
Di dalam Mobil yang sedang dikendarai Dafa,
“Bang!” dafa sama sekali tidak menoleh atas panggilan namanya.
“oiiii bang Dafa!” panggil Rendi sekali lagi, namun tetap saja dafa cuek dan menekuk wajahnya sebal. “gak boleh sebal-sebal sama kami bang, kami disini juga terpaksa” lanjut Rendi sambil menahan tawanya.
Xelo dan king yang menyuruh dafa yang hendak berduaan dengan Devi didalam mobil menjadi tidak bisa karena ada Alif, rendi dan juga jaka didalam mobilnya.
“Iya bang, kami terpaksa disini, kalau gak kami udah numpang sama bang xelo” tambah Alif.
“Bilang terpaksa tapi muka kalian Bahagia” sindir dafa kesal.
“Bahagia dong ada kakak cantik didepan kita, kak devi!” panggil Rendi.
“Jangan goda-goda cewek gue!” bentak Dafa.
“Emang aku takut, gak tuh!” ledek Rendi, bukannya dia takut mendapat ancaman dan bentakan dari Dafa tapi dia justru senang melihat kemarahan Dafa. “kakak cantik” panggil rendi sekali lagi.
“apa?” devi menolehkan kepalanya melihat ke tiga orang yang duduk di kursi belakang.
“Kakak kan cantik, pastibanyak yang suka, tapi kok kakak mau sama abang dafa yang jelek gini” celetuk Rendi.
“Woiii! Gue ini ganteng tau!” pekik Dafa tidak terima dikata-katai.
Rendi, Alif dan jaka tertawa kuat dibelakang, “hanya abang yang menganggap diri abang ganteng, jadi kenapa kakak kok mau sama abang dafa sih?” Alif juga ikutan penasaran jawaban dari pertanyaan spontan oleh rendi.
Devi tertawa pelan sambil menatap dafa, “hmmm apa ya” devi masih menahan tawanya melihat Dafa yang sekarang sedang mendengus kesal dan lubang hidung pria itu mulai membesar, “kakak kehabisan stop kayaknya, Cuma dia sisa nya, yang lain udah pada sold out” ujar devi dengan tawanya yang juga diikuti oleh tiga anak remaja dibelakang mereka.
“yang kok gitu kali sih” rengek Dafa.
Devi mencubit gemas pipi dafa, “hahaha iya-iya, aku suka soalnya wajah kayak gini langka, jadi gak ada yang berusaha dekati, liat si Rafa dan Prince meleng bentar aja juli sama cessa bakal kesusahan karena sudah banyak yang mengejar-ngejar rafa dan prince.
Rendi menganguk angguk mengerti, “benar juga sih kak, pacar kakak ini barang langka” ucap rendi diangguki oleh alif.
“sial! Kok jadi gue yang di bulli disini! Lama-lama gue turunin kalian dipinggir jalan!” ancam Dafa.
Bukannya takut rendi, alif dan jaka malah semakin tertawa keras, “silahkan bang, nantikami tinggal ngadu ke bos!” ledek Alif, Dafa sudah sangat takut jika Xelo memarahinya.
“Sial anak-anak ini bikin aku kesal! Jadi gak bisa berduaan dengan ayang beb” batin dafa.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
“MANA ELLENA!” bentak papi ana pada anak dan isrinya, dia sengaja pulang kerumah cepat untuk menjemput putri tiri nya itu untuk mengajak makan malam dengan calon suami Ellena, tapi begitu sampai rumah yang dia temui hanya ana dan maminya.
“Ellen kabur pi” adu Ana pada papi nya itu.
“kok bisa! Sudah aku bilang kalian harus bersikap baik padanya selama satu bulan saja sampai dia menikah dengan orang yang telah memberikan investasi pada perusahaan papi, tapi apa yang aku liat sekarang, dia kabur! Pasti ini karena perbuatan kalian berdua!” maki papi ana.
Papi ana menatap geram pada istrinya itu, bisa-bisanya dia masih memarahi Ellena, jika ellena hilang seperti sekarang bisa gawat, dia tidak tau harus bilang apa pada orang yang telah membeli putrinya itu.
“sekarang aku harus bilang apa pada pak Joni!” papi Ellena memijit kepalanya pusing denga napa yang akan dia katakan.
“Pi, bilang aja ellen sedang sakit, kita jemput ellen dari tempat persembunyiannya, ana tau dimana pi” usul ana, dia kesal menjadi bahan tertawaan, Ellen masih sah menjadi anak dalam keluarga nya, jadi papinya bisa mengatakan kepada polisi jika ellena diculik, Ana semakin benci pada ellena karena dia bisa berdekatan dengan prince dan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hati prince.
“kamu tau?” seru papi.
Ana mengangguk pelan tapi berhenti beberapa saat, “Ana tidak tau dimana dia tinggal tapi ana tau dia suka main dimana aja, kita juga bisa menunggu Ellen di depan sekolahnya pi” ana berseru senang mendapatkan banyak ide cemerlang di dalam otaknya.
“Ingat ana, kalau ellen tidak ketemu dan tidak bisa papi dapatkan, kamu yang akan menggantikan posisi Ellen, karena papi sudah terlanjur memakai uang pak toni, dan papi tidak bisa mengembalikan uang pria itu” ungkap papi ana.
Ana bergidik ngeri dia yang akan dipilih menjadi pengganti Ellena, sementara gadis itu tampak Bahagia di luar sana, tentu saja ana tidak suka.
“tapi pi, masak papi tega kasih ana pada pak tua itu!” rengek ana.
“karena Ellen tidak ada, kamu adalah opsi terakhir papi, dan papi akan tega melakukan itu” ujar papi ana.
“Mi!” Ana beralih memeluk maminya untuk mengadu, tapi bukannya mendapatkan dukungan mami ana malah menyetujui keputusan suaminya itu.
“pokoknya besok pagi papi harus cepat-cepat jemput Ellen, ana gak mau tau! Papi masih orang tua di atas Kartu keluarga! Jadi papi bisa mengambil dia” ujar Ana kesal.
.
Jam pulang sekolah telah tiba, Ana memang sengaja tidak datang ke sekolah karena dia dan keluarganya akan menunggu Ellena di depan sekolah ellen.
Tapi sudah setengah jam berlalu, Ellen tetap tidak kunjung keluar dari pagar sekolah itu.
“Pi! Itu teman Ellen” tunjuk Ana pada seorang gadis kecil imut yang baru saja keluar dari pagar sekolah.
“AMI!” pekik Ana, dia langsung menghadang perjalanan ami, membuat gadis kecil dan imut itu kesal padanya.
Ami menatap sinis orang tua tiri ellen yang tegak dibelakang ana, “Mau apa lagi kalian kesini!” dengus sebal ami pada ketiga orang di depannya.
“Mana Ellen?” tanya sinis mami ana.
Ami tertawa denan keras sampai air matanya keluar, “kenapa? Kalau ada kalian usir nah dia kabur kalian nyariin, sebenarnya mau kalian apa! Hahhaha” ujar ami disela tawanya.
“Cepat kasih tau dimana dia!” bentak Ana kesal.
“Cari aja sendiri sana, lo dan orang tua lo gak bakal nakutin gue! Ini wilayah gue dan gue gak takut apapun dnegan yang akan kalian lakukan, gak akan gue beritau dimana Ellen berada” ujar Ami. Sebenarnya semalam Ellen telah bercerita padanya tentang kenapa dia mau kabur pada ami, tentu saja mendengar itu ami sahabat ellen sangat emosi, dia menyambut baik jika Ellen akan menikah dengan orang yang baik, karena itu bisa membuat dia terpisah dari keluarga toxic nya.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...