanya dengan istrilah dia ingin mencari kebahagiaan.
Nita sedikit melotot tidak percaya kalau juragan aziz menyanggupi ucapannya. Tapi setidaknya itu mampu membuat dia bisa pamer pada Ellena yang hanya memiliki apartemen bukan?
“baiklah akan aku terima” ucap nita ketus.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
Prince sedari tadi melirik adik kembarnya yang sedang asik menikmati makanannya.
“abang ngapain sih lihat-lihat cessa terus” gerutu cessa yang merasa rishi dengan pandangan abangnya.
“cessa udah senang gak liburan di sini?” tanya Prince ragu-ragu.
“senang, emang kenapa?”tanya balik cessa.
“kalau gitu abang bolehkan bulan madu Cuma berdua aja sama juli?” ucap prince ragu.
Wajah cessa langsung berubah cemberut, tapi rafa langsung mencolek bibir gadis itu yang manyun, “Biarin aja ya, nanti kalau anak-anak kita sudah lahir kita liburan satu keluarga ke sana, kasian abang” ujar rafa.
“Tapi cessa juga belum ada bulan madu” lirih cessa.
“hmm gimana kalau anak-anak kita lahir nanti pas kita resepsi setelah itu kita bulan madu ketempat yang kamu mau, anak-anak titip mami dan papi, boleh kan pi, mi?” rafa menatap kedua orang tua cessa.
“ohh tentu saja boleh, silahkan” jawab papi harry.
Cessa menatap satu persatu wajah keluarganya, “janji ya kita juga bulan madu” cessa mengangkat tangannya pada Rafa, membuat pria itu tersenyum senang.
“janji sayangku, kita bulan madu kemanapun kamu mau” kekeh Rafa.
“jadi abang boleh bulan madu dek?” seru Prince.
“boleh, tapi belikan adek Oleh oleh tas chanel keluaran terbaru” ujar cessa dengan tawa yang di sembunyikannya.
Prince melongo mendengar apa yang diinginkan adiknya itu. Tapi akhirnya dia mengangguk pasrah. “kalau gini uang suami lo bukan buat bulan madu tapi buat beli oleh-oleh istrinya” gumam prince pelan.
“Apa bang?” tanya cessa mulai emosi.
Prince cepat-cepat geleng kepala, “gak ada apa apa” jawabnya cepat. Semua orang terkekeh melihat pertengkaran kedua saudara itu.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...