
Mobil Rafa memasuki pekarangan sekolah, untung saja rafa dan cessa datang pagi, jadi mereka masih mendapatkan tempat untuk parkir didalam perkarangan sekolah. Begitu rafa keluar, para murid baru yang notabane nya adalah murid kelas satu langsung menatap intens pria tampan itu. Mata mereka semua seperti heyna yang sedang kelaparan hendak menangkap mangsa.
“gila ganteng banget” ucap salah seorang murid kelas satu.
“iya sumpah ganteng banget, beruntung banget gue ada di sekolah ini, bisa kejar senior ganteng” ucap salah satu murid lagi, wajahnya memang sangat cantik cukup untuk menarik perhatian para pria di sekitarnya, tapi tidak untuk rafa, dia sama sekali tidka tertarik dengan wanita manapun.
“jangan sok cantik ya, tu cowok bakal gue yang dapatkan” ucap murid cantik lainnya yang juga langsung tertarik dengan Rafa.
“kalau gitu kita tunjukkan siapa yang bisa mendapatkan kakak senior tampan itu” balas wanita itu tidak mau kalah.
Tapi tatapan dan pembicaraan mereka berubah sedih saat melihat Rafa berjalan ke pintu penumpang dan membukakan pintu untuk cessa. Dari pintu penumpang yang dibuka rafa keluar gadis cantik yang mungkin akan mengalahkan kecantikkan mereka semua.
Rafa dengan terang-terangan merangkul cessa dan mencium pipi istrinya itu, dia mau membuat para lalat yang mencoba mendekati mereka untuk segera mundur, karena dia sudah memiliki tambatan hati.
“Sial, udah punya gandengan” gerutu murid cantik tadi.
“Tidak peduli dia sudah punya gandengan, gue jagonya merebut pria yang sudah memiliki kekasih” ucap wanita satunya. Dia tidak peduli melihat kemesraan Rafa dengan cessa, karena dia merasa paling cantik.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Revi menghampiri meja cessa dan rafa begitu melihat rafa duduk di meja barunya, dia dan cessa kini duduk bersama pasangan masing-masing, juni dengan prince dan devi dengan dafa satu bangku.
“fa, boleh bicara berdua aja gak, saat pulang sekolah?” tanya revi dengan nada suara pelan.
“gak bisa” jawab singkat rafa tanpa menoleh sedikitpun pada Revi.
Revi menghela nafas sebelum kembali mencoba berkomunikasi dengan pria dingin itu. “Ini menyangkut gavin, gue mohon fa” pinta Revi sekali lagi.
Rafa sedikit mendengus dan tersenyum sinis, “gavin itu tidak pernah dekat denganku, jadi aku tidka bisa membantu apapun” ucap rafa kembali terdengar dingin.
‘puk’ cessa menepuk lengan suaminya itu dengan pelan, “Kamu mau urusan apa lagi vi? Kenapa Cuma harus berdua? Mau buat aku cemburu, atau mau ngerencanain hal yang lainnya? Gak takut seperti kemarin senjata makan tuan? Atau salah sasaran?” ucap cessa pelan, takut teman sekelasnya juga mendengar pembicaraan mereka.
“Baiklah bisakah kamu juga ikut aku untuk pembicaraan tentang gavin ces? Ini penting banget demi masa depan gue” ucap revi akhirnya.
“baiklah, aku akan ikut” jawab cessa lembut, dia sebenarnya tidak mau bertengkar seperti itu, gadis itu sebenarnya baik hanya saja dia tidak suka jika miliknya berusaha di ambil dan orang yang mengerjainya.
.
Saat jam makan siang kembali rombongan rafa mendapatkan perhatian dari murid-murid kelas satu, karena rafa dan cessa sangat mencolok disebabkan tampang keduanya yang sangat tampan dan cantik.
“kak boleh duduk sini gak? Tempat yang lain penuh” ujar salah satu murid kelas satu bersama dua temannya, mereka memilih duduk didepan rafa, wajah mereka lumayan cantik jika saja wajah itu tidak dipenuhi oleh make up, munkin mereka akan terlihat manis dan sesuai umur mereka.
“silahkan” bukan rafa yang menjawab melainkan istri cantiknya. Ketiga murid baru itu langsung duduk mereka tidak menganggap cessa ada, mata ketiganya sibuk menatap Rafa dengan pandangan memuja.
Dafa tersenyum miring melihat ketiga wanita yang ada di depan rafa, dia mendekatkan wajahnya pada devi, spontan wajah devi berubah semerah tomat.
“Coba tanya-tanya sama mereka, kok ngeliatin rafa gitu banget” bisik dafa.
1 detik
2 detik
Hingga detik ketiga Devi tidak bergerak, dia hanya melotot dan tidak bergerak sedikitpun.
“Vi! Heii kamu kenapa?!” tanya dafa kebingungan.
“kak namanya siapa?” pertanyaan salah satu dari 3 orang murid kelas satu itu membuat tawa cessa terhenti.
“kamu bertanya padaku?” tanya cessa menunjuk dirinya sendiri.
Wanita yang bertanya itu menatap tidak suka pada cessa yang sejak tadi menjawab setiap pertanyaannya.
“bukan kamu tapi kakak tampan itu” ucap murid kelas 1 itu sedikit ketus.
“Yang, udah makannya?” tanya rafa sambil menatap cessa, dia mengacuhkan ketiga gadis di depannya.
“Belum juga datang, bentar ya aku lapar” ringis cessa sambil memegang perutnya.
Rafa tersenyum dan mencubit pipi cessa dengan gemas. “baiklah princess” ucap rafa.
“hahahha kasian di cuekin, dah tau beruang kutub masih juga berani menggoda” ledek dafa dengan tertawa keras. “Sekedar informasi ya, buat kalian dan juga wanita yang sejak tadi ngelirik kesini, ini” dafa menunjuk tepat kearah wajah rafa. “ini cowok, namanya rafa, dan udah bucin akut sama tunangannya cessa, ni anaknya, jadi jangan coba-coba jadi pelakor sebelum didepak secara teratur oleh kedua orang ini” dafa juga menunjuk cessa saat menyebut nama cessa.
“kan Cuma kenalan kak, gak bermaksud menggoda kok, tapi kalau tergoda ya gak masalah dong” ucap anak kelas satu itu lagi masih pd untuk mendekat pada rafa.
“silahkan kalau tahan dengan melihat sikap kedua manusia ini” ucap Dafa dengan senyum menantang ketiga wanita itu.
“kakak namanya siapa? Aku Yeni” murid kelas satu itu masih tetap kekeh menggoda rafa.
“kakak pura-pura cool makin keren deh, kan teman gak masalah kak, jangan salah paham kak” ucap yeni murid kelas satu itu.
“yang, aku gak makan ya, ke kelas langsung” rengek rafa pada istrinya.
“bentar aja, makan beberapa suap ya” bujuk cessa.
.
Beberapa menit kemudian makanan pesanan rafa datang, pria itu memakan tiga suap nasi dan langsung tegak mencium kening cessa lalu pergi tanpa bertanya lagi.
“Dah gatal pantatnya di kerumuni lalat” ledek Dafa diikuti tawa yang lainnya.
“apa cantiknya kakak sih, sampai di bucinin gitu” ucap sinis dari murid kelas satu yang tadi di cuekin rafa.
“Gak tau, orang rafa nya sendiri yang milih aku” jawab santai cessa.
“kalau mau ngejek orang itu ngaca dulu dek! Situ emang cantik? Pede banget godain cowok orang, kalian pikir rafa bakal terbuai liat body sexy kalian? Noh ceweknya lebih sexy dan bohai dari kalian, jangan sok ganjen, baru masuk juga udah mau cari masalah sama senior, heran liat anak sekarang keberaniannya terlalu tinggi” umpat Devi pada ketiga orang murid kelas satu itu.
Ketiganya tidak menjawab, lebih memilih meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal dan dongkol.
“Jangan liatin gitu, mau di colok matanya?!” ancam juli saat melihat prince menatap ketiga wanita itu pasalnya pakaian sekolah yang mereka pakai itu ngetat badan dan terlihat kekurangan bahan, entah mereka tidak takut peraturan sekolah atau mereka ingin menjadi primadona baru disekolah.
“hehehe aku cema heran sayang, tu baju kok kancingnya gak putus ya, padahal udah nampak kekecilan gitu” kekeh prince.
“terus kalau putus mau diliatin gitu? Dasar cowok matanya selalu menuju kesitu” omel Juli.
“wajar jul, itu normal, kalau gak gitu perlu kita pertanyakan mereka jantan atau penyuka sesama” ucap cessa.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...