Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
173. Gagal lagi



“Bang!” Rafa langsung melompat turun begitu sampai di parkiran restoran milik Queen. “Mana cessa?” tanya panik Rafa, dia sejak tadi mendengarkan pembicaraan King dan Xelo karena ponsel milik Xelo di loudspeaker.


“tenang, cessa sudah ada di ruang kerja Queen, aku disini karena menunggu kalian, apa hanya kalian berdua?” tanya king.


“Aku bisa otomotif bang” jawab Xelo. Dia langsung mendekati mobil king dan membuka mesinnya.


“apa ada kesalahan dengan program yang kamu pasang Fa?” tanya King, program ciptaan rafa memang baru siap beberapa hari yang lalu, dan Rafa langsung memasang program itu pada kendaraan keluarganya, termasuk motor milik Prince, Rafa sengaja mempercepat pengerjaannya karena merasa tidak tenang beberapa hari ini.


“aku rasa tidak, tapi kita akan melihat mobil abang dulu” ujar Rafa. Dia tidak yakin ada kesalahan walau dia membuat program itu dengan terburu-buru, Rafa tidak ingin kecolongan lagi, sudah cukup istrinya dalam bahaya dia tidak mau istri atau keluarga barunya berada dalam bahaya karena gavin sekarang telah masuk ke dunia mafia, dan lawan Rafa semakin berat sekarang.


Rafa melihat sekeliling lingkungan itu. Setiap mobil yang terparkir dan setiap Gedung yang ada disekitar parkiran, sementara Xelo memeriksa mobil king.


“Apa yang kamu cari fa?” tanya king.


“cctv” jawab Rafa singkat.


“kata Queen rusak beberapa hari yang lalu” ujar king.


Rafa masih mencari kesana kemari cctv yang mungkin ada. “binggo” ucap Rafa, dia melihat ada kamera cctv yang diarahkan ke jalanan dan itu juga kemungkinan mengenai restoran Queen.


Rafa dengan cepat masuk ke dalam mobil Xelo dan mengeluarkan laptop nya. Tangan pria itu bergerak cepat untuk mengambil alih cctv yang tadi dia lihat.


King sedikit terkejut melihat kemampuan adik iparnya yang luar biasa hebat, pria itu hanya menggerakkan tangannya dengan lincah di atas laptop lalu beberapa saat kemudia dia bisa mengambil alih cctv yang dia inginkan.


“Terpotong” ujar Xelo dari arah mobil king. “Remnya memang di potong” ulang Xelo sekali lagi dia memperlihatkan kabel Rem yang sudah terpotong.


“Apa?!” teriak king tidak percaya.


“bang tadi abang memesan jasa montir?” tanya rafa sambil menatap king.


“Montir? Maksudnya?” tanya king bingung.


Rafa membalik laptopnya dan memutar rekaman yang telah di perbesar kearah mobil king. Disana terlihat 2 orang berseragam bengkel datang kesana, seperti sedang memperbaiki mobil tapi sepertinya mereka telah memotong rem mobil king.


King langsung menggelengkan kepalanya cepat. “aku kesini karena ada meeting dan juga mau menjemput istri dan adikku, bukan bermaksud memperbaiki mobil” ujar king.


‘Ting’ sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Xelo.


“cari dua orang itu hingga ketemu” perintah rafa pada Xelo, dia baru saja mengirimkan foto wajah kedua orang yang berperan sebagai montir abal-abal yang berniat mencelakai keluarganya.


“Baiklah, lalu kalian akan pulang denga napa?” tanya Xelo.


“tadi aku sudah menelpon Prince, dia akan datang menjemput kami” ujar king menyela pembicaraan serius itu.


“Xelo mengangguk dia langsung pergi dan mobil king di geret oleh xelo karena tadi beberapa anak buah Xelo sudah datang.


“jadi ini memang benar ada yang berniat mencelakaiku?” gumam king pelan.


“Aku rasa bukan abang, ini Cuma firasatku, tapi kita lihat saja nanti” ujar rafa, “sebaiknya kita menunggu prince di dalam saja” lanjut rafa.


King mengangguk setuju dia segera mengikuti rafa menuju ruang kerja Queen.


.


Di dalam ruang kerja Queen, cessa tampak cemas, gadis itu tidak bsa duduk dan hanya berjalan mundar mandir sambil mereras tangannya.


Cessa menatap kakak iparnya itu sambil tersenyum palsu, dia berusaha menenangkan ibu hamil itu yang terlihat mulai ketakutan karena dirinya.


“cessa gak apa kok kak, Cuma kangen suami aja” bohong cessa.


Sekitar 20 menit kemudian Rafa dan king membuka pintu ruang kerja Queen. Cessa yang melihat rafa langsung berlari memeluk suaminya itu.


“tenang semuanya baik-baik saja” ujar rafa sambil mengelus kepala cessa dengan lembut.


Queen menatap suaminya yang mulai mendekati dirinya, “mas jelaskan apa yang terjadi” pinta Queen sambil memegangi perutnya, seolah berkata juka king tidak mengatakan apa yang terjadi dedek bayi akan ileran karena itu keinginan dedek bayi juga.


King menyungginggan senyumannya pria itu berjongkok dihadapan istrinya sambil memeberikan kecupan pada perut Queen.


“Kita selamat dari percobaan pembunuhan” ujar king.


“Apa? Bisa tolong ulangi?” seru Queen tidak percaya.


“Kita selamat dari percobaan pembunuhan” ulang king sekali lagi.


“percobaan pembunuhan? Siapa yang melakukan itu? Apa mas punya musuh?” Queen menutup mulutnya dengan tangan tidak percaya dengan informasi yang baru saja dia dapatkan.


“masih belum tau itu musuhku atau musuh rafa, atau musuh keluarga kita, semuanya masih di cari” ujar king.


Cessa menatap suaminya dengan mata tidak percaya, mendapat tatapn seperti itu Rafa ternyum agar istrinya tidak cemas, “semuanya sudah terkendali, mobil tidak berjalan jadi semuanya baik-baik saja” kata rafa berusaha memberikan ketenangan pada kakak ipar dan juga istrinya.


“apa gavin lagi?” gumam cessa.


Rafa menggelengkan kepala, “belum tau, Bang xelo masih mencari tau hal itu” ujar Rafa pelan.


“Papi dan mami tau?” ujar cessa lagi.


Rafa dan king serentak menggelengkan kepala dan menjawab “ belum”.


“kalau gitu jangan beritahu papi dan mami, aku tidak ingin mereka cemas, biar kita saja yang mengurusnya, sudah cukup mereka cemas saat kita kecelakaan kemarin” ucap cessa lemah.


“Cessa benar Fa, sampai kita ketemu dengan orang yang akan mencelakai itu, kita jangan beri tau papi dan mami dulu, aku tidak mau mereka terus merasa cemas, dan program yang kamu ciptakan itu bisakah jangan dijual bebas dulu? Hanya keluarga kita saja yang pakai, jika tersebar luas maka aka nada kemungkinan orang yang berniat mencari cara untuk menghancurkan program itu” ujar king.


Rafa mengangguk, “baiklah, tujuan aku membuat ini juga hanya untuk keluarga kita saja aku tidak mau bahaya menghampiri keluarga kita, abang harus hati-hati jangan minum atau makan sembarangan, takutnya dimasukkan obat dalam makanan dan minuman abang” ujar rafa memberi peringatan pada abang iparnya itu.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


‘Prank’ suara pecahan gelas entah sudah keberapa kali berbunyi keras, Gavin lagi-lagi membanting gelas miliknya sekali lagi pria itu gagal dalam rencana pembunuhan, dia heran kenapa King keluar dari mobilnya padahal pria itu sudah masuk kedalam mobil hanya tinggal jalan maka kecelakaan akan menimpa king, queen dan cessa dan saat itu terjadi Gavin dengan anak buahnya sudah bersiap untuk menculik cessa, tapi ternyata gagal, king tidak jadi menaiki mobilnya dan rem yang di potong juga ketahuan. “kau bilang anak buahmu berpengalaman, bagaimana sudah dua kali kalian gagal melakukan aksi kalian!” maki Gavin pada Egi sahabatnya itu.


“kau yakin adikmu itu orang biasa?” balas egi tidak kalah emosi, dia juga bingung, sudah 2 kali dia gagal dan kali ini dia juga harus membunuh anak buah yang telah gagal melancarkan aksinya itu.


“dia hanya anak sma biasa! Kau dan anak buahmu yang tidak becus dalam bekerja!” maki Gavin sekali lagi.


“aku yakin kau belum mengenal adikmu dengan baik, sepertinya pria itu mempunyai banyak rahasia” ujar egi mulai berpikir.


“Tidak! Dia hanya anak kecil yang haus akan kasih sayang!” bantah Gavin.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...