Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
54. Pernikahan



"Cess, makasih ya, nasi gorengnya enak banget, papa sama mama sampai habis loh" puji mama Reta, sambil menunjukkan dua buah piring kosong.


"iya ma, syukur deh mama suka, kalau mau tambah ambil aja di belakang ma" ujar Cessa setelah menghabiskan makanan dalam mulutnya.


"udah kenyang banget mama" kekeh mama Reta setelah itu wanita paruh baya itu berjalan menuju dapur, untuk meletakkan piring kosongnya.


Rafa yang duduk disebelah cessa, memandang wajah cessa dengan lembut, dia senang cessa memperlakukan kedua orang tuanya seperti kedua orang tuanya sendiri.


Tidak lama mama Reta masuk ke dapur, Revi dan Gavin turun ke bawah secara bersamaan.


"Vin, kamu mau makan? mau mama ambilkan?" tanya mama Reta yang melihat Gavin baru turun.


"Gak usah di manja ma! Gavin udah punya calon istri, besok mereka menikah, harusnya calon istrinya itu yang belajar cara melayani suaminya makan, bukan mama!" sindir Rafa sedikit kejam.


"aku belum menikah dengan Gavin" jawab Revi.


"Apa salahnya belajar revi" dafa juga ikutan dalam menyindir Revi.


Dengan wajah cemberut akhirnya revi masuk ke dalam dapur dan mengambilkan nasi goreng buatan cessa untuknya dan juga untuk Gavin.


Gavin dan Revi makan dengan lahap nasi goreng itu, rasanya memang sangat enak bahkan gavin minta tambah lagi nasi goreng itu.


"yuk sayang kita balik ke kamar" Rafa langsung menarik tangan istrinya begitu nasi goreng di piring cessa sudah habis.


"iya bentar" ucap cessa, dia merapikan piring dia dan piring Rafa untuk di letak pada tempat pencucian piring.


Setelah cessa dan Rafa pergi, revi memulai aksinya untuk menjatuhkan cessa didepan teman-temannya, "Dia pikir ada pembantu yang cuci piring, masak hanya diletakkan begitu aja" sindir Revi.


"Seharusnya yang makan itu berterima kasih dengan mencucikan piringnya, tu nasi goreng yang lo makan buatan cessa, saling kerjasama nya dong, cessa masak dan yang makan itu yang cuci" sindir Prince sebelum dia bangkit dari kursinya.


muka revi langsung berubah merah karena malu, niat hati menjelekkan tingkah laku cessa, tapi malah dia yang kena.


"Rasain, kalau mau nyindir orang itu harus hati-hati" ledek Dafa yang juga ikutan pergi mengikuti Prince.


.


"benaran mau tidur lagi? ngantuk banget ya?" tanya cessa pada Rafa yang sudah berbaring di tempat tidur.


Rafa hanya mengangguk pelan, "sayang sini" Rafa menepuk kasur kosong sebelahnya.


"aku gak mau tidur fa, kamu aja yang tidur" ucap cessa cepat.


"Sini, berdosa loh gak turuti suami" Rafa memulai ancamannya yang selalu berhasil jika Rafa sudah menyebutkan 'Dosa'.


Sambil cemberut cessa duduk dikasur yang tadi di suruh oleh Rafa.


Tanpa bicara Rafa langsung memeluk badan cessa dan langsung memejamkan matanya, cessa hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu.


...🌜☀☀☀☀🌛...


Besoknya pukul 7 pagi semua orang yang ada di villa sudah memakai pakaian formal, acara pagi memang hanya di hadiri oleh keluarga Rafa, keluarga Cessa, dan keluarga revi, serta teman-teman Rafa dan cessa, karena pernikahan itu adalah rahasia, jadi hanya keluarga dan kerabat dekat yang hadir.


Revi sejak tadi menangis, tapi dia tidak dapat melakukan apa pun untuk membatalkan pernikahannya dengan Gavin.


"udah jangan nangis terus, Gavin juga ganteng, ini semua kan karena kelakuan kamu, jadi jangan menyesal mami dan papi harus menikahkan kalian" tegur mami revi pada putrinya itu.


"Mi, Revi gak pernah melakukan hal itu mi, jadi pernikahan ini bisa batal" isak revi suaranya sudah terdengar parau karena terus menangis.


"Gavin sudah mengaku, kenapa kamu masih bersih keras bohong terus! pokoknya berhenti menangis! ini semua adalah kesalahan kamu sendiri!" emosi mami revi mulai naik.


.


Revi sudah tidak menangis tapi matanya bengkak karena menangis. Gadis itu akhirnya sudah pasrah menikah dengan Gavin.


Mama Reta menatap Gavin dan Revi dengan pandangan sendu.


Cessa yang melihat itu langsung mendekati mama dan papa Rafa.


"Ma, kok sedih sih, ini suasana senang loh, cessa sama Rafa juga nikah muda, tapi waktu nikahan cessa mama sama papa senyum, jadi sekarang mama sama papa senyum dong" bujuk cessa.


Mama Reta tersenyum sambil mengelus pipi cessa dengan lembut, "mama bersyukur kamu yang jadi istri Rafa, makasih ya sayang, mama akan senyum seperti permintaan kamu" ucap mama Reta di angguki papa Ali.


.


Papa Revi mulai bersiap, “Ananda Aliandra Gavin Mahendra” panggil papi Revi setelah berjabat tangan dengan Gavin.


“Ya saya” balas Gavin terdengar biasa.


“Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Revi Putri Angella Binti Surya Putra Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat, dan cincin berlian dibayar tunai!” ucap papi revi dengan lantang.


Wajah Gavin sama sekali tidak terlihat bersemangat dia sama sekali tidak tertarik dengan Revi.


“Saya terima nikah dan kawinnya Revi Putri Angella Binti Surya Putra Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat, dan cincin berlian di bayar tunai!” Dengan satu tarikan nafas Gavin akhirnya berhasil mengijab Revi.


Setitik air mata jatuh membasahi tangan Revi yang terus menunduk menahan tangisnya, akhirnya sah, dirinya menjadi istri dari Gavin, yang awalnya berharap menikah dengan Rafa malah Gavin lah yang menjadi suaminya. Semua itu di luar rencana Revi.


“Bagaimana para saksi? Sah?” Tanya pengulu itu.


“Sah!” jawab saksi yang menyaksikan ritual ijab qobul Gavin dan Revi.


Dan Pengulupun mulai memimpin doa.


‘Baarakallahu laka wa barakaa alaika wa jama'a bainakuma fii khoir'


Papa Rafa menepuk bahu Gavin memeluk putranya itu dengan sayang, "mulai sekarang kamu adalah seorang suami, jadi tunjukkan wibawamu pada istrimu, bimbing dia dan jangan pernah menyakiti istrimu, papa mengawasi setiap tindakan kamu, sekarang kamu masih dalam pengawasan papa, jika kamu kembali membuat papa kecewa maka papa akan menghapus namamu dalam ahli waris papa" ucap papa ali sambil memeluk putra nya itu.


setelah bersalam-salaman dengan kedua orang tua, cessa dan Rafa datang mendekati kedua pasangan pengantin itu.


"Selamat ya" ucap cessa tulus, sambil menyodorkan tanganya pada Revi ingin mengucapkan selamat dengan bersalaman.


karena ada banyak orang tua di sekitar mereka Revi dengan terpaksa menyambut uluran tangan cessa.


begitu tangannya disambut cessa langsung memeluk Revi. "Selamat ya, jangan bermimpi lagi jadi istri Rafa, karena Rafa adalah suami gue, berbaktilah pada suami lo sekarang, karena surga lo sudah berpindah pada suami lo sejak papi lo menyerahkan lo pada suami lo sekarang" bisik Cessa.


"ini semua gara-gara lo, jika bukan gara-gara lo, Rafa yang akan ada di sebelah gue!" balas Revi dengan suara pelan juga.


"Ohh salah, jikapun Rafa meminum air dari lo itu, Rafa hanya akan menggunakan gue untuk memuaskan nafsunya, dia tidak akan pernah mau menyentuh lo, jangan terlalu percaya diri Rafa memiliki sedikit rasa sama lo, jangan menjadi Dina yang kedua" balas Cessa masih dengan berbisik.


Revi cepat-cepat melepaskan pelukan cessa, dia tidak mau mendengar sindiran cessa lagi.


Cessa sendiri masih berpura-pura tersenyum hangat pada Revi.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


pada puas gak?? Revi dan Gavin harus menikah karena pembalasan dendam Rafa. apakah rafa akan berhenti sampai sini atau dia masih mau membalas dendam lebih parah lagi?


ikuti terus ya 😄