Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
168. Prince Murka



Rafa yang baru saja tidur dua jam bisa langsung membuka mata begitu jam menunjukkan jam 7 pagi.


Pria itu menatap istrinya yang sudah terbaring habis sholat subuh, karena Rafa kembali bergulat dengan istrinya saat selesai sholat, dan setelah itu dia baru tidur bersama cessa, kedua orang itu bergadang semalaman akibat Rafa yang terus tidak bisa berhenti jika sudah memulai.


Rafa memberikan ciuman sayang pada kening istrinya dan beranjak dari tempat tidur.


Pria itu ingin mengambil sarapan untuk dibawa ke kamar, dia yakin Cessa akan kesulitan turun dari tempat tidur setelah dia gempur semalaman.


.


"Pagi Fa" sapa Dafa dari meja makan, pria itu sudah memakan sarapannya bersama Prince yang terlihat seperti orang begadang.


"Pagi, ni ngapa kok seperti nyawanya hilang?" tunjuk Rafa pada abang iparnya itu.


Dafa mengedikkan bahunya menjawab pertanyaan Rafa, “dari tadi pagi dia seperti ini” adu Dafa.


“Ngapa lo bro?” tanya Rafa pada prince secara langsung, karena dafa tidak memberikan jawaban yang pasti padanya.


Prince hanya menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan Rafa.


“bik, tolong buatkan sarapan untuk porsi dua orang ya, saya mau bawa ke kamar” ujar rafa pada asisten rumah tangga yang bertugas sebagai juru masak di dalam villa itu.


“King juga bik!” sahut king dari arah tangga, pria itu muncul bersamaan dengan papi harry dan xelo.


“Xelo juga bik” tambah Xelo.


“Saya juga ya bik” tambah Papi harri.


Dafa melirik ke empat pria yang memesan makanan itu dengan alis naik turun, “roman-romannya yang bawa makanan ke atas itu, habis menggempur istrinya sampai subuh, benar gak?” ledek Dafa.


‘jtaak’ king menyentik puncak kepala Dafa, “heii anak kecil gak perlu tau, ini masalah oang dewasa saja mengerti?” ujar king.


“Apaan sih bang, ganggu dunia fantasi dafa aja” dafa memegangi kepalanya yang tadi di sentil oleh King.


“Gimana Xel, berapa ronde tadi malam?” selidik papi harry dengan senyum jahilnya.


Xelo mengangkat tangannya berpura-pura menghitung, “hehehe sebanyak balon yang papi kasih plus bonus satu” Jawab Xelo sambil tertawa senang.


“Wuiiihhh baru sah udah langsung dapat ya bang, gak seperti Rafa, yang perlu membujuk dan pakai drama-dramaan” puji Dafa.


“Hahahha istri abang bersedia ya udah sikat aja”.


“Cieee~ udah panggil-panggil istri segala, ingat bang masih banyak yang masih perjaka di sini” ucap Dafa sedikit kesal.


“Kuat juga bisa sampai tiga ronde” kekeh papi harry.


“Ihh sedikit banget bang, berarti gak sampai subuh dong, masih kalah berarti sama Rafa” kekeh Rafa.


“masih percobaan Fa, ini baru pertama kali coblos, kasihan digempur sampai pagi kan” ujar Xelo.


“Kalian semua masih belum ada tandingannya dari papi” papi harry ikut berbicara.


“emang papi kuat sampai berapa ronde?” seru King, tidak mau kalah dari papinya.


“Noh kamu sama Prince dan princess bukti nyata kalau papi terbukti perkasa di atas ranjang, papi gempur mami kamu selama 2 hari kami di dalam kamar aja, kalahkan kalian semua” ucap papi harry bangga.


“lah buktinya nyata, kamu ada disini kalau karena tidak usaha papi menggempur mami kamu siang dan malam, kamu gak bakal hadir” ucap papi harry.


Papi melihat putra keduanya yang diam saja tidak berbicara sedikitpun, “Ehh disini ada anak bujang papi, kok diam aja, ini make up jenis baru ya, gaya panda?” goda papi harry.


“Ihhh apaan sih pi, prince lagi emosi nih, jangan ganggu-ganggu prince” kata prince dengan wajah cemberut.


“kamu sedang PMS, bro?” ledek Dafa.


“Papi nih yang salah!” seru prince marah.


“Loh kok papi yang salah?” tanya papi harry kebingungan.


“Iya udah tau anak bujang papi belum nikah, malah di tempatkan di sisi kiri dan kanan para pasangan suami istri, jadi terbayang-bayangkan apa yang mereka lakukan! Masih perjaka ini papi!” amuk Prince dengan seluruh kekesalannya.


Semua yang ada disana tertawa mendengar kemarahan Prince.


‘Puk Puk’ Papi harry menepuk bahu Prince dengan lembut, “sabar ya, salah sendiri gak pandai merayu calon mertua, nanti papi belikan stok sabun yang banyak, mau jenis apa? Jenis yang ada bolong di tengah nya jenis donat atau sabun cair” kekeh papi harry sambil memegangi perutnya karena tertawa keras meledek putra kedua nya itu.


“Papi! Orang harusnya merasa bersalah ini malah di tambah bikin kesal!” amuk prince sekali lagi karena yang dia dapatkan hanya ejekan dari papi harry.


“Fix ini sedang PMS, kalau Cessa sedang PMS persis seperti itu pi” Rafa bukannya membantu Prince, dia malah menambah garam pada luka prince.


“Ledek aja terus!” prince sudah tidak mau membalas lagi, karena yang ada dia akan bakal di bulli habis habisan.


“Yang sabar, orang sabar anu nya besar” ledek Dafa desertai tawa di akhir ucapannya.


“anu apa?” tanya Prince spontan.


“anu itu pisang raja, paralon air, terong jumbo, ular piton, nah bayangkan saja apa yang kamu pikirkan dari ucapan itu” kekeh dafa.


“Pisang raja? Paralon air? Terong jumbo? Ular piton? Lo mau main tebak kata?” gerutu prince yang kembali sebal dafa berbicara menggunakan Bahasa isyarat yang tidak dia mengerti sementara para pria yang sudah menikah mengulum senyum mereka menahan tawa.


‘puk puk’ sekali lagi papi harry menepuk bahu Prince dengan lembut, “nanti papi belikan ya, biar gak ngambek lagi, untuk sementara cintai saja produk sabun yang ada di dalam negri” kekeh papi harry yang langsung berlari mengambil nampan berisi makanan.


“PAPI!!!!” pekik Prince kesal, sementara papi harry sudah ngacir membawa makanan ke kamarnya. “apa! Mau ngeledek gue juga!” amuk Prince saat melihat Rafa yang menatapnya.


“gak kok, Cuma mau bilang, selamat memperawani sabun ya bro” seperti papi harry yang ngacir setelah meledek Prince, begitu juga dengan Rafa, dia mengambil nampan dari asisten rumah tangga yang baru mengambil lagi dari dalam dapur makanan yang tadi diambil papi harry, Rafa langsung hilang membawa makanannya, dengan ledekannya.


“GUE PECAT LO JADI ADIK IPAR!” amuk prince.


“jangan marah-marah, ada calon istri disini, calon mertua juga ada, dari pada marah-marah mending sana rayu calon mertua buat bisa nikah cepat” ujar king yang juga sedang mengangkat nampan yang diberikan oleh asisten rumah tangga.


“Udah berkali-kali tapi gak berhasil juga” keluh prince.


“sabar, tinggal beberapa bulan lagi, setelah itu kurung istrimu didalam kamar selama 3 hari juga tidak aka nada yang marah” ujar king yang sudah berlalu pergi.


“abang xelo juga mau ikutan ngeledek?” tanya Prince yang mulai sensi, karena seluruh keluarganya menjadikannya bahan bulli.


Xelo mengangkat tangannya keatas, “tidak, tenang aja gue normal” jawab Xelo, “gue ke atas dulu ya, kasian istri ditinggal sendirian” tambah Xelo.


Prince hanya mengangguk dan mengacak rambutnya kesal, bukannya dia dihibur atau diberikan semangat, seluruh keluarga gilanya malah mendorong dia untuk segera menikah, inilah payahnya hidup di dalam keluarga somplak seperti keluarga papi harry.


...🐺🐺🐺🐺🐺...