Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
39. Orang Gila



Rafa keluar dari ruangannya, dia tertawa melihat wajah Xelo yang memerah seperti buah tomat.


“Gila lu fa, suruh gue edit video yang begituan! Mana dia bayangin lo lagi yang liat dia sumpah jijik gue” maki Xelo sambil melemparkan sebuah bantak kecil ke arah rafa.


“hahahha, sorry, gue juga jijik makanya minta lo, lagian gue udah punya istri jadi gue hanya boleh melihat tubuh istri gue bukannya tubuh orang lain” kekeh Rafa.


“Iya mentang-mentang gue jomblo lo gila benar dah, suruh gue edit video orang lagi m*nsturb*si sambil membayangin lo, amit-amit fa! sumpah ni cewek gila benar, lo yakin nyebari video dia yang seperti ini?” tanya Xelo.


“yakin gue” ucap Rafa dengan pasti.


“nama lo bakal kebawa fa, soalnya dia nyebut-nyebut nama lo, gila ni cewek, sampai bantal-bantalnya pakai foto lo, wallpaper dinding dia juga wajah lo fa, sumpah ni anak sakit jiwa” celoteh xelo Panjang lebar.


“emang gila” jawab Rafa santai, “gue kebawa juga Cuma karena dia sebutin nama gue kan, jadi gak apa, gue bisa memandang dia dengan jijik disekolah” lanjut Rafa lagi.


“Lo gila kalau ketahuan gue yang nyebarin gimana? Lo stress banget sih! Gue bisa masuk penjara nyebarin video yang begituan” ucap xelo kesal.


“makanya pakai ip address fake dong, pakai ip address yang berasal dari luar negri, kan gue bilang suruh anonym, lo sebarin tu video sampai booming di sekolah gue, percuma gue punya abang ahli IT kalau gak bisa melakukan hal seperti ini” ucap Rafa.


Xelo hanya menghela nafas panjang, “baiklah, tapi lo gak kasian, tadi siang lo buat di amulas-mulas sampai masuk rumah sakit, sekarang lo sebarin aib dia” tanya xelo.


Sebenarnya Rafa tidak ada niatan sama sekali untuk memberikan obat pencahar pada kedua gadis itu, tapi tadi saat dia ke cafenya, dia melihat ada salah satu karyawannya yang sedang meminum obat pencahar, karena sulit buang air besar, jadi ide memberikan obat itu muncul begitu saja, Rafa sama sekali tidak peduli kedua Wanita itu masuk rumah sakit.


“kasian, ngapain? Dia udah nyakitin istri gue, hukuman seperti ini masih belum bisa membuat gue kasian sama dia, gue akan jadi orang jahat buat orang-orang yang nyakiti istri gue” ucap Rafa dengan lantang.


Xelo tersenyum mendengar ucapan Rafa,”udah jatuh cinta lo sama istri lo?” ujar pria itu.


“entahlah gue masih belum tau apa perasaan gue saat ini, yang pastinya gue tidak mau ada yang membuat istri gue ketakutan dan menangis, gue pulang dulu, gue udah ditungguin orang rumah, jangan lupa perintah gue” peringat rafa sebelum dia pergi dari ruangan itu.


“Ahh, rafa-rafa, lo masih belum sadar padangan mata lo itu udah seperti orang jatuh cinta, lo aja yang belum sadar” gumam Xelo pada dirinya sendiri.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


“Assalamualaikum” suara Rafa menyapa dari pintu depan.


“Waalaikum salam” jawab ke dua orang tua cessa, prince dan juga cessa serentak.


“Fa kamu udah makan malam?” tanya mami Dona.


“belum mi” jawab Rafa pelan, dia berjalan mendekati kedua orang tua cessa untuk mencium kedua tangan orang tua itu.


“Makan sana, cess layani suami kamu sana” ucap Dona memberi peringatan pada gadis kecilnya.


Tanpa suara cessa berjalan menuju dapur diikuti oleh Rafa.


.


Cessa membuka tudung saji yang hanya tersedia beberapa potong ayam goreng, tidak ada sayur maupun lalapan lainnya.


“Raf mandi dulu aja ya, biar cessa masak sayur tumis bentar” ucap cessa pada suaminya itu.


“Gak ap aini aja” jawab Rafa.


“ini udah dingin gak enak, cess buatkan sayur sama lauknya, nanti selesai mandi udah siap kok semuanya” ujar cessa.


Lima belas menit kemudian ketika Rafa turun di meja makan sudah tersaji tumis jamur, dan daging hamburger yang sudah ada kuah kare dia atasnya.


Rafa tersenyum melihat betapa istrinya itu melayaninya, ya walau belum pun belum di Kasur tapi ini sudah cukup baginya, dulu dia pulang ke rumah saat malam hari dia hanya makan nasi dingin dan lauk pauk yang sudah dingin, mama nya tidak terlalu memperhatikan dia jika sudah malam hari, karena kondisi mama reta yang sebenarnya kurang sehat, Wanita paruh baya itu walau terlihat ceria dan Bahagia sebenarnya Wanita itu punya penyakit didalam tubuhnya, sehingga jika malam hari dia sudah harus banyak istirahat.


“tambah nasinya?” tanya cessa memperlihatkan nasi di dalam piringnya.


“Udah cukup, nanti kalau kurang tambah lagi” ucap rafa.


“baiklah” Cessa memberikan sepiring nasi kehadapansuaminya itu dia duduk dihadapan Rafa menunggu rafa makan. Dan perhatian yang diberikan cessa Kembali membuat hati Rafa Kembali luluh.


“lama banget pulang kerjanya, ngapain aja?” tanya Cessa, dia sedikit terlihat bosan hanya menatap rafa makan.


“Cuma nyelesaikan masalah di perusahaan aja, gak ada yang lain” jawab Rafa, pria itu kini menatap istrinya, “udah gak apa kan?”


“gak apa maksudnya apaan?” Tanya cessa.


“tentang di sekolah tadi, udah gak apa kan? Gak takut lagi?” tanya Rafa.


Cessa mengangguk pelan, “iya gak apa, tadi itu kambuh karena diruang sempit dan banyak orang, makanya seperti itu, akumasih belum terlalu terbiasa di ruang sempit yang ada banyak orang seperti itu” jawab cessa.


“Syukurlah” ucap rafa senang.


“bro, nanti ke kamar gue ya” Prince tiba-tiba muncul dan duduk di sebelah rafa.


“bang, kalau malam itu waktunya suami istri berduan, jangan gangguin pasutri deh” ledek Cessa.


“emang lo dah siap layani suami lo di tempat tidur? Belum kan? Jadi biarkan gue berdua bicara sama rafa” balas Prince pada adiknya itu.


“lo nyebalin banget Prince” gerutu Cessa.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


Rafa masuk ke kamar prince setelah selesai dengan makan malamnya.


“Kenapa?” tanya Rafa pada Prince yang sedang duduk di meja belajarnya.


“Gue masih belum terima adik gue di kerjai oleh kedua orang itu, gue mau buat rencana pembalasan buat mereka” ucap Prince.


Rafa tertawa pelan mendengar kemarahan abang iparnya, “udah gue kerjain mereka” jawabnya sambil mengambil kursi dan duduk didekat Prince.


“maksud lo apaan?” tanya Prince.


“Gue tadi ke kantor bukan untuk ngerjain kerjaan, tapi gue mau balas kedua orang yang sudah mengerjai istri gue” jawab Rafa santai.


“gimana caranya?” seru Prince tidak sabar mendengar cerita dari Rafa.


Rafa mulai menceritakan apa saja yang dia lakukan pada kedua orang itu dimulai dari obat pencahar yang dia masukkan ke dalam minuman mereka yang menyebabkan kedua orang itu masuk rumah sakit dan rafa yang berhasil menyabotase ponsel pribadi mereka dan menemukan hal-hal yang tidak terduga, termasuk video memalukan dina yang sedang m*nsturb*si menggunakan tangannya sendiri, sambil memanggil-manggil nama rafa.


Setelah mendengar apa yang rafa katakan Prince baru tenang, karena rafa sudah membalas kedua orang itu.


...🌜☀☀☀☀🌛...