Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
115. Menjijikkan



“woii ular keket! Minggir sana, suami gue gak nafsu liat barang kecil kayak gitu!” usir cessa, dia langsung menarik Rafa untuk berlindung dibelakang badannya. “gak malu ya jalan-jalan menggunakan pakaian seperti itu?” sindir cessa lagi.


“malu?ngapain malu, in ikan udah jadi rumah gue” ucap revi dengan santainya.


Cessa mengangguk malas, tangannya dilipatkan di perut, “kalau gue malu, ini bukan hanya rumah lo, tapi disini juga rumah mertua gue, ada mertua laki-laki dan perempuan, dan gue malu jika mertua gue liat gue seperti itu” sindir cessa.


“Gue gak malu, justru gue bangga memperlihatkan bentuk tubuh gue yang bisa membuat pria memuja gue, buktinya lo sembunyiin suami lo di belakang lo, biar gak ke godakan sama gue” balas Revi dengan sangat pede.


Cessa terkikik geli, “ya ampun mbak, jangan mimpi ya, bentuk segitu dibandingin dengan bentuk tubuh gue, gue sembunyiin suami gue biar gak takut liat kuntilanak berjalan-jalan, nanti suami gue bisa mimpi buruk kalau liat lo, mending sana pergi jauh-jauh” usir Cessa sekali lagi.


“fa, lo suka kan?” Revi masih berusaha menggoda Rafa, dia berusaha melihat wajah Rafa dibalik badan kecil cessa.


“Jijik” satu kata itu membuat Revi mengepalkan tangannya kesal. “Mending sana pergi, jijik gue liatnya” ucap rafa sekali lagi.


Revi segera berbalik meninggalkan Rafa dan cessa di dapur, “Liat aja, lo bakal menjadikan gue istri lo, setelah gue dapat semua yang gue mau!” gumam revi sebelum keluar dari dapur.


“hah” Cessa menghela nafas panjang, “makin banyak aja orang gila di dekat kamu fa” kekeh cessa.


“bukan mau aku” ucap rafa dingin, dia juga kesal dengan wanita seperti Revi, dina dan wanita gila lainnya.


Cessa menangkup wajah tampan suaminya, “ini wajah bisa gak ketampanannya dikurangi dikit aja, ini overdosis banget tampannya, makanya banyak yang jadi gila” ujar cessa.


“udah dari lahirnya seperti ini, gak tau juga kenapa banyak yang jadi gila, tapi ada satu orang yang aku tidak ingin gila nya hilang” ucap Rafa.


Wajah cessa langsung berubah masam, “Siapa? Jangan bilang_”


“Kamu sayang, aku mau kamu terus tergila-gila sama aku, karena aku juga sudah tergila-gila sama kamu” potong Rafa. Senyum cessa langsung terbit dan kedua pasang suami itu langsung berciuman.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...


‘Brak’ pintu kamar gavin di tutup dengan paksa oleh Revi.


“Kenapa! Jika papa bangun gara-gara kamu awas kamu!” bentak Gavin pada istrinya itu.


“Itu! Si Rafa, gue udah memperlihatkan bentuk tubuh gue, dia malah tolak gue!” gerutu Revi, dia sama sekali tidak takut Gavin akan marah ketika dia mengatakan itu pada gavin.


“di depan cessa?” tanya Gavin.


“Iya lah! Tu cewek selal nempel sama dia, makanya gue lakuin aja di depan istrinya” gerutu Revi


Gavin tertawa keras, ”dasar bodoh!” maki Gavin.


“Bodoh katamu! Bukannya kamu senang aku menggoda Rafa tapi kamu malah bilang aku bodoh!” revi balas dengan nada tinggi pada Gavin.


“jelas aku bilang bodoh! Siapa yang akan mengaku suka melihatmu t*l*njang pun kalau di depan istrinya Rafa pasti menolak kamu! Dia harus menjaga persaan istrinya! Makanya aku bilang bodoh! Cari waktu saat rafa sendiri, kucing kalau di sodorkan ikan juga bakal nangkap ikan itu! Sosor Rafa pas dia sendirian! jangan pas ada istrinya!” maki gavin sekali lagi.


Revi merenung mendengarkan ucapan gavin, diam-diam gadis itu setuju dengan ucapan Gavin, “tapi kapan dia sendirian? Gadis sialan itu selalu ada di dekat rafa, mau kemana aja selalu berduaan, gimana caranya pisahkan mereka!” umpat Revi karena memang kenyataannya pasangan suami istri itu selalu bareng kemana-mana. Di sekolah Rafa juga selalu bersama cessa, apa lagi di rumah ke dua orang itu terus saja menempel. “emang gak bosan apa nempel terus” tambah Revi lagi, dia kesal memikirkan Rafa dan cessa yang terus saja menempel bagai perangko.


“cari saat cessa bersama mama, sosor sana rafa di kamarnya, aku punya kunci kamar Rafa” uap Gavin.


“Kok gak bilang kalau punya! Aku kan bisa gagalin waktu mereka mau enak-enak!” maki Revi.


Gavin kembali menggelengkan kepalanya, “kalau kamu ganggu waktu mereka berdua otomatis keduanya akan pulang saat itu juga, ini kunci digunakan saat mereka sendirian di kamar, jika cessa yang sendirian aku yang masuk dan memperkosa gadis itu, tapi jika Rafa yang sendirian kamu yang masuk dan buat Rafa melakukan hal itu padamu!” ungkap Gavin.


“bagus juga idenya, minta aku kuncinya, aku akan terus mengawasi mereka berdua” pinta revi.


“Minta!” bentak Revi.


“sini puaskan aku baru aku berikan!” ucap Gavin.


Revi langsung membuka lingerie nya dan melakukan permintaan Gavin, selama ini Revi selalu membayangkan wajah rafa yang sedang berhubungan badan dengannya, makanya dia sudah terbiasa melayani Gavin, begitu juga dengan gavin dia selalu membayangkan Cessa, sepesang suami istri itu memang sama gila dan sangat cocok, seperti kata pepatah ‘pasanganmu adalah cerminan dirimu’.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


“Enak?” tanya cessa melihat rafa yang lahap memakan mie instan buatannya.


Rafa mengangguk sambil mengacungkan jempolnya, “ luar biasa enak, masakkanmu memang sealalu tidak ada yang bisa menandingi” puji Rafa.


“Kamu tau revi sedang mencari informasi apa?” celetuk cessa tiba-tiba.


Rafa hanya menggelengkan kepala sambil terus memakan mie instan buatan cessa.


“Fa~ aku tau kamu tau loh” selidik cessa.


“gak penting yang di acari” jawab Rafa singkat.


“emang apa?” tanya cessa penasaran.


“Aku” jawab rafa singkat.


“hah?! Yang benar aja! Jawab yang lengkap dan terperinci! Aku gak ngerti fa!” kesal cessa.


“di acari aku, pemilik asli A.R Corporation” jawab Rafa lengkap.


“ untuk apa?” tanya cessa lagi.


“Aku pernah liat chatnya dengan daddy nya, mereka berencana membuat A.R corporation untuk mengumumkan tidak berhubungan dengan perusahaan itu lagi dan berganti menjadi sekutunya mereka, untuk menghancurkan perusahaan papa” jelas Rafa.


“Untuk apa?” ulang cessa sekali lagi.


Rafa mengedikkan bahunya, dia memang tidak tau untuk apa tujuan mereka menghancurkan perusahaan papa Rafa, padahal mereka tidak ada dendam pada keluarga Rafa.


“Udah gak usah pikirkan, taupun mereka siapa pemiliknya paling itu berurusan sama abang Xelo, aku juga tidak berniat bekerja sama dengan mereka” ucap rafa lagi berusaha membuat cessa tenang.


“heran deh, kok ada ya orang kayak gitu, mau ngejatuhi perusahaan orang lain, dan merebut suami orang, gak puas apa sama suami sendiri” gerutu cessa.


Rafa terkekeh gemas melihat wajah kesal cessa yang tampak imut dimatanya. “jangan terlalu dipikirkan, aku sama sekali gak tegang melihat dia melakukan apapun di depan aku” kekeh Rafa.


“Bohong” ucap cessa.


“beneran sayang, coba aja kamu pegang benda pusaka aku tadi pas dia memperlihatkan buah jeruk dan apelnya, aku biasa aja, malah jijik aja melihatnya” kekeh rafa.


“alah itu didepan cessa aja, kalau sendirian pasti di sambut juga” ledek Cessa.


Rafa menggeleng dan mencubit pipi cessa dengan gemas.


“tidak akan sayang” ucap Rafa.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...