Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
71. Sakit



Cessa keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian dada dan separuh paha putih mulusnya membuat Rafa yang sedang duduk di sofa menatap cessa dengan mata berbinar.


“yang kalau mau menggoda jangan setangah setengah dong, kan jadi setengah setengah juga tagang nya” ucap Rafa sambil menaik turunkan alisnya.


Cessa terkekeh mendengar ucapan suami vilgarnya itu, “Eh ternyata si beruang kutub udah selesai makan, kirain masih makan, kalau masih makan pasti istri sendiri di lupain” balas cessa.


“jangan cemburu sayang, kamu lebih utama dari si iga bakar” jawab Rafa.


“siapa juga yang cemburu, gak habis pikirnya, kok bisa samain aku sama iga bakar?” kesal cessa. Sambil berkacak pinggang.


“emang kamu gak tau persamaan kamu sama iga ?” kekeh rafa.


“apa memang?” tanya cessa.


“Sama-sama bisa aku makan” rafa sudah beranjak dari sofa tempat dia duduk menuju cessa, pria itu langsung mencium dengan ganas bibir ranum milik istrinya.


Cessa menahan tangan Rafa yang hendak menjatuhkan handuk milik cessa. “Fa jangan, nanti kamu menyesal loh” ucap cessa terkesan menggantung.


“Menyesal apaan? Ini udah nanggung sayang, udah on ini begitu mencium kamu tadi” jawab rafa dengan pandangan yang sudah setengah nafsu.


“yakin gak nyesal?” tantang cessa.


“gak cepat buka yang” jawab rafa tegas.


Cessa menjatuhkan handuknya, dan terpampang lah buah dada cessa yang tidak mengenakan apapun, namun cessa sudah mengenakan ****** *****, pandangan rafa tertuju pada benda putih yang ada di ****** ***** merah milik cessa.


“kamu pakai apaan di celana kamu sayang, aneh banget itu” tanya rafa kebingungan.


“Aku lagi kedatangan tamu fa, jadi kamu gak bisa ngapa-ngapain aku sekarang” setelah berkata begitu cessa Kembali mengambil handuknya dan berlari mengambil baju tidurnya didalam lemari setelah itu dia langsung mengenakan baju tidur sexy itu didepan Rafa yang sekarang hanya bisa bengong menatap cessa, dengan saliva yang naik turun.


“Yang, ini gimana?” rafa menunjuk kearah adik kecilnya yang sudah turn on akibat melihat buah dada istrinya tadi.


“kan udah di tanya tadi, yakin gak nyesal? Sekarang nyesal kan, udah Cuma bisa lihat gak bisa ngapa-ngapain” ledek cessa, gadis itu asik memakai lotion malam yang biasa dia pakai dengan sengaja memperlihatkan pose sexy pada Rafa. “Ayo, liat aja gak bisa sentuh dulu” tambah cessa lagi dengan menaik turunkan alisnya.


“Yang, bantuin ngapa, kamu ngerjain suami berdosa loh” lirih Rafa.


“siapa suruh otaknya mesum banget” kekeh cessa.


“Iya kamu duluan yang mulai sayangku” ucap rafa tidak mau kalah.


“Gak mau, udah selesai mandi ini fa, sana pakai sabun aja, biasanya juga gitu kan sebelum punya gua pribadi” ujar Cessa sambil menunjuk kearah kamar mandi.


Rafa menatap cessa dengan lesu, “Yang bantuin pakai tangan sama dada kamu seperti malam pertama yang kita gagal” lirih Rafa.


Cessa mengambil nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan, “Baiklah, tapi hanya sekali ya, awas minta nambah” ancam cessa sebelum rafa mulai membuat ulah lagi.


Rafa mengangguk cepat dan menarik tangan istrinya untuk menuju kamar mandi, dan terjadilah yang biasa dilakukan sepasang suami istri.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Pagi-pagi sekali begitu membangunkan Rafa untuk sholat subuh, cessa langsung turun kelantai bawah, dia ingin langsung membuatkan sarapan pagi untuk semuanya, karena kondisi badannya yang kurang fit.


Cessa ingin cepat-cepat Kembali berbaring di tempat tidurnya.


.


“Loh cess, pagi banget turunnya? Kok buat sarapan sepagi ini?” tanya Juli yang kebetulan turun untuk mengambil minum.


“biar cepat selesai, kebetulan yang tadi malam masih ada sisa daging jadi aku bisa buat sandwich Philadelphia untuk semuanya” ucap cessa masih sibuk memotong-motong daging sisa tadi malam yang sudah disimpan prince ke dalam kulkas.


“Sandwich apa tadi?” tanya Juli karena tidka terlalu dengar ucapan yang barusan di ucapkan cessa.


“Oke” jawab Juli, dia segera menjalankan perintah cessa.


Cessa tampak sibuk mengolah daging sisa tadi malam, gadis itu tampak terampil melakukan apapun.


“Jul, nanti tinggal panaskan bentar kalau udah mau makan, lalu masukkan ke tengah-tengah roti yang udah kamu potong, bisa kan?” tanya cessa sambil memegang bagian perut bawahnya.


“Bisa sih” jawab juli sambil mengangguk, “kamu kenapa cess, pucat gitu? Sakit?” juli langsung meninggalkan roti nya dan mendekat kearah cessa, sambil menyentuh kening gadis itu.


“Aku gak apa, Cuma biasa sakit datang bulan, kamu tau sendiri kalau aku lagi halangan pasti sakitnya minta ampun” jawab Cessa dengan suara terakhirnya, dia sudah tidak sanggup lagi untuk berbicara, tenaganya sudah benar-benar habis. “Bisa kan nanti tolong panaskan untuk rafa, aku udah gak kuat, pengen baring di tempat tidur” ucap cessa lagi.


“iya bisa kok, mau aku bantuin naik keatas?” tawar Juli, dia kasihan melihat cessa yang masih sempat memasak makanan walau keadaannya sedang sakit seperti itu.


“Aku bisa sendiri kok, lanjutin aja potongin rotinya, ada cheese di kulkas kalau mau tinggal lelehkan diatas daging biar tambah enak” ucap cessa sambil mulai melangkah menuju tangga.


“baiklah, kalau butuh bantuan bilang aja yan cess” ujar Juli.


.


Rafa sedikit terkejut begitu melihat cessa masuk sambil menunduk seperti nenek-nenek. “kamu kenapa sayang?” tanya rafa khawatir.


Cessa tidak menjawab dia hanya mempercepat Langkah kakinya menuju tempat tidur setelah itu gadis itu meringkuk seperti bola diatas tempat tidur, mata cessa sudah terpejam dan dia menggegit bibirnya menahan sakit, entah kenapa hari itu dia merasakan sakit yang luar biasa dari biasanya.


“Sayang? Kamu kenapa? Mau kerumah sakit?” tanya rafa lembut.


Cessa tidak menjawab hanya menggeleng dengan lemah.


“muka kamu pucat, yakin gak ke rumah sakit?” tanya Rafa Kembali, dia sudah sibuk mengelus elus punggung cessa.


“Sakit halangan setiap bulan fa, jadi gak perlu kevrumah sakit, udah sana sarapan aja, udah aku siapkan, jangan gak makan, aku udah capek-capek masak” cesa berucap dengan mata terpejam.


Rafa menghela nafas panjang lalu mengelus puncak kepala istrinya dengan lembut, ya udah aku sarapan dulu, kamu udah sarapan?” tanya rafa.


“Gak pengen makan” jawab cessa singkat.


‘cup’ Rafa mengecup kening cessa dengan lembut, “bentar ya aku sarapan dulu” ucap rafa, dia langsung berjalan ke bawah sambil membawa dompetnya, pria itu berniat pergi ke supermarket untuk membelikan makanan dan obat untuk istrinya.


.


“Loh fa kenapa ganteng banget? Pakai jaket juga, mau kemana?” tanya dafa begitu melihat Rafa turun dari arah tangga.


“Ke supermarket, tapi sebelum itu gue mau sarapan dulu, Jul tadi cessa bilang dia udah masak, mana masakannya?” tanya Rafa pada juli.


“Ini” Juli meletakkan sepotong sandwich di hadapan rafa.


“emang kenapa mau ke supermarket?” tanya prince kali ini.


“cessa sakit” jawab Rafa singkat.


“Sakit? Dan lo disini?! Kenapa gak bawa ke rumah sakit?!” ujar Prince dengan panik.


“Sabar, cessa Cuma sakit haid, itu biasa setiap cewek emang gitu setiap bulan, ada yang sakit luar biasa ada yang gak sakit” ujar juli berusaha menenangkan prince yang sudah kelabakan.


“tadi gue udah tawarin ke rumah sakit, tapi dianya gak mau” ucap rafa, “jul, apa aja obat untuk cewek yang lagi datang bulan?” tanya rafa lagi pada juli sambil mengunyah sandwich nya dengan cepat.


“hmmm, cessa sih tidak suka makan obat, dia bilang takut ketergantungan, mending beli aja bubur ayam, soalnya dia belum makan dari tadi, lalu belikan coklat untuk penambah mood nya, belikan chiki yang banyak, pokoknya makanan manis-manis, cewek biasanya suka dengan perhatian seperti itu, nanti biar aku buatkan penghangat perut biar cessa agak mendingan sakitnya” jelas juli.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...