Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
171. Program baru



Sehari setelah liburan keluarga berakhir, Keluarga ana kembali datang ke kediaman keluarga bagaskara dengan membawa dua orang polisi berbadan tegap.


Xelo yang kebetulan ada di sana karena ada urusan dengan Rafa, sedikit menertawakan kebodohan keluarga ana.


Pak anto datang dengan marah-marah pada papi harry. Papi nya ana itu marah marah dengan mengatakan penculikan putrinya, sedangkan papi harry hanya menatapnya dengan biasa saja.


“Tenang pak, penculikan seperti apa yang bapak maksud? Ini anaknya sudah menjadi keluarga saya, jadi bagaimana dikatakan keluarga saya menculik putri bapak?” tanya papi harry dengan santai.


“maaf pak harry, bapak ini adalah orang tua dari anak yang Bernama ellena, jadi saya mohon tolong kembalikan saja putri nya biar masalah ini selesai” ujar salah satu polisi.


Xelo akhirnya maju tapi wajahnya tidak ketakutan sedikitpun, “begini pak polisi, bagaimana cara saya mengatakannya, saya sudah sah menikah secara agama dan hukum dengan putri yang dikatakan saya culik, dan ini” Xelo mengeluarkan buku nikah yang kebetulan dia bawa karena sedang mengurus buku nikah tadi. “ini adalah buku nikah kami, jadi bagaimana nya saya menculik istri saya sendiri?” lanjut Xelo dengan senyuman mempesonanya.


“Apa! Gak mungkin! pekik pak anto, dia berlari mendekat dan merebut buku nikah itu dan memangfoto dan nama yang tertera adalah nama putri Tirinya.


“Maaf pak anto, dengan buku nikah ini kita tidak bisa menuntut keluarga ini, mereka berhak untuk membawa Ellena kemana pun karena mereka adalah keluarga barunya” ujar polisi itu menyerah.


“Tidak bisa begini, kalian belum memdapatkan restu dariku, mana bisa menikah begitu saja!” pekik pak anto tak terima.


“Bisa pak anto, Ellena bukanlah putri kandung anda, dan orang tua aslinya sudah meninggal semua, tentu ellena bisa menikah hanya menggunakan wali pengganti, dan itu surat-surat dan buku nikah yang asli, tolong berhati-hati dalam memegangnya, saya takut anda murka dan merobek buku itu” sindir Papi harry.


“lalu dimana Ellena?!” murka pak anto pada papi harry.


“Anda dan keluarga duduk saja dulu, katakan apa yang kalian inginkan, pak polisi bisa pulang, karena kalian sudah tidak dibutuhkan bukan?” sindir papi harry.


“Pi duduk aja dulu, kita ganti rencana kedua” bisik istrinya pak anto.


“baiklah” jawab pak anto sambil duduk di sofa yang ada.


“jadi katakan apa yang kalian inginkan?” tanya papi harry dengan santai.


“bayar kami 15 milyar, karena saya sudah menjual Ellena seharga 15 milyar” ujar pak anto dengan penuh percaya diri akan diberikan.


“hahahha” papi harry tertawa keras sambil memegangi perutnya, “kalau saya tidak mau membayar bagaimana? Tidak ada keharusan saya untuk membayar uang itu pada anda” ujar papi harry.


“katakana padanya aku akan membakar kebun milik bunda nya jika anda tidak mau membayar saya seharga itu” ancam pak anto.


“Ahhh begitu, xel pria ini mengancam kita, kamu aka napa Xelo?” papi harry menaikkan alisnya naik turun sambil menatap Xelo.


“Sebenarnya uang 15 milyar itu sangat kecil bagi keluarga kami” jawab Xelo, “tapi saya tidak akan sudi memberikan uang sebesar itu pada mertua licik seperti kalian, saya akan mengambil alih surat tanah yang ada di tangan anda tanpa anda mendapatkan uang sepeserpun, ahhh anda belum mengenal saya tuan anto, saya Arxelo pemilik AR Corporation, apakah anda tau? Perusahaan yang untung triliyunan rupiah hanya dengan menjual beberapa ciptaan yang kami buat, dan saya dapat dengan mudah menghancurkan perusahaan anda yang kecil itu, apa anda tidak percaya?” ancam xelo, dia snegaja berbohong toh diluaran sana orang-orang mengatakan Xelo lah pemiliknya walau itu adalah kebohongan public.


“I-itu tidak mungkin, tuan saya mohon tolong beri saya uang itu, jika tidak nyawa keluarga saya akan berada dalam bahaya tuan” kali ini pak anto memohon agar diberikan uang untuk ganti rugi yang akan diberikan pada pak tua yang membeli Ellena, padahal uang yang dibutuhkan untuk ganti rugi hanya 2 milyar tapi mereka terlalu tamak dengan kemewahan dan kekayaan keluarga bagaskara sehingga mereka menaikkan harga untuk mereka konsumsi sendiri.


“Sebaiknya anda keluar, saya tidak ingin anda dan keluarga anda terus mengganggu papi saya” xelo berdiri sambil mengusir keluarga itu, “pak satpam bantu mereka untuk pergi dari sini “lanjut xelo pada satpam yang datang ke sana.


“Tidak! Tuan bagaskara!! Tolong saya! Anda tidak punya hati tuan!!” teriak keluarga ana tidak terima di usir secara paksa oleh Xelo.


“Maaf ya pi”, ujar Xelo lembut pada papi harry.


“Udah gak apa, urus aja kebun milik istrimu, ambil kembali hak miliknya, jangan sampai keluarga itu menghancurkan itu” ujar papi harry.


Xelo mengangguk, “baik pi”


Cessa baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan bathrope, mata nya sedikit memicing begitu melihat Rafa yang masih sibuk di depan laptop pribadinya.


“yang sedang mengerjakan apa sih, beberapa hari ini sibuk banget?” tanya cessa sambil mendekati suaminya itu.


Rafa yang masih tidak sadar dengan istrinya yang sedang terlihat sexy hanya fokus menatap laptop.


“buat program baru yang” jawab Rafa tanpa menatap Cessa.


“program apaan?” Cessa ikutan melihat kearah laptop Rafa sambil menunduk dan saat itulah Rafa baru sadar dengan istri sexy nya yang baru saja mandi.


“kyyaaaaa!” pekik cessa begitu Rafa mendudukkannya di pangkuan pria itu. “yang! Awas sana! Pekik cessa.


“kamu menggodaku sayang, apa-apaan ini tidak memakai apapun dan hanya bathrope” ujar Rafa.


“Aku baru siap mandi udah sana lanjut kerja” ujar cessa.


“Aku udah gak konsen ini, kita main satu ronde ya” Rafa langsung mengangkat Cessa dan membaringkan istrinya itu diatas tempat tidur.


Cessa mengeratkan ikatan bathrope nya agar tidak terlepas, namun godaan Rafa membuat wanita itu tidak dapat lagi menahan hasratnya yang mulai muncul, Rafa mulai mencium nya dan memberikan pijatan pada melon kembar milik cessa.


Dan hanya dalam hitungan menit cessa sudah pasrah di bolak balik oleh Rafa, yang jika bermain satu ronde sangat kurang baginya.


.


“Ahh~ yang cepat sedikit” desah cessa yang mulai merasakan lagi akan datang gelombang ketiga yang akan dia terima.


“Be-bentar sayang” rafa juga mulai terbata menandakan dia juga akan mencapai puncaknya.


“Ahhh~” pekik keduanya, rafa ambruk di samping cessa sambil menciumi kening istrinya itu.


.


“gara-gara kamu kerjaan aku tertunda yang” tuduh Rafa dengan cengiran khas nya.


“kok gara-gara aku, orang kamu loh yang mulai on” bantah cessa, “emang buat apaan yang?” tanya cessa mulai penasaran.


“system pendeteksi mobil” jawab Rafa.


“maksudnya apa?” tanya cessa bingung.


“aku mau membuat program untuk mendeteksi bahaya yang akan terjadi pada mobil, seperti insiden kita kemarin bisa terelakkan jika alat pendeteksi ini berhasil, jadi fungsinya program ini akan memberi tahu ada kerusakan dibagian tertentu pada mobil seperti rem blong atau ada benda asing yang menempel, dengan begitu, kita bisa keluar dari dalam mobil sebelum mobil dijalankan” ungkap Rafa.


“kenapa mau membuat itu?” tanya cessa lagi.


“karena keluargaku bertambah, dan aku tidak ingin ada masalah yang terjadi pada keluargaku yang sekarang” jawab Rafa.


“musuhku bertambah, dan mafia sangat sulit untuk menanganinya” batin Rafa.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...