Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
235. bonchap



3 tahun kemudian,


“caca ayo cepat” teriak Amira pada saudara sepupunya.


“ihh mira tunggu dong” gerutu Quinsya, gadis kecil berusia 6 tahun itu tampak sedang memperbaiki dandanannya di depan cermin, saat ini adalah ulang tahun anak Dafa dan Devi yang berumur 2 tahun Bernama Bima. Si centil Quinsya memang selalu datang telat karena dia selalu tampil dengan mempesona.


“Ihh kenapa cantik cantik sih” gerutu Amira yang sudah duduk sambil menatap sebal Quinsya.


“siapa tau ada cowok tampan disana” ucap Quinsya asal.


Amira melipat tangannya dan menggelengkan tangan, “tidak mungkin, mira udah bosan liat wajah tampan abang abang dan adik adik kita, jadi sulit cari cowok tampan dengan standar kita” gerutu Amira.


Quinsya mengangguk setuju. “benar juga, ayo” ajak Quinsya sambil menggandeng saudara sepupunya. Walau masih 6 tahun kedua anak itu sudah terlihat dewasa dan centil. Sampai-sampai para abang mereka kesusahan untuk menjaga dua gadis kecil itu.


.


“lamanya capek nih nunggu kalian” gerutu Azmi saat melihat saudaranya menuruni tangga.


“mau tau aja urusan cewek, mana papi ?” tanya Quinsya sambil celingukan mencari papi tersayang.


“udah duluan ke acara pesta, kita berangkat pakai supir, ayo cepat” omel Azmi. Para saudaranya yang lain sudah menunggu di dalam mobil.


“Ca, udah bawa inhaler kamu?” tanya Aryan begitu Quinsya baru masuk ke dalam mobil.


Quinsya menepuk kepalanya sambil nyengir memperlihatkan gigi gigi nya, “Lupa bang”.


“aduhhh bisa bahaya, ya udah kamu tunggu sini” Azmi segera berlari ke dalam rumah mengambil inhaler milik Quinsya, gadis kecil itu memang harus selalu membawa Inhaler karena takut mendadak asma nya kambuh.


“Abang darel dan farel mana?” tanya Amira saat memasuki mobil dua abang tertua mereka tidak ada di sana.


“udah duluan, soalnya mereka jagain Arthur” jawab Ameer, Arthur adalah putra bungsu dari Queen dan King, putra paling bungsu karena queen benar-benar tidak mau hamil lagi, sudah cukup punya 5 anak kata Queen.


“yaahhh padahal mira pengen diajarin main game sama abang darel” gumam Amira pelan.


“nanti kan bisa” sahut Ameer cepat.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


Bonus pict Quinsya



ini dia amira



...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


5 tahun kemudian,


“Ameer! Cepat gue di kepung!” teriak Azmi, saat ini Azmi, Ameer dan Aryan sudah berumur 11 tahun, waktu berlalu dengan cepat, seperti papi Rafa yang sangat menyukai game dan hidup dalam lingkungan keluarga yang maniak game membuat keturunan keluarga itu memiliki bakat game sejak kecil.


“Iya-iya berisik, kalau main tu jangan cerewet, seperti caca aja” gerutu Ameer, tangan pria itu sibuk bergerak dengan lincah diatas keyboard.


“Caca gak berisik abang!” Quinsya yang datang membawakan cemilan tidak sengaja mendengar ejekan Ameer untuk dirinya, gadis kecil itu meletakkan dengan kesal piring yang berisi cemilan untuk abang-abangnya, dan berlalu pergi.


“hahahha mampus! Ntar dia kaduin papi gak boleh main selama seminggu!” ledek Azmi disertai tawa dari saudara mereka yang lainnya.


“Mati gue! Biru gantiin abang bentar!” teriak Ameer, untung saja Biru yang berada dibelakang Ameer dengan cepat berganti posisi dengan Ameer, Biru Azez bagaskara adalah putra dari pasangan Prince dan Juli, dia memiliki kembaran yaitu Violet Veronika bagaskara.


“Keselamatan hidup gue sekarang dipertaruhkan” balas Ameer, tidak peduli Azmi teman berantemnya marah, pria itu takut papi Rafa akan menghukum dirinya.


Quinsya memang sangat dimanjakan di rumah itu, mungkin karena kondisi gadis itu yang sedikit istimewa, untung saja tidak ada yang mempermasalahkan tentang Quinsya yang selalu dimanjakan oleh keluarga itu.


.


“Caca cantik!” teriak Ameer saat melihat Quinsya sedang merengut duduk di dapur.


“Lah abang kenapa ke sini?” tanya Amira heran.


“Hehehe” Ameer melihat kiri dan kanan untung saja saat ini hanya ada Amira, Quinsya, Violet, Bulan di sana. “mami cessa sama yang lainnya mana?” tanya Ameer.


“Lagi di tempat kumpul para orang tua, kenapa bang?” tanya bulan yang merupakan putri dari Ellena.


“Gak ada” ucap Ameer cepat, dia langsung berjongkok dihadapan Quinsya yang sedang cemberut. “dek jangan marah dong, abang Cuma bercanda tadi” bujuk Ameer.


“abang gangguin caca lagi ya?” omel Amira sambil berkacak pinggang.


“hehehe abang ngomong eh caca nya datang, maaf ya, nanti abang belikan ice cream janji” ujar Ameer.


Quinsya langsung tersenyum cerah, gadis kecil itu memang sengaja berpura-pura ngambek agar dibelikan makanan kesukaan dia.


“janji” Quinsya cepat cepat menautkan jari kelingkingnya dengan Ameer, takut pria itu membatalkan janjinya.


“Lah jadi caca bohong sama abang”.


Quinsya tertawa dan mengedipkan sebelah matanya pada Ameer, “abang udah janji” kekeh Quinsya.


Amira geleng-geleng kepala, ini sudah keberapa kalinya dan tetap saja Ameer berhasil kena tipu daya Quinsya agar membelikan ice cream, jelas jelas Quinsya dilarang terlalu banyak makan ice cream, dia juga memiliki ice cream khusus yang dibuatkan oleh mami cessa, karena menurut cessa ice cream dari luar itu terlalu banyak bahan bahan yang tidak bagus buat Kesehatan, jadi Cessa membuat kan ice cream khusus buat Quinsya, biasanya jika begini Ameer akan memberikan bagian ice creamnya untuk Quinsya karena kalau dia beli ice cream dari luar dia akan kena amuk oleh Cessa dan rafa bukan hanya itu daddy dan mommy nya juga akan marah.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


“mi, caca mana?” tanya Amira.


“lagi di ruang Lukis, biarin aja dulu, nanti dia ngamuk kalau di ganggu” jawab Cessa.


“Ya udah deh, kalau gitu Aryan mana mi?” tanya Amira lagi.


“diruang belajar, kenapa cari Aryan?”


“Ada tugas yang mira gak ngerti, jadi mau cari Aryan buat bantu jawab” Amira mengangkat buku ditangannya yang memang berisi tugas sekolah.


“loh, kalau cari Aryan kenapa tadi tanya tentang caca?” cessa menatap heran kearah ponakannya.


“Biasa mau gossip tentang cowok” kekeh Amira, setelah itu gadis itu berlari meninggalkan cessa yang geleng-geleng kepala.


Amira dan Quinsya memang sangat akrab karena umur mereka hanya beda bulan, dan mereka berada pada sekolah yang sama. Sementara Violet lebih akrab dengan Bulan karena umur mereka yang sama.


Prince hanya memiliki 2 anak kembar, dia tidak mau lagi memiliki anak karena takut saat melihat istrinya yang melahirkan normal dan terlihat sangat kesakitan jadi dia stop dan mengikuti program pemerintah 2 anak cukup.


Sementara abang Xelo dan Elena memuliki 2 anak lagi setelah Bulan yang hanya berjarak sekitar 2 dan 1 tahun, mereka adalah Arjuna dan Mentari Arjuna anak kedua sementara Mentari adalah anak terkecil yang sekarang sudah berusia 2 tahun.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


Sekian selingan hari ini, apa kita lanjut langsung ke novel ‘My stupid girl’ ya?