
Di belakang vila, Prince, juli, Dafa dan devi sedang duduk menatap ke arah pantai, mereka berempat terdiam tanpa suara menatap pantulan bulan yang mengenai air laut.
“indah banget, kok bisa aku gak sadar kalau lihat pantai saat malam hari itu sangat indah” gumam juli memecahkan kesunyian mereka.
“kamu lebih indah sayang” puji prince yang duduk di sebelah Juli.
Devi bersungut kesal, sepertinya dia telah salah memilih tempat persembunyian, disitu dia juga ikut baper melihat dan mendengar kemesraan juli bersama pacar barunya.
“woii ingat disini masih ada manusia, kami gak nyewa tinggal disini” sindir Dafa.
“Makanya kalian juga mesra di sana” usir Prince, dia menyuruh dafa dan devi untuk menjauh dari dirinya.
“Gak mau gue mau jadi pengganggu, enak aja didalam udah baper-baperan disini juga” ucap dafa, dia masih ingin mengganggu prince yang ingin romantisan bersama kekasihnya.
“Iri banget sih daf! Sana pacaran sama devi biar gak irian lagi” prince menunjuk Devi yang sejak tadi hanya diam tidak membantah ataupun menolong dafa, gadis itu memang kesal melihat kemesraan juli dan Prince, tapi sedang tidak punya tenaga untuk menyindir sahabatnya, lagi pula wajar jika keduanya bermesraan soalnya mereka sudah jadi pasangan.
“Devi? Kok nyangkut ke dia lagi” gerutu Dafa tapi pandangan pria itu menatap devi yang sama sekali tidak membantah ucapan prince tadi, apa karena dia tidak mendengar karena melamun atau dia memang males membantah.
“Iya soalnya kalian berdua yang belum punya pacar kan, apa lagi, pacaran aja” ucap prince lagi sambil mengedipkan mata pada Dafa.
“Vi! Vi!” panggil Juli berkali-kali, gadis itu baru sadar di panggil ketika Juli menepuk bahunya.
“Ahh? Apa?” sontak devi begitu sadar dipanggil oleh juli.
“melamun apaan sih? Mau gak pacaran sama dafa?” tanya juli to the point.
“ahh mau” ucap devi spontan tapi sedetik kemudian matanya membulat ketika sadar ucapan yang keluar dari mulutnya, “AHH GAK!” teriaknya cepat meralat ucapan pertamanya.
“biasanya sih ucapan pertama itu berisi kata hati yang sebenarnya” ledek Prince, dia menatap dafa sambil menepuk bahunya, “apa lagi yang ditunggu kalian pacaran aja” tambah prince lagi.
“Gak mau!” ucap devi dan dafa serentak, mereka saling pandang lalu saling buang muka, devi menggigit bibirnya sendiri setelah mengucapkan kata-kata itu.
Sedangkan dafa meremas tangannya sendiri, dia kesal sama dirinya sendiri yang masih terlalu gengsi untuk mengakui perasaannya.
Kedua orang itu terdiam, begitu juga dengan 2 pasangan yang sibuk menjodohkan mereka.
“kenapa gak pacaran percobaan?” usul Juli secara tiba-tiba.
Prince tersenyum dan mengangguk dengan usul yang diberikan kekasihnya itu, “benar kalian pacaran percobaan 1 bulan, jika dalam 1 bulan tidak ada perasaan diantara kalian, dan kalian masih suka bertengkar, kalian putus, tapi jika kalian punya perasaan satu sama lain, lanjutkan hubungan kalian berdua” sambung prince atas usulan yang diberikan Juli.
“pacar percobaan?” beo Devi, dia masih belum tau apa yang harus dia ucapkan atas usulan Juli, dia ingan mengangguk setuju tapi gengsi terlalu tinggi.
“kenapa tidak coba saja” ucapan itu keluar dari mulut dafa, pria itu menatap devi dengan serius tidak ada lagi wajah jenakanya, “kita tunjukkan apa bisa air dan minyak menyatu seperti yang mereka katakan, apa salahnya di coba” tambah pria itu lagi. Jantungnya sudah berdetak dengan sangat kencang begitu mengucapkan kata-kata itu.
Devi sendiri sempat terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut dafa, dia tidak menyangka dafa akan menyetujui usulan itu, dia pikir pria itu akan menolak keras usulan yang diberikan juli. Mata devi kini beralih pada mata juli, meminta nasehat dari juli melalui batin, entah tersampaikan atau tidak tapi juli tersenyum dan mengangguk pelan.
“baiklah, kita coba saja” suara devi akhirnya keluar menyetujui ajakan dafa.
Ingin sekali dafa bersorak sorai mendengar ucapan devi, tapi gengsi telah mengalahkannya, dia terlalu gengsi untuk bersorak, takut perasaanya langung ketahuan karena ulah yang akan dia lakukan.
“Gitu aja? Gak pakai peluk?” sindir prince, dia sudah merangkul Juli untuk masuk kedalam pelukannya. “seperti ini contohnya” tambah prince lagi sambil membenamkan wajah kekasihnya itu kedalam pelukannya.
“Ko-kok gitu?” seru dafa, canggung dan grogi telah merasuki dirinya.
“Iya dong kan kalian udah jadian” ucap Juli lagi, dia juga semakin mengeratkan pelukan yang diberikan prince padanya.
“Walaupun percobaan tetap pacaran kan, biar bisa tau gimana rasanya orang pacaran, biar gak irian lagi” ledek Prince dengan senyum tertahan.
“Ya udah sini dev” dafa merentangkan tangannya berharap devi menyambut rentangan tangannya.
“ba-baiklah” devi melangkah pelan dan menyambut pelukan Dafa, jantung kedua pasangan baru itu berdegup kencang begitu tubuh keduanya saling berpelukan, walau pelukan mereka terlihat kaku tapi mata keduanya sama-sama terpejam untuk merasakan degup jantung masing-masing yang sudah bergemuruh layaknya music rock & roll.
Prince dan juli saling berpandangan dan tersenyum menatap mata satu sama lain. Mereka berhasil menyatukan dua orang yang sama-sama punya gengsi tinggi padahal mereka saling suka.
“kamu hebat sayang” bisik prince tepat didekat telinga Juli.
“kamu juga sayang” balas juli juga dengan berbisik.
.
“ehem... sepertinya kami ketinggalan informasi terbaru lagi ni?” ledek Cessa begitu dia dan rafa menuju belakang vila untuk menjemput para sahabatnya.
Kedua pasangan suami istri itu tersenyum melihat dua pasanga manusia yang saling berpelukan dan menatap mesra pasangan mereka.
“eh cessa, udah siap acara kejutannya?” ucap devi sambil melepaskan pelukannya dari dafa, wajah gadis itu sudah memerah padam.
“udah, tapi sepertinya aku lebih terkejut melihat kamu sama dafa pelukan dari kejutan yang tadi diberikan rafa” ledek Cessa.
“jadi kejutan aku gak berkesan ya sayang” lirih Rafa.
Cessa mencubit gemas pipi suaminya itu, “beda sayang, kalau kejutan kamu bikin aku terngiang-ngiang terus, tapi yang ini bikin aku pengen ngeledek terus” kekeh cessa.
“mereka udah resmi pacaran cess” seru juli sambil menyandarkan kepalanya pada bahu prince.
“aiisss cieeee yang udah jadian, cuit cuit, bisa nih minta traktirannya” ledek Cessa.
Mata dafa langsung berbinar ketika cessa mengatakan traktiran, karena dia ingat Prince yang jadian diberikan uang jajan sama Rafa, jadi sekarang dia bisa minta jatah uang jajan sama bos nya itu, benar banget, Dafa dan Prince itu adalah karyawan di perusahan rafa, tapi mereka kerja hanya saat dibutuhkan saja mengingat mereka masih sekolah seperti rafa yang masih sekolah.
“Jatah gue fa?” Dafa langsung menengadahkan tangannya pada Rafa.
Rafa mengernyitkan keningnya melihat tingkah dafa, tiba-tiba saja muncul ide jahil di otaknya, “oohhh jadi mau pacaran karena berharap uang jajan dari gue toh” ledek rafa.
“gak jadi gue gak butuh” kesel dafa, dia langsung menarik tangan Devi untuk masuk kedalam vila.
“Woii itu anak orang ngapain di tarik juga!” teriak prince disertai tawa teman-temannya.
“Biar pacar gue gak terpengaruh otak gila kalian!” jawab dafa acuh.
Dia tidak sadar devi yang diseretnya sudah berubah seperti manekin karena malu plus canggung.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
bonus pict
babang prince sama Juli gak kalah romantis juga kan??