
‘Tok Tok Tok’ bunyi pintu didepan kamarnya tidak membuat Rafa berhenti menciumi istrinya, dia tidak peduli siapa orang yang ada di depan pintunya, karena Rafa sedang menyantap istri cantiknya.
“Fa, ini aku bawakan minuman dan cemilan buat kalian ngerjain tugas!” suara revi terdengar sangat kuat dari arah pintu.
“Fa, i-itu..” ucapan cessa terhenti karena Rafa kembali mencium bibir cessa.
“biarin aja, ntar diam sendiri” bisik rafa di telinga cessa.
Cessa akhirnya menganggukpasrah dan membiarkan suaminya melakukan yang dia sukai.
.
“Fa! Ini makanan dan minumannya aku letak di luar ya!” teriak Revi lagi dia sangat kesal karena pintu itu tidak dibuka-buka rafa atau cessa, dan juga saat Revi menempelkan telinganya ke pintu terdengar suara d*s*han dari dalam kamar itu, sudah pasti Rafa dan cessa tidak belajar tapi mereka berdua sedang melakukan hal lain.
“Di jawab sama mereka?” tanya Gavin dari arah tangga.
Revi menggeleng, “gak ada” jawabnya.
“Ya sudah, tinggalkan saja di sana, kita ke kamar saja nanti buat rencana baru” ucap Gavin.
Revi segera mengangguk dan mengikuti Gavin untuk masuk ke dalam kamar.
**
King menatap wajah Queen yang tertidur nyenyak sambil memeluknya. Tangan pria itu sibuk mengelus wajah istri cantiknya, gak nyangka bahwa selama ini queen belum pernah tersentuh dan dia adalah yang pertama bagi queen.
“Ehhmmm” dehaman Queen terdengar dan tidak lama mata gadis itu terbuka.
“Kenapa belum tidur?” suara queen terdengar serak karena baru terbangun.
King menggeleng pelan, tangannya sibuk mengelus pipi Queen, “kok bisa aku punya istri secantik ini” gumam king.
Queen tersenyum, dia semakin mengeratkan pelukannya pada King, “kok bisa aku punya suami seganteng ini” balas Queen.
“ihh curang ngopi ucapan aku gak asih itu” kekeh King.
Queen menggeleng, “biarin, suka suka aku dong”.
“nanti liburan kedua kitab awa anak-anak kesini juga ya?” king kepikiran tentang kedua anak kembar yang mereka tinggal bersama kedua orang tuanya.
“darel dan farel pasti senang” ucap Queen.
“kamu belum pernah bertemu dengan keluarga darel dan farel yang dari bapaknya?” tanya king tiba-tiba.
Mendengar itu Queen tiba-tiba murung, dia menunduk sedih. “Aku berharap mereka tidak mencari si kembar, aku berharap mereka menganggap si kembar tidak pernah ada, setiap hari yang aku takutkan si kembar dibawa pergi oleh mereka, aku tidak mau itu terjadi, mereka anak-anakku, aku yang membesarkan mereka, aku tidak ingin mereka mengambil mereka dariku” Queen sedikit terisak begitu membayangkan kedua anak kembarnya di ambil dari dia.
King langsung memeluk Queen untuk menenangkannya, tangan pria itu berusaha untuk mengelus punggung queen agar gadis itu tenang.
“janji ya, jangan sampai mereka diambil dari kita” Queen menyodorkan jari kelingkingnya pada King, membuat pria itu tersenyum hangat, dan mengaitkan jarinya dengan jari queen.
“Janji, dan…” king sengaja menggantung ucapannya, dia sudah mendekatkan wajahnya ada Queen, “kita lanjut buat adek untuk si kembar yuk, masih ada waktu menjelang subuh” bisik king.
Queen tidak menjawab dengan suara dia hanya menjawab dengan anggukan, gadis itu masih malu dengan kegiatan yang baru itu, dan masih canggung bagaimana cara bertindak, maklum dia dibilang janda padahal belum pernahberpacaran ataupun menikah jadi tidak ada yang mau mendekatinya.
...🌝🌬🌬🌬🌝...
Pukul 2 pagi rafa dan cessa terbangun karena perut mereka berdua terasa keroncongan. Tadi mereka tidak ikut makan malam, karena sudah capek olahraga mereka berdua tertidur.
“Fa, lapar” gumam cessa sambil menggoyang lengan Rafa.
“kita ke dapur masak mie instan aja yuk” ajak Rafa.
Cessa mengangguk cepat. Sudah lama juga dirinya tidak makan mie instan. “Ayo, ini perut udah kelaparan banget” ucap cessa tidak sabaran.
Rafa bangun dan mengambil baju serta celana trainingnya untuk dia berikan pada cessa, “disini jangan pakai baju yang sexy, hanya boleh dalam kamar mengenakan baju yang sexy” ucap Rafa, dia juga sibuk mencari baju untuk dirinya sendiri. “Udah sayang?” tanya Rafa lagi pada cessa yang sedang memakai kaos kebesaran milik Rafa.
Cessa mengangguk dan langsung meraih tangan Rafa. “udah, ayo ! lapar banget” keluh cessa sambil memegangi perutnya.
Keluarnya Rafa dan cessa dari dalam kamar bertepatan dengan keluarnya Revi dari kamarnya juga, gadis itu mengenakan kimono yang sangat sexy, cessa yakin dibalik kimono itu Revi mengenakan Lingerie yang sangat sexy. Cessa menatap Rafa lalu Revi yang tersenyum menggoda Rafa.
Wajah Revi yang menggoda benar-benar membuat cessa marah, tapi wajah rafa hanya terlihat datar menatap wanita itu.
“Ayo” ajak rafa pada cessa, dia menganggap tidak melihat apapun, mau revi ada didepannya atau dengan tidak mengenakan apapun Rafa sama sekali tidak peduli, dia ada di rumah itu hanya untuk 3 hari sesuai permintaan ibunya, selebih itu dia akan langsung membawa cessa segera pergi dari sana.
“Ehh fa cemilan dan minuman kalian udah aku letakkan kembali ke dapur, maaf ya aku pikir kalian gak bakal keluar, keluarnya pas pagi, kelaparan ya? Mau aku bantuin masak?” tanya revi, dia sengaja menurunkan kimononya agar Rafa melihat bahu putih gadis itu.
“Emang bisa masak? Kemarin aja diminta masakkan suami tapi gak bisa, sekarang mau masakin suami orang, tingkat kepedean dari mana tu?” ledek Cessa.
“Udah yuk ke bawah, gak usah di balas omongan dia, bikin perut makin lapar” Rafa segera menarik tangan cessa untuk turun ke dapur, dia tidak mau cessa dan Revi rebut disana, bisa bangun nanti kedua orang tua mereka.
.
Kedua psangan suami istri itu sudah sampai di dapur, mereka berdua berbagi tugas biar cepat selesai. Cessa memotong daun bawang, meracik bumbu dan toping, sedangkan Rafa bertugas merebus mie nya.
“Astaghfirullah!” bentak Rafa karena Revi tiba-tiba muncul disebelahnya sudah dengan kimono yang tidak tau entah kemana, dan hanya mengenakan lingerie sexy yang transparan dan terlihat isi dari lingerie itu.
“Kok gitu sih fa, aku Cuma mau bantuin naikkin lengan baju kamu biar gak ikutan basah aja kok” ujar revi.
“woii ular keket! Minggir sana, suami gue gak nafsu liat barang kecil kayak gitu!” usir cessa, dia langsung menarik Rafa untuk berlindung dibelakang badannya. “gak malu ya jalan-jalan menggunakan pakaian seperti itu?” sindir cessa lagi.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...