Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
56. Kepergok Lagi



"Jangan cemberut gitu makin pengen cium lagi tu bibir yang maju maju" kekeh Rafa.


Cessa menolehkan kepalanya menatap Rafa, "Ya Allah kenapa suami cessa mesum banget, dari tadi dia udah cium-cium masih juga belum puas" gerutu cessa.


Rafa terkekeh mendengar ucapan istrinya itu. "gak bakal puas princess, kalau udah sama kamu" balas Rafa dengan senyum nakalnya.


"ihh nyebelin, ini cess ngapain disini?" kesal cessa pasalnya dia masih duduk di atas paha Rafa.


Rafa tidak menjawab dia memilih terseyum sambil membantu cessa melipat bagian tangannya. "kan manis gini, tu lipstik jangan pakai tebal-tebal" kata Rafa sambil menyentuh bibir cessa.


"pakai lipstik apaan bengkak ini di ciumin terus dari tadi, udah cess mau pakai make up, dari tadi gak kelar-kelar karena digangguin" omel cessa sambil berdiri tegak.


Rafa sendiri hanya tertawa pelan sambil terus memperhatikan istrinya itu dalam memakai make up.


.


Sepuluh menit waktu cessa menyanggul rambutnya agar tampak rapi dan memakai make up, gadis itu tersenyum puas dengan hasil yang dia buat sendiri.


Begitu membalikkan badan dia bertatapan dengan suami tampannya yang sedang melambaikan tangan menyuruhnya mendekat.


Cessa merasa cemas, melihat lambaian tangan itu, dia yakin suami bucin nya itu akan melakukan hal yang aneh-aneh lagi. gadis itu menggeleng pelan sambil menunjuk senyuman polosnya.


"Sini sayang, cepat" ucap Rafa lembut tapi dengan senyum yang mengerikan.


"pestanya udah mulai fa, ayo kita cepat keluar" ajak cessa, dia berusaha menghindar dari Rafa.


"Do_" Rafa tidak melanjutkan ucapannya karena di potong langsung oleh cessa.


"iya tau tau! dosa gak dengar ucapan suami" cesaa cepat-cepat duduk di paha Rafa lagi tapi kali ini bukan menghadap samping dia sengaja berhadapan dengan rafa membuat gaun gadis itu sedikit terangkat karena dirinya yang mengangkang agar bisa duduk di paha Rafa.


Rafa tersenyum menahan tawanya, "pintar banget istri Rafa, gitu dong jangan tambah dosa dengan tidak mendengarkan suami" kekeh Rafa.


"Apa lagi yang salah?" ucap cessa dengan lesu.


Rafa menyentuh rambut dan bibir cessa, "ngapain rambut pakai diikat-ikat? ini juga lipstik nya ketebalan sayang" ucap Rafa.


"tapi udah lama cessa bentuk ini, masak dilepas" jawab cessa dengan sendu.


"lepas atau aku buat kissmark di tengkuk kamu sayang ku" ancam Rafa dengan senyum killernya.


Cessa mendengus sambil melepas sanggul yang dia buat, untung saja di tidak memakai semprotan pengeras, jadi mudah untuk melepaskan. "udah" ucap gadis itu dengan lesu.


"Lipstik nya belum sayang" ujar Rafa sambil menyentuh bibir cessa.


"gimana caranya? kalau lipst__" cessa tidak dapat melanjutkan ucapannya, Rafa sudah menarik tengkuk cessa dan mencium bibir gadis itu dengan sangat ganas. Pria itu mulai tergoda dengan permainan nya sendiri, dia terus menjelajahi bibir cessa, lidahnya juga saling membelit dengan lidah cessa. tangan Rafa juga mulai bermain di dada cessa hingga membuat cessa sedikit mendesah.


"Woii fa lama bang__ astaghfirullah!" pekik Dafa, pria itu cepat-cepat menutup pintu kembali, pria itu seolah lupa jika Rafa adalah pria yang beristri.


'brak' suara pintu yang ditutup paksa.


ciuman rafa dan cessa terhenti, keduanya sama-sama terengah-engah karena kehabisan nafas, Rafa tersenyum melihat wajah cessa yang memerah seperti tomat dan lipstik gadis itu berantakan karena ulah ciuman panasnya.


"tu orang bakal gue gebukin, tau suami istri gak sih, selalu muncul seperti hantu, datang gak di undang pulang tak diantar" ucap Rafa sambil membersihkan bibir cessa dari lipstik yang berantakan akibat ulahnya.


Cessa tersenyum mendengar gerutuan Rafa, tanganya juga terangkat menuju wajah Rafa, "Iya marahi aja tapi dia akan tertawa melihat kamu sekarang" kekeh cessa, tangan gadis itu terangkat untuk membersihkan bibir Rafa yang terdapat bekas lipstik nya. "lipstik aku nempel di bibir kamu" tambah cessa lagi.


"biar aja, biar orang tau kamu ganas sama aku" kekeh Rafa, dia membiarkan Cessa menghapus bekas lipstik pada bibirnya.


'puk' cessa memukul bahu Rafa pelan, "enak aja yang ganas kamu loh" ucap cessa geram dengan tinggah suami tampannya itu.


"ihh yang buat lama kan kamu" gerutu cessa, gadis itu cepat-cepat turun dari pangkuan Rafa, untuk menatap dirinya di cermin. "hah! susah punya suami bucin akut" keluh cessa sambil merapikan rambutnya yang berantakan.


...🌜☀☀☀☀🌛...


Diluar pintu Dafa mengumpat terus karena baru saja menonton adegan live orang sedang hot-hot nya berciuman.


"lo salah sendiri main masuk gitu aja, dah tau pengantin baru pasti di kamar itu lagi mesra-mesraan" sindir Devi.


"iya gue lupa, lagian si Rafa udah tau lagi mesra-mesraan sama istri kenapa pintu gak dikunci, kan bahaya ada orang yang lupa seperti gue" jelas Dafa.


Prince geleng-geleng kepala, "lo tetap salah, harusnya masuk kamar orang itu ketuk dulu bukannya langsung buka" ucap prince.


"memang si Dafa nyari masalah sama gue!" ucap Rafa yang keluar dari dalam kamarnya sambil menggandeng istri cantiknya.


"iya-iya gue salah, sial adegannya masih tersimpan jelas di memori otak gue!" Dafa memukul-mukul kepalanya sendiri.


"urusin tu teman kamu!" cessa cepat-cepat menarik July dan Devi untuk berlalu duluan dari situ.


"Daf, tolonglah jangan buat istri gue malu" kesal Rafa.


Dafa terkekeh, "sorry bro, emang tadi hot banget makanya masih tersimpan jelas dalam otak gue".


Prince langsung menatap wajah Rafa dengan serius, " lo udah ngelakuin itu sama adek gue?" tanya prince dengan wajah kaku.


Rafa menggeleng cepat, "belum lah, princess masih virgin kok, cuma paling parah ciuman aja" ujar Rafa cepat, dia tidak mau memberi tau kalau tangan Rafa sudah menjelajah sampai ke bagian paling intim dari cessa.


Prince tersenyum, "kalau udah juga gak apa, gue gak bisa larang, kalian udah suami istri, sah sah aja ngelakuin itu, cuma gue kasih saran aja jangan sekarang kasian dia masih kecil, masih 17 tahun, udah ternoda otaknya sama adegan hot kalian" kekeh Prince.


.


Di tempat cessa dan teman-temannya.


"ngapain lo pakai jaket neng" ledek July.


"digigit nyamuk bahu sama punggung gue" jawab cessa asal.


"kok bisa?! setau gue villa ini gak ada nyamuk, paling diluar, tidur di teras lo?" tanya Devi beruntun.


July berusaha menahan tawanya karena Devi tidak mengerti dengan maksud dari Cessa.


"Gue tidur dikamar, tadi gue digigit nyamuknya, bukan pas malam" jawab cessa juga dengan tawa yang ditahan.


"Wahh ternyata banyak nyamuk pas siang hari ya" ujar Devi, dia tampak percaya sama apa yang dikatakan oleh cessa. "mau gue kasihkan minyak biar gak gatal? " sambung Devi lagi.


Cessa membuka sedikit jasnya agar punggungnya keliatan, "liat ini loh maksud aku sayang, jangan polos banget" kekeh Cessa.


"itu merah banget dan besar-besar cess, kamu garukin ya?! " seru Devi masih belum tau.


July mendekatkan wajahnya ke telinga devi, "itu yg jadi nyamuk si Rafa, itu yang namanya kissmark oon" ledek july, setelah berkata begitu dia tertawa bersama cessa.


Wajah Devi langsung berubah merah semerah tomat masak. "gak sakitkan cess?" gumam gadis itu pelan.


Cessa menggeleng pelan, "Gak cuma geli aja" balas cessa.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...