Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
69. Marah



‘ting tong ting tong’ bunyi bell di vila itu membuat semua yang sedang sibuk bakar membakar langsung saling berpandangan.


“siapa tu?” tanya dafa tiba-tiba.


“Cowok-cowok yang diundang devi pasti” komentar July dan cessa secara bersamaan.


Ketiga pria yang ada langsung menatap kearah Devi.


“Lo ngundang orang tanpa kasih tau gue?” seru rafa sedikit meninggikan intonasi bicaranya.


“I-itu Raf sorry, gue pikir lo gak ada disini jadi gue undang beberapa teman kesini” ucap Devi sedikit takut.


Cessa mengelus lengan Rafa dengan lembut, “sudahlah, orangnya juga sudah datang gak sopankan jika kita mengusir mereka, sekali ini aja jangan marah gitu” ucap cessa lembut untuk meredam kemarahan rafa.


Rafa mendengus lalu Kembali kekursinya untuk duduk disebelah cessa, “kalian berdua aja yang masak, gue lagi gak mood” ujar rafa ketus. “apa lagi yang ditunggu bukakan pintu sana” ucap Rafa pada devi.


Cessa menggenggam tanga rafa agar pria itu tidak emosi pada saudara sepupunya itu.


.


‘ceklek’ pintu terbuka dan tampaklah 3 orang pria tampak berdiri di depan pintu vila.


“Devi” panggil Andre secara spontan begitu melihat siapa yang membukakan pintu.


Devi melototkan matanya melihat Andre, Rafa bisa semakin mengamuk padanya jika ada andre di vila itu.


“kalian udah saling kenal?” tanya dani melihat devi lalu melihat kearah adiknya.


“Dia adik kelasku disekolah” balas Andre, “Apa cessa juga ada disini?” lanjut pria itu lagi,tiba-tiba saja dia mendapatkan ide untuk merebut cessa dari rafa dengan cara mendekatinya sekarang jika cessa benar-benar ada.


“Ada, tapi…” devi sengaja menggantung ucapannya menatap andre dengan pandangan sedih, “aku mohon menyerahlah pada cessa, dia tidak bisa kakak dapatkan, cessa seutuhnya milik rafa, mereka berdua sudah bertunangan” lanjut devi dengan sendu.


Andre mengangguk, “baiklah aku kesini hanya untuk merayakan kelulusanku” jawab andre singkat.


Setelah mendengar ucapan andre devi baru mau mengajak mereka pergi taman belakang tempat dimana acara barbeque diadakan.


.


Andre, dani, ferdi dan devi mulai melangkah menuju kearah taman, disana mulai terdengar suara music yang sengaja dihidupkan oleh dafa dengan cukup keras.


Andre menatap sedih kearah cessa yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Rafa.


“itu Wanita yang kamu sukai?” bisik dani pada andre.


Andre mengangguk pelan.


“pantas kamu tergila-gila dengannya” bisik Dani lagi.


Andre tidak menjawab ucapan abangnya itu dia memilih tersenyum pada cessa dan menyapanya, “hai cess, aku ga nyangka kamu akan ada disini”.


Cessa yang tidak sadar langsung menegakkan badannya begitu mendengar orang yang menyapanya. “Ohh hai kak” sapa cessa balik.


“Udah belum prince!” Seru rafa membuat prince langsung bergidik ngeri mendengar suara teriakan rafa.


Cepat-cepat prince mengambil beberapa daging iga yang sudah masak dan beberapa makanan yang lain kedalam piring dan langsung meletakkan kedua piring itu dihadapan rafa dan cessa.


“Woii lo sadar mara-marah gak jelas, ke orang yang salah, gue abang ipar lo, bukan pembantu” kesal prince.


Rafa terkekeh mendengar ucapan Prince, “hahahha sorry sorry gue kesal liat muka orang yang Kembali mengganggu hubungan gue dengan cessa”.


“kesal sih kesal fa, tapi jangan ke kita juga kesalnya, tuh ke kak andre, hai kak lama gak ketemu jangan ganggu hubungan dua orang itu ya, si rafa seperti beruang yang mau tidur panjang, kerjanya marah terus kalau ceweknya disinggung” ungkap dafa pada Andre, sebenarnya dia bermaksud memberi peringatan pada Andre.


“Kalau gak ganggu jangan ngelirik-lirik” celetuk Rafa sambil fokus pada makanannya.


Cessa mencubit gemas pipi suaminya itu, “cemburunya kebangetan tau gak, kak andre Cuma nyapa doang gak lebih” ucap cessa, gadis itu mendekatkan bibirnya pada telinga pada rafa, “aku udah seutuhnya milik kamu juga! Masih aja cemburu” lanjut cessa dengan berbisik.


“Aku gak suka aja, ada yang melihat milikku, walaupun itu hanya melihat” sindir Rafa.


Cessa mencium pipi Rafa, membuat pria itu melotot.


“Wooiii pasangan gak jelas! Bisa gak jangan membuat iri paara jombloan dan jomblo wati disini?” kesal dafa yang tidak sengaja melihat cessa yang sedang mencium pipi rafa.


“apaan sih, sana urus aja pembakaran, gue mau mesra-mesraan sama cewek gue” rafa mengangkat piringnya dan menarik cessa untuk segera pergi dari sana.


“mau kemana?” tanya cessa secara spontan.


“makan di tempat yang hanya ad akita berdua” jawab Rafa singkat, cessa hanya bisa mengangguk mengikuti suaminya itu sambil membawa makanan miliknya.


“bagus kalian pergi aja, jangan membuat sakit mata dengan bermesraan disini” ucap dafa senang.


Selepas rafa dan cessa pergi suasana disana tampak canggung, tidak ada yang bersuara lagi, dafa dan prince sibuk memanggang, July memang tidak terlalu bisa akrab dengan orang baru, devi sendiri dia merasa bersalah karena telah mengundang orang asing ke acara barbeque nya, andre? Dia terlihat sedih karena rencana yang dia pikirkan langsung gagal melihat cessa yang begitu menempel dengan rafa andre yakin tidak ada tempat baginya untuk masuk kedalam hubungannya dengan cessa.


“kamu tidak suka ya akua da disini?” tanya ferdi pada Juli yang terlihat makan sendirian di meja yang tadi di tinggalkan cessa dan rafa.


“Ahhh? Apa?” ucap July terkejut, dia tidak sadar jika pria Bernama ferdi itu sudah berada di sampingnya.


Juli menggelengkan kepalanya, “bukan itu, aku tidak terlalu bisa akrab dengan orang baru, aku juga tidak banyak bicara” jawab July dengan pelan.


Ferdi menunjukkan senyuman manisnya pada July, “berarti kita sama dong, gue juga seperti itu” balas Ferdi, “Gue boleh duduk disebelah lo?” tambah pria itu lagi.


July mengangguk pelan, “boleh kok, tempatnya kan kosong” jawab July singkat.


.


“Ini tambahan daging dan ikannya” ucap dani pada prince dan dafa yang sedang memasak.


“Letakkan aja di sana, itu udah di bumbui atau masih daging fresh?” tanya dafa.


“masih fresh belum ada dibumbui” jawab Dani.


“kalau gitu kakak masak sendiri ya, soalnya kami gak bisa bumbui dagingnya, takut gak enak, ini aja dibumbui sama cessa makanya kami tinggal bakar aja” jelas dafa.


“baiklah, aku juga sudah bawa bumbu sendiri kok” jawab dani dengan lembut. “Sorry ya kita mengganggu acara kalian” ucap dani lagi.


“kalau tau ganggu masih disini juga” ucap prince ketus, bisanya pria itu sangat jarang marah tapi melihat July dan Ferdi yang tampak bercanda berdua membuat pria itu emosi, sepertinya pria itu sudah tertular sikap protektif Rafa. “July! Antarkan lagi daging iga milik rafa” teriak Prince pada July yang sedang tertawa atas lelucon yang di lontarkan oleh ferdi.


Juli langsung tegak dan mengangguk, gadis itu dengan cepat mengantarkan makanan yang disuruh Prince.


“kalian tinggal satu vila?” celetuk andre tiba-tiba.


“Iya kenapa kak?” jawab devi.


“bukannya tidak baik y ajika ada yang dengar kalian tinggal di vila yang sama tanpa status yang jelas” sindir andre.


“Cessa tunangannya Rafa, dan orang tua kami membolehkan hal itu, jadi tidak masalah bukan? Lagi pula devi adalah saudara sepupu rafa” jawab Prince sedikit ketus.


“kan udah devi bilang kak, lagian kami tau Batasan kok” tambah devi.


“udah-udah hal itu jangan di permasalahkan ndre, jangan ganggu hubungan orang lain, tapi jika belum memiliki hubungan boleh dong di goda” celetuk Dani.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...