Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
55. Rafa Mesum



'Tok tok tok' cessa berjalan membuka pintu nya yang terus di ketuk dari luar.


"Ma, ada apa?" tanya cessa begitu melihat yang berdiri di depan kamarnya adalah Mama Reta.


"mana Rafa sayang?" tanya mama Reta.


Cessa menunjuk kamar mandi, "sedang mandi ma, mama ada urusan sama Rafa?" ujar cessa dengan lembut.


"Gak Sayang, karena baju yang disiapkan sudah di pakai, sekarang kamu pakai ini aja ya" Mama Reta menyodorkan sepasang pakaian untuk cessa.


"Ya ampun ma, yang tadi aja masih bisa dipakai kok" ucap cessa.


"ini memang sengaja mama buatkan untuk kalian, jadi pakai ya, mama berharap kamu mau pakai baju buatan mama ini" bujuk mama Reta sedikit memelas.


Cessa akhirnya mengangguk, "baiklah ma, Terima kasih ya ma" ucap cessa di barengi dengan senyumannya.


"iya sayangnya mama, jangan lupa di pakai loh, ya udah mama mau ke kamar dulu untuk siap-siap" ucap mama Reta.


"iya ma" jawab cessa sambil menutup pintu dengan pelan.


"Siapa tadi?" Tanya Rafa yang ternyata sudah keluar dari kamar mandi.


"Astaghfirullah Rafa!" pekik cessa begitu melihat suaminya itu keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya.


"hehehhe mau liat juga gak apa sayang" kekeh Rafa.


"Gak mau!" tolak cessa sambil membuang mukanya ke arah samping. "ini pakai baju yang ini aja, mama tadi yang berikan, setelah ganti baju keluar ya aku juga mau mandi" lanjut cessa sambil meletakkan baju Rafa di tempat tidur.


"gak boleh liat ni?" goda Rafa.


"ihhh Rafa mesum, udah cepatan ke sini, aku mau masuk kamar mandi lagi" Ucap cessa, gadis itu masih tidak mau melihat kearah tubuh Rafa yang terlihat menggoda.


Rafa berjalan mendekati Cessa dengan senyuman jahilnya, Dia mengangkat dagu cessa agar menatap matanya. "Masak dianggurin suami udah sexy seperti ini" ledek Rafa.


'Puk' cessa dengan cepat mendorong tubuh Rafa dan berlari menuju kamar mandi.


"Hahahha" tawa Rafa pecah melihat Cessa yang wajahnya berubah merah seperti tomat. "Sayang! aku sudah melihat isi dalam mu kenapa masih malu?! aku bahkan sudah memegangnya!" teriak Rafa dengan tawa yang tidak berhenti.


Cessa mengeluarkan kepalanya dari celah pintu, "Rafa mesum!" pekik cessa lalu kembali menutup pintunya.


Rafa hanya tertawa keras mendengar ejekan cessa. tidak terasa saat dia tertawa handuk yang menutupi bagian bawahnya jatuh, untung saja cessa sudah masuk dalam kamar mandi jika tidak mungkin gadis itu akan berteriak melihat junior Rafa.


Pria itu cepat-cepat berganti pakaian dan keluar dari kamarnya seperti permintaan cessa.


...🐰🐰🐰🐰🐰...


Sekitar 30 menit Rafa kembali lagi ke dalam kamarnya.


'Tok tok tok' Rafa sengaja mengetuk dulu pintu kamar cessa, takutnya gadis itu masih belum selesai berpakaian.


"Masuk aja fa, gak cessa kunci" jawab cessa dari dalam kamar.


Rafa sudah membuka pintu kamar, dia terbengong menatap istrinya yang tampak sexy dan cantik.


"Masya Allah cantik banget istrinya Rafa, tapi ada baju yang lain gak sayang?" puji Rafa, sambil sedikit memberikan sindiran.


Cessa yang sedang menatap cermin langsung berbalik menatap suaminya.


"Masya Allah suami cessa ganteng banget, kalau seperti ini bisa bahaya pergi keluar, akan tambah banyak saingan cessa" keluh cessa sambil kembali membelakangi Rafa untuk memoles dirinya dengan make up tipis.


Rafa langsung memeluk cessa dari belakang sambil memberikan kecupan kecil pada bahu terbuka cessa. "ini gak ada baju yang lebih tertutup apa?"


Cessa berusaha mengatur detak jantungnya yang berdetak sangat kencang akibat ulah suaminya sialnya sangat tampan dan sexy.


"tapi aku gak suka kamu pakai ini" lirih Rafa yang kini meletakkan kepalanya pada bahu cessa sambil menatap istrinya itu dari cermin, mata kedua orang itu saling menatap melalui cermin besar itu.


Cessa mengelus tangan Rafa yang bertengger di perutnya. "Mama loh yang minta aku gak bisa nolak, ini baju yang sengaja mama buatkan untuk aku Fa" ucap cessa dengan lembut.


Rafa menghela nafas panjang, suara nafas Rafa semakin membuat badan cessa semakin merinding, sementara Rafa kembali menciumi bahu dan punggung cessa yang terbuka.


"pakai jaket atau apalah untuk menutupi punggung dan bahu kamu sayang" lirih Rafa masih menciumi cessa.


Cessa memejamkan matanya sambil mengambil nafas panjang setiap Rafa menempelkan bibirnya dengan kulit cessa.


"Fa... " Cessa berusaha menahan ******* nafasnya, karena dia mulai hanyut dalam ciuman Rafa.


Rafa menciumi daun telinga cessa dengan lembut, "apa?" jawab Rafa sambil menatap wajah cessa melalui cermin.


"jangan godain aku terus, aku mau pakai make up" ucap cessa pelan.


Rafa tersenyum melihat wajah cessa yang sudah berubah seperti tomat merah. "aku tidak akan berhenti sampai kamu ganti baju atau setidaknya menggunakan jaket atau apapun untuk menutupi punggung kamu" ucap Rafa, dia kembali menciumi bahu, tengkuk dan punggung cessa, "apa aku buat aja ya tanda yang banyak biar kamu gak bisa keluar menggunakan baju ini" ucap Rafa lagi.


"ja-jangan fa__" teriak cessa tertahan karena Rafa sudah menghisap bahu cessa dan memberikan bekas merah di bahunya. Pria itu juga beralih ke punggung cessa dan memberikan beberapa kissmark pada punggung cessa.


Setelah selesai pria itu tersenyum senang dengan hasil karyanya, "silahkan keluar dengan tanda kissmark dariku" kekeh Rafa.


Cessa menatap bekas kissmark yang ada di punggung dan bahunya melalui cermin, dia cemberut melihat Rafa yang sekarang duduk di kasur sambil tersenyum puas melihat hasil karya nya.


"minta jas kamu!" ucap cessa sambil menengadah kan tangan pada Rafa. "gak cocok kalau pakai jaket" keluh cessa, dia sudah pasrah mengikuti kemauan Rafa.


Rafa tersenyum senang sambil memberikan jas yang sedang dia gunakan.


Dengan cepat cessa mengambil jas Rafa dan mengenakannya, gadis itu berusaha melipat bagian tangan jas yang dia pakai karena tangan Rafa sangat panjang.


"sini" Rafa menepuk pahanya menyuruh istrinya itu duduk di atas pahanya.


Cessa menggeleng pelan, udah jantungnya belum selesai berdetak keras, di tambah dia masih harus duduk di atas paha Rafa, bisa lebih tidak aman detak jantungnya itu.


"Dosa mem__" Rafa tidak melanjutkan ucapannya lagi, cessa sudah duduk di atas paha Rafa.


"kamu curang banget, selalu bilang dosa, gak adil, gak ada ya peraturan buat cessa yang bilang dosa kalau Rafa godain cessa terus" gerutu cessa.


Rafa terkekeh sambil mengelus pipi mulus istrinya itu, "Ya Allah istri Rafa kok cantik dan imut banget ya, jadi pengen ngunciin dia didalam kamar aja terus" ucap Rafa sambil mencubit gemas pipi cessa.


Cessa sendiri mendengus kesal pada pria itu, yang selalu bersikap seenaknya.


...🙈🙈🙈🙈🙈...


Hayooo ada yang pada baper gak nih?? maaf ya author buatnya agak dewasa, jangan pada senyum-senyum sendiri hehehe


mau adegan lebih hot gak ya?? hehehe tapi mereka masih di 17 tahun, dibolehkan gak ya??


Makasih sudah mau membaca novel author, silahkan tunggu kelanjutan nya besok ya


bonus pict


seperti nya mama reta sedang ngerjai Rafa, makanya memberikan baju sexy seperti itu. punggungnya nampak sexy 😆



suami tampan cessa sudah selesai berpakaian