
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
Hayya ‘alashshalaah
Hayya ‘alalfalaah
Qad qaamatish-shalaah, Qad qaamatish-shalaah
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah
Rafa baru saja selesai meng iqomah bayi ke tiganya. Baru saja beberapa detik Rafa menyelesaikan tugasnya sebagai seorang ayah terdengar bunyi yang memekakkan telinga.
“Dokter terjadi penurunan tekanan darah pada ibu nya” teriak perawat.
“Dokter bayi ketiga dalam kondisi drop, pernapasannya terganggu!” teriak perawat lagi.
Rafa terdiam melihat para dokter langsung menangani istri dan anaknya, pria itu tegak seperti patung. Melihat semua yang terjadi, padahal tadi semuanya sudah tampak baik-baik saja, tidak tau kenapa hal itu tiba-tiba saja terjadi.
“tuan mari ikut saya, tuan bisa keluar dulu, kami semua akan menangani ibu dan bayinya” ucap salah satu perawat.
Bagai kerbau yang di cucuk hidungnya Rafa hanya bisa menuryt mengikuti apa yang telah dikatakan suster di dekatnya.
Pria itu bagaikan raga tanpa Jiwa, berjalan dengan eksresi datar dan mata memerah.
“Rafa! Apa yang terjadi?” teriak papi dan mami harry serentak saat Rafa keluar seperi mayat hidup.
Bukannya menjawab Rafa terduduk di lantai, nyawa pria itu seperti hilang dari raganya.
“RAFA!” teriak semua orang yang ada disana.
“Sus! Apa yang terjadi?” tanya papi harry, dia tau menantunya itu tidak akan mampu mengatakan apapun saat ini.
“Kondisi ibu dan bayinya sedang drop, tapi semua dokter sedang mengerahkan upaya mereka, mari bantu dengan doanya” penyataan itu membuat orang-orang yang ada di sana terdiam mereka semua kini menatap Rafa yang seperti mayat hidup.
Papi harry memegang bahu menantunya itu, “kamu harus kuat Rafa! Pasrahkan semuanya pada allah, memohon padanya, jangan diam seperti ini, minta bantuannya!” pekik papi Harry agar menantunya itu sadar.
Juli melihat adik iparnya itu dan menangis dalam diam, ini yang dia takutkan menjadi seorang ibu, dia belum siap menjadi ibu di umur yang masih terlalu muda.
“RAFA!” king ikutan berjongkok seperti papi harry, pria itu memukul punggung Rafa dengan kuat, “Jangan hanya menyerah seperti ini, jangan hanya berdiam diri Rafa! Lakukan apa yang kamu bisa!” pekik King.
Merasakan pukulan dari punggungnya rafa baru tersadar, pria itu baru bergerak menatap papi harry dan king yang ada di depannya, “Bantu gue jalan ke masjid bang” suara rafa akhirnya keluar, walau terdengar lemah tetapi pria itu sudah mulai sadar.
“PRINCE!” king memanggil adiknya untuk membantu memapah Rafa, kedua pria itu langsung berdiri di sisi kiri dan kanan Rafa membantu adik ipar mereka untuk berjalan.
“kami pergi dulu pi” ucap king yang mendapatkan anggukan dari papi harry.
Papi harry sebenarnya juga ingin mengikuti kedua putra dan menantunya, tapi melihat hanya tersisa para wanita yang ada di sana, papi harry menjadi tidak tenang, takut aka nada yang drop setelah mengetahui kondisi putrinya. Papi harry merangkul mami dona yang terlihat tidak mempunyai tenaga lagi. Wanita 3 anak itu terlihat syok sama seperti rafa tadi.
“Sayang semuanya akan baik-baik saja” bisik papi harry.
Queen yang melihat mertuanya syok segera duduk disebelah mertuanya sambil mengelus lengan mertuanya, “mami semua akan baik-baik saja mam” ujar Queen berusaha memberikan energi pada mertuanya itu.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...
“Ya allah hamba mohon jangan berikan cobaan yang hamba tidak mampu untuk menanganinya, selamatkan istri dan anak hamba, hamba mohon jangan ambil mereka dari hamba, engkau maha pengasih dan maha penyayang, berikanlah kesembuhan pada dua malaikat hamba amin amin ya robbal alamin” prince dan king menangis mendengar doa yang Rafa panjatkan, pria itu tertunduk menangis memanjatkan doa, terlihat sangat rapuh dan hancur.
“Fa, kita kembali?” tanya king.
“bang biarkan saja dulu” ucap Prince.
King hanya menghela nafas panjang, lalu melirik kembali pada Rafa.
“Jaga dia, abang akan ke tempat papi, semoga semuanya berjalan lancar” ucap king sambil berdiri dari duduknya.
Prince mengangguki ucapan King, pria itu mendekat dan berdoa juga memohon keselamatan adik kembarnya dan keponakan yang belum dia lihat sama sekali.
.
“Pi, bagaimana keadaan adek?” tanya king.
Papi harry yang biasanya terlihat gagah dan tampan saat ini terlihat sangat kacau dan lemah, Pria itu hanya menggeleng tanpa suara, bibirnya berusaha membentuk sebuah senyuman untuk mengatakan baik-baik saja, tapi terlihat aneh karena bukan senyuman yang terbentuk, malah seperti boneka yang dipaksa tersenyum.
‘Ceklek’ pintu ruangan operasi kembali terbuka, 3 orang dokter sudah keluar dari sana membuat semua orang datang mendekat untuk mengetahui apa yang terjadi.
Dokter Karin tau semuanya cemas, “Mana Rafa?” tanya dolter Karin.
“sedang di masjid” jawab king.
“Saat ini ibunya sedang dalam kondisi koma, dan bayi ke tiga harus menjalani operasi, apakah bisa memanggil Rafa, karena kita akan menjalankan operasi pada bayi ketiganya” ucap dokter Karin.
“kenapa harus operasi dok?” tanya papi harry.
“Begini pak, karena bayi ketiga terlalu banyak minum air ketuban jadi pernapasannya menjadi terhambat, dan kami perlu melakukan operasi untuk mengeluarkan air di dalam paru-paru nya” jelas dokter Karin.
“lakukan apapun kerahkan semuanya dok, jika itu yang terbaik aku akan menyetujuinya” semua mata kini melirik ke arah belakang di mana terdapat rafa yang sedang di papah oleh prince.
“baik kami akan melakukan yang terbaik, dan berdoa semoga kondisi ibu dan anak baik-baik saja” ucap dokter Karin.
“bagai mana dengan anak pertama dan kedua dok?” tanya papi harry.
“dua kesatria itu dalam kondisi yang sehat dan normal, keduanya sudah diletakkan di ruang NICU, kalian bisa melihatnya dari kaca” ucap dokter itu.
“Baik terima kasih dok” ucap papi harry dan yang lainnya.
.
Rafa memandang kedua putranya yang berada dalam ruangan NICU, dua bayi berwajah sama itu terlihat santai sekali seperti tidak terjadi apapun pada mereka.
“Fa, semua akan baik-baik saja” ucap papi harry memberikan semangat pada menantunya, dia juga cemas putrinya masih dalam keadaan koma dan cucu perempuannya sedang dalam keadaan kritis.
Rafa memejamkan matanya sebentar lalu membuka lagi, “Pi, rafa gak sanggup jika harus kehilangan cessa, rafa gak sanggup pi” lirih rafa. Pria yang biasanya tegar itu kini terlihat hancur, dia betul-betul hancur dan terlihat tidak baik-baik saja.
“Tuan Rafa apakah anda mau masuk ke dalam ruangan nyonya cessa?” tanya suster pada Rafa.
“Apakah aku boleh berada didekatnya?”
“hanya satu orang yang boleh masuk untuk saat ini, jadi apakah anda ingin masuk?” tanya suster itu lagi.
Rafa mengangguk pelan, pria itu berjalan mengikuti suster menuju ruangan cessa.
Selepas Rafa pergi papi harry terlihat oleng tapi segera di pegang oleh kedua putranya.
“papi tidak apa kan?” tanya King cemas.
“Iya papi tidak apa” jawab papi harry.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...