
“papi, mami, rafa boleh izin gak?” tanya Rafa pada kedua orang tua cessa, saat ini mereka sedang makan malam bersama.
“izin ? mau izin kemana? Mau tanding gulat lagi?” tanya papi ceplas ceplos.
Rafa sedikit terkikik geli mendengar ucapan papi hari.
“Gulat itu apa opa?” tanya darel, saat ini ke dua bocah kembar itu sedang dirawat papi harri dan mami dona berhubung kedua orang tuanya sedang menjalankan projek adik baru. Jadi kedua orang tua cessa dan juga rafa dan cessa yang menjaga si kembar. Beberapa minggu lagi kedua bocah itu akan masuk tk.
“Gulat itu olah raga pukul pukulan” terang mami dona.
“darel dan farel juga boleh ikut olahraga oma?” tanya polos darel.
“kalau kalian udah besar nanti baru boleh ikut tapi gak boleh lawan auntie cessa” jawab rafa dengan lembut. Darel dan farel akhirnya mengangguk, mereka bukanlah anak yang nakal, jika diberi tahu sekali mereka akan menurut, mungkin karena dia hanya tinggal bersama mommy nya, kedua anak itu berusaha bersikap baik agar disayangi oleh orang orang.
“jadi mau izin kemana fa?” tanya mami dona.
“mau nginap di rumah mama reta, selama tiga hari, mama ulang tahun dan minta rafa serta cessa menginap disana” jawab rafa.
“Owalah, papi kira apaan, ya udah gak apa, lagian itu juga rumah kamu, orang tua kamu, hati-hati aja” ujar papi harri.
“baik pi, makasih” balas rafa.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
“Assalamualaikum” salam cessa dan Rafa begitu sampai di rumah.
Dari arah ruang keluarga, mama reta berlari dan langsung memeluk rafa dan cessa sanggking senangnya, tadi dia berfikir Rafa tidak mau datang karena masih marah dengan ke dua orang tuanya.
“Ayo cepat masuk, semua orang lagi kumpul, ayo sayang” mama reta terus menarik keduanya menuju ruang keluarga, dimana sudah ada Gavin dan Revi serta papa yang sedang menonton film di layar yang lebar.
“Pa, apa kabar?” rafa dan cessa bergantian menyalami papa ali, lalu duduk berhadapan dengan revi dan Gavin.
“datang juga, gue pikir takut” sindir Gavin.
“Iya bang, gue datang, soalnya mama yang minta” rafa sengaja menegaskan nama mama reta agar Revi tidak salah paham dia datang bukan karena ucapan revi kemarin, tapi karena ucapan mama reta.
“mama senang banget kita ngumpul begini, kalau di vila kemarin kan banyak hal yang terjadi jadi kita gak bisa ngumpul bareng, kalau sekarang mama senang banget kita nontong bareng di sini” gumam mama dengan senyum bahagianya.
Cessa ikutan tersenyum Bahagia melihat mama reta, tapi ketika dia melihat kedepannya, mata gadis itu tidak sengaja menatap mata Gavin, dan saat itu gavin langsung mengedipkan mata kepada cessa, bukan hanya itu cessa semakin mual melihat tingkah revi, bayangkan saja, Revi sedang di rumah mertuanya, tapi mengenakan baju yang super sexy, hanya mengenakan tank top dan hotpans cessa yakin dibalik tank top nya itu revi tidak mengenakan apapun karena ujung gunung kembarnya sedikit mencuat.
“apa dia tidak malu” batin cessa.
Revi memandang rafa dengan mata lapar, dia menggigit bibir nya dan terus menatap rafa membuat cessa sedikit risih, untung saja tidak sekalipun Rafa memandang kearah depan, dia hanya fokus menonton film yang sedang di putar.
Cessa ikutan fokus menonton, tapi kali ini matanya kembali melirik Revi, dan gadis itu semakin kesal karena saat ini revi masih menatap rafa dengan mata lapar.
“Oke”balas rafa. “ma, pa, rafa sama cessa ke kamar dulu ya, kami mau menyelesaikan tugas sekolah” ucap rafa pada kedua orang tuanya.
“Revi gak ikutan menyelesaikan tugas?” celetuk Gavin.
Revi tersenyum saat gavin memberinya kesempatan emas agar bisa menggoda Rafa.
“Iya aku juga boleh ikut gak?” tanya revi dengan nada yang dibuat selembut mungkin.
“Oh iya, kalian satu sekolah ya, ya udah bantuin juga revi, kamu mau kan fa?” tanya mama ikut membantu tanpa tau apa apa, niat mama sebenarnya baik, tapi mama tidak tau bahwa ‘mengerjakan tugas’ adalah alasan rafa untuk pergi dari sana.
“maaf ma, Rafa Cuma mau mengajarkan istri rafa, Revi punya suami sendiri, dan suaminya lebih dulu lulus dari sekolah, jadi revi bisa minta bantuan suaminya” Tolak rafa dengan sopan.
“Tapi gue udah lama lulusnya udah lupa lah gue sama pelajaran kalian” protes Gavin.
“Iya apa salahnya sih bantu kakak ipar kamu” papa ikutanmembantu Gavin dan Revi, tidak tau saja kedua orang tua itu, revi bukan ingin ikut belajar tapi revi ingin menggoda rafa dengan gayanya yang sekarang.
“Maaf pa, ma, Rafa gak bisa, tolong jangan paksa Rafa, dia juga termasuk murid pintar jadi tidak memerlukan bantuan rafa” tolak rafa lagi, dia langsung menarik cessa agar masuk kedalam rangkulannya. “rafa permisi ma, pa” rafa langsung menarik cessa dengan cepat menuju kamar.
Dia tidak mau mendengar protes dari orang-orang, mau seperti apapun diminta, rafa tetap tidak akan mau, dia adalah pria yang paling pantang berdekatan dengan wanita agresif seperti Revi.
.
“tadi liat bagaimana Revi menatapmu?” selidik cessa. “tergoda? Terangsangkah?” tambah cessa lagi.
“Liat dan tidak terjadi apapun, tapi alasan aku pergi dari sana bukan karena pandangan mata revi tapi pandangan mata Gavin padamu, seperti ingin memakanmu, mereka berdua menjijikkan” umpat Rafa dia langsung membaringkan badannya di Kasur yang sudah lama tidak dia empati, untung saja mama reta selalu meminta pembantu untuk membersihkan kamar rafa walau rafa tidak ada.
Cessa ikutan berbaring sambil memeluk rafa, “memang menjijikkan kedua manusia itu, makanya aku ingin cepat-cepat ke kamar, didepan papa dan mama, ke duanya sempat-sempatnya melakukan hal tidak senonoh” gerutu cessa.
Rafa sedikit mengernyitkan keningnya menunduk untuk melihat mata istrinya. “Tidak senonoh? Apa yang mereka lakukan?” rafa yang memang tidak pernah ambil pusing dengan pandangan orang sama sekali tidak melirik kearah depan, jadidia tidak tau apa yang dilakukan Gavin dan revi. Memang jarak kursi mama reta dan gavin sangat jauh apa lagi jarak sofa rafa dan gavin lebih jauh dan ada penghalang meja.
“Mereka hampir bercinta didepan papa dan mama, tidak liat tadi tangan gavin masuk kemana?” gerutu cessa kesal.
Rafa tertawa pelan, “kok bisa kamu memperhatikan sampai seperti itu?” kekeh rafa.
“Ya bisa lah, pasti risih dipandangi terus jadi pas cessa liat eh kedua orang itu malah melakukan hal itu sambil menatap kita, apa gak kesal!” umpat cessa lagi.
‘cup’ Rafa kini mencium Cessa sambil menindihnya, “gak usah kesal, kita lakukan aja apa yang mereka lakukan, melihat wajah kesalmu aku menjadi ter*ngs*ng sekarang” rafa kembali mencium cessa, dan kedua pasang suami istri itu mulai melakukan aksinya untuk pertama kali di kamar Rafa.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Maaf ya telat, karena telat author kasih bonus dua deh, selamat membaca
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya ya