
Makan malam sudah berakhir dan sekarang cessa benar-benar merasakan seluruh badannya terasa pegal-pegal begitu dia membaringkan diri di tempat tidurnya.
‘ceklek’ Rafa datang membawa Se ember air hangat, handuk kecil dan minyak urut.
“untuk apa itu yang?” tanya cessa yang sudah berbaring di tempat tidur.
Rafa masih tidak menjawab dia meletakkan ember itu di bawah tempat tidur, dan menepuk pinggiran tempat tidur untuk cessa duduki. “sini duduk yang, kaki nya biar direndam sebentar, biar bengkak di kaki kamu berkurang yang” ujar rafa dengan lembut.
“Tapi yang aku_” cessa hendak menolak perintah suaminya, dia mana tega membiarkan suami tampannya itu memegang kaki nya lagi.
“Ingat tadi yang mami katakan, surgamu?”
“di bawah kaki suami mu” jawab cessa pasrah, dia akhirnya duduk di tempat yang telah di perintahkan Rafa, dan pria itu meletakkan kaki cessa di dalam ember itu.
“pintar, istrinya siapa sih ini” puji Rafa.
“Istri tercinta Rafa dong” kekeh cessa.
Lima belas menit setelah Rafa merendam kaki cessa pria itu mengangkat kaki cessa dan mengelap kaki istrinya itu dengan sayang.
“Yang aku udah gak apa loh” ujar cessa, dia yakin suaminya itu juga sama sakit badannya dengan badan cessa, tapi dia tetap memprioritaskan cessa, menyempatkan diri untuk mengobati istrinya dan memanjakannya, suami ideal nomor satu bagi para wanita, pantas banyak wanita yang ingin mengejarnya.
“Iya, dengarin aja apa yang aku perintahkan, sekarang menyandar sana, biar aku urut lagi” ujar Rafa, Cessa hendak membantah, tapi saat melihat mata melotot rafa yang ingin memperingatkan lagi perkataan mami dona Cessa hanya bisa menelan sendiri ucapan yang hendak dia katakan.
“baiklah, tapi kamu gak sakit yang, mau cessa urutkan?” tanya cessa.
Rafa menggelengkan kepalanya, “aku tidak apa, kalau kamu benaran gak apakan sayang?” tanya Rafa balik.
“Aku Cuma ngilu-ngilu aja ni badan” jawab cessa.
“bukan hanya itu sayang, aku tanya kamu benaran tidak apa kan? Tidak trauma?” ulang rafa.
Cessa menggelengkan kepalanya, “karena aku tau suami tampanku selalu melindungi ku” jawab cessa.
Kedua orang itu saling tatap dan tersenyum, lalu mereka juga mulai berciuman, rafa tidak melanjutkan lebih karena takut akan membuat badan istrinya semakin sakit, jadi pria itu hanya mencium Cessa dengan panas.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Pertandingan final akhirnya masuk ke hari H. Karena ini adalah hari penting maka penonton tampak lebih banyak.
“Ana? Mana si ellena? Kamu bilang dia pasti datang kesini, kita sudah membeli tiket dengan harga mahal, tapi tidak melihat juga” tanya papi ana pada putrinya itu.
“ihh pasti diruang tunggu pi, kan yang main adalah teman-temannya” jawab Ana, gadis itu melirik kearah pemandu acara yang mulai memasuki pondium, setelah itu Ana mulai melihat semua pendukung tim ‘The kings’ untuk mencari Ellena, karena mengambil ponsel sahabat ana tidak ada gunanya, Ellena tidak menghubungi gadis itu menggunakan ponsel baru yang dia punya.
“Dari mana kamu tau kalau ellena ada disini?” selidik mami ana.
“karena teman-temannya itu ada disini, Nah itu sahabatnya!” tunjuk ana pada ami yang tampak duduk di kursi VIP bersama mami dona, papi harri, dan para orang tua dari para pemain, tapi Ana sama sekali tidak melihat ellena ada di sana.
“Itu hanya temannya, mana si ellena?” tanya papi Ana.
“papi tunggu disini, biar ana yang mendekati dia” ujar ana.
“Awww” pekik ami saat rambutnya ditarik ana secara tiba-tiba. Karena suara music baground yang kuat teriakan ana dan ami teredam oleh suara music itu.
“Mana ellena? Lo bisa datang kesini dan duduk disini pasti karena ellena, jadi mana dia?” tanya Ana dengan sinis.
‘Plak’ tangan Ana di tepuk oleh mami dona dengan kuat.
“ni anak kurang ajar banget sih main jambak-jambak anak orang” sindir mami dona.
“Ibu kenapa ikut campur, dia teman saya!” balas ana tidak mau kalah.
“teman sih teman, tapi jangan main jambak-jambak gitu” kali ini mama nya dafa yang membantu memarahi Ana.
“kamu tidak pernah diajarkan oleh orang tuamu bagaimana cara bersikap?” tanya mami dona dengan emosi.
“Auntie jahat!” ucap Darel sambil menatap ana dengan marah.
“Disini ada anak kecil dan kamu memberi contoh yang tidak baik, sebaiknya kamu pergi sana!” usir mami dona.
Ana cepat-cepat berbalik dan kembali ke kursinya dengan banyak tatapan mata yang tertuju padanya, dia tidak menyangka tidak ada teman-teman ellena tapi dia tetap kena marah yang lebih parahnya lagi dengan ibu-ibu.
“apa sih yang kamu lakukan!” pekik mami ana pada putrinya itu.
“kita tunggu saja saat pulang, aku yakin Ellena akan muncul” ujar Ana sedikit ketus.
.
Pertandingan sudah berjalan sekitar 30 menit, terjadi sangat sengit dan menegangkan, para pemain tampak sangat serius, suara prince yang memberi arahan terus terdengar, mata dan tangan pria itu bergerak dengan cepat, dia juga bisa memberikan intruksi sambil tetap fokus menggerakkan karakter game nya.
Saat ini Tim ‘The king’ sudah unggul dengan mendapatkan 1 kemenangan, dan hanya tinggal satu kemenangan lagi maka mereka akan menjadi pemenang di kejuaraan Champion kali ini.
Juli yang sudah diperintah oleh Prince segera menjalankan karakter game nya mengikuti intruksi yang diberikan tadi, tangan gadis itu dengan lincah menggiring karakternya menuju benteng utama dari lawan dan mulai memberikan pukulan secara terus menerus.
Semua penonton menahan nafas mereka melihat Juli yang sedikit lagi akan menghancurkan benteng utama lawan, dan prince mulai membantu saat para lawan telah kalah.
‘VICTORY’ suara kemenangan terdengar saat Juli dan yang lain telah berhasil menghancurkan benteng utama.
“YEE~ Uncle dan Auntie Keren!” sorak Darel dan farel dari kursi penonton, kedua bocah itu bersorak bahagia saat melihat Tim ‘The king’ menang.
“Wow, The King memang hebat, bisa mengalahkan juara bertahan kita, padahal mereka hanya terdiri dari anak-anak sekolah, sekali lagi kita ucapkan selamat pada ‘THE KING’” Seru pembawa acara.
‘Trraaasss’ bunyi ledakan kembang api dan manik-manik mulai di lepaskan dan panggung itu penuh dengan sorak sorai teriakan ucapan selamat dan siulan pada tim The king.
Dafa, Prince, Juli, Rendy, Alif dan jaka maju ke depan setelah bersalam-salaman dengan para pemain yang lain. Mereka tegak di tengah dengan podium sambil berpegangan tangan dan menunduk pada para penonton, mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan pada mereka semua. Dan MC serta penyelenggara Champion itu berjalan kearah mereka dengan membawa piala besar.
“Selamat buat The King yang telah berhasil meraih kemenangan di pertandingan pertama mereka” Ucap MC sekali lagi saat penyelenggara pesta memberikan piala itu ke tangan prince.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...