Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
151. Sidang ke-2



“Mas ikutan turun?” tanya Ellena pada Xelo.


“Gak apa, mas harus ikut sidang hari ini, nanti mas jemput kamu setelah selesai sidang, kalau ada apa-apa telepon aja ya” ujar Xelo dengan lembut.


Ellena mengangguk dan menarik tangan Xelo untuk dia cium, “semoga sidangnya lancar ya mas” doa Ellena sebelum keluar dari mobil Xelo.


.


“Assalamualaikum tante” sapa Ellena pada wanita yang tampak bingung melihat mobil mewah berhenti di depan rumahnya.


“Owalah tante kira siapa tadi, ternyata Ellen, walaikum salam sayang” balas sapaan ibu ellen.


“Ami nya ada Tan?” tanya Ellena.


“itu dikamar, lagi nangis katanya ponselnya hilang, masuk aja sana” ucap ibu ellen.


“kalau gitu ellen masuk ya tan”


.


Ellena sengaja berjalan mengendap endap ingin tau Ami sahabatnya benaran nangis tadi ditelepon katanya tidak apa, eh sekarang dia ternyata menangis.


‘Ceklek’ Begitu sudah sampai didepan pintu Ellena langsung membuka pintu kamar Ami.


“HAYOOO~ Nangis ya~” ledek Ellena pada ami yang sekarang tampak terkejut melihat kehadiran dirinya.


“ellen kok lo ada disini?’ seru Ami tidak percaya.


“Tugas masak makan siang gue udah kelar, dan gue tau lo pasti bakal nangis gara-gara itu ponsel” Ellena berbicara sambil duduk dikasur Ami.


“Gak ada, gue bukan nangis gara-gara itu kok” elak Ami.


“Yee~ hidung lo merah lo pasti nangis, apa lagi kalau bukan karena ponsel lo yang di ambil ortu gue” ledek Ellena.


“Cuma kesal aja, itu ponsel udah lama gue nabung dan mereka seenaknya mengambil begitu saja” gerutu Ami.


“Ya lo harusnya jangan mau diambil lah, minta balik sana” umpat ellena.


“maunya sih gitu tapi mereka bilang gue harus kasih tau dimana keberadaan lo biar ponsel gue balik” lirih Ami.


Ellena masih menyembunyikan kotal ponsel dibelakang punggungnya, “lalu lo kasih tau keberadaan gue?” selidik Ellena.


“Ya gak lah! Mending gue kehilangan ponsel gue dibanding kehilangan sahabat kecil gue” maki Ami kesal.


Ellena langsung memeluk sahabat nya itu dan mencubit gemas pipi nya. “Ma’acih sayangku, nih oleh-oleh” ellena meletakkan bungkusan ponsel yang dia bawa di atas paha ami.


“Apaan nih?” tanya ami bingung, tangan gadis itu mulai mengeluarkan kotak ponsel dari dalam tas kecil. “ponsel? Ini mahal banget pasti, lo mint ague bukain?” tanya ami heran.


“Liat dulu ni?” Ellena menunjukkan ponsel jenis yang sama ditangannya.


“ohh gue tau lo mau pamer kesini, mentang-mentang ponsel gue hilang” sindir Ami.


“ckckck” ellena berdecak kesal, “kalau soal ginian otak lo lama banget mencernanya, gue bilang apa tadi?”


“oleh-oleh” ujar ami.


Mata ami melotot tidak pecaya tadinya dia pikir kotak ponsel itu tidak ada isinya, tapi setelah tanganya membuka kotak itu tampaklah ponsel yang sama dengan warna yang berbeda ada didalam kotak itu. “Sumpah? Demi apa? Lo gak bohong ini buat gue?” Ami memberondong Ellena dengan banyak pertanyaan.


“Suka gak?” tanya Ellena.


“Suka banget LEN! Ini benaran buat gue kan? Lo gak bakal ambil lag ikan?” pekik Ami gak percaya.


“Iya itu buat lo, gue cerita tentang ponsel lo ke calon suami gue, ehh dia ngajak gue beli ponsel ganti buat lo, katanya biar gue gak sedih liat lo sedih”ujar ellena.


“Ellen!” Ami langsung memeluk Ellena dan mencubit gemas pipi gadis itu, “Lo beruntung banget sih ketabrak sama orang yang tajir abis, untung lo gak ketabrak sama tukang siomay atau tukang bakso!” ujar ami panjang lebar.


“Haiiiss sakit pipi gue! Doa lo emang ya! Masak doain gue berjodoh sama tukang bakso! Awas gak bakal gue belikan lagi kalau hilang!” umpat Ellen.


“Iya gak bakal, ihhh imut banget sih” Ami masih gemas mencubiti pipi Ellena.


“kalau dikasih hadiah aja baru bilang gue imut” gerutu ellena.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


Sidang kedua sudah berjalan sejak 30 menit yang lalu, kali ini Rafa dan cessa ikut menjadi penonton sidang, sedangkan mami dona, farel dan Darel tetap di basecamp bermain bersama prince dan yang lain, mereka juga sibuk Latihan untuk pertandingan final yang beberapa hari lagi akan dilaksanakan.


“Bagaimana ibu maura apakah ada bantahan tentang tuduhan dari pengacara terdakwa?” tanya hakim pada maura.


Maura mulai terisak menangis, “Pak hakim, saya tidak akan mengelak lagi saya memang kotor pak hakim, tapi itu dulu, saya tidak bisa membantah apa yang telah saya lakukan dulu, sekarang saya sudah menyesal dan tentang video-video itu, saya lakukan dengan para mantan suami saya, saya menikah dengan mereka dan yang di hotel itu adalah mantan suami saya pak hakim, saya tidak tau kenapa mantan suami saya mengakunya tidak pernah punya hubungan dengan saya, saya yakin pihak ibu Queen telah memanipulasi data” isak Maura.


Mami maura mengulum senyum melihat acting putrinya, dia takjub Maura dapat menangis dengan sangat mudah.


Bukan Pengacara terkenal jika dibantah seperti itu dia akan kalah, Fajri memiliki banyak cadangan bukti yang dapat mengalahkan Maura dan ibunya.


“Intrupsi pak hakim, saya akan menampilkan bukti lagi jika ibu maura tidak pernah bertaubat dan kami tidak memanipulasi data” ujar Fajri.


“Silahkan pak Fajri” jawab hakim itu.


Fajri maju dan memberikan bukti rekaman video penangkapan maura yang terjadi 3 bulan yang lalu, dan bukti surat keterangan tertangkapnya maura di Bali karena kasus pesta narkoba.


“Apakah pak hakim dan para juri tega memberikan anak berusia 5 tahun harus berpisah dari ibu angkatnya, dan diberikan pada wanita seperti ibu maura? Bagaimana nasi banak ini nantinya? Ibu Queen mampu membesarkan kedua anaknya sedangkan ibu maura, dia tidak mempunyai pekerjaan, terlalu sibuk berganti-ganti pria, apakah mental seorang anak 5 tahun bisa bertahan dengan ibu yang seperti itu?” ungkap Fajri.


Maura masih tetap menangis, dan menutup wajahnya didalam tangannya itu dia menyembunyikan senyuman devil nya, dia tau fajri akan terus menjatuhkannya dan dia sudah siap dengan alasan.


“Pak hakim, saya sudah bilang saya sudah menyesal dengan semua perbuatan saya, itu adalah masa lalu saya pak hakim, sebenarnya saya sedang sakit keras, dan saya harus menjalani pengobatan, saya baru mengetahuinya 1 bulan yang lalu, begitu tau saya ingin menyerah pada hidup saya tapi saya ingin hidup bersama anak anak saya disisa akhir hidup saya pak hakim, mohon pertimbangannya pak hakim, hidup saya akan berakhir sebentar lagi” lirih maura.


“Pak hakim, ini adalah diagnosa dokter dari amerika, dan dia adalah dokter terpercaya, bisa anda lihat, di sana dinyatakan bahwa hidup ibu maura sedang kritis, seorang ibu yang menyesal dan ingin tinggal disisa hidupnya bersama anak-anaknya, apakah dia tidak boleh merasakan hidup bersama putra-putra kandung nya pak hakim?” ujar pengacara maura.


Fajri berusaha mengontrol ekspresinya yang terkejut, kepalanya menatap kebelakang dimana ada Queen dan king serta keluarga dari mereka. Lalu mata Fajri tidak sengaja menatap mata Xelo yang memberi kode pada Fajri untuk melakukan break.


“Intrupsi pak hakim, saya masih belum bisa percaya itu adalah surat asli, apakah kami bisa memverifikasi kebenaran dari surat itu?”


Pengacara maura tersenyum pada fajri, “silahkan tuan, ini adalah surat asli jika anda tidak percaya” jawabnya.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


.