Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
119. Memasak



King menuntun Queen menuju mobil mereka, setelah keduanya berada dalam mobil King mengelus pipi Queen agar melihat kearahnya.


"Ada apa? kamu mengenal maura?" tanya King dengan pelan.


Queen mengangguk, "Dia kakak tiriku" Ucap queen pelan, lalu gadis itu teringat tadi king mengenal maura. "kenapa kakak bisa mengenal maura? umur kakak dan dia masih cukup jauh berbeda" lanjut Queen lagi.


"Dia mantan dari sahabat dekatku, selama dia berpacaran dengan sahabatku dia terus berusaha mendekatiku, dia wanita bermuka dua, aku pikir memang dia sengaja berpacaran dengan sahabatku karena dia menyukaiku tapi ternyata dia hamil anak sa_" King langsung menghentikan ucapannya begitu membicarakan tentang anak, "Darel dan Farel adalah anak dari sahabatku" ucapnya pelan, king tidak percaya setelah menghubungkan semua teka teki yang dia dapatkan.


"Siapa?" tanya Queen matanya sudah bergetar ketakutan jika sahabat King berarti dia sangat dekat dengan sahabat nya itu.


"Dia belum pernah bertemu dengan darel dan Farel, 3 tahun yang lalu dia mengalami kecelakaan dan harus menjalani pengobatan di luar negri, sampai sekarang dia belum pernah kembali ke indonesia" penjelasan King membuat Queen sedikit bernafas lega, dia begitu takut kedua putra kembarnya akan diambil dari dirinya.


"Kenapa tadi kamu ketakutan?" tanya King.


"Karena Maura ingin mengambil putra putraku" lirih Queen.


King sudah bisa menebak apa yang menjadi ketakutan Queen, namun dia ingin Queen mengatakan sendiri dari mulutnya.


"Jangan pernah takut, mau mereka orang tua kandung, mereka tidak akan pernah bisa mengambil putra putra kita, aku sudah mengurus semua dokumen dan membicarakan masalah darel dan Farel pada pengacara ku, keduanya tidak akan bisa diambil dari kita, aku juga bisa menambahkan bukti kelakuan orang tuanya yang tidak bisa menjadi orang tua setelah mengetahui siapa orang tua Darel dan Farel" jelas King agar Queen merasa tenang.


Queen menatap mata suaminya karena penasaran dengan apa yang di katakan oleh King.


"Kekuasaan ku diatas kekuasaan ayah si kembar, sahabatku itu juga tidak bisa merawat anak kecil hobinya hanya bermain perempuan dan mabuk mabukkan, dan dia mendapat ganjaran Tidak bisa mendapatkan anak lagi" ungkap King.


"Bukankah dia akan berusaha mendapatkan darel dan Farel dengan berbagai cara karena tidak punya keturunan?" seru Queen dengan wajah ketakutan.


King menggeleng sebentar, "kan sudah aku bilang suka bermain perempuan bahkan sebelum membuat kakak tiri mu hamil dia sudah beberapa kali menghamili banyak wanita, kakakmu bukan satu satunya yang menjadi korban, jadi aku yakin ada banyak anaknya yang tersebar bukan hanya darel dan Farel" jelas king.


Queen baru bisa bernafas lega begitu mendengar penjelasan King dia baru bisa tersenyum dan memeluk king, "Terima kasih mas, sudah melindungi darel dan Farel untukku" ucap Queen.


King membalas pelukan Queen, "tenang saja, mereka juga adalah putraku, sekarang bagaimana kita sarapan di tempat lain saja ya aku sangat lapar" king berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


Queen mengangguk lalu menatap king dan mencium bibir pria itu. Ini pertama kalinya dia yang berinisiatif untuk mencium king hingga membuat king terdiam di tempat.


"Mas~ kapan jalannya, udah lapar ini" kekeh Queen.


King langsung tersadar dari kebekuan nya, "Cium sekali lagi baru bisa jalan, tenaganya udah nol ini" ucap king sambil mengedipkan sebelah matanya, Queen segera mencium King lagi tepat dibibir.


"udah kan, ayo jalan" ucap Queen.


"itu bukan ciuman sayang" king menarik tengkuk Queen dan mencium gadis itu dengan ganas sedikit memberikan gigitan kecil dan lum*tan hingga membuat Queen memukul dadanya pelan karena kehabisan nafas. "itu baru ciuman, kalau aku minta lagi harus yang seperti itu" ucap king setelah melepaskan pagutan mereka.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


Rafa dan cessa turun bersama-sama menuju dapur, keduanya menunggu mama Reta untuk datang ke dapur.


Seperti sudah punya firasat, lima menit setelah keduanya sampai di dapur mama Reta turun menuju dapur.


"Katanya mama mau masak sama menantunya, tuh orangnya sudah ada, masaklah sama menantu mama sana" ujar Rafa, pria itu memilih duduk di meja makan agar dapat melihat cessa dan mamanya memasak.


"hehehe iya juga ya, yuk sayang kita masak makan siang buat semuanya" ajak mama Reta.


Cessa mengangguk dan mengikuti mama Reta untuk memasak bersama.


Rafa mengeluarkan ponselnya dan menatap Mama Reta dan cessa yang mulai berdiskusi ingin memasak apa. Rafa mengangkat ponselnya untuk mengambil foto mama Reta bersama Cessa, ini pertama kalinya Rafa melihat mamanya memasak didapur, mamanya adalah seorang wanita karir, selain sibuk mengurus pekerjaannya dia juga sibuk arisan, paling anak yang dia urus juga hanya gavin, jadi Rafa tidak terlalu dekat dengan kedua orang tuanya.


"Hai Fa" Revi muncul dengan menggunakan pakaian sexy, hanya mengenakan hotpans dan tanktop hitam, Rafa yakin wanita itu tetap tidak memakai bra didalam tanktop nya.


Rafa mendiamkan sapaan Revi, pria itu kini fokus bermain game pada ponselnya.


"Main apa Fa?" tanya Revi dia duduk lebih dekat dan sengaja memperlihatkan dadanya berusaha menggoda Rafa, bahkan Revi berusaha membuat lengan Rafa mengenai dadanya.


"Revi! kebetulan kamu juga disini, sini bantu mama masak sayang" panggil mama Reta begitu melihat Revi yang duduk didekat Rafa.


Revi menoleh pada mama Reta dengan senyum lebar berusaha tidak terlihat seperti gadis penggoda.


"Revi gak bisa masak ma" ujar Revi dengan sopan.


"Udah sini biar mama bantuin, kita belajar masak bersama, mama juga gak terlalu bisa masak" ucap mama Reta.


"Tapi nanti jari Revi bisa luka ma" Revi berusaha menolak permintaan mama Reta secara halus.


"Gak usah motong kalau gitu, kamu bantuin cuci cuci sayuran dan yang lain sini" ajak mama Reta lagi.


Revi sedikit mendengus tapi dia masih berusaha tersenyum ramah pada mama Reta. "Bentar ma" mau tidak mau Revi harus mengikuti permintaan mama Reta dengan senang hati.


"Ayo sini bantuin mama" ajak mama Reta lagi, wanita itu memberikan beberapa sayuran pada Revi untuk dicuci. "nah cuci ini dulu" ujar mama Reta.


"Baik ma" jawab Revi dengan senyum yang terpaksa.


Cessa mengulum senyumnya saat Revi berbalik menuju wastafel.


"duhh anak mama yang ini kalau senyum mempesona banget sih" puji mama sambil mencubit gemas pipi cessa.


"Anak mami Dona sama papi Harri emang bibit unggul semua ma, jadi kalau senyum selalu mempesona" kekeh Cessa.


"Alah sombong" celetuk Revi.


"Tapi non Cessa emang cantik kok apa lagi kalau senyum rasanya ada banyak bunga beterbangan di dekat non cessa" Bibi IRT di rumah mama reta ikutan memuji cessa.


Pujian itu semakin membuat Revi geram dengan Cessa, dia juga gak kalah cantik dan sexy dari Cessa tapi mama Reta tidak pernah memujinya.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...