Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
35. Hukuman



“ Hay semuanya akhirna setelah cuti yang cukup lama aku kembali lagi” sapa Cessa pada kamera yang sedang merekamnya. “Kalian pasti bingung aku sedang ada dimana, hari ini aku akan kolaborasi dengan King AR, dulu kan kalian sering bertanya tentang king dan queen apa punya hubungan, sekarang aku jawab ya, karena pertanyaan kalian aku jadi penasaran dengan king, dan kami akhirnya jadi teman akrab, dan sekarang kami akan memainkan game baru yang baru di keluarkan oleh King Corporation, dan akan di bantu juga dengan…” cessa sengaja menggantung ucapannya, menunggu rafa duduk didekatnya.


“hai” jawab singkat rafa.


“Liat aslinya king itu gak banyak omong dan pendiam” cessa membongkar sifat king yang sebenarnya adalah Rafa. “dari pada nungguin ni anak ngomong mending kita langsung battle aja ya” ucap cessa.


Jadilah dalam 1 jam video itu cessa dan Rafa battle dan bermain sambil tertawa, dan video yang baru cessa upload itu langsung booming karena banyak yang berharap Queen dan King bersatu di dunia asli.


.


“Ahhh” helaan nafas lega terdengar dari cessa, dia menyandarkan badannya di sofa yang ada diruangan rafa.


“Nih minum” tawar rafa pada cessa yang masih menikmati waktu santainya. Rafa memilih duduk tepat disebelah cessa. Pria itu sedikit terkejut saat cessa dengan santainya menggunakan bahunya menjadi tempat sandaran.


“Gak kebayang kalau mereka tau siapa pemilik asli king corporation” gumam cessa.


“kenapa?”


“Pasti makin banyak penggemar mu, dan game tadi benar-benar seru, siapa yang buat?” tanya cessa, tadi kan dia mencoba game yang telah diproduksi dari perusahaannya.


“Aku, bang xelo, prince dan dafa” jawab rafa.


“abang emang bisa?” tanya cessa sedikit terkejut pasalnya selama ini dia hanya tau abangnya itu selalu dimarahi oleh orang tuanya karena nilainya yang pas-passan.


“prince memang tidak terlalu tertarik dengan sejarah atau hapalan, tapi dia sangat berbakat dibidang IT, apa lagi membuat program, nanti liat sendiri jika abang mu sudah serius, pasti July makin jatuh cinta” ungkap rafa.


“benarkah? Gak nyangka kalau prince bisa sehebat itu, cessa boleh ikutan gak?”


“Ikutan apa?”


“Itu bantuin buat game” tunjuk cessa pada komputer milik rafa.


“jadi asisten ku saja, karena mereka semua sudah mempunyai job masing-masing akan sulit jika mengganggu kerjaan mereka” jawab Rafa.


“kalau gitu, dapat uang gak?” kekeh Cessa.


“dapat, nanti tiap bulan aku kirim ke rekening baru” balas rafa.


“yess!” sorak cessa senang, walau dia sudah punya penghasilan dari hasil youtube nya gadis itu masih pengen mendapatkan banyak pengalaman dan uang dari tempat lainnya.


“Sekarang udah mau pulang?” tanya rafa sambil mengelus kepala istrinya yang sudah bersandar pada bahunya.


“Hmm, iya deh pulang, tapi malam minggu kita jalan-jalan lagi ya” pinta Cessa.


“minggu depan kita udah ujian loh? Jalan-jalannya nanti pas kita liburan, mama dan papa sudah siapkan vila untuk kita menginap disana bareng keluarga” jawab rafa.


“benaran?” seru cessa, “boleh ajak July dan Devi gak?” lanjut gadis itu lagi dengan rona bahagia.


“Devi sudah pasti ikut, soalnya keluarga devi juga di ajak mama dan papa, kalau mau ajak july juga boleh kok, nanti aku bilang ke mama deh” ujar rafa dengan lembut. “jadi minggu ini kita harus belajar keras, biar tidak ada yang mengulang ujian” lanjut pria itu.


“ahhh, baiklah” pasrah cessa, dia paling males menghadapi ujian sekolah, enaknya menghadapi liburan di banding belajar.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


Masa ujian telah di mulai, ini adalah di mana masa yang paling di benci semua siswa dan siswi, termasuk cessa dia harus belajar giat demi mendapatkan nilai bagus.


‘puk’ kepala cessa dipukul dengan pelan oleh Rafa, pasalnya gadis itu bukannya belajar malah menutupi wajahnya dengan buku agar bisa tidur.


“Sakit Raf” lirih Cessa.


“pelan loh, gak kuat” kata Rafa membela diri.


“Iya tapi masak bangunin istri kayak gitu” cessa masih tidak mau mengalah, dia sudah lelah disuruh belajar.


Rafa menggangguk, “baiklah tidak perlu pukulan dengan tangan dengan yang lain aja” rafa tersenyum nakal pada cessa.


“Pa-pakai apa?” kata cessa sedikit gugup dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres dari senyuman suaminya itu.


“Apaan sih Fa, enak di kamu gak enak di aku” tolak Cessa.


Rafa mulai mendekatkan wajahnya kearah wajah Cessa, “yakin kamu gak menikmati juga?” Goda Rafa.


“Fa, udah iya-iya aku gak bakal tidur” Cessa mendorong dada suaminya itu menatapkan wajahnya kesamping agar detak jantungnya bisa normal habis liat makhluk tampan uar biasa dari jarak dekat, wajar sih banyak yang menyukainya, wajah setampan itu, Cuma sedikit minus karena semenjak bersama cessa Rafa jadi mesum.


‘Ceklek’ pintu kamar pasangan pengantin itu terbuka, Prince melirik ke dalam kamar itu, “Bro! lagi sibuk?” tanya Prince pada Rafa.


Rafa menunjuk Cessa dengan mulutnya, dan Prince mengikuti arah yang ditunjuk, “yeee~ ni anak gak bakalan pintar mau belajar seperti apapun, baru pegang buku 5 menit dia sudah tidur” ledek Prince.


“Enak aja, ni otak mandet karena kurang di asah aja, gue kan tumpul karena selama 5 tahun jarang di asah” gerutu cessa.


Rafa mengelus lembut puncak kepala cessa agar gadis itu tenang, “lanjutkan dulu kerjakan soalnya” perintah rafa.


“Weeekkk rasain!” ejek Prince.


“Kenapa, prince? Ada urusan apa?” tanya Rafa.


“Itu tadi bang xelo mengatakan ada sedikit masalah dengan game yang baru kita luncurkan” terang prince.


Rafa sedikit mengernyitkan keningnya, “masalah apa?”.


“terjadi pelonjakkan pemain , dan server kita error” ucap Prince.


“kok bisa?” tanya Rafa bingung.


Prince menunjuk ke arah cessa, “gara-gara istri lo tu, bro”.


Cessa membelalakkan matanya, menunjuk pada dirinya sendiri, “Gue? Kok gara-gara gue?” pekik cessa tidak terima karena dituduh menjadi penyebab masalah.


“Iya lo bikin video battle bareng king AR, kalian berdua main game yang baru aja rilis beberapa minggu ini, kita gak tau bahwa kenaikkannya sedrastis itu, dan sekarang server error” keluh Prince.


Cessa menatap Rafa dengan wajah sendunya, “maaf”.


Sementara Rafa hanya tersenyum, “kenapa minta maaf justru bagus itu tandanya game itu bakal dimainkan oleh banyak orang, masalah seperti itu sangat mudah diselesaikan, jangan sedih gitu”.


“yee, mentang-mentang istri di belain” ledek Prince.


“kan kita untung banyak karena pelonjakkan pemain, ya harus di bela dong” ujar Rafa.


“Iya sih, tapi sekarang server gimana dong?” tanya Prince.


Rafa tegak dari duduknya, mengambil laptop pribadinya dan mulai mengutak atik laptop itu, dalam lima belas menit prince kembali menerima telepon dari Xelo yang mengabarkan bahwa server sudah kembali normal.


“udah kelar kan urusannya?” tanya Rafa.


“sip, lo emang jago bro, gak sia sia gue jadiin adik ipar” puji Prince yang langsung menghilang dibalik pintu.


“Cuma gitu aja selesai? Emang apa masalahnya?” tanya cessa bingung.


“Gak usah pikirin, cepat lanjutin kerjakan tugasnya, kalau gak selesai dalam waktu 30 menit siap-siap kena ciuman selama itu” kekeh Rafa.


“apaan tu, bisa gempor di cium selama itu” tolak Cessa.


“kalau gak mau cepat selesaikan, aku gak main-main dengan ucapanku” kata Rafa lagi penuh dengan intimidasi.


Dengan buru-buru Cessa segera menyelesaikan tugas yang diberikan Rafa, dia tidak bisa membayangkan dicium selama itu, sementara rafa tertawa kecil karena sudah mendapatkan kunci agar cessa mau cepat menyelesaikan tugas dan tidak malas-malasan.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌤🌛...


Bonus pict :


Rafa yang lagi mode serius ngajarin Cessa