Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
155. Terlalu berlebihan



“lecet dan terkilir?!” tanya serentak prince dan mami dona.


King mengangguk pelan, “mami tenang dulu ya, cessa dan rafa baik-baik saja” ulang king sekali lagi.


“katakan king, apa yang terjadi? Papi dan mami akan menahan diri untuk tidak terkejut” perintah papi harri.


King mengambil nafas panjang, “cessa dan Rafa mengalami kecelakaan kecil, Tapi tenang mereka berdua tidak apa-apa” jelas king dengan cepat.


“tidak apa-apa gimana! Ini kecelakaan KING!” pekik mami dona.


“mami tenang ya” ujar Queen dengan lembut, dia juga terkejut, tapi dia berusaha menenangkan mertuanya itu takut Kesehatan mertuanya tiba-tiba turun.


“benar yang Queen bilang, mamu tenang aja, semuanya baik-baik saja, cessa dan rafa sedang dalam perjalanan kesini, ponsel mereka tertinggal di mobil jadi mereka tidak tau kalau mami telepon” jelas King sekali lagi, pria itu memang sengaja membumbui sedikit kebohongan takut mami dona dan papi harry semakin cemas, padahal sebenarnya dia tidak tau kapan rafa dan cessa pulang.


“Ahh” mami dona berusaha mengatur nafasnya yang mulai naik turun.


“bagaimana bisa kecelakaan king?” tanya papi harri yang sudah mulai tenang.


King menatap mami dona baru papi harri.


“katakan saja mami gak tenang kalau kamu tidak mengatakannya” ujar mami dona, karena tau tatapan king yang cemas padanya.


King mulai menceritakan apa yang dikatakan Xelo tentang sabotase pada mobil rafa, persis seperti yang di katakan Xelo.


“Siapa yang menyabotase mereka king?” tanya papi harri yang mulai emosi.


“masih belum tau pi, Xelo dan fajri sedang mengurus semuanya di kantor kepolisian” ujar king.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


“Ini tidak apa, hanya lecet dan sedikit terkilir, tidak perlu pakai kursi roda juga” kekeh dokter yang sedang menangani cessa.


“iya kan dok! Ini terlalu berlebihankan?” gerutu cessa pada suami tampannya yang masih tampak cemas.


“Dokter yakin tidak apa? Aku ingin cessa melakukan rontgen agar semuanya lebih terbukti aku tidak mau ada darah menggumpal atau apalah itu” ujar Rafa yang sedang terlihat cemas.


“pacar kamu berlebihan banget ya, terkilir harus di rontgen, itu terlalu berlebihan” tawa dokter itu lagi.


“emang berlebihan dok, malu banget punya pacar seperti ini” cessa geleng-geleng kepala.


“lakukan saja dok, saya akan membayar semuanya, bukannya pihak rumah sakit harus senang karena aku akan membayar” ujar Rafa, dia sedikit emosi karena dokter dan cessa menganggap enteng kecelakaan yang terjadi.


“Oke-oke, baiklah, sus! Tolong bawa pasien untuk melakukan rontgen” perintah dokter itu pada suster di dekatnya.


“Yang~ mesti ya ada rontgen-rontgen segala? Aku gak apa” keluh cessa.


“itu kepala kamu luka yang, aku gak mau ada darah gumpal” gerutu Rafa. Kepala cessa memang sedikit terluka, karena tadi sempat tergores kerikil tempat dia melompat, tapi itu hanya luka goresan bukan benturan.


“itu hanya lecet tuan Rafa” jawab si dokter.


“lakukan saja dok, saya pasti membayar lunas” rafa langsung mengeluarkan kartu debitnya dan memberikan pada dokter itu, “saya tidak akan bohong” lanjut dia lagi.


Dokter itu hanya menghela nafas dan menyunggingkan senyum melihat anak SMA yang sudah berperilaku seperti suami istri.


.


“dan hasilnya menyatakan tidak ada luka dalam hanya luka luar dan terkilir sedikit” jelas dokter itu sambil memperlihatkan hasil rontgen itu pada Rafa.


Rafa baru bisa bernafas lega saat cessa sudah benar-benar melakukan rontgen, setelah itu mereka berdua baru pulang menuju basecamp.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


“Assalamualaikum” salam Ellena dari depan pintu.


“ehh Ellen, siapa itu?” tanya mami dona saat melihat gadis manis dibelakang Ellena.


“Saya ami tan, sahabat kecil Ellena” Ami lebih dulu memperkenalkan dirinya sebelum ellena memperkenalkan dirinya.


“Ayo sini nak, duduk disini dulu ni makan cemilannya” ajak mami dona.


“gak papa tan, ini mau ngantarin ellena aja, habis itu langsung pulang” ujar ellena.


“Loh kok langsung pulang, sini makan dulu, lagi ramai gini loh, ayo lah” bujuk mami dona lagi.


Ami akhirnya mengalah dan mengikuti ellena untuk duduk di sofa kosong, untung saja di sana banyak sofa dan tempat duduk buat semua yang ada.


“Udah berapa lama kenal sama ellena?” tanya mami dona sekedar basa basi.


“sejak umur 6 tahun tan, kami selalu masuk SD, SMP dan SMA yang sama” jawab Ami.


“Wahhh pasti dekat banget ya, seperti mami dulu” kekeh mami dona, wanita tiga anak itu sengaja bertanya apa saja untuk menghilangkan kecemasannya pada cessa, walau king sudah mengatakan bahwa cessa baik-baik saja, hati seorang ibu tetap cemas jika dia tidak melihat putrinya benar-benar baik-baik saja dengan mata kepalanya sendiri.


“hehehhe iya tan_” mata ami yang asik melihat satu persatu pria yang ada disana berhenti pada wajah Prince, dia merasa pernah melihat wajah tampan prince.


“Sudah punya tunangan” Ellena sengaja berbisik pada ami, agar tidak melihat Prince terus, dia takut sahabatnya itu jatuh cinta begitu melihat wajah asli Prince yang tampan.


“AHHH! Kamu Prince kan?!” pekik Ami tidak percaya, sambil menunjuk kearah prince.


Prince berusaha tersenyum menjawab ucapan ami, “ya, kamu penggemar ku?” tanya prince.


“sok idol, lo prince!” sindir king.


“emang gue idola bang, banyak cewek-cewek yang ngantri buat dekatin gue” ujar prince bangga.


Devi tertawa kecil melihat reaksi juli yang langsung cemberut mendengar ucapan Prince.


“ingat, udah punya tunangan jangan ngelirik-ngelirik yang lain” sindir papi harri.


Mata Prince segera menatap juli dan tersenyum manis pada tunangannya itu, “tenang aja beb, kamu tetap nomor satu” goda prince.


Ami langsung menatap ellena, dan melihat sahabatnya itu langsung mengangguk pelan.


“Ahh, aku dan Ellena hanya fans, tidak fans fanatik kok” ralat Ami cepat.


Prince tertawa pelan, “gak apa, aku suka kalu ayang beb cemburu gini, lucu banget” kekeh prince.


“ehemm” peringatan pertama yang diberikan papi harri.


“belum juga nikah dek, udah pakai panggil ayang beb” sindir King.


“jadi benar kalau prince sudah punya tunangan? Bukan hanya basa basi untuk menghindar dari serangan para fans?” tanya Ami tidak percaya.


“Benar, itu cewek di sebelahnya itu tunangannya” kali ini devi yang menjawab pertanyaan Ami.


“juli? Juli pemain dalam satu tim yang sama dengan prince? Wahhh aku tidak percaya ini” pekik Ami.


“Ini rahasia ya ami, soalnya aku tidak mau Juli akan di bulli oleh fans-fans ku” pinta Prince.


Dengan cepat Ami mengangguk dan menutup mulutnya, “tenang aja aku akan jaga rahasia ini” ujar Ami.


“Assalamualaikum!” suara salam cessa dan Rafa langsung membuat semua orang terdiam.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...