Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
165. Rafa Iseng



Rafa menatap Cessa yang sedang menyisir rambutnya didepan cermin, pria itu mendekat duduk di sebelah cessa dan memeluk istri cantiknya itu.


“Yang~ jangan gini dong, risih aku nya” tolak cessa dengan lembut.


Bukannya menjauh Rafa malah memberikan kecupan kecil pada leher jenjang istrinya.


“Yang geli” ujar cessa sekali lagi, dia berusaha menjauh dari rafa tapi tidak bisa karena suami tampannya it uterus saja memeluk dan memberikan gigitan kecil pada lehernya.


“yang~ kita mabar yuk” ajak Rafa di sela kecupan yang dia berikan.


Kening cessa sedikit berkerut bingung. “mabar? Ini udah malam banget yang, yang benar aja mabar jam segini” cessa terlihat semakin kebingungan berkat perkataan Rafa.


Rafa tersenyum nakal saat istrinya bertanya seperti itu, “ayo lah yang, kita mabar ya” bujuk Rafa sekali lagi.


Cessa akhirnya menghela nafas panjang, “Iya-iya, mabar apa kita?” cessa akhirnya mengiyakan ucapan rafa dan sontak itu membuat kebahagian pada pria itu.


Rafa mangambil sebelah tangan cessa dan mengarahkannya pada terong jumbo milik Rafa, “mabar di tempat tidur” setelah berkata begitu Rafa langsung menggendong istrinya itu ala bridal style.


Cessa tertawa pelan sampai geleng-geleng kepala, suami nya itu memang selalu punya energi lebih jika menyangkut olahraga ranjang.


Karena suda tidak sabaran saat berjalan membawa cessa di gendongannya, rafa langsung ******* bibir Cessa dengan rakus, entah siapa yang berbulan madu, tapi Rafa sudah tidak sabar untuk bergulat kembali dengan istrinya.


rafa meletakkan dengan lembut badan cessa, masih dengan keadaan berciuman panas dengan cessa, tangan pria itu tidak tinggal diam, rafa sudah mulai menanggalkan baju milik istrinya satu persatu, sekarang rafa sudah sangat jago dalam memanjakan cessa hingga membuat cessa tidak dapat menolak setiap sudah mendapatkan sentuhan dari rafa.


Rafa mengehentikan sejenak ciumannya pada cessa, membuka baju kaos yang dia kenakan secara cepat dan kembali ******* bibir cessa dengan rakus.


"Euunhhh" sedikit lenguhan mulai keluar dari bibir cessa setelah mendapatkan pelepasan pertama berkat ciuman dan tangan rafa yang bergerak aktif di pusat inti milik cessa.


"yang~ masukkan sekarang" pinta cessa sudah dengan mata yang menggelap akibat rangsangan yang terus diberikan oleh rafa.


rafa tersenyum nakal dia tiba-tiba saja menghentikan aksinya dan itu membuat cessa menatapnya dengan tidak suka, "Yang~ jangan bercanda!" gerutu cessa dengan wajah merengut.


rafa kembali mendekat ke hadapan cessa dan kembali memberikan kecupan pada bibir gadis tu.


"tadi kamu belum ada jawab aku loh yang~" kekeh rafa sambil memberikan gigitan kecil pada leher dan bahu cessa.


"jawaban apa lagi? Ini udah on, dan udah gak memakai baju lagi, nanti aku benaran ngambek loh yang" gerutu cessa kesal, sekarang gantian cessa yang menarik badan rafa dan membalikkan keadaan, cessa menduduki senjata berlaras panjang milik Rafa dan ia tersenyum senang saat mendengar suara lenguhan rafa akibat senjata tajamnya itu bergesekan dengan pangkal paha cessa.


"yang kamu mau memimpin keadaan?" kekeh rafa setelah berhasil mengontrol rangsangan yang tadi cessa berikan.


"Emang kamu aja yang bisa mempermainkan aku? Aku juga bisa" ujar cessa dan dia mulai memberikan gigitan kecil pada leher serta dada rata rafa, Seperti rafa yang sudah mulai mahir, cessa pun mulai mahir dalam mempermainkan rafa dalam bergulat.


Siapa suruh mengajari istrinya hingga subuh, otak cessa merekam setiap cera yang rafa lakukan apa lagi cessa pernah menonton film itu dan mengingat bagaimana cara memanjakan pria di atas ranjang.


ciuman cessa mulai kebawah dan sampai pada terong jumbo rafa. Cessa memberikan sedikit kecupan dan itu sukses membuat Rafa menegang dan meremas seprai tempat tiur mereka.


"yang~ kok aku disembur" rengek cessa.


Rafa tertawa dan mengambil tissu didekatnya sambil membersihkan wajah cessa dengan lembut. "hehehe maaf ya sayang, habis aku udah gak bisa tahan lagi" ujar rafa.


"berarti udah layu kan terongnya?" tanya cessa. Memang pria kalau sudah mendapatkan pelepasan maka terongnya akan layu, tapi ada beberapa pria yang baru mengeluarkan beberapa saat kemudian kembali tegang, seperti rafa sekarang.


"siapa yang layu?" Rafa mengambil tangan cessa dan mengarahkan pada terongnya lagi, "ini masih berdiri tegak, ronde kedua kita mulai lagi sayang" rafa tertawa senang saat melihat wajah terkejut Cessa.


Dia sekarang gantian menindih tubuh cessa dan mula memasukkan terong jumbo milik nya ada tempat kesukaan rafa, memberikan pompa naik turun hingga membuat cessa merasa terbang, berkali kali istrinya itu melenguh dan meremas punggung rafa, merasakan kenikmatan yang sungguh nikmat.


bukan hanya itu sebelah tangan rafa memberikan pijatan dan mulut pria itu tidak tinggal diam memberikan servis pada buah melon cessa.


Hingga kedua orang itu sampai pada puncaknya, Rafa tersenyum senang saat berhasil menumpahkan seluruh laharnya pada milik cessa karena adi dia melupakan alat kesayangan yang selalu cessa pinta jika dia bergulat di atas ranjang.


Cessa terdiam merasakan kenikmatan surga yang diberikan Rafa, dia menatap rafa yang sudah berbaring sambil memeluknya.


"hangat" batin cessa, tidak biasanya bagian intinya terasa hangat, mata cessa langsung membelalak , dari yang tadinya terpejam tapi kini dia duduk sambil melihat terong jumbo rafa dan gua miliknya.


'Plak'


"Yang~! kamu gak pakai pengaman ya!" cessa memukul kuat perut rafa.


rafa meringis tapi bibirnya tersenyum senang, "Cuma sekali yang, gak bakal jadi kok, kalau cuma sekali" kekeh rafa.


"gak bakal jadi? Gimana kalau jadi? Aku gak mau berhenti sekolah yang!" rengek cessa, dia langsung berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah bermandikan keringat dan juga lahar milik rafa.


.


"udah bersih yang?" tanya rafa dari depan pintu kamar mandi. "emang bisa bunuh calon anak aku dengan cara disiram gitu?" gumam rafa sambil menahan tawanya.


"semoga aja gak jadi, ini gara-gara kamu yang!" gerutu cessa.


"ya udah minum obat KB sana" ujar Rafa.


"gak mau, gak baik kata mami kalau minum obat KB, pokoknya gak boleh lakuin lagi kalau tidak pakai pengaman" cessa merengut menatap rafa dan hal itu membuat rafa semakin tersenyum nakal.


Pria itu mendekat kearah istrinya, "ya udah, kita gak lakuin di ranjang, disini aja, biar aku bersihkan tubuh kamu yang" rafa menarik tangan cessa menuju bathub.


Cessa ingin menolak, tapi bibirnya sudah dibungkam rafa dan dia kembali terbuai oleh tangan jahil rafa. Dan kembali kedua pasangan itu bergulat tapi bukan di ranjang.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...