Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
72. Bertemu



“hmmm, cessa sih tidak suka makan obat, dia bilang takut ketergantungan, mending beli aja bubur ayam, soalnya dia belum makan dari tadi, lalu belikan coklat untuk penambah mood nya, belikan chiki yang banyak, pokoknya makanan manis-manis, cewek biasanya suka dengan perhatian seperti itu, nanti biar aku buatkan penghangat perut biar cessa agak mendingan sakitnya” jelas juli.


“Oke deh makasih jul” ucap Rafa lalu dia Kembali memakan makanannya.


“kok gak pergi?” tanya prince heran, melihat rafa bertanya tapi tidak segera pergi dia malah menikmati makanannya.


Rafa mengunyah makanannya dengan cepat lalu menelan makanannya secara terburu-buru, “tadi mau pergi langsung sih, tapi ini masakan istri gue, dia suruh gue habiskan langsung selagi panas, gak menghargai jasa istri gue dong, kalau gue tidak menikmati makanan yang dia buat, dan lagi dia sengaja masak dalam keadaan dia yang sedang sakit, gue gak mau melihat wajahnya sedih karena gue gak menikmati makanan buatannya”ucap rafa sedikit panjang, hingga membuat dafa, prince dan kedua temannya yang lain melongo mendengar ucapan panjang yang keluar pertama kalinya dari mulut rafa.


“jadi ini masakan Cessa, pantas enak, gue pikir juli udah pintar masak semenjak jadian tadi malam” puji dafa sekaligus menyindir, yang karena ucapannya itu rafa langsung melotot menatapnya. “tenang fa, gue Cuma muji masakannya gak berniat menggoda istri lo” ralat Dafa dengan cepat.


“Iya, gue gak sepintar Cessa, tadi dia Cuma suruh gue bantuin panaskan ketika kalian udah di meja makan” gerutu juli sebal.


“Udah sayang gak apa, kamu tetap hebat bisa memanaskan makanan buatan cessa tanpa gosong” bela prince.


“ehemmm, yang udah bisa manggil sayang-sayangan, apa nih bonus buat gue yang udah buat situasi dan kondisi bisa jadi romantic kemarin, dan akhirnya jadian” sindir Devi sambil terbatuk-batuk kecil.


Rafa melotot kan matanya menatap juli lalu prince, “Udah jadian kalian berdua?” tanya rafa spontan.


“Hehehe iya tadi malam” jawab Prince dengan bangga. Sementara Juli hanya menunduk malu.


Rafa mengeluarkan uang merah sepuluh lembar dari sakunya, “Nah ni uang jajan buat kalian, anggap ucapan selamat dari gue sama cessa” rafa menyodorkan uang itu pada Prince dan juli yang kebetulan duduk berdekatan.


“Thank you Fa” kekeh prince, dia langsung mengambil uang yang diberikan oleh rafa untuknya.


“wuiiihhh lagi baik nih bos, mana bagian gue?” tanya dafa. Secara spontan.


“Emang lo udah jadian juga?” sindir Prince.


“benar tuh” tambah rafa singkat.


“mending dafa sama devi jadian deh kalian berdua cocok, dari nama aja udah klop gitu” ledek juli.


“Enak aja! Ogah gue sama cowok kayak Dafa! Mending sama kak dani yang kemarin aja, gue masih mau” tolak Devi dengan cepat.


“Yeee~ gue juga ogah sama lo! Masih banyak cewek yang ngantri menunggu gue terima perasaan mereka, gak cewek lemot kayak lo!” balas dafa atas penolakan Devi, ucapannya gak kalah menyakitkan.


“hati-hati loh benci bisa jadi cinta, jangan sok nolak nanti kemakan omongan sendiri” sindir Prince.


“Gak mungkin! gue gak bakalan suka sama devi” ucapan dafa membuat devi sedikit sedih tapi gadis itu cepat-cepat mengganti ekspresinya dengan ekspresi marah.


“Gue juga gak bakal” ketus devi yang langsung berlalu pergi.


Rafa hanya diam mendengar pertengkaran devi dan Dafa, dia memang ingin cepat menyelesaikan makannya, agar bisa secepatnya menuju supermarket terdekat.


“Udah mau pergi fa?” tanya prince


“Udah ni makan gue udah siap, mau nitip?” tanya Rafa.


“OKelah gue pergi dulu, jul tolong ya siapkan yang tadi kamu bilang” ucap rafa sebelum beranjak pergi, “Daf, jangan suka menjelekkan cewek, nanti lo sendiri yang bakal menyesal” nasehat rafa sebelum pergi kepada sahabatnya itu.


...🌜🌦🌦🌦🌦🌛...


Selama di supermarket, Rafa tampak risih karena kasir wanitanya terus tersenyum dan bertanya ini itu pada Rafa, padahal jelas-jelas tadi rafa bilang semua buat istrinya tapi si kasir masih tidak percaya. Cincin pernikahan rafa saja dianggap Cuma cincin hiasan, begitulah jika Wanita sudah cinta buta, apapun yang dikatakan jika tidak sesuai keinginan hati langsung di tepis biar hati menjadi tenang.


“ini kak, terima kasih sudah belanja disini” ucap kasirnya memberikan barang belanjaan Rafa.


Rafa tidak menjawab dia langsung saja mengambil barang belanjaannya dan langsung pergi.


“ihhh sumpah ganteng banget kayak oppa oppa korea” bisik kasir itu pada teman disebelahnya.


“Iya sumpah ganteng banget” angguk teman kasir itu.


🎼


Rafa yang hendak menaiki motornya menghentikan Langkah kakinya ketika suara dering ponselnya berbunyi nyaring.


📲“Assalamualaikum bang, ada apa?” jawab rafa.


📲“Waalaikumsalam, Fa dugaan kamu tentang dina yang lepas dari rumah sakit jiwa itu benar fa, beberapa hari yang lalu gadis itu di lepaskan dari rumah sakit jiwa” ucap Xelo dari sebrang telepon.


📲“apa? Jadi benar dia ada di bali sekarang?” seru Rafa sedikit terkejut.


📲“Gue belum selidiki dia dimana sekarang tapi yang jelas dia sedang tidak ada di Jakarta, gak tau di pindahkan kemana oleh orang tuanya” jelas Xelo.


📲“Cessa ada melihatnya disini, dan cessa bilang dia tidak berhalusinasi, arrggghhh kenapa dia bisa keluar?” kesal Rafa dia sedikit menaikkan nada bicaranya.


📲“Orang tuanya membayar dokter untuk melepaskan anaknya dari rumah sakit jiwa, makanya dia bisa lepas, aku akan mencari tau lagi di mana dia sekarang” ucap xelo.


📲“gak usah bang, gue tau dia ada di sini sekarang, gue tutup dulu nanti kita bicara lagi” rafa menutup teleponnya lalu Kembali menatap Wanita yang sedang berdiri didepannya.


“Fa, akhirnya kitab isa ketemu berdua aja, kamu pasti tersiksa kan bersama Wanita itu, kamu pasti diancam oleh Wanita itu kan fa ucap Wanita yang ada didepan rafa saat ini.


“SAKIT JIWA!” sindir Rafa dan berlalu pergi tanpa memperdulikan Dina yang berteriak memanggil nama Rafa. Ya benar Wanita yang barusan tegak didepan rafa adalah Dina entah bagaimana caranya dia bisa mengetahui dimana rafa berada, rafa jadi semakin risih melihat gadis gila itu masih berkeliaran diluar dengan sesuka hatinya.


“arrggghhh cara apa lagi buat Wanita gila itu menjauh! Aku sudah memaki sudah menghancurkan Namanya tapi dia tetap muncul” gerutu rafa sendiri pada dirinya, dia kesal harus menghadapi orang gila seperti dina, bukannya dia takut tapi dia Lelah harus dikejar-kejar oleh orang gila, semua cara sudah dicoba tapi mash tidak ada yang berhasil.


.


Sementara itu Dina yang di tinggalkan Rafa menggunakan motor, menghentakkan kakinya dengan kesal dan menatap punggung rafa dengan pandangan marah, “Liat saja, aku akan membuatmu Kembali padaku rafa, Wanita jelek itu tidak akan aku biarkan untuk mendapatkan mu! Aku akan menghancurkan dia sehingga kamu Kembali padaku rafa” gumam Dina pada dirinya sendiri.


Dia segera Kembali ke vila nya yang ternyata berada tepat di sebelah vila yang Rafa pesan.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...