
Rafa menarik tangan Cessa untuk segera masuk ke kamarnya.
“Aku gak nyangka abang bakal melakukan hal itu, pakai acara melamar Juli” kata cessa sambil duduk dikasur mereka, niatnya ingin membuat suaminya sedikit lupa dengan janjinya main gulat dikamar, eh ternyata begitu dia duduk dikasur Rafa langsung melancarkan aksinya.
Rafa langsung menindih tubuh istrinya itu, “Aku sudah menebaknya sayang, sejak abangmu minta untuk menggantikan dirinya yang meminta izin” ucap rafa dengan senyum nakalnya. Pria itu tidak bisa di alihkan dengan apapun sekarang.
“Pengaman!” peringat ay sebelum rafa mulai mencium bibirnya.
“haruskah sayang?” tanya rafa pelan.
“harus atau tidak sama sekali” ucap cessa cepat.
Rafa akhirnya mengeluarkan beberapa buah pengaman yang ada di dalam sakunya ternyata pria itu sudah menyiapkan benda itu sejak lama.
Cessa hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah suaminya itu.
“Sudahkan sayang, jadi boleh ya” bujuk rafa dengan memelas.
Cessa mengangguk pelan dan saat itu Rafa langsung menyambar bibir cessa mencium gadis itu dan memulai aksinya, semakin lama Rafa semakin ahli dalam melakukan hal yang disukainya itu, dia tidak perlu belajar lagi, dirinya sudah terbiasa membuat cessa terbang melayang.
“fa~ masukkan sekarang” teriak cessa, dirinya juga sudah tidak tahan karena terus di goda oleh rafa, pria itu sejak tadi memancing cessa dengan memanjakan bukit kembarnya dan serabi lempit miliknya hanya dengan jari pria itu.
“apa sayang?” goda Rafa berpura-pura tidak tau apa yang diinginkan cessa.
“Gak usah banyak tanya masukkan sekarang anakondanya!” pekik cessa, Rafa tertawa keras tapi tetap membuka pakaiannya hingga dia dan cessa sudah tidak memakai apapun lagi dan akhirnya Rafa memulai juga ritual Bahagia, yang hanya dilakukan oleh sepasang suami istri.
(berhubung author malas ngedit-ngedit bayangin sendiri aja ya gimana malam panas Rafa dan cessa)
...🌜🌞🌞🌞🌞🌛...
“dev, mau aku bantuin ngomong ke orang tua kamu?” tanya Dafa, ketika sampai di depan rumah devi.
Gadis itu turun sambil menyerahkan helmnya pada dafa.
“kenapa? Mau ngelamar gue juga? Kayak prince ngelamar Juli?” kekeh devi.
Dafa berdecak pelan, “gak gitu juga, gue kan sebagai pacar seharusnya membantu lo” ucap dafa.
Devi sempat terdiam dan berubah seperti tomat, kata-kata Dafa barusan membuat jantung gadis itu berdetak kencang, “orang pacaran sebulan juga” ucap pelan Devi tapi masih mampu terdengar oleh telinga Dafa.
“Walau sebulan kan gue juga pacar lo, bisa aja kan kalau tumbuh rasa cinta diantara kita, hubungan ini jadi lanjut” dafa sengaja berkata begitu dia ingin melihat bagaimana reaksi Devi setelah dia mengatakan itu.
Devi masih menunduk, tidak berani mengangkat wajah untuk melihat dafa, “katanya gue cewek lola, jelek dan gak ada manis-manisnya, emang bisa suka sama cewek kayak gue” gumam Devi lagi.
Dafa memberanikan dirinya untuk mengangkat dagu Devi agar melihatnya, cukup lama mata Dafa menatap mata devi, “gawat vi” ucap Dafa pelan masih saling bertatapan mata.
“gawat kenapa?” devi berkata dengan bingung dan mengerjabkan matanya pelan.
“Gue rasa, gue gak bakal bisa lepasin lo” ucap Dafa, devi langsung mendorong tangan dafa yang memegang dagunya, gadis itu dengan cepat berbalik dan berlari memasuki pekarangan rumahnya, dia tidak berani menatap dafa, antara takut dan senang bercampur aduk dalam otak devi saat ini, takut Dafa hanya mengerjainya dan membuat dia baper lalu memutuskannya, senang karena ucapan pria itu barusan telah membuat bunga-bunga bermunculan dalam hatinya.
Sementara dafa, dia tertawa melihat devi yang kabur, sekarang dia yakin devi memiliki perasaan yang sama dengannya.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
Prince tampak gagah dengan setelan jas yang dia gunakan, begitu juga dengan keluarga nya cessa memakai pakaian yang senada dengan rafa, karena mereka adalah pasangan, sementara king senada dengan kedua orang tuanya prince.
“bang, gue minta maaf ya sama lo” prince duduk bersujud didepan king, saat ini mereka sedang menunggu mami dona yang sedang bersiap-siap berpakaian.
“ngapain lo minta maaf sama gue?”prince tersenyum karena king telah masuk perangkap prince, cessa memeluk Rafa dan menyembunyikan tawanya di belakang punggung Rafa.
“habis lo keduluan lagi sama gue, lo jadi jomblo karatan jadinya” setelah berkata begitu prince langsung lari dari tipukan sandal rumah yang berasal dari lemparan king.
“Woiii!!! Sontoloyo! Maksudnya apa?! Gue gak laku gitu!” pekik King kesal.
“kan emang kenyataannya gitu bang, papi gak pernah tu dikenalin sama pacar abang” papi hari yang kebetulan ada disana juga ikutan membulli abang king.
“kan abang bilang abang masih cari pi” kesal King, tadinya dia tidak mau ikut dalam acara lamaran itu, karena dia pasti akan di bulli habis-habisan dengan keluarga somplaknya.
“cari dimana bang? Mau cess bantu carikan?” cessa juga ikutan membulli abang sulung kesayangan keluarga bagaskara itu.
“dek jangan ikutan, cukup tu anak yang udah bulli abang, jangan kamu ikut-ikutan” tegur king pada cessa.
“bang, mau prince daftarin ke biro jodoh, banyak tu yang antri jadi jodoh abang” prince muncul dengan minuman dingin ditangannya.
“gak usah ikut biro jodoh!” mami tiba-tiba ikutan nimbrung dengan pembicaraan keluarganya itu.
King tersenyum Bahagia dan menunjukkan symbol heart pada mami tercintanya itu, “king sayang mami, Cuma mami yang ngertiin prince, love you mam” ujar king.
“King! Itu istri papi tau!” kesal papi harri.
“kenapa gak boleh ikut biro jodoh mam, kan biar abang laku mam” cessa bertanya karena penasaran alasan mami nya gak boleh king ikut biro jodoh.
“iya mami gak suka cewek-cewek di biro jodoh itu payah cari yang baik, mending biar mami aja yang carikan banyak anak teman mami yang masih muda dan cantik-cantik” jawaban mami dona membuat satu keluarga tertawa minus King yang sekarang menepuk jidatnya sendiri, menyesal sudah dirinya ikut dalam acara lamaran prince, yang ada dia terus terusan di bulli dan dia tidak punya sekutu.
“udah-udah jangan bulli anak ganteng daddy, kasian tau, udah tau abang itu anak percobaan” ucap daddy menggantung.
“kok percobaan pi?” tanya king heran.
“iya kata orang, anak pertama itu percobaan, anak berikutnya itu baru sudah bibit unggulnya” kekeh papi harri. Di ikuti tawa yang lainnya.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
King memilih ikut bersama Rafa dan Cessa, kebetulan rafa membawa mobilnya, tidak sopan bukan datang ke rumah calon kakak ipar menggunakan motor.
“Ngapa gak sama papi, mami dan prince bang?” tanya cessa, yang sudah menyandarkan kepalanya di lengan Rafa, king memilih yang menyetir dia tidak mau menjadi penonton Rafa dan cessa bermesraan didepannya, tapi justru dengan king yang menyetir rafa dan cessa semakin leluasa bermesraan.
“Disana yang bulli ada tiga orang, kalau disini yang bulli Cuma satu orang, dan aku bisa minta tolong adik ipar untuk bantu tutup mulut kamu dek” ucap king.
“yah~ lagian abang udah punya masih juga disembunyikan dari papi dan mami” celetuk cessa. Sebenarnya king sudah punya orang yang dia sukai, namun karena keadaan gadis itu , dia tidak bisa memberitahu kedua orang tuanya, yang tau hanya cessa karena cessa tidak sengaja jalan bersama abangnya dan dibawa ke restoran milik gadis yang disukai abang king, cukup tau saja cessa bisa membaca cara king memandang berbeda dengan cara king memandang gadis-gadis lainnya, makanya ketika cessa memancing, king tidak sengaja keceplosan mengenai siapa yang dia suka, dan semenjak itulah cessa jadi suka ikutan membulli king.
“kamu tau sendiri cess dia janda, mami dan papi pasti gak mau terima dia” keluh king.
“kenapa gak dicoba tanya aja bang? Siapa yang tau bakal di tolak atau diterima, rafa yakin papi dan mami tidak sejahat itu untuk menolak gadis yang abang sukai” celetuk Rafa, selama dia kenal dengan mertuanya, dia tau kedua mertuanya itu sangat mudah diajak bicara dan mereka sangat hangat, maka dari itu rafa yakin mertuanya akan menerima gadis manapun yang disukai king apapun statusnya.
“udah cess paksa tapi abang tetap gak mau” ledek cessa.
“aku juga belum mendapatkan hati gadis itu, sepertinya dia masih sangat mencintai mantan suaminya” lirih king.
“Yakin karena itu, atau karena abang takut aja nyatakan perasaan abang?” ledek cessa lagi.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...