
"Yang, ada masalah ya?" tanya cessa pada suaminya itu.
Rafa mengangguk pelan, dia merapikan rambut cessa lalu memasangkan helm pada kepala istri cantiknya itu.
"masalah apa yang? cerita dong" bujuk cessa.
"kita bicara di kantor aja, sekarang cepat naik" ajak Rafa.
Baru saja Rafa hendak menyalakan motornya. Motor itu berbunyi nyaring, memunculkan tanda bahaya. Rafa mengepalkan tangannya geram, ada yang berniat untuk mencelakainya.
“Yang motor nya kenapa?” tanya cessa kebingungan, dia kembali turun dan melihat Rafa yang sedikit emosi dengan motornya, beberapa orang-orang mulai melihat kearah motor rafa yang berbunyi, tapi rafa langsung mematikan alarm pada motornya.
“Fa! Sini naik sama gue aja! Tu motor biar dibawah anak buah kita saja” Xelo berbicara dari dalam mobilnya, pria itu memang berniat menjemput istrinya pulang dari kampus.
“yang masuk dulu ke mobil bang xelo” ucap Rafa dengan lembut, mau se emosi apapun pria itu tidak pernah membentak istrinya, apa lagi berbicara dengan nada tinggi, pria itu menjadikan papi harry sebagai role model dalam hidupnya, apa lagi selama hidup bersama mertuanya itu dia tidak pernah melihat papi harry sekalipun berbicara dengan nada tinggi pada mami dona, mau semarah apapun dia.
Rafa melihat kearah motornya mencari bagian yang dipotong, motor rafa memang sudah dipasang dengan alat yang Rafa ciptakan, sebenarnya ada beberapa pihak yang mengetahui tentang alat ciptaan rafa dan ingin membeli tapi pria itu tidak mau menjual dengan alasan, takut rahasia alat itu ketahuan dan keluarganya bisa dalam bahaya, lagi pula rafa masih bisa menciptakan alat lainnya yang digunakan untuk menghasilkan uang.
“fa! Udah, biarin aja!” ucap Xelo lagi.
Rafa akhirnya menghela nafas panjang, dia berbalik dan masuk kedalam mobil.
🕸Flasback ON🕸
“Fa, gawat banget” ucap Xelo dalam panggilannya pada rafa.
“Apanya yang gawat?” tanya rafa santai, dia asik melirik ke segala penjuru kantin untuk mencari istri kesayangannya.
“SAYANG!” Rafa mengulum senyum melihat istrinya yang tidak pernah malu atau takut memanggil dirinya sayang di depan orang banyak.
“Gavin keluar dari penjara, awalnya aku tidak tau, tapi salah satu penjaga di kepolisian melaporkan hal itu padaku, setelah tau aku mulai melakukan penyelidikan kenapa pria itu bisa keluar_”
Rafa sampai di kursi sebelah istrinya masih dengan mendengarkan ucapan Xelo.
“ternyata nenek kamu membantu gavin keluar, kedua orang tuamu tidak tau sama sekali tentang masalah ini, dan mafia itu sedang ada di Indonesia, dia menjalani operasi plastic dan mengganti identitasnya, agar bisa masuk kedalam organisasi” jelas Xelo
“Yang boleh buka kan?” Rafa melirik istrinya sebentar dan mengangguk membolehkan cessa membuka maskernya.
Cessa membuka masker dan kembali berbincang dengan teman-temannya, sementara rafa hanya fokus pada telepon dari Xelo.
“Saat ini aku tidak tau di mana posisi kedua orang itu, aku kehilangan jejak mereka, aku sudah mengeluarkan semua anak buah kita, tapi belum tau juga dimana kedua orang itu berada, alat canggihmu juga tidak mampu melacak kedua orang itu” ucap Xelo lagi.
“Suruh mereka berjaga-jaga dulu” ucap rafa akhirnya.
“Siapa fa? Yang berjaga-jaga” tanya Xelo kebingungan karena rafa tidak mengatakan dengan jelas.
“Sebentar” ucap rafa. Pria itu berpamitan pada cessa lalu mencari tempat yang sepi untuk berbicara.
“Sepertinya mafia itu tau siasat kita tapi dia masih belum mengetahui siapa pencipta alatnya, kita kali ini akan melawan sesame hacker” Rafa mulai pembicaraannya setelah yakin tempat itu sepi.
“Berarti alat pencari mu memiliki kekurangan?” tanya Xelo.
“baiklah, apa ada lagi yang harus aku lakukan?”
“abang sudah menyebar pengawalan untuk semua keluargaku?” tanya rafa sedikit panik.
“itu hal pertama yang aku lakukan setelah tau Gavin bebas, jadi kau tenang saja, semua sudah aman terkendali, Cuma kita harus mencari cara agar gavin tidak bertindak lebih jauh” ujar xelo.
“aku mengerti kita akan bicarakan ini lagi nanti” ucap Rafa lalu menutup teleponnya.
🕸Flasback OFF🕸
Suasana mobil itu tampak hening dan dingin, cessa menjadi kesal karena sejak tadi suaminya hanya menyandar di kursi dan memijak keningnya.
“Bisakah satu orang saja menjelaskan padaku apa yang terjadi?” pinta cessa dengan wajah cemberut.
“gak apa sayang” ujar rafa lembut.
Cessa menggeleng, “kamu gak bisa bohong sama aku yang, aku tau sedang ada masalah , jadi ceritakan padaku, siapa tau aku bisa memberikan solusi”ujar cessa.
“Cessa benar fa, istri lo juga perlu tau” ucapan cessa tadi di angguki setuju oleh Xelo, dan dia malah mendorong rafa untuk bercerita pada istrinya.
Rafa menghela nafas panjang, “Gavin keluar dari penjara” ucap pria itu lemah.
“Apa?! Keluar?!” pekik cessa tidak percaya.
“Aku juga baru tau sekarang, ternyata dia sudah keluar 3 hari yang lalu, dia keluar dengan menggunakan cara bebas bersyarat, dan itu semua yang membantu adalah neneknya Rafa, gavin memang cucu kesayangannya” Xelo membantu rafa dalam menjelaskan masalah yang terjadi.
Cessa sempat diam untuk beberapa saat, pikirannya kembali melayang pada motor rafa yang tadi menyalakan alarm, “jadi tadi kita hampir dicelakai?” tanya cessa kebingungan.
Rafa mengangguk, “Iya sayang”.
“Sebenarnya apa sih mau tu orang! Psiko banget tau!” gerutu cessa.
Hening tidak ada yang bisa mengeluarkan suaranya, Cessa menatap rafa yang masih memejamkan mata mungkin kepala pria itu tambah sakit saat ini, keluarganya bertambah dan beban perlindungan itu juga semakin besar, dia hanya bocah 18 tahun yang harus melawan seorang mafia, apa dia harus membunuh orang agar semua masalah selesai.
“Yang, gimana minta papa dan mama menyerahkan semua kekayaan mereka pada Gavin, pria itu kan cemburu dan takut kamu merebut harta orang tuanya, jadi kasihkan aja hart aitu pada gavin, kamu kan bisa kasih papa dan mama villa dan biarkan mereka menikmati masa tua mereka disana, mungkin dengan cara berkebun atau kehidupan yang damai dan tentram” usul Cessa.
“Iya! Kenapa gak kepikiran sampai ke sana!” sambung Xelo.
“Tapi gavin itu serakah, dia itu bukan hanya mau kekayaan papa dan mama, tapi dia terobsesi denga napa yang aku punya! Dia menginginkan istri gue bang!” ucap rafa pada Xelo.
Cessa menggerakkan tangannya untuk mengelus lengan rafa agar pria itu sedikit rileks.
“benar juga, dia tidak akan berhenti sampai mendapatkan apa yang dia mau” gerutu Xelo.
“Tapia pa salahnya mencoba kan, bilang aja papa dan mama akan menyerahkan seluruh kekayaan mereka untuk gavin dengan syarat tidak mengganggu kehidupan adiknya” usul cessa lagi.
“aku setuju fa, yang paling penting itu jauhkan dulu papa dan mama dari jangkauan gavin” tambah Xelo.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...