
Tidak terasa hari yang di tunggu king pun tiba, King memang tidak merayakanacara akad nikahnya dengan meriah, dia hanya mengabari beberapa sahabat dekatnya dan mengabari semua karyawannya bahwa hari ini dia akan menikah dengan wanita pilihannya. Memang terkesan mendadak dan tanpa planning tapi semua itu demi king yang mengancam akan DP duluan.
King menatap Queen yang sedang di dandani bersama adik dan mami dona, King tersenyum melihat tawa Queen, pria itu bersyukur sekali mempunyai keluarga yang tidakberpikiran sempit tentang seorang janda, kebanyakan orang-orang akan skeptis jika berhadapan dengan janda, tapi keluarganya sangat hangat dan terbuka akan kedatangan Queen ke dalam keluarganya.
“Abang! Abang gak boleh ngintip sana pergi acaranya akan dimulai sebentar lagi” Cessa segera mendorong tubuh King yang sedang bersandar di depan pintu untuk menatap Queen.
“Liat bentar dek masak gak boleh?” ujar King.
“gak boleh, hanya menunggu jam masak gitu aja gak bisa sabar” gerutu cessa, gadis itu sudah menutup pintu kamar tempat merias Queen, “awas ngintip-ngintip, ntar mami batalin pernikahan abang” ancam cessa sebelum menutup pintu.
King hanya bisa menghela nafas panjang, dia sudah tidak sabar melihat Queen dan menjadi suami Queen, tapi cessa melarangnya untuk melihat Queen.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
Queen menatap pantulan dirinya didepan cermin, dia melihat mami dona dan Cessa yang setia menemaninya diruangan itu menunggu King mengijab dirinya.
“Mi, Queen boleh tanya gak?” ujar Queen ragu-ragu, kebetulan saat ini hanya ada mami dona dan cessa jadi Queen leluasa untuk membicarakan hal itu.
Mami dona sedikit memiringkan kepalanya menatap Queen, “tanya apa sayang?” balas mami dona lembut.
“I-itu malam pertama itu menyakitkan gak?” tanya Queen sedikit takut bercampur malu.
Cessa mengulum senyum melihat wajah bingung mami dona dan gadis itu juga kembali teringat malam pertamanya yang gagal, jika di ingat-ingat lagi cessa merasa kasihan dengan suaminya yang harus belajar banyak agar dia bisa mendapatkan malam pertamanya.
“Sa-Kit sih… tapi..” mami dona sedikit mengernyitkan keningnya bingung, wanita itu menatap cessa yang sejak tadi menahan tawa nya. Padangan mata mami dona mengisyaratkan tentang tanda tanya apa yang telah terjadi pada cessa.
“kak Queen itu janda rasa gadis mam” kekeh Cessa.
“Janda rasa gadis? Maksudnya Queen belum pernah melakukan hubungan itu?!” pekik mami dona tidak percaya. Memang King dan Cessa selama ini hanya diam menyimpan rahasia Queen mereka ingin Queen sendiri yang membongkar tentang kelahiran si kembar, bukan mereka, jika mereka berduda yang menjelaskan asal usul Queen pada mami dona dan papi harri akan terkesan seperti cerita yang dibuat-buat.
Queen menggelengkan kepalanya menjawab rasa terkejut mami dona.
“kok bisa? Lalu bagaimana bisa ada si kembar?” ser umami dona lagi.
“Si kembar bukan anak kandungku mam…” Queen lalu mulai menceritakan semuanya kepada mami dona seperti bagaimana gadis itu bercerita pada cessa, entah kenapa kehangatan keluarga itu membuat Queen membongkar rahasianya sendiri dengan sangat mudah, padahal jika dipikir-pikir cessa adalah orang baru dihidupnya, tapi Queen ingin bercerita tentang dirinya pada cessa, dari situ juga king mulai berani untuk menyampaikan perasaannya pada Queen.
“boleh mami memelukmu?” tanya mami dona diakhir cerita Queen.
Queen mengangguk, setelah it umami dona langsung memeluknya dan mengelus kepala Queen seperti Queen adalah putrinya sendiri.
“mulai sekarang, mami adalah mamimu, papi adalah papimu, jangan anggap kami mertua tapi orang tua keduamu, jangan menganggap kamu sendirian lagi, mami dan papi akan senang tiasa menemani harimu, kamu juga punya dua adik tambahan yang sedikit nakal dan cerewet kamu bersediakan menerima kami menjadi keluargamu?” ucap mami dona dengan sangat tulus.
Setitik air mata turun melewati pipi Queen, ucapan mami dona membuat hatinya menghangat, selama ini bukan Queen tidak mau menikah, hanya saja semua mertuanya menghina dirinya yang hanya seorang janda, tapi keluarga bagaskara berbeda, mereka sangat hangat dan penuh canda tawa, Queen sangat senang bisa masuk ke dalam keluarga itu.
“Makasih mi, terima kasih sudah menerima semua kekurangan Queen, terima kasih sudah menyayangi queen seperti anak sendiri dan menyayangi darel dan farel seperti cucu mami, Queen janji akan menjadi menantu yang baik bagi keluarga mami” isak Queen.
“kakak jangan nangis dong, itu make up nya bisa berantakan kalau kakak nangis” kekeh cessa yang sudah membantu menghapus air mata Queen yang mengalir keluar.
“jadi kamu mau_” ucapan mami dona terhenti karena Rafa mengetuk pintu kamar yang mereka tempati.
‘Tok tok tok’
“Mi, itu abang sudah siap mengucap ijab kabulnya, kak Queen di minta kesana untuk tanda tangan surat pernikahan” ujar Rafa dari balik pintu.
‘Deg deg deg’ jantung Queen langsung berdetak cepat begitu mendengar ucapan Rafa, keringan dingin mulai mengucur membasahi telapak tangannya.
“Gak apa kak, santai aja, selamat datang di keluarga bagaskara kakak cantikku” ucap cessa, gadis itu menggandeng lengan Queen disebelah kiri sementara sebelah kanannya mami dona.
“jangan grogi pas malam pertama, nanti terasa sakit, rileks aja itu tips dari mami” bisik mami dona sambil mengedipkan sebelah matanya.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...
Prince menatap kesal pada sepasang suami istri baru yang sedang berusap-suapan didepannya, dia kesal sekarang hanya tinggal dia yang belum bisa lepas segel.
“jangan gitu Prince” bisik Juli berusaha menenangkan tunangannya itu agar tidak terlalu menatap bang ipar dan kakak iparnya dengan pandangan membunuh.
Prince menggenggam tangan juli dengan cepat, “ sebaiknya kita segera pergi sebelum tempat ini tersisa hanya keluarga kita, bisa bahaya jika hanya keluarga somplak yang tinggal di ruangan ini” gumam Prince sambil merusaha menarik tangan Juli untuk segera keluar dari ruangan itu.
Pesta sebentar lagi akan berakhir, dan hanya tinggal keluarganya dan itu akan menjadi gong kematian oleh Prince.
Baru saja prince mau melangkahkan kakinya keluar, suara papi harri menghentikan Langkah kakinya.
“mau kemana prince?” tanya papi harri sambil mengulum senyumnya.
Prince berbalik dan nyengir lebar kearah papi harri, “keluar bentar pi, Juli katanya pengap didalam ruangan” jawab Prince. Juli hanya menggeleng pelan pada papi Harri mengatakan bukan dia yang memiliki ide itu.
“Jangan kabur kamu, malam ini tidur di rumah”ucap papi harri.
“Ngapain? Abang sibuk Latihan untuk turnamen pi, jadi abang tidur di basecamp aja ya” prince meneguk saliva nya dengan susah payah, bisa bahaya jika dia tidur dirumah besar itu, prince yakin besok paginya dia akan menjadi bulan-bulannan keluarganya.
“Mau atau tidak sama sekali, kalau kamu menolah papi bisa batalin izin kamu untuk tinggal di basecamp” ancam papi harri.
Prince akhirnya mengangguk lesu.
“baiklah tapi Juli tidur dimana?” tanya prince.
“Biar supir papi yang antar kerumahnya untuk hari ini biarkan dia bersama keluarganya dulu, papi perlu menatar otak kamu bang” ucap papi harri.
Prince kembali pasrah dengan keputusan papi harri, tidak akan ada yang bisa membantah jika papinya itu sudah turun tangan karena ancamannya selalu mutlak terjadi.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...