Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
43. Rencana Jahat



Cessa jalan bersama Rafa menuju supermarket, sesekali Cessa melirik Rafa yang sejak datang ke villa itu tidak terlihat bersemangat.


“Kenapa?” tanya Rafa, dia tau cessa sejak tadi meliriknya.


“kamu gak suka ya kita liburan di sini?” tanya Cessa dengan suara pelan.


Rafa menepikan mobil yang dia kendarai, “kenapa bilang begitu?” tanya Rafa balik.


“habisnya sejak tadi aku gak ada liat muka senyum kamu” ucap cessa.


“Bukan karena itu, aku memang aslinya tidak banyak bicara dan tersenyum” jawab rafa.


Cessa menggeleng, “bukan, kamu seperti orang yang sedang tidak ingin bersenang-senang, tapi sedang memikirkan banyak masalah” ucap Cessa.


“memang benar aku tidak banyak tersenyum, karena ada gavin dan Revi, aku takut gavin dan revi sedang merencanakan sesuatu, tapi tenang saja, aku tidak terpaksa liburan kesini” terang Rafa.


“Baiklah, tapi jika ada masalah cerita ya, jangan menyelesaikannya sendiri, aku kan istrimu” ucap Cessa.


Rafa mengelus puncak kepala Cessa dengan lembut, “Baik, aku janji” ucap Rafa.


.


“Pak! Tolong iganya tambah 1 kilo lagi ya” ucap ay pada penjual daging yang sedang menghitung belanjaan Cessa.


“kok banyak banget?” tanya Rafa.


Cessa mendekatkan mulutnya pada telinga Rafa, “suami aku suka,jadi aku beli yang banyak” bisik cessa.


Rafa Tersenyum dan mengelus puncak kepala cessa lagi,”masih ada yang belum di beli?” tanya Rafa.


“hmmm” cessa melihat keranjang belanjaannya yang di pegang Rafa, sudah ada berbagai macam makanan yang di beli gadis itu, dan juga ada banyak bumbu yang dia beli. “mau buat risotto untuk paginya?” tanya cessa.


“kamu bisa buat?” tanya balik Rafa.


Cessa mengangguk cepat, “bisa”.


“Aku mau” jawab Rafa bersemangat.


“Baiklah, kalau gitu kit acari bahannya lagi” cessa dan rafa Kembali berkeliling mencari bahan-bahan untuk buat Risotto.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


Gavi baru saja pulang, dia sedikit mengerutkan keningnya bingung karena di taman, hanya ada Prince, dafa, July dan Devi. Cessa dan Rafa tidak terlihat dimanapun.


“Prince, Dafa, ambil minuman kaling di bagasi mobil” ucap gavin pada kedua orang pria yang asik bermain game itu.


“baik” jawab dafa cepat. Kedua orang itu segera pergi mengambil minuman kaleng yang dibeli oleh Gavin.


“heii kalian, dimana Revi?” tanya Gavin pada July dan Devi.


“kami?” tanya Devi sambil menunjuk dirinya dan July.


“iya siapa lagi kalau bukan kalian disini” jawab gavin ketus.


“kana bang bisa panggil devi, bukan hei gitu” gerutu Devi, “gak tau cari sendiri sana, dia kan calon tunangan abang” lanjut Devi dengan ketus. Dia memang tidak suka Gavin, padahal saudara sepupu dari ayahnya, tapi dia tetap tidak bisa menganggap Gavin sebagai saudaranya.


“Haiiss sia-sia aku bertanya” kesal Gavin, dia langsung berlalu menuju kamarnya.


‘Ke kamarku sekarang, aku akan memberikan obatnya padamu’ Pesan di kirimkan pada Revi.


.


‘tok tok tok’ Revi mengetuk pintu kamar Gavin.


“Ini obatnya, masukkan ke dalam minumannya, saat dia sudah meminum minuman itu, segera bawa dia ke kamarmu” Gavin menyerahkan botol kecil pada Revi.


“Cara kerjanya?” tanya Revi.


“hanya masukkan kedalam minuman dia, dan tunggu beberapa saat, walau dia hanya minum Sebagian, obat itu akan tetap bereaksi, karena aku membeli yang dosis tinggi, kalau dia sudah mulai terlihat seperti orang kepanasan dan mabuk maka cepat ajak dia pergi dari sana, jika tidak akan ketahuan rencana kita” jelas Gavin.


“tapi bagaimana caranya aku mengajak Rafa pergi?” tanya revi kebingungan, dia tau Rafa tidak akan semudah itu untuk mau pergi bersamanya.


“Pikirkanlah! Aku sudah tidak dapat berpikir lagi, aku sudah memberikan kemudahan bagimu!” bentak Gavin dengan keras.


“bantuin, bilang tolong bantuin aku ambil barang di dalam kamarmu, atau gimana lah!” balas Revi dengan bentakan juga.


“iya akan aku bantu” balas Gavin dengan marah. “menyusahkan saja, pantas Rava tidak memilihmu, kau tidak punya daya Tarik seperti cessa” sindir gavin, pria itu langsung berbaring di samping Kasur karena sudah kecapekan berkeliling bali untuk mencari obat perangsang untuk menjalankan aksinya.


“enak saja! Gue juga punya daya Tarik” maki Revi tidak terima dengan sindiran gavin.


“oh iya? Apa buktinya? Bukannya berdandan cantik dan berpakaian sexy kau malah berpakaian seperti itu, tidak aka nada yang tergoda padamu, dengan pakai seperti itu” ledek gavin sambil menatap remeh kearah Revi yang mengenakan Kaos hitam selengan dan celana panjang jins.


“Rafa tidak suka Wanita yang terlalu terbuka, makanya aku memakai baju seperti ini” revi berusaha membela dirinya.


“Oh ya? Semua cowok pemikirannya itu sama, jika ada cewek yang menggoda menggunakan pakaian sexy maka dia akan mudah tergoda, jika dengan seperti ini kau menggoda Rafa, maka bersiap-siap hanya mendapatkan raganya tapi jiwa pria itu masih pada cessa” sindir Gavin sekali lagi.


“Tidak akan! Akan aku buktikan aku bisa terihat cantik dan sexy didepan Rafa” ketus gadis itu dan berlalu pergi meninggalkan gavin.


‘BRRAKKK’ pintu kamar Gavin di tutup secara kasar dengan Revi, dia begitu kesal dengan pria arogan itu.


Tidak sengaja July yang hendak ke kamarnya melihat Revi yang baru saja keluar sambil membanting pintu, gadis itu segera bersembunyi sambil mengintip kea rah Revi.


Revi menatap botol bening di tangannya, “Aku akan mendapatkanmu Rafa” gumam gadis itu pelan dengan senyum misterius.


July yang mendengar segera berlari menuju teman-temannya.


“Ahh ahhh ahh ahhh” helaan nafas July terdengar tersengal sengal, gadis itu berlari kencang menuju teman-temannya yang sedang menikmati pemandangan pantai dari taman yang ada di villa.


“kenapa Jul?” tanya Devi khawatir.


“Itu ahh, gu-gue ahh” July masih tidak dapat melanjutkan ucapannya, nafasnya masih tersengal.


“nih minum dulu” Prince menberikan sebotol air mineral yang sudah dia minum separuh pada July.


Tanpa banyak bicara July langsung meminumnya langsung habis. “Revi dan bang gavin sepertinya sedang merencanakan sesuatu” ucap July setelah sudah bisa mengontrol nafasnya.


“Dari mana kamu tau?” seru Devi.


“tadi aku ke kamar, dan tidak sengaja melihat Revi keluar dari kamar bang gavin, dia memegang botol bening di tangannya, dan berkata ‘aku akan mendapatkanmu Rafa’” July mencontohkan gerakan dan ucapan yang dilakukan oleh Revi dengan sangat sempurna.


“Botol ap aitu?” gumam prince pelan.


July menggeleng pelan, “aku tidak tau, tapi aku curiga Revi sedang merencanakan sesuatu, kita harus waspada pada Revi” jelas July.


Prince mengangguk setuju, “baiklah, aku akan mengawasi anak itu terus” ucap Prince.


“aku juga” ucap dafa dan devi berbarengan.


“makasih sudah memberi tau tentang ini jul” ucap tulus Prince.


July mengangguk pelan, dia senang dapat membantu Prince.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...