Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
156. Kumpul



“Assalamualaikum!” suara salam cessa dan Rafa langsung membuat semua orang terdiam.


"Cessa!" panggil mami Dona sambil berlari memeluk putri satu-satunya itu. "kamu benaran baik-baik aja kan sayang?" tanya mami dona sambil memegangi kedua pipi cessa. melihat setiap inci pada tubuh putrinya itu.


"Cessa baik mi, cuma lecet dikit" jawab cessa dengan lembut.


"kalau baik kok kepala kamu di perban sayang?" lirih mami dona melihat perban yang melingkar di kepalanya, harusnya hanya di tempel perban tapi berkat suami super duper protektif nya, cessa jadi di perban.


"noh! suami cessa super duper rewel kalau gak liat cessa di bungkus kayak mumi" gerutu cessa sambil membawa mami dona untuk segera duduk.


King tertawa pelan melihat adiknya yang masih bisa bercanda di keadaan seperti itu.


"Jadi udah diperiksa semuanya Fa? kamu sudah rontgen juga kan?" suara papi hari akhirnya keluar.


Cessa melongo mendengar pertanyaan yang dilontarkan papi nya, lalu dia melihat suaminya yang menaik turunkan alis merasa semua tindakan yang dia lakukan tadi di rumah sakit sudah paling benar, Papi dan suaminya ternyata satu pemikiran.


"Sudah pi, ini hasil rontgen nya tidak ada pendarahan di dalam dan juga cessa hanya luka luar" jawab Rafa.


'prok prok prok' Cessa bertepuk tangan membuat kini semua mata menatap nya.


"kenapa tepuk tangan dek?" Tanya Prince heran.


“Kagum aja bang otak rafa sama otak papi sama aja, tadi cess kira Rafa berlebihan dengan melakukan rontgen sementara yang luka itu Cuma bagian luar aja, ehh taunya sama aja otak menantu dan mertuanya” sindir cessa.


“itu tandanya suami kamu sayang sama kamu dek” kali ini Queen ikutan berbicara, “wajar seorang suami seperti itu, yang gak wajar kalau kamu luka tidak diperhatikan sama sekali” sambung Queen.


“benar itu yang kakak ipar kamu bilang” angguk mami Dona setuju.


.


Ami tampak terkejut mendengarkan pembicaraan mereka, dia masih taunya El kena cerita itu semua anak-anak yang ada di sana adalah anak sekolah kenapa sudah pembicaraan suami istri.


Ellena segera sadar kalau sahabat nya itu terkejut, jadi dia mengkode ami untuk bersikap biasa, lalu setelah sadar dirinya untuk segera undur diri dari sana, dia segan dan tidak sanggup semakin banyak aja lelaki tampan yang datang, dan dia mulai tidak sanggup menahan dirinya sebagai seorang wanita, dia juga merasa kecil dengan orang-orang yang ada di sana, karena semua yang ada di sana terlihat orang berduit semua.


“Ami ikut makan malam disini aja ya, nanti malam pulangnya diantar aja ya, bahaya cewek bawa motor sendirian nanti kena stop begal” ujar mami dona.


“ahh gak apa tan, ami pulang sekarang aja, belum terlalu malam kok” jawab Ami.


“gak usah, kalau gak mau diantar nanti biar jaka aja yang ngikuti dari belakang sampai kamu di rumah, mau kan Jak?” tanya King.


“hmm iya” jawab jaka singkat.


“gak usah bang, ntar nyusahin aja” tolak ami.


“gak apa jaka singel jadi gak perlu segan, dia masih buka lowongan buat jadi pacar dia tu” ledek Dafa.


“Wuuahh kampret emang bang dafa!” gerutu Jaka, dia yang biasanya diam kini memerah seperti tomat rebus, diikuti tawa ledekan dari yang lain. Akhirnya Ami hanya bisa pasrah dengan keputusan itu.


“kalau gitu mami sama Queen masak makanan dulu” ujar mami izin ke dapur.


“Ellen boleh bantu gak mam?” tanya ellena, ellena memang sudah dibilang mami dona untuk memanggilnya dengan sebutan mami seperti yang lain memanggil mami dona.


“mau!” jawab mereka serentak.


“kok princess gak di ajak” cessa memanyunkan mulutnya kesal karena maminya tidak mengajak dirinya.


“princess istirahat aja dulu, ini badan pasti sakit-sakit habis melompat dari mobil” bukan mami dona yang menjawab melainkan Rafa, suami tampannya.


“dengar itu perintah suami adalah mutlak cessa, surgamu sekarang di telapak kaki suamimu, jadi dengarkan perkataannya” tambah mami dona agar putrinya itu segera istirahat.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...


“Jadi Rafa kamu ada curiga dengan siapa yang melakukan ini semua padamu?” tanya papi harri setelah para wanita pergi dan cessa sedang bermain dengan keponakannya di tempat bermain game, anak kecil biasanya kalau sudah berurusan dengan game maka akan sulit untuk dihentikan begitu juga dengan darel dan Farel, hanya mommy Queen yang mampu menghentikan kedua bocah kembar itu untuk berhenti bermain.


“Hmmm” Rafa diam sebentar dia menatap mata papi harri, “ada pi” jawab Rafa pelan.


“Siapa?” tanya papi harri dan juga yang lainnya serentak kecuali Xelo dan Fajri yang sudah kembali beberapa menit yang lalu saat para wanita sibuk memasak.


“gavin pi” jawab Rafa lagi.


“APA?! Gavin itu bukannya saudara mu kan? Apa mungkin seorang saudara melakukan itu?” tanya papi harri.


“Bis pi, kalau otaknya udah gak waras sejak kecil” bantah Prince, dia memang tidak suka dengan Gavin sejak dulu, makanya Prince lebih sering mengajak Rafa tidur dirumahnya dibandingkan dia yang tidur di rumah Rafa.


“bagus kalian selidiki baik-baik, tidak boleh menuduh saudara sendiri, walau hubungan kita tidak baik dengan saudara kita” nasehat papi Harri.


“Kami juga sedang menyelidikinya om” jawab Fajri kali ini.


“Iya, tapi dari nomor plat yang diberikan rafa itu adalah plat palsu, tidak pernah ada nomor plat seperti itu sebelumnya, dan orang-orang itu semuanya memakai masker jadi agak sulit untuk mencari dalangnya” tambah Xelo.


“lalu sulitnya bukti bukan berarti itu saudara Rafa yang melakukannya kan?” tanya papi harri lagi.


“tapi kami menelusuri jalanan yang dilewati mobil itu melalui semua kamera cctv yang ada dijalan dan mobil itu menghilang didalam garasi sebuah Club malam, dari sana kami curiga bahwa gavin yang melakukannya” Xelo mulai menjabarkan apa yang dia dapatkan dari program yang diciptakan Rafa.


“tapi karena program ciptaan Rafa tidak ada yang mengetahuinya, kami kesulitan dalam memberikan bukti om” tambah Fajri mengungkapkan teori yang telah Xelo jabarkan.


“Kenapa hanya dari club malam kalian berpikir bahwa itu gavin?” selidik papi harri.


“karena itu club malam yang baru saja Gavin dirikan dari hasil menjual rancangan kerja papa ali” kali ini Rafa yang menjawab, sebenarnya tidak hanya itu bukti yang rafa punya, tapi dia tidak bisa mengatakan pada orang-orang yang ada disana kecuali pada Xelo dan Prince yang mengetahui program penyadap ponsel yang rafa ciptakan.


“Apa? Dia membuat club malam?!”pekik papi harri tidak percaya, dia tidak menyangka sahabatnya telah gagal membesarkan salah satu anaknya, padahal anak keduanya sangat sempurna tapi dia tidak pernah memberikan kasih sayang pada anak keduanya setelah besar baru mereka sadar dan telah terlambat sang anak sudah beranjak dewasa, sedangkan pria yang dilimpahkan kasih sayang semakin hancur karena dia menghadapi dunia sejak kecil dengan mudah dan baginya saat dewasa dunia itu sangat mudah dihadapi.


“Fa, kalau memang terbukti Gavin yang berniat mencelakai kalian apa kamu akan memaafkan dirinya?” selidik king.


Rafa menggeleng pelan, “sejak Rafa keluar dari rumah itu dan memberikan papa uang atas jasa membesarkan dan menghadirkan Rafa di dunia ini, semua hubungan darah sudah rafa hapus, rafa tidak pernah menganggap Gavin saudara lagi” jawab Rafa dingin.


Terdapat banyak kekecewaan terpancar dari mata hitam itu, mata yang sudah disakiti berkali-kali dan berhenti berharap untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...