
“Pi, ucapan papi barusan seperti sedang menjual prince tau” cibir prince kesal.
“emang!” jawab papi harri spontan, “papi emang lagi jual kamu, nanti kalau gak laku papi jajakkan kamu di pinggir jalan, pakai name tag biar ada yang mau ambil” sambung papi hari dengan senyum nakalnya.
Prince hanya bisa ambil nafas panjang, mendapatkan papi seperti itu, setiap dia membalas pasti ada saja balasan dari papinya itu.
Melihat putranya hanya bisa pasrah papi harri kembali menatap calon besannya itu, “jadi bagaimana apakah lamaran ini diterima?” tanya papi harry.
“tuan bagaskara_”
“jangan panggil tuan, kita akan jadi besan, panggil saja harri” potong papi harri cepat begitu mendengar daddy juli memanggilnya tuan.
“baiklah pak harri_” ucapan papi wijaya kembali terpotong karena papi harri kembali memotongnya.
“jangan pak saya_”
“udah tua pi, ingat umur” Potong serentak 3 orang putra putri papi harri membuat pria paruh baya itu melotot menatap ketiganya.
“belum punya cucu ya, jadi__ awww sakit sayang” papi harri meringis saat tangan istri cantiknya menjewer telinga papi harri.
“bagus mi” puji ketiga anaknya sambil memberikan jempol pada mami dona.
“Itu calon besan mau ngomong, jadi gak bisa gara-gara perdebatan papi yang gak jelas itu, maaf ya pak wijaya, silahkan lanjutkan, ini bapak-bapak biar saya yang tutup mulutnya” ucap mami dona sopan.
Daddy juli mengulum senyumnya, “baiklah, saya sangat senang menerima lamaran dari keluarga bapak, saya sendiri sudah menerima prince menjadi menantu saya sejak dia memegang janjinya untuk membawa kedua orang tuanya kesini, tapi saya tidak tau dengan putri saya apa dia menerimanya atau belum” kini semua mata menatap ke arah juli menunggu jawaban gadis itu.
“bismillah, juli terima lamarannya” jawab juli sangat lembut.
“Alhamdulillah, laku juga kamu prince” ucap spontan papi harri.
“Pi, prince senang diterima tapi kok rasanya papi sedang jadi calo ya?” lirih prince.
“perasaan kamu aja itu” kekeh papi harri. “ini diterima langsung nikah atau tunangan dulu pak wijaya?” sambung papi harri.
“Saya takut kalau mereka menikah, juli akan tidak konsentrasi dengan sekolahnya, jadi saya ingin mereka bertunangan lebih dulu saja” jawab daddy juli.
Papi harri tertawa keras sambil menepuk-nepuk punggung prince dengan keras, “kasian belum bisa buka segel walau udah laku” tawa papi harri.
Prince hanya bisa pasrah mendapatkan tepukan di punggungnya. “ada ya papi kayak gini, bahagia di atas penderitaan putranya”.
“ohh jelas ada” kekeh papi harri.
Sedang asik berbincang ternyata pembantu keluarga juli datang memberitahukan bahwa makan malam sudah siap di meja.
“Kalau gitu bagaimana kita lanjutkan berbincangnya di meja makan saja pak harri, biar terasa lebih kekeluargaan” ajak daddy Juli.
“Ohh baiklah, saya pastinya tidak akan menolak” ucap papi harri.
.
Semua orang sudah mengambil makanan masing, masing dan perbincangan pun berlanjut.
“Rafa maaf sebelumnya, om boleh nanya kamu umur berapa ya? Tadi om dengar kamu bos nya prince” tanya daddy juli.
“maaf ya, setau oom, pemilik A.R corporation itu bisa menciptakan teknologi dan program hebat hingga diakui diluar negeri, jadi itu kamu?” tanya daddy Juli lagi.
Rafa mengangguk pelan.
“hebat kan mantu papi harri” bangga papi harri.
“yang hebat mantunya pi, bukan papi, bangga banget punya mantu seperti rafa” ledek prince.
“maaf lagi ya nak Rafa, om boleh nanya kamu kenapa tidak lompat kelas saja?” daddy juli sangat penasaran dengan sosok pemilik A.R corporation yang selama ini sangat misterius, dikatakan pemiliknya sangat pintar dan bisa menciptakan program dan berbagai macam barang teknologi yang dapat berguna di berbagai bidang.
Rafa tersenyum lembut, “untuk apa om, sedangkan rafa yang masuk sekolah setara dengan umur rafa aja, masih tidak bisa berbaur dengan sebaya rafa, apalagi Rafa loncat kelas, mungkin orang-orang akan mengatakan Rafa robot atau manekin” balas Rafa.
Prince mengangguk setuju, “benar itu om, sangat payah membuat dia bersuara dan berbicara panjang lebar, tapi kalau udah ada pawangnya, om tenang aja, mulutnya gak bakal terkunci lama” kekeh prince.
“jadi rencananya kalian mau kuliah dimana? Amerika? Canada?” tanya daddy juli lagi.
Prince dan Rafa sama-sama tersenyum dan tertawa kecil.
“Kalau rafa mau cari kampus dekat sini aja om, gak mau keluar negeri” ucap rafa.
“prince juga sama” sahut prince sepemikiran dengan Rafa
“loh kenapa? Bukannya Pendidikan di sana sangat hebat, kenapa tidak mau? Kalian pasti di terima jika mendaftar” daddy Juli sedikit bingung dengan keputusan dua orang pria muda itu.
“jadi abang sama rafa mau kuliah disini aja?” papi harri juga ikutan penasaran.
Prince mengangguk diikuti dengan rafa.
“Prince, Rafa, Pendidikan itu penting, kalau kalian sanggup, seharusnya kalian ambil kesempatan itu” nasehat daddy juli.
Rafa tersenyum pada daddy juli, “iya om, rafa tau Pendidikan itu penting, banyak orang diluar sana kuliah sampai keluar negeri tapi hasilnya nihil, orang kuliah sampai keluar negeri tujuan akhirnya untuk bertahan hidup kan? Sedangkan rafa yang hanya anak SMA ini sudah berhasil mendirikan perusahaan sendiri yang merupakan tujuan akhir dari kuliah, jadi rafa tanya, untuk apa rafa mencari title tinggi sarjana dari unversitas Candbrige, atau universitas terkenal lainnya, Rafa sudah memiliki perusahaan yang go internasional hanya dengan title Rafa yang anak SMA, jika Rafa mendapatkan title itu, hanya satu tujuannya, gengsi, seorang Direktur utama hanya lulusan SMA, Rafa tidak peduli mereka mencerca Rafa, bukan rafa meremehkan Pendidikan, tapi bagi rafa jika mau mencari Pendidikan tidak perlu sejauh itu, disini juga banyak universitas yang hebat, rafa juga tidak mau berpisah dari istri Rafa” jawab rafa sambil menggenggam tangan istrinya.
“kan bisa kamu bawa ke sana” ucap daddy Juli.
Rafa menggeleng, “Rafa memang bisa membawanya, tapi dia sudah terlalu lama jauh dari keluarganya, Rafa tidak mau memisahkan dia dari keluarganya lagi, disini saja Rafa sudah diundang menjadi professor dan peneliti di amerika sana, bisa bahaya jika rafa berada di sana, kesibukan rafa akan bertambah dan rafa tidak akan punya waktu bersama istri Rafa”.
“Fa, papi boleh tanya apa tujuan kamu membuat perusahaan itu?” tanya papi harri lagi.
“Pertama rafa mau nunjukkin pada saudara Rafa, tanpa warisan dari kedua orang tua, rafa bisa berdiri di kaki rafa sendiri, Rafa juga tidak perlu memeras otak tentang bagaimana cara untuk membayar uang sekolah membeli peralatan yang rafa inginkan, semuanya sudah bisa rafa miliki hanya dengan menjual ide yang ada didalam kepala rafa” jawab Rafa.
“papi bangga sama kamu nak” ujar papi harri. “kalau kamu prince, kenapa gak mau kuliah diluar negeri?” tanya papi kini pada putranya.
“hampir sama dengan Rafa, Prince kehabisan alasan untuk melanjutkan kuliah diluar negeri, title S1? Disini prince bisa dapatkan gak perlu jauh jauh, biar dapat kerjaan yang bagus, sekarang aja prince sudah bekerja dan gaji prince yang hanya anak sma lebih besar dari karyawan seorang lulusan S1, buat usaha? Itu bukan bidang Prince, bidang prince itu menciptakan program dan melakukan penelitian, jadi apa lagi alasan yang bisa mendorong prince buat kuliah di luar negeri pi?” prince balik bertanya pada papinya itu.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
Hayooo.. ada yang bisa jawab pertanyaan prince?? Alasan apa yang bisa mendorong prince untuk kuliah diluar negeri??
Jangan lupa like, vote dan hadiahnya ya, kalau banyak bakalan double up deh.