Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
108. Rencana Pernikahan



“Ya ampun enak banget” puji mami dona saat mencicipi makanan buatan Queen.


“makasih mi” jawab Queen dia merasa senang telah berusaha membuat masakan itu dengan sepenuh hati dan semua keluarga king sangat menyukainya. “Cess, biar kakak aja yang menyuapkan mereka” lanjut Queen pada cessa dan Rafa yang sedang makan sambil menyuapkan si kembar.


“Bia raja cessa kak, untung-untung belajar cara menangani anak kembar nantinya” kekeh cessa.


“Benar itu, siapa tau kamu hamil anak kembar, biar terlatih harus dimulai dari sekarang” sambung papi harri.


“emang kamu lagi program hamil dek?” tanya king.


“Belum bang, cessa nya belum mau hamil, masih sekolah makanya dia gak mau paling bentar lagi begitu lulus Rafa gempur biar langsung hamil” bukan cessa yang menjawab melainkan Rafa.


“hahahha papi setuju fa, setelah kalian lulus langsung jangan kasih ampun, kalau perlu setiap hari, biar cepat jadi, dikurung aja cessa didalam kamar” papi harri tertawa keras dengan ide gila yang dia ajukan.


“Kalau urusan itu aja papi cepat banget” sindir mami dona.


“kalau gak cepat gak bakal menghasilkan tiga bocah itu sayang” kekeh papi harri.


“jadi kapan rencananya abang nikahnya mam?” tanya cessa, yang ingin segera mengalihkan topik pembicaraan.


“rencananya minggu ini” jawab mami dona dengan sangat santai.


“Apa?!” bukan hanya cessa, dan papi harry yang terkejut tapi king dan Queen juga terkejut.


“Loh kok terkejut gitu?” tanya mami dona dengan polosnya.


“mi, king sih gak masalah menikah secapat mungkin, tapi mami pikirkan juga dong nasib orang yang mempersiapkan semuanya, paling bisa cepat dan itu tidak akan sempurna mi, kalau king sih gak masalah nikah mau mewah atau tidak, mau banyak orang atau tidak, ini bukan seperti pernikahan cessa yang harus disembunyiin, kok mami gak ada planning buat pernikahan abang sih?” King berusaha menjelaskan dengan lembut, apa yang dia katakan, tidak mau mami dona tersinggung dan marah dengan ucapannya.


“baiklah mami pikir kamu udah gak sabar untuk MP, jadi mami percepat, dari pada kamu buat dosa” jawab mami dona dengan santai.


“padahal papi setuju loh kalau minggu ini, kan gak masalah akad nikah aja dulu, pestanya nanti, bisa kita persiapkan dengan sangat sempurna seperti permintaan kamu” ujar papi harry sambil menahan tawanya, dia tau king telah menyesal dengan ucapannya barusan.


“Kal_” King hendak mengganti ucapannya tapi Kembali di potong oleh mami dona.


“benar kan pi, mami kira abang maunya cepat-cepat nikah biar bisa cepat-cepat MP, ternyata putra sulung kita orangnya sabar ya pi, bangga banget mami liatnya” kata mami dona, sambil menahan tawanya.


Cessa dan rafa sudah menahan tawanya melihat wajah king yang sudah berubah sendu dan pucat.


“Kal_” Kembali ucapan king tidak dapat dilanjutkan.


“Berarti kita harus persiapkan semuanya setahun lagi baru abang menikah” putus papi harry, pria itu puas sudah mengerjai putra sulungnya itu.


“Awalnya mami gak setuju kalau setahun lagi, tapia pa boleh buat abang mintanya jangan dipercepat, begitu kan bang?” tanya mami dona pada king yang sudah menunduk lesu dan lemas.


“Abang Tarik kata-kata abang mi, abang mau nikahnya cepat-cepat besok juga abang bersedia” ucap king dengan lesu.


Papi harri menggeleng cepat, “gak bisa bang, jadi cowok itu harus gentle abang harus pegang kata-kata abang yang pertama jangan suka diubah-ubah” ledek papi Harri.


King Kembali lesu, dia tidak mau memandang wajah papi harri.


“bang… agak kemayu dikit, biar abang bisa ubah ucapan abang” bisik cessa.


Dan hal itu membuat semua yang ada disana tertawa keras, termasuk Queen, dia tidak tau bahwa keluarga yang akan dia masuki akan sehangat itu, awalnya queen ragu untuk menikah dengan cepat, tapi setelah melihat bagaimana interaksi orang tua dan anaknya Queen ingin secepatnya merasakan kasih sayang orang tua king, kedua orang tua itu seperti almarhum kedua orang tuanya yang sudah lama hilang.


“Ya udah minggu ini abang akad nikahnya, masalah resepsi itu urusan nanti yang penting nikah dulu, buat dokumen-dokumen agar si kembar bisa masuk ke dalam kartu keluarga abang” ucap mami dona disela tawanya.


“Ya ampun mami, I love you” King langsung memeluk mami dona dan mencium pipinya.


“Ehhhh ni anak di kasih hati minta jantung! Itu milik papi enak aja main cium-cium!” protes papi harri.


“apaan sih pi, in ikan mami nya king, boleh dong di cium”balas king sambil Kembali mencium pipi dona.


‘Plak’ lengan king yang merangkul mami nya di pukul oleh papi harri, “enak aja! Udah besar, masa berlaku peluk mami dona itu Cuma sampai kamu umur 10 tahun! Sekarang udah expired” ujar papi harri.


“ada gitu pakai expired, teori dari mana itu” gerutu king.


“teori dari papi, awas ya kalau peluk-peluk dan cium cium lagi, papi batalin nikahnya!” ancam papi harri.


“batalin aja, ntar abang DP duluan, biar papi dan mami ketar ketir ngurus pernikahan abang” ancam balik king, dia sudah dapat kunci untuk melawan papi harri.


“Udah-udah! Capek mami kalau dengar abang sama papi berdebat gak ada habisnya, liat tu” mami menunjuk cessa dan rafa , “mereka berdua sudah menghabiskan makanannya menonton kalian berbicara gak ada habisnya” lanjut mami dona.


“Iya iya abang berhenti, tapi jadikan abang nikahnya minggu ini” ucap king dengan mata berbinar.


Mami dona terpaksa mengangguk, “boleh tapi tahan diri selama belum sah, gak boleh DP duluan” mami dona terpaksa mengiyakan permintaan king takut dia memiliki cucu duluan sebelum anaknya nikah.


“Yess! Tinggal menunggu hari abang lepas segel! Tinggal si Prince yang belum” pekik king Bahagia.


“Hahahha iya si prince masih lama buka segel, kasian” sambung papi harri, pria itu juga ikutan tertawa mengejek prince.


.


Di Basecamp.


“Haasssyuuu” Prince berkali-kali bersin saat sedang focus bermain.


“kamu flu prince?” tanya Juli, matanya masih focus menatap layer computer dan tangannya bergerak lincah mengontrol karakter yang dia gunakan.


“gak flu, Cuma pengen bersin aja, gue yakin si bapak nyablak bicarain gue, atau keluarga stress itu bicarain gue” ucap prince.


“Bukannya itu keluarga kamu ya?” tanya Juli heran.


“kalau lagi baik keluarga aku kalau lagi stress semua bukan keluarga aku” balas king.


Juli geleng-geleng kepala mendengar ucapan prince barusan bisa-bisanya ada anak yang gak mau ngakui keluarganya seperti prince.


“gue mendapat firasat buruk, sepertinya dalam tahun ini gue gak boleh balik ke rumah bisa azab jiwa raga di bulli dengan keluarga somplak” gumam prince pelan.


...🌜🌬🌬🌬🌬🌛...