Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
107. Kesempatan



‘Tok Tok Tok’ bunyi ketukan pintu membuat semua orang memandang pintu dengan bingung.


‘Ceklek’ cessa muncul dari balik pintu dengan tanpa bersalah, gadis itu tersenyum kepada semua yang ada disana, walau tidak dipersilahkan masuk dia langsung membuka pintunya lebih dulu.


“Mami, papi maaf cessa telat gara-gara abang gak mau cessa paksa datang kesini” ucap cessa sambil duduk dengan ngos-ngosan.


“Wajar gak mau datang mana mau abang kamu itu di ledeki, sekarang abang udah dapat calon istri dan sekarang Cuma abang kamu yang masih bersegel di dalam rumah” kekeh papi harri dengan tawa keras.


“papi, ngeledekin anaknya terus! Nih liat menantu papi jadi terkejutkan liat papi” mami dona memukul pelan bahu papi Harri.


“mom,itu menantu mami bukan hanya terkejut liat sifat papi tapi mami juga” keluh King sambil geleng-geleng kepala.


“ya ampun, mami baru ingat tanya kamu sibuk sayang?” mami dona memukul keningnya kuat.


Queen menggeleng dan tersenyum manis pada mami dona, dia tidak bisa mengatakan kalau dirinya sedang sibuk, ini adalah mertuanya dia tidak mau membuat mertuanya marah.


“Pasti sibuk ini jam makan siang, lepasin dulu mam, biarkan menantu mami masak dengan cepat baru bicara lagi disini” protes king, dia tau jam-jam yang didatangi mereka adalah jam sibuknya Queen.


Queen kembali menggeleng, “gak apa mi, di dapur masih ada koki lain yang bisa menggantikan Queen” jawab Queen cepat.


“Aduhh, rasanya pasti beda, ya udah masak aja dulu, nanti kalau sudah selesai kesini lagi ya, kita akan bahas tanggal pernikahan kalian, kalau bisa dalam bulan ini” ucap mami dona dengan sangat santai.


“Ap__” Queen kembali menahan ucapannya ang ingin keluar, dia masih canggung dengan keluarga barunya. “kalau gitu queen permisi dulu” queen segera tegak dan mempersiapkan smeua makanan pesanan keluarga bagaskara.


“farel, main sama uncle Rafa mau? Dia jago main game loh” ucap King pada Farel yang duduk dipangkuannya.


Farel mengangguk dan setelah itu King secepat kilat pergi dari sana, “mi pi, King ma uke toilet, kebelet” ucap king tanpa menunggu ledekan atau jawaban dari keluarganya.


“Alah pasti mau ngomong sama calon istrinya” ledek Papi Harri.


“biar aja deh pi, kasian juga tadi mami pegang tangan calon menantu kita tangannya seperti es, dingin banget, mungkin king bisa membuatnya hangat lagi” ujar mami dona.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...


“Queen!” panggilan king membuat Queen menghentikan langkahnya dan berbalik cepat.


“King! Kenapa gak bilang-bilang kalau orang tuamu mau datang!, aku kan bisa siap-siap, gak seperti ini semua serba mendadak, aku jadi takut! Gerutu Queen begitu king sudah ada dihadapannya.


King mencubit gemas pipi Queen, “takut kenapa sih” ledek nya.


Queen segera menepis tangan king yang mencubitnya, “aku benaran, bagaimana jika tadi keluargamu tidak suka dengan aku” dari wajahnya Queen tampak sangat cemas bercampur rasa takut.


“hahahha ya ampun segitu takutnya sampai ni tangan asanya kayak pegang es” King menggenggam tangan Queen dengan kedua tangannya.


“Aku benaran loh king, bagaimana jika mereka membenciku setelah tidak suka dengan masakanku, jika ada masakkanku yang gagal atau darel dan farel buat masalah ata__” ucapan queen terhenti ketika tangan king menutup mulutnya dengan bibir king.


“akhirnya berhenti juga” kekeh King.


Queen memang berhenti tapi sekarang dia melotot karena terkejut, ini pertama kalinya gadis itu berciuman.


“Pertama yang kamu takutkan tentang kedua oaring tuaku yang tidak akan setuju itu salah besar, kamu liat sendiri bagaimana gilanya keluarga aku, mereka tidak pernah mempersalahkan bibit bebet ataupun bobot seseorang, yang mereka lihat hanya baik dan setia..” keing sengaja menghentikan ucapannya, dia kembali mencubit gemas pipi Queen agar gadis itu terbangun dari lamunannya.


“Huh Ge-Er” gerutu Queen, gadis itu dnegan cepat memalingkan mukanya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


King menarik dagu Queen agar kembali menatap matanya, “kedua aku minta maaf, aku pikir mereka hanya bercanda ingin makan siang disini, tapi ternyata aku lupa, kalau keluargaku itu nekat dan gila semua mereka akan melakukan hal yang mereka inginkan dan sukai selama mereka anggap itu benar, lalu yang ketiga, apapun kesalahanmu yang mereka temukan di kemudian hari tidak akan mengubah keputusan mami dan papi tentang keputusan pernikahan kita, sekarang apa lagi yang kamu takutkan?” king sedikit menunduk agar wajahnya sejajar dengan Queen, dan hal itu membuat Queen semakin merona merah.


“Apa mereka benar tidak masalah aku berasal dari keluarga miskin?” tanya Queen sekali lagi.


King menggeleng, “selama kamu tidak membunuh orang, mereka tidak akan masalah dengan keluargamu” ucap king.


Queen akhirnya mengangguk, “baiklah, sekarang lepaskan aku, aku ingin segera masak, takut mami dan papi akan lama menunggu” ucap Queen.


‘Cup’ king kembali lagi mencium Queen, sepertinya sang King kita telah ketagihan, ini baru ciuman belum lebih bisa melebihi Rafa kedua jika King sudah menikah dengan Queen.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


King kembali ke dalam ruangan VIP tempat keluarganya berada, dia sengaja memegangi perutnya dan berusaha berakting sedang sakit perut.


“aduhhh perut abang sakit banget” lirih King.


“pelut daddy sakit?” Darel dan farel turun dari pangkuan papi harri dan Rafa.


“benaran sakit perut atau yang lainnya tu” ledek papi harri.


“udah darel dan farel main aja, daddy biar auntie yang urus” ucap cessa. Kedua bocah kembar itu mengangguk dan kembali keposisi masing-masing.


.


“jadi gimana rasa permen strawberry nya?” ledek mami dona.


“permen? Abang gak ada makan permen, ini perut abang sakit mam” ucap king sekali lagi.


“udah gak usah pura-pura bang, itu lipstick kak Queen masih nempel disudut bibir abang, sakit perut kok bisa cium cium” sindir cessa. King yang diberi tau adiknya itu segera mengusap bibirnya dengan lengan baju ditangannya.


“Abang tadi pinjam lipbam kak Queen biar bibir abang gak kering” elak king.


“masih juga gak berani ngaku, papi batalin aja ni pernikahannya,baru tau rasa” papi harri mulai mendominasi dnegan ancaman, dan itu 100 persen berhasil membuat king mengaku.


“baiklah memang iya” jawab King pasrah.


“jangan lagi diulang loh bang, abang belum nikah, belum boleh cium-cium gitu” nasehat mami dona.


“tapi P_” ucapan king terhenti ketika mata Cessa melotot menatapnya menandakan cessa memberi intruksi pada abang nya itu diam tentang Prince yang berpacaran melebihi batas, memang belum sampai buka segel tapi sudah berciuman.


“tapi apa bang?” ulang mami dona.


“tapi papi yang buat abang ngelakuin itu biar abang secapatnya dinikahkan” kekeh king sambil garuk-garuk kepalanya.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...