Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
91. Pembahasan gak penting



Pukul 7 malam prince dan Juli baru sampai di basecamp mereka. Prince mengangkat beberapa barang miliknya dan Juli untuk di bawa ke dalam kamar mereka.


“bang kok baru sampai” tanya Cessa yang kebetulan masih mengenakan topengnya.


“ngapain makai topeng?” bukannya menjawab pertanyaan adiknya, Prince malah bertanya balik pada cessa dan Rafa yang masih mengenakan topeng mereka.


“Ohh tadi buat vlog, sekarang udah siap” Cessa melepaskan topengnya dan mengelap keringan yang ada di wajahnya, begitu juga dengan rafa.


“Kamu lapar cess?” tanya juli.


“lapar banget, ni mau buat makan malam lagi” ucap cessa sambil memegangi perutnya yang sejak tadi bunyi keroncongan.


“gak usah, aku udah pesan banyak makanan tadi sesekali makan junk food gak apa lah” ucap Prince, Aku ke atas dulu mau letak barang-barang ini” prince kembali berkata sambil menunjukkan tangannya yang penuh dengan barang bawaan juli.


“Oke deh, jadi Juli di bolehkan?” tanya Ay.


“Oh iya, fa ini suratnya udah di tanda tangani” Juli menyerahkan kembali surat kontrak yang tadi di berikan Rafa.


“Baiklah, nanti akan aku kasihkan yang asli padamu, aku foto copy dulu” ujar Rafa. “prince! Bilangin ke anak-anak yang lain untuk makan dibawah” lanjut rafa pada prince yang sudah mencapai lift.


“oke” jawab prince.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...


Semua orang berkumpul di meja makan, mengerumuni makanan yang sudah dipesan oleh prince, pria itu memesan pizza dan ayam MCD untuk makan malam mereka semua.


“Gimana ceritanya juli bisa dapat izin bang?” tanya Cessa.


"iya gue juga penasaran" tambah Devi, dia juga penasaran karena setau Devi orang tua Juli itu sangat tidak membolehkan anaknya menginap.


"ya bisa lah kalau prince udah turun tangan" jawab prince santai.


cessa geleng-geleng kepala, "pasti abang janji sesuatu, karena orang tua Juli itu gak mungkin bolehkan, orang kemarin izin nginap di rumah cess aja gak boleh" ucap cessa.


"hmmm iya" jawab prince singkat.


"iya? iya apanya bang? kasih informasi itu yang jelas" tanya cessa sedikit sebal.


"iya gue janji sesuatu" ungkap prince akhirnya


'janji apa bro?" Dafa yang sejak tadi menikmati makanan sambil mendengar kan obrolan jadi penasaran dengan janji yang Prince buat.


"aku janji ngelamar Juli, sama besok harus bawa ortu kehadapan orang tua juli" jawab prince santai.


"lamar?!" pekik Devi dan Cessa berbarengan karena terkejut, sementara Juli terbatuk-batuk entah karena pekikan Devi dan cessa atau karena malu mengingat Prince yang mendadak melamar, Kalau dafa, pria itu puas tertawa keras, prince lain lagi dia bersikap acuh, apa lagi si Rafa, beruang kutub yang gak pernah punya ekspresi kecuali sama pawangnya.


"tu-tunggu dulu ini telinga cessa gak salah dengar kan? abang ngelamar Juli?" ulang cessa lagi.


"iya, abang ngelamar Juli di depan ke dua orang tuanya" ucap prince sekali lagi.


"abang ingat umur kan?" tanya cessa.


"apaan sih dek, kamu nikah juga umur berapa? masih 17 tahun udah punya suami jadi apa salahnya abang ngelamar juli?" ujar prince.


"kan cessa nikah karena ada insiden, emang diterima bang?" tanya cessa lagi.


"Diterima lah, besok abang harus bawa orang tua kita ke rumah Juli buat ngelamar Juli" ucap prince bangga.


"benaran di Terima? kok bisa?!" cessa secara spontan mengeluarkan opini nya.


"cess! kok gak percaya gitu abang diterima, sementara itu ya abang kembar kamu ini ganteng, kaya, udah punya penghasilan sendiri, baik hati dan tidak sombong, jadi dari mana nya kata yang bisa untuk menolak abang" gerutu Prince.


"udah jangan dibahas! yang penting di Terima" potong prince cepat, dia tidak mau adiknya itu membongkar semua keburukan nya di depan Juli.


cessa memandang Juli dengan sedih, "jul, gue turut berdukacita ya" ungkapnya dengan muka memelas.


Juli hanya tertawa mendengar cessa yang mengatakan itu, sementara yang lainnya juga ikutan tertawa.


"woii itu berdukacita karena Juli dapat abang?" tanya prince.


"iya lah! Juli yang cantik dan baik harus dapat abang cessa yang modelnya kayak gini mending sama abang king aja jul, abang king itu luar biasa keren di banding abang cessa yang ini" cessa menunjuk prince dengan ogah ogahan.


"enak aja! suruh abang king cari sendiri sana!" pekik prince.


"Kalau gitu abang king sama gue aja" seru Devi spontan.


"woii ingat tu pacar disebelah lo!" sindir prince.


Devi menatap Dafa yang sudah cemberut sambil memakan pizza nya. "hehehe just kidding daf" kekeh devi sambil menunjukkan tanda 'V' dengan jarinya.


"Cieee yang ngakuin pacar" ledek cessa dan prince berbarengan.


"emang ya kalau kembar itu apa punya pikiran yang sama" kesal Devi karena di ledekin oleh Cessa dan prince.


"ngomong-ngomong kamu boleh nginap disini dev?" tanya Juli.


"belum izin, nanti aku pulang diantar Dafa ke rumah" ujar Devi spontan.


"cieeee yang udah pacaran gak ada ledek-ledekan lagi, apa lagi bertengkar dan saling marah-marah" cessa juga ikutan meledek Devi dan Dafa.


"apaan sih!" elak Devi.


"tapi emang benar loh Dev, semenjak kalian pacaran, kalian berdua gak pernah ngeledek-ngeledek lagi, apa lagi marah-marahan, kalian berdua cocok, ngapa gak di resmikan aja pacaran selamanya?" ujar Juli, gadis itu kembali meledek Devi dan Dafa.


"Resek kalian semua, yuk def, nanti orang tua kamu marah pulang terlalu malam" Dafa tegak dan menarik lengan Devi dengan pelan.


"cieee yang malu langsung dibawa pergi ceweknya! mau ikutin gaya gue juga daf? mau melamar mendadak?" pekik prince karena Dafa sudah mulai menjauh menuju pintu keluar.


"berisik prince!" balas Dafa juga dengan memekik.


cessa geleng-geleng kepala, "saling suka tapi gak mau ngaku" kekeh cessa.


"yang ke kamar yuk" ajak rafa, pria itu memandang istrinya dengan memelas, cessa terkekeh pelan lalu mengangguk pelan.


"cess ke kamar dulu ya semua" pamit cessa, dia harus menidurkan anakonda Rafa yang sepertinya sudah mulai berdiri.


"Hati-hati jangan sampai kebobolan gawang nya ya" peringatan itu keluar dari mulut Prince dia tidak ingin adik kembarnya itu hamil duluan sebelum dia lulus dari sekolah.


"beres" jawab Rafa dengan senyuman cerahnya, seperti nya nyawa pria itu sudah muncul.


.


Begitu berada di kamar Prince langsung menghubungi kedua orang tuanya untuk menceritakan apa yang terjadi dan niatnya untuk melamar Juli, untung saja kedua orang tua Prince menyambut baik permintaan anaknya itu, entah apa yang terjadi kalau kedua orang tua prince tidak mau melamar Juli.


📲 "ya udah besok malam kamu, cessa dan Rafa pulang ke rumah kita berangkat sama-sama ke rumah Juli" ucap papi harri.


📲 "iya pi, makasih pi" ucap prince senang.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...