Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
196. Amira dan Almeer



“Mi, Queen takut” ucap Queen pada mami dona.


Mami dona menggenggam tangan menantu nya itu, “jangan takut semua akan baik-baik saja, semua di sini akan menunggu kamu dengan si kembar untuk segera berkumpul bersama keluarga besar kita”.


“Mi, maafkan Queen jika queen ada salah sama mami dan papi” Queen manatap mami dona dan papi harri yang siap sedia duduk di dekat Queen.


“kamu tidak mempunyai salah sama papi dan mami, kamu akan selamat sayang, percaya papi” ujar papi harry.


“Mi, pi makasih udah mau jadi keluara Queen ya” lirih Queen. Entah kenapa dia menjadi sedih saat dekat-dekat mau lahiran.


“Sekarang operasi akan kita mulai, bapak king sudah bisa ikut kami” ujar salah satu dokter, karena Queen akan ditangani oleh 3 orang dokter kandungan sekaligus.


Karena kembar dan kondisi berat badan bayi yang lumayan berat Queen harus menjalani operasi untuk melahirkan kedua anak kembarnya, karena sangat sulit untuk melahirkan normal.


King terlihat pucat tapi dia tetap ikut masuk mendampingi istrinya, sebenarnya pria itu sedikit phobia dengan jarum suntik dan darah, tapi sebagai seorang daddy dia harus bisa bersikap berani untuk menemani istrinya.


.


Sekitar satu jam kemudian terdengar suara dua orang bayi yang menangis dan suara azan yang di kumandangkan oleh king. Semua yang berada diluar ruangan mengucapkan hamdalah dan bersyukur mendengar itu.


“Adik darel udah lahir!” pekik darel sambil berlonjak lonjak kegirangan.


“ye~ adik farel lahir” pekik farel juga, kedua anak kembar itu tertawa bahagia mendengar suara adik mereka.


“Adik darel cowok atau cewek oma?” tanya bocah kecil itu pada mami dona.


Mami dona tersenyum sambil mengelus puncak kepala darel, “belum tau sayang, kita tunggu saja ya, adiknya keluar cewek atau cowok” ucap mami dona.


“Abang, kalau adiknya tidak sesuai harapan abang, abang gak boleh jahat ya sama adik abang” nasehat papi harry sambil berjongkok untuk mensejajarkan dirinya dengan kedua bocah kecil itu.


“iya opa, kami akan sayang sama adik” jawab Farel dan darel serentak.


“pintar, itu baru cucu opa” puji papi harry.


.


King keluar cukup lama karena dia memberikan skin to skin untuk kedua anaknya, saat pria itu keluar semua keluarganya tampak heboh, “king! Bangaimana? Cantik? Atau ganteng? Apa sesuai dengan ucapan dokter?”


King mengangguk sambil tersenyum, “sesuai mami, cantik dan tampan” jawab king dengan senyum bahagia, mereka memang sudah tau mengenai jenis kelamin anak mereka, tapi tidak mau yakin 100 persen, karena bisa saja saat lahir laki-laki keduanya, atau perempuan keduanya.


“mami belum boleh liat ya?” tanya mami dona lagi dengan memelas


“sebentar lagi ya mam, mereka akan diperiksa dulu sama dokter” jawab King dengan lembut.


“Selamat bro” ucap prince sambil menepuk bahu pria itu.


“makasih, cepat menyusul kami” kekeh king.


“Sabar beberapa bulan lagi, tapi sebelum itu rafa duluan yang nyusul jadi daddy” kekeh Prince.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


Keluarga Bagaskara sudah berkumpul di ruangan VVIP milik Queen, terlihat di box bayi ada 2 bayi Queen yang masih tertidur, semua orang menatap dengan takjub.


Karena kedua bayi itu sangat tampan dan cantik.


Bahkan sejak tadi Mami Dona dan dan papi harry terus menatap king dan Queen untuk mendapatkan izin agar bisa menggendong cucu mereka.


“Boleh pi, mi, silahkan gendong” kekeh Queen.


Mami dona dan Papi harry sangat sangat Bahagia ingin berteriak tapi mereka tahan takut cucu mereka terkejut dan menangis.


“Bang, kok bisa anaknya ganteng gini sih” puji mami dona saat bayi laki-laki itu sudah masuk dalam gendongannya.


“Yang ini cantik banget sih, mirip banget sama kamu Queen” puji papi harry.


“Jangan dong pi kalau anak cewek mirip mamanya ada yang bilang sering bertengkar nanti pas udah besar” Ucap Queen.


“jangan terlalu percaya seperti itu, gak baik” nasehat mami dona.


“Justru yang paling sering bertengkar itu yang paling disayang” ujar papi harry. “benar kan king” papi harry menatap putra pertamanya itu dengan alis naik turun.


Kini mata mami dona melirik pada putrinya yang sedang hamil, dia sejak tadi hanya diam memperhatikan kedua bayi Queen dan King.


“Adek mau coba gendong?” tawar mami dona.


Dengan cepat Cessa menggelengkan kepalanya, “gak mi, cessa takut, nanti aja pas anak cessa udah lahir, kalau yang seperti ini cess takut” tolak Cessa.


“Rafa gimana?” tawar papi harry.


Rafa juga sama seperti cessa yang menggelengkan kepala, “Gak pi, rafa juga gak berani, mungkin kalau udah sebulan rafa berani, tapi ini rafa takut pi” tolak Rafa juga.


Papi harry dan mami dona sama-sama tertawa pelan, mereka juga tidak bisa memaksa untuk kedua calon papi dan mami itu untuk belajar gendong anak, karena insting itu akan datang saat anak kedua pasangan itu lahir.


“yang lahir duluan siapa king?” tanya mami dona.


King tertawa pelan, “yang cantik lahir duluan mi, gak mau ngalah dia duluan yang diambil” kekeh King.


“Wuaahhh hebat itu bang” ujar cessa Bahagia.


“yahh kasian si bontot kita” ledek Prince dengan tawa pelan. “Ngomong-ngomong nama mereka siapa bang?” sambung prince lagi.


“hmmm… kasih tau gak ya” goda King.


“kasih tau kenapa bang, kan penasaran” desak Prince.


King tertawa pelan, dia menatap istrinya untuk mengatakan nama yang sudah mereka siapkan.


“Yang cewek Amira Qinara Bagaskara, amira artinya putri, dan yang cowok, Almeer Alfatih bagaskara, Almeer artinya pangeran” ungkap Queen.


“WUuaaahhh kakak hebat cari nama, keren banget, kakak yang buat?” puji Prince sambil bertepuk tangan tanpa suara.


Queen memberi kode melirik pada king seolah olah mengatakan king lah yang menyiapkan nama itu.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


“Dedek mira cantik ya mom” puji Darel dia sangat suka melihat adik bayinya yang cewek, sementara farel lebih suka melihat adik laki-lakinya. Kedua bocah kembar itu sudah tidak sabar bertemu dengan adik mereka, setelah kedua adiknya dibolehkan pulang baru darel dan farel bisa melihat keduanya.


“Abang sayang dedek ya?” ujar Queen.


“Sayang, abang akan jagain dedek mira dan dedek Al” ucap Darel bangga.


“kalau dedek yang diperut auntie gimana bang?” tanya cessa yang duduk di sana.


“akan abang jaga juga auntie, jadi auntie jangan sedih” Darel datang mendekati cessa dan mengelus perut cessa yang sudah Nampak besar. Dedek cepat keluar ya, biar bisa main sama-sama abang” lanjut Darel.


“iya abang darel” jawab cessa layaknya menirukan suara anak kecil.


Queen tersenyum melihat kedua anak kembarnya, walau darel dan farel bukan darah dagingnya, entah kenapa Queen tetap menyayangi mereka layaknya anak kandung, awalnya Queen sedikit takut jika anaknya lahir maka hatinya akan terbagi dan dia akan mengacuhkan kedua putra angkatnya, tapi ternyata tidak, Rasa sayang Queen masih tetap sama, bahkan sampai sekarang Queen masih menangis jika mengingat suatu saat darel dan farel harus tau tentang orang tua kandungnya.


“jangan terlalu dipikirkan yang ada dipikiran kamu, kasian nanti kalau air susu kamu tidak keluar” bisik king yang mengetahui arti pandangan istrinya.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...