Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
126. AR Corporation



Maura terkejut mendapatkan penolakan dari keluarga King, dia pikir keluarga king adalah keluarga yang mudah untuk dimanfaatkan dan di hasut tapi ternyata keluarga itu cukup dingin dengan orang luar.


"kalau begitu bisakah kami tinggal sebentar disini, putriku sangat merindukan anak-anaknya, jadi bisakah kalian membiarkan mereka bertemu dengan putriku?" tanya mami maura.


"mohon maaf ibu, tapi disini sudah tidak ada kamar tamu lagi, kamar tamu sudah kami ubah menjadi kamar si kembar, dan saya tidak ingin cucu saya bertemu dengan kalian" tolak mami dona.


Mami maura terlihat sangat marah dan kesal karena permintaannya sejak tadi ditolak oleh mami dona.


"kalian tau, Queen itu adalah anak yang sangat jahat, dia mengusirku dari rumah dan menculik cucuku, tapi kalian malah membelanya dan tidak membiarkan ibu kandungnya untuk bertemu dengan putra kembarnya?! aku akan ke pengadilan untuk meminta hak putriku" teriak mami maura murka.


Papi harri melipat tangannya didada, "silahkan, apapun yang kalian lakukan silahkan, tapi sidang itu akan aku menangkan, berapa yang kalian butuhkan? aku akan memberikan kalian uang dan jangan pernah mengganggu hidup menantu dan cucuku" ucap papi harri dengan dingin.


"mi" maura sedikit menggoyangkan lengan maminya, karena wanita itu kembali terpesona dengan ketampanan papi harri.


"baik, kami akan merebut si kembar dari kalian" maura tegak dan menarik tangan maminya, untuk pergi keluar dari rumah itu.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Gavin memukul stir mobil dengan keras, sudah berkali-kali dia ditolak oleh perusahaan AR corporation, setelah diusir gavin berencana ingin membuat perusahaan sendiri dan meminta dana bantuan dari AR corporation agar membantunya, tapi yang dia dapat, pria itu berkali-kali ditolak oleh perusahaan itu, selain AR corporation dia juga tidak bisa meminta bantuan dari yang lain, karena selama ini dia selalu memakai nama perusahannya.


gavin belum lulus kuliah dan orang-orang mengenalnya hanya sebagai anak buah dari papi ali, dia tidak menyangka semua teman-temannya menolak memberi bantuan pada dirinya, semua rencananya hancur karena rafa, dan dia diusir, dia bisa bertahan itu karena masih memiliki tabungan untuk bertahan hidup, tapi sekarang tabungannya sudah menipis dan papi ali masih tidak mau memaafkannya.


"AKhhhh sial!" maki gavin lagi. dia marah pada dirinya yang tidak bisa melakukan apapun. gavin akhirnya membawa moilnya kembali ke apartemen pribadi miliknya, apartemen yang diberikan papa ali sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 21 tahun, untung ada apartemen itu, jadi gavin tidak perlu memikirkan masalah sewa rumah.


.


"berhasil?" tanya revi di ruang tamu, begitu gavin masuk kedalam rumah itu.


gavin menata marah Revi yang duduk di sofa bagaikan seorang putri. "ini semua karena mu! seandainya kau tidak membicarakan hal itu!" gavin mendekati revi dan melayangkan sebuah tamparan pada pipi Revi.


"Aku! aku lagi yang kau tuduh!" teriak Revi dia tidak terima suaminya selalu marah dan memakai kekerasan padanya, seandainya dia bisa mendapatkan informasi tentang AR corporation dengan cepat dia tidak akan seperti itu sekarang.


"perusahaan itu tidak mau membantuku!" ujar gavin kesal.


"bagaimana jika aku memberikan bantuan padamu kak?" tawar Revi.


gavin sedikit penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Revi, matanya sedikit melirik pada gadis itu.


"bagaiman jika aku membantumu untuk mendekati pemilik AR corporation, aku bisa menggodanya" tawar Revi, sebenarnya tujuan utama gadis itu adalah mendaatkan kerjasama dengan perusahaan itu agar daddy nya bisa melepaskannya dari gavin.


revi merasa dia sudah tidak suci lagi, apa salahnya dia memanfaatkan ksempatan itu untuk menggoda pemilik Ar corporation, jika pemiliknya tampan dia bisa memanfaatkan nya.


Senyum cerah muncul dari bibir gavin, ide Revi tidaklah buruh, dia bisa menjual istrinya itu untuk mendapatkan bantuan dari perusahaan ternama itu.


"tapi kalau dia tidak mau bagaimana?" tanya gavin.


Senyum gavin semakin lebar mendapatkan ide brilian dai revi dia langsung menuju kamarnya untuk membuat proposal yang akan dia gunakan untuk menarik perhatian perusahan itu.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...


gavin dan Revi memang menjalankan rencana mereka, kedua orang itu mendatangi kantor AR Corporation setelah revi pulang dari sekolahnya.


"permisi mbak saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini tuan Arxelo" ucap gavin pada petugas resepsionis.


"Mohon maaf pak, apakah sudah ada janji sebelumnya?" tanya petugas itu.


Gavin meremas tangannya kesal, lagi-lagi dia harus membuat janji dulu jika bertemu dengan orang itu, apa karena pemilik perusahaan dia harus mengemis untuk bertemu.


"maaf belum, bisakah kalian katakan Gavin dari Ali company ingin bertemu" ujar gavin.


sang resepsionis ingin menolak karena dia tau pria didepannya ini terus saja datang dan kemungkinan akan mengamuk akhirnya dia mencoba menghubungi kantor direktur utama. Arxelo memang dianggap sebagai direktur didalam perusahaan itu, karena memang tidak ada yang tau jika Rafalah pemilik aslinya, mereka hanya mengetahui Rafa adalah karyawan Arxelo dan sahabat baik pria itu makanya jika Rafa datang tidak akan ada yang menghalangi rafa untuk bertemu dengan Arxelo.


"baiklah mohon tunggu sebentar ya Pak" ujar petugas dengan sopan.


gavin kembali duduk disofa bersama revi, tapi kemudian pandangan matanya tertuju pada rafa dan cessa yang masuk kedalam kantor itu dengan sangat santai.


rafa dan cessa melangkah masuk tanpa ditahan oleh petugas resepsionis dan itu membuat gavin semakin murka.


"Mbak itu tadi ada orang lewat kok tidak ditahan?!" tanya gavin murka.


Mbak resepsionis itu menutup panggilan teleponnya dan tersenyum dengan ramah pada gavin, "orang tadi adalah sahabat dari pemilik perusahaan, dia juga adalah karyawan disini, jadi dia bisa masuk tanpa perlu ditahan" jawab petugas itu dengan sopan, "bapak bisa masuk dan ikuti saya menuju ruangan Presdir" lanjut si petugas lagi.


Gavin tersenyum senang begitu dia dibolehkan bertemu langsung dengan pemilik perusahan, dia sudah tidak sabar menjual proyek yang ada ditangannya, dia yakin pryek itu berharga milyaran rupiah.


.


'tok tok tok'


"masuk" setelah mendengar suara dari dalam kantor, mbak resepsionis itu baru membuka pintu ruangan Xelo.


"permisi pak, mereka yang mau bertemu dengan bapak" Mbak resepsionis menunjuk dua orang dibelakangnya lalu menunduk hormat dan pergi dari hadapan Xelo.


"Kalian silahkan duduk" perintah xelo pada kedua orang itu.


"kenapa kau ada disini rafa?!" pekik kesal gavin begitu melihat rafa dan cessa yang sedang duduk di sofa tamu sambil bermain game.


"main" jawab rafa santai sambil mengangkat ponselnya.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...