
Suasana di panti asuhan yang biasanya Rafa dan Xelo kunjungi berlangsung sangat khidmat selain dari panti asuhan, Queen, king dan yang lain juga berbagi nasi bungkus untuk para anak jalanan dan pengamen di pinggir jalan.
“Aku tidak menyangka, kalau keluargamu suka melakukan hal seperti ini” gumam Queen pada suaminya, saat ini hanya dia dan king yang ada di dalam mobil, semua keluarganya punya kendaraan sendiri-sendiri untuk keluar dari rumah, maklum pada punya pasangan dan ingin bermesraan dengan pasangan mereka masing-masing. Mau tau darel dan farel di mana? Kedua bocah itu saat ini sedang berada satu mobil dengan prince dan juli, kata papi harri biar tidak terjadi hal yang tidak-tidak jadi harus ada anak kecil sebagai penengah, untung saja kedua bocah kembar itu suka bermain bersama uncle dan auntie nya.
Terbukti saat ini ke empat orang itu bernyanyi riang didalam mobil sambil memutar music anak-anak dengan kuat.
“itu darel dan farel kenapa joget-joget gitu di mobil adik kamu mas” Queen tertawa saat melihat kedua putra kembarnya berjoget dengan menggunakan tangan mereka, karena saat ini mereka duduk di kursi anak-anak.
“hahhaha” king ikutan tertawa melihat tingkah adiknya yang malah senang darel dan farel berada di dalam mobil yang sama dengan prince. “biar sajalah, dari pada dia buat mesum dalam mobil Cuma berduaan, belum sah itu” ujar king di sela tawanya.
“kenapa gak dinikahkan aja sih mas? Kayak cessa sama rafa gitu” tanya Queen, kini kepalanya ditolehkan untuk menatap wajah king.
“papi juga maunya ngelamar langsung nikah kok, tapi pihak ceweknya belum mau, katanya tunggu selesai sekolah, ya apa boleh buat kalau orang tua belum menyetujui” jawab King.
“ohh gitu, tapi liat gaya pacarana mereka aku suka sih, Cuma pegang-pegang tangan aja, dan Prince sangat menghargai Juli” puji Queen.
King sedikit mengangkat sudut bibirnya, “salah kamu yang! Dulu prince itu pacarannya main cium cium gitu, tapi setelah di ceramahi oleh papi baru deh dia berubah, dan syukurlah dia sampai sekarang masih memegang janjinya pada papi” ungkap king.
.
Dimobil Ellena dan Xelo,
“gimana rasanya datang ke rumah pertamaku?” tanya Xelo.
Ellena menatap Xelo, “senang banget, di sana ada banyak orang dan mereka semua saling menjaga, lain kali kita kesana lagi ya om” ujar Ellena.
“Gak ilfeel? Aku hanya anak yatim piatu, dan juga pekerjaanku hanya seorang pembantu saja” ujar Xelo.
Dalam hati xelo berucap ‘pembantu orang tajir’.
“Ngapain ilfeel, aku juga anak yatim piatu, dan soal pekerjaan asal om kerjanya halal aku gak masalah, aku juga pembantu di rumahku sendiri, setiap hari aku harus bangun pagi buat masak sarapan untuk tuan dan nyonya dirumah, aku juga harus membereskan rumah dan emasak untuk makan siang, hingga malam hari aku harus memasak lagi untuk makan malam, pekerjaanku seperti seorang pembantu, tapi tidak dibayar” ujar Ellena sambil menatap jalanan di sampingnya.
Xelo terdiam beberapa saat, “apa mereka pernah memukulmu?” tanya Xelo.
“pukulan, makian dan cacian adalah makananku setiap harinya, jika mereka kesal aku akan dijadikan samsak, dan aku juga dijadikan bahan memperkaya diri mereka” lirih Ellena.
“kalau kamu tidak mau bekerja di basecamp bilang saja, jangan segan, kamu juga harus bangun pagi buat sarapan untuk mereka, apa kamu siap?”
Ellena kini menoleh dan menatap Xelo, “kalau yang ini adalah mauku, bukan paksaan, aku senang saat melihat mereka Bahagia memakan masakanku om, cessa membantuku dalam mendapatkan mimpi, aku jadi ingin menjadi seorang ahli gizi, aku ingin kuliah dan mengambil jurusan ahli gizi, bolehkan om?” tanya ellena kini.
“boleh apa?” Xelo sedikit menolehkan kepala tapi kembali fokus pada jalanan.
“bolehkan aku tetap kuliah jika aku menikah dengan om?” tanya Ellena sedikit takut.
“itu adalah kewajibanku untuk membahagiakan istri bukan? Tentu saja boleh, minggu ini kita akan menikah, aku sudah minta pamanmu untuk datang dan meminta om harri menjadi saksi ku” ujar Xelo.
Ellena diam dan tersenyum manis, tapi keterdiamannya diartikan lain oleh Xelo.
“bukan itu om, aku hanya senang papi mau menjadi saksi atas pernikahan kita, papi harri dan mami dona itu sangat baik ya om, mereka juga lucu dan asik diajak ngobrol” ujar Ellena, dia sudah lama tidak mendapatkan perhatian dari orang yang lebih tua seumuran orang tuanya.
“kamu benar, mereka sangat asik dan enak diajak bercanda, dan aku sangat senang rafa masuk kedalam keluarga itu” ujar xelo.
“dari kemarin aku penasaran, om suka ya sama rafa? Om selalu muji dia di depan aku tanpa om sadari”.
“bukan suka, tapi sebelum aku mengatakannya kamu harus janji tidak boleh mengatakan apapun pada siapapun” Xelo memberi ancaman pada ellena sebelum menceritakan kisahnya bertemu dengan rafa.
“baiklah aku janji” balas Ellena.
“Aku mungkin tidak akan ada di sini jika rafa tidak datang menolongku, aku hampir mati karena ketahuan mencuri ubi seorang petani, itu karena aku dan adik-adik sangat kelaparan, Rafa yang kebetulan lewat segera melerai dan memberikan ganti rugi yang sangat banyak pada petani itu, dan dia membiayai hidupku serta semua adikku, makanya aku sekarang bekerja padanya sebagai balas budi, rafa tidak pernah memintaku seperti itu, tapi aku tetap ngotot ingin menjadi bawahannya, di pria yang sangat baik namun sayang keluarganya tidak dapat memberikan kasih sayang yang utuh buat nya” ungkap Xelo.
Xelo mulai menceritakan kisah rafa dan dirinya satu persatu pada Ellena, dan itu membuat ellena semakin dekat dengan Xelo, karena mulai tau masa lalu pria itu.
**
Di dalam mobil cessa dan Rafa.
“Fa, kok anak-anak di panti kenal sama kamu semuanya? Yang cewek-cewek juga pada ngelirik kamu dengan mata memuja” cessa sedikit meninggikan suaranya pada kalimatnya diakhir.
Rafa terkekeh dan mencolek dagu istrinya itu.
“cemburunya berlebihan sayang, mereka Cuma memandang kagum dan berterima kasih padaku, lagianitu rumah keduaku, saat belum menikah aku lebih sering menghabiskan waktuku di panti asuhan itu” ujar rafa.
“mama dan papa gak pernah perhatian ya sama kamu yang?” tanya cessa lembut.
Bukannya sedih rafa malah senang mendengar ucapan cessa, “yang, tau gak?” rafa mengambil sebelah tangan cessa dan meletakkannya di dada bidang pria itu. “jantung aku berdisko setiap kamu panggil aku sayang”.
“jadi gak suka ni?” ujar cessa.
“bukan gak suka, malah sangat suka, panggil sayang aja mulai sekarang ya, please princess” pinta rafa.
“Iya-iya, jawab dulu yang tadi” ujar cessa.
“ngapain aku jawab, karena jawabannya sudah tertera di kepala kamu, seperti yang kamu pikirkan, kedua orang tuaku terlalu memanjakan gavin, dan aku seperti anak tiri, masih mending ellena yang anak tiri asli diperlakukan layaknya orang asing, aku anak kandung tapi diperlakukan seperti anak tiri Cuma tidak ada pukul memukul atau maki memaki itu saja” ungkap Rafa.
Cessa mengelus tangan rafa yang bertautan dengan tangannya, “sekarang kamu gak pernah sendiri lagi, aku akan selalu ada didekatmu sayangku” ucap cessa sambil memberikan ciuman pada pipi Rafa.
“di bibir dong princess” celetuk rafa.
“lagi nyetir, dibibirnya nanti aja” kekeh cessa.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...