
Papi harri dan mami dona menatap dua pasangan didepannya yang sedang saling suap-suapan, kedua orang tua itu tersenyum, melihat para suami yang sangat memanjakan istri mereka.
“Daddy! Mommy!” suara teriakan si kembar menyadarkan papi harry dan mami dona semua mata kini terarah pada si kembar yang baru saja masuk sekolah itu, ya mereka masuk sekolah lebih cepat karena permintaan keduanya.
Mata Queen melotot melihat kedua anak kembarnya dalam keadaan acak-acakkan. Bukan hanya Queen yang terkejut, papi harry dan mami dona juga tidak kalah terkejut melihat cucu mereka luka-luka.
“Mommy!” teriak si kembar sambil berlari memeluk Queen setelah berada di pelukan mommy nya kedua bocah kembar itu menangis kencang, bukannya kasihan papi harry malah tertawa melihat kedua cucu nya yang menggemaskan.
“abang, kasian perut mommy itu, sini satu sama daddy” mendengar ucapan king Farel berpindah ke dalam pelukan king.
King berusaha menahan tawanya agar tidak lepas, takut nanti Farel dan Darel tersinggung karena daddy nya tertawa.
“Sekarang ceritakan pada daddy apa yang terjadi” tanya king sambil melepaskan pelukannya perlahan.
“hiks hiks, abang anak haram ya dad hiks hiks” ucap Farel dalam isak kan nya.
Mata King langsung membola mendengar itu, “Siapa yang bilang bang?”
“Semua teman sekolah abang bilang abang anak haram hiks hiks, abang tidak punya ayah” isak Farel kencang sementara Darel masih menangis di pelukan mommy Queen.
Mereka semua tidak tertawa lagi tapi merasa kesal dengan orang-orang yang mengatakan itu pada kedua bocah kembar ini.
“Ibu mereka bilang mommy wanita tidak benar, mommy penjahat dan kami lahir dari wanita malam” isak darel, dia sudah bisa mengeluarkan suaranya tapi masih sedikit terisak.
Queen berkaca-kaca mendengar ucapan kedua putra kembarnya. Dia tidak tau bagaimana menjelaskan pada si kembar,apa disini dia harus membongkar rahasia nya, Queen menatap mami dona dan papi harry meminta bantuan dari tatapan mata.
“Abang darel dan abang farel sini peluk sama opa” ujar papi harry.
“sana sama opa” ujar queen dan king berbarengan.
Darel dan farel segera berbalik dan memeluk papi harry.
“sekarang kalian berdua opa mau tanya, kalian tau di perut mami ada adiknya?” tanya papi harry.
Kedua bocah itu mengangguk pelan, “tau opa” jawab keduanya masih terisak.
“saat daddy gak ada perut mami ada besar gak?” tanya papi harry.
Keduanya menggeleng pelan.
“jadi tanpa daddy perut mami gak akan besar jadi kalian juga sama, kalian dulu juga berada di dalam perut, karena ada ayah kalian, kalau gak ada ayah darel dan farel tidak akan ada di sini bersama opa dan oma” Jelas papi harry.
“jadi darel punya ayah?”
“tentu saja punya” ujar papi harry dengan senyum lembut kepada dua bocah yang masih terisak.
“Tapi mana ayah darel dan farel?” tanya Farel masih terisak.
“Ayah farel dan darel sudah pergi jauh sekali” jawab mami dona.
“jauh? Seperti nenek dan kakek mommy?” tanya darel lagi.
“iya sayang seperti nenek dan kakek” jawab queen kali ini.
“Kalau gitu kenapa auntie juli tidak seperti mommy, auntie juli sudah punya uncle prince” tanya Darel, kali ini suara isakkannya sudah mulai mereda, dan ini hanya karena penasaran.
“prosesnya itu lama sayang, uncle dan auntie kan belum menikah, belum boleh buat adik bayi kalau belum menikah” jawab papi harry.
“Jadi harus menikah?” tanya keduanya lagi serentak.
Sebenarnya bisa saja papi harry menjawab tanpa menikah juga bisa namun karena ini jawaban untuk anak umur 5 tahun harus dijelaskan secara baik-baik.
“Iya, dan buat dedek nya itu susah, tidak mudah, harus berdoa, berusaha untuk membuat dedek nya, baru bisa ada dedek di perut mommy dan auntie cessa” Jelas Papi harry.
Farel dan Darel mengangguk dan mulai tersenyum, “jadi abang bukan anak penjahat kan oma?” ucap farel dengan polos.
“Siapa yang bilang, biar daddy marahi” ucap king berpura-pura marah.
“teman-teman di sekolah abang, mereka bilang mommy adalah wanita malam, dan katanya wanita malam itu adalah penjahat” ucap darel dengan polos.
“Darel, farel” panggil papi harry lagi.
“iya opa?” ujar keduanya serentak.
“Jangan takut, mommy Queen adalah bidadari kalian, jangan dengarkan orang-orang itu, nanti daddy king yang akan menghukumnya” kata papi harry.
Sedang menjelaskan pada si kembar si supir yang menjemput ke duanya datang.
“Permisi tuan dan nyonya, ini ada surat dari sekolah darel dan farel karena perkelahian di sekolah tadi” si supir menyerahkan selembar surat panggilan pada king.
“terima kasih kamu boleh kembali” ujar king.
“abang tadi bagaimana siapa yang menang?” tanya cessa pada kedua keponakannya.
“tentu saja abang yang menang auntie, abang tinju dia karena ejek ejek mommy abang” celoteh darel dengan polosnya.
“wuuaaahhh abang hebat, tapi kalau abang menang kok berantakan gini sayang?” tanya Queen dengan tersenyum melihat penampilan kedua putranya.
“Mereka keloyokan mom” jawab Farel, “jadi farel bantu abang buat pukul pukul, dan mereka K.O” Farel mulai menceritakan perkelahian yang ada di sekolah mereka.
“ya udah sana abang mandi dulu bau bucuk ini” kekeh mami dona.
“Baik oma” Darel jalan mendekati Queen lalu membungkuk mencium perut buncit Queen, “Abang lupa sapa dedek, dedek jagain mommy ya abang pergi dulu” ujar darel yang mendapat senyuman dari semua orang, setelah berkata begitu pria kecil itu berlari mengikuti babysitter mereka untuk mandi.
“Itu surat panggilan dari sekolah?” tanya papi harry pada surat yang sudah dibuka oleh King.
King menganggukkan kepala, “benar pi, besok king harus memberi pelajaran pada ibu-ibu yang mulutnya tidak bisa di jaga itu” ucap king dengan pandangan membara marah.
“yang aku ikut ya” pinta Queen.
“gak usah sayang, nanti kamu yang emosi mendengar mulut ibu-ibu itu, mas bisa mengatasi mereka, kamu sedang hamil emosi kamu gak bisa di kontrol, sebaiknya aku saja yang pergi” ujar king.
“tapi aku pengen ikut” rengek Queen.
“King benar sayang, kamu di rumah aja sama mami, mami gak ada temannya, biar papi dan king yang pergi” ucap mami dona agar Queen tidak memaksa ingin ikut.
“baiklah, tapi mas harus cerita apa saja yang terjadi” ujar Queen.
“Iya sayangku, malah mas akan membawa fajri, kita perlu menakut-nakuti mental para ibu-ibu itu” kekeh king.
“pintar juga kamu King, baru kali ini putra papi pintar” ledek papi harry.
“jadi sebelum-sebelumnya bodoh pi?” tanya Rafa.
“bodoh soalnya ngejar queen gak bisa-bisa kalau bukan papi dan mami yang tolongin” ledek papi harry.
“Cessa ikut andil juga pi” teriak cessa tidak mau kalah.
Semuanya tertawa melihat king yang kini tertunduk malu, memang dia tidak bergerak-gerak jika adik nya tidak membantu, seta bantuan papi dan mami.
“iya iya abang kan belum pernah pacaran” elak king.
“alah gayamu berlebihan” ledek papi harry.
...🌜❄❄❄❄🌛...