
Xelo tampak bimbang menyampaikan maksud hatinya, tapi hanya Rafa lah yang bisa membantunya. Xelo mengambil nafas panjang sebelum memberitahu maksudnya pada Rafa.
“begini fa, disini apakah masih ada kamar kosong?” tanya Xelo sedikit takut.
“Ada sih, apartemen mu kenapa lagi bang?” balik tanya Rafa, xelo memang sering meminjam kamar di sana atau dia menginap di basecamp itu, karena dia tinggal sendirian di apartemen sederhana, padahal dia seorang asisten CEO, Xelo bilang dia akan menabung uangnya untuk istri dan anak-anaknya kelak, jadi pria itu selalu hidup sederhana selama ini, hanya mobilnya yang tampak bagus karena itu adalah hadiah dari rafa dengan segala pemaksaan baru xelo mau menerima mobil itu.
“Bukan untukku, ini untuk calon istriku” kata xelo, dia sedikit canggung mengatakan istri.
Rafa mengulum senyumnya, “yang mana bang? Emang abang punya?” goda rafa, padahal dia ingat dengan gadis kemarin yang dikenalkan padanya.
“itu yang kemarin aku bawa untuk bertemu dengan kalian” kata Xelo.
Rafa terkikik geli melihat wajah abang angkatnya itu sudah bersemu merah, “katanya mau gunakan uang tabungan untuk istri, kok sekarang dia nginap disini? Apa uang mu habis untuk ke tempat gak benar bang?” goda rafa lagi.
Xelo ikutan tertawa mendengar ucapan rafa, Dia menggelengkan kepalanya tidak habis pikir kosakata adik angkatnya itu mulai bertambah sejak menikah, rafa lebih sering bercanda sekarang. “bukan habis, aku mau pindah apartemen dan apartemen yang baru mau di renov sedikit, jadi butuh waktu kira-kira beberapa minggu, apartemen lamaku hanya ada single bed, makanya aku mau titip dia disini” ungkap Xelo.
“kalian benaran akan menikah? Dia masih sekolahkan bang?” tanya Rafa.
Xelo mengangguk, “akan dirahasiakan sampai dia selesai sekolah, dan memang harus secepatnya karena ini sangat mendesak".
“Bang jangan bilang M_”
“gak lah, bukan itu” potong Xelo cepat.
“Lah lalu?”
“Payah bilanginnya, panjang banget ceritanya, yang pastinya gue memang harus nikahin dia” ujar Xelo.
Rafa mengangguk mengerti, “baiklah cari aja kamar kosong di sini, tapi sebelum itu abang harus pastikan dia bukan orang jahat, atau mata-mata”.
“Ya gak lah, gue gak mungkin seperti itu” kata xelo.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
“Dad, ini” Revi memberikan nomor telepon Xelo dan biodata pria itu pada daddy nya.
“kau sudah mendapatkannya?” Daddy Revi mengambil dokumen yang diberikan revi dan membacanya.
“Aku sudah mendapatkan apa yang daddy minta, jadi sekarang bantu aku lepas dari gavin dan buat keluarga Gavin bangkrut” Kata revi, dia mengingatkan kembali perjanjian awalnya dengan daddy surya.
“Nah” Surya melemparkan surat perceraian pada Revi, “Tinggal berikan ke pengadilan” tambah daddy Surya lagi.
“Dad~ yang aku minta bukan hanya ini, bukankah daddy berjanji membuat Rafa menikahi ku?” gerutu Revi kesal.
Daddy Surya mengangkat kepalanya menatap putrinya itu, “kau tidak tertarik pada pria ini?” daddy Surya menunjuk foto Xelo yang diberikan oleh Revi. “dia tampan dan luar biasa kaya” tambahnya lagi.
“Aku tidak mau, pokoknya aku tetap memilih Rafa” Kata Revi tetap bersikeras dengan permintaan awalnya.
“Pria pengangguran sepertinya? Kau yakin bisa hidup hanya dengan bermodal cinta? Kau tidak akan bisa menyewa pembantu, karena kau yang harus mengerjakan semuanya sendiri” Daddy surya sengaja mengompori putrinya itu, jika Revi tertarik keuntungan untuknya akan menjadi lebih besar.
“Aku sudah mencoba menggoda pria yang daddy pilih itu, tapi dia tidak tertarik sedikitpun, lagi pula Rafa tidak pengangguran dia seorang youtuber yang penghasilannya bermilyar-milyar, jadi aku masih bisa bersenang-senang dad” kata Revi menjelaskan.
Daddy Surya membaca lebih teliti data yang diberikan oleh revi, “baiklah, tapi setelah daddy berhasil mendapatkan kerja sama dengan perusahaan AR Corporation”.
“Aku tunggu dad” Revi segera berbalik dan meninggalkan daddy surya yang tampak senang dengan hasil yang Revi dapatkan.
.
Revi pulang ke apartemen Gavin, beberapa hari ini Pria itu tampak lebih sering sibuk, karena banyak urusan yang dia kerjakan, setelah mendapatkan uang dari Xelo, pria itu mulai membuka usahanya sendiri, dan sekarang masih dalam tahap renovasi.
Pintu apartemen itu Revi buka dengan perlahan, baru saja gadis itu berjalan beberapa Langkah, gavin sudah tegak didepannya dengan tangan dipinggang.
“dari mana saja kau?” sindir Gavin.
“menyelesaikan urusanku, ini” revi memberikan dokumen perceraian pada Gavin.
Gavin melihat dan membaca dokumen itu dan tertawa sinis, “kau pikir kau bisa mendapatkan Rafa setelah cerai dariku? Kau akan menjadi janda disaat umur 18 tahun apa kau siap? Hahahha” ledek Gavin.
“Aku tidak peduli, keputusanku sudah bulat, dan aku tidak mau menjadi istrimu lagi, aku akan mendapatkan Rafa tanpa bantuanmu, dan aku tidak mau hidup susah denganmu” ujar Revi ketus.
“hahahha” Gavin kembali tertawa, “Baiklah, tapi jangan menyesal jika aku sudah hebat nanti, aku tidak akan mau memungutmu lagi” Gavin mengambil pena dan menandatangani surat perceraian itu, “nih, sekarang pergi dari apartemenku” usir gavin pada istrinya itu.
Tanpa banyak bicara Revi langsungmengambil barang-barangnya dan pergi meninggalkan gavin.
“Huh dasar wanita murahan, dia pikir masih ada pria yang mau menerima wanita seperti dirinya, terlalu murahan” gumam Gavin begitu Revi sudah keluar dari apartemen itu.
“sekarang rencanaku adalah menculik Cessa dan menguncinya di sini, liat saja rafa akan aku cari kesempatan untuk menculik istrimu” gumam Gavin lagi.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
“Maaf nyonya dan tuan” bi siti pembantu rumah keluarga bagaskara datang dengan menundukkan kepala.
“ya bi, ada apa?” tanya mami dona bingung.
“i-ini nyonya ada surat dari pengadilan untuk nona Queen dan tuan King” Bi siti memberikan surat itu ketangan mami dona.
Kebetulan saat itu papi harry dan mami dona sedang menonton televisi, dan pasangan suami istri baru itu sedang weekend bersama keluarganya ke taman bermain, jadi bi siti hanya bisa memberikan surat pengadilan itu pada mami dona dan papi harri yang sedang berduaan dirumah.
“Pi, gimana ini?” Mami dona sudah terlihat cemas melihat dokumen ditangannya.
“tenang mi, sini dokumennya” pinta papi Harri, pria itu perlahan membuka dan membaca apa yang ada didalam surat itu.
“ini tuntutan pengembalian hak asuh darel dan farel mi, kita harus memberi tahu king” ujar papi harri setelah membaca surat itu.
“cepat pi telepon king” pinta mami dengan cemas, “aahh gak usah pi, nanti saja saat mereka pulang, biarkan Queen dan kedua anaknya Bahagia jalan-jalan bersama daddy nya” ucap mami dona lagi menahan tangan papi harry yang hendak menelpon king.
“mami benar, kita tunggu mereka pulang saja, kita cari pengacara saja dulu, gimana mi?” tawar papi harri.
Mami dona menggelengkan kepalanya, “jangan dulu pi, mami kemarin kan mereka bilang sudah menyiapkan pengacara untuk sidang, jadi biarkan saja, pi semoga semuanya lancar ya” ucap mami dona terdengar sendu.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
“wuuiihhh jam segini baru makan cess?” sindir dafa begitu kedapur melihat cessa dan Rafa sedang makan berdua.
“kenapa iri? Kasian yang gak ada teman tidurnya” sindir cessa.
“ya ampun cess, jahat banget sih gue kan Cuma nanya, jangan emosian atau lo hamil gak cess makanya emosian gitu” kekeh Dafa.
Mata Cessa langsung melotot dikatakan hamil, dia masih belum mau punya anak, dia masih sekolah dan dia tidak mau masa sekolahnya hancur karena sudah hamil.
‘Plak’ rafa langsung memukul dafa dan mengusirnya dari sana, “jangan dipikiran sayang, udah lanjut makan aja ya, ingat, aku akan selalu bersamamu, jadi jikakamu cuti sekolah maka aku juga cuti” ujar Rafa.
Cessa membalas ucapan suaminya itu dengan tersenyum, dia tidak pernah menyangka diumurnya yang masih 17 tahun dia sudah menikah, siapa yang sangka ucapannya diaminkan oleh malaikat yang lewat.
Seperti kata orang tua dulu, harus menjaga setiap omongan yang keluar, nanti bisa saja dikabulkan jika ada malaikat yang lewat, dari candaan tidak mau berpacaran langsung nikah saja menjadi kenyataan sebenarnya omongan cessa langsung dibayar kontan.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...