Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
112. Permintaan Mama



Revi menatap kesal gavin yang tertidur pulas selesai sesi bercinta mereka. Sudah beberapa hari gadis itu tinggal bersama gavin, dan memang benar dia tidak dapat mengelak saat gavin meminta jatah padanya, untung saja Revi sudah punya persiapan, dia sudah menyuntik dirinya dengan suntik kb, jadi dia tidak perlu memakan pil kb lagi.


Sudah beberapa hari ini dia berusaha mengorek tentang A.R corporation tapi gavin tidak pernah mau memberikannya, sekarang cara satu-satunya yang revi punya adalah membiarkan Gavin tidur dan dia akan memanfaatkan itu untuk membuka ponsel Gavin.


Sekitar 30 menit Revi menunggu gavin tertidur, perlahan gadis itu tegak dan mengambil kimono untuk menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan apapun. Revi sudah pasrah dirinya dinodai oleh suaminya sendiri, padahal itu adalah kewajibannya, tapi revi menganggap Gavin adalah seorang pemerkosa.


“mana sih ponselnya” geruty Revi yang sedang mencari ponsel gavin kesana kemari, setelah dia mendapatkannya Revi segera berjalan mendekati Gavin agar bisa membuka ponsel itu menggunakan jari tangan Gavin.


“Mana sih kontak A.R Corporation?” gumam revi pelan, tangan gadis itu sibuk meng scroll ponsel gavin untuk mencari nama yang kira-kira ada unsur A.R corporation.


Tapi setelah sejam Revi mengutak atik ponsel itu tidak ada nama ataupun pesan yang menyangkut perusahaan itu. Gavin bukan orang yang bodoh, dia menghapus setiap pesan penting yang ada dan nama pemilik perusahaan yang gavin ketahui hanya dia buat nama asli pemilik yaitu, Arxelo nama yang jarang sekali orang tau dan jika tau pun orang hanya mengetahui kebohongan yang dibuat oleh Rafa. Karena pemilik sebenarnya Bukan Arxelo tetapi Rafa. Revi berdecak kesal, dan sedikit membanting ponsel gavin, untung saja ponsel itu tidak rusak. Sekarang cara satu-satunya agar gavin mau mengatakan itu hanya satu memuaskan nafsu gavin.


... 🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Revi berjalan dengan santai menuju meja Rafa dan cessa.


“mau apa lagi sih nenek lampir” gerutu Dafa yang duduk di kursi depan mereka.


“Fa, mama ada telepon kamu?” tanya Revi dengan gaya angkuhnya. Sejak dia sudah tidak perawan lagi, Revi menjadi sedikit sexy dan berani, dia bahkan sengaja membuka kancing keduanya agar belahan dadanya terlihat.


Rafa tidak menjawab hanya melirik sekilas pada Revi.


Revi mendekatkan wajahnya kearah telinga rafa dan sengaja memprovokasi Cessa yang ada disana. “Tadi mama ada titip pesan, katanya tolong bilang rafa untuk pulang ke rumah, soalnya mama bentar lagi ulang tahun” bisik Revi seduktif.


“tempos aja bangga” celetuk cessa dengan senyum sinisnya. “maaf ya vi, Rafa gak suka yang modelan seperti kamu” sindir cessa lagi.


“Siapa yang tau? Orang nya sendiri gak komen tu, berarti dia menikmati pemandangan yang gue berikan, dan bisa saja gue lebih bisa memuaskan suami lo” balas Revi dengan suara pelan tapi penuh dengan sindiran pada cessa.


“hahahha” cessa tertawa sambil memegangi perutnya. “Pede banget neng! Liat perbandingannya, gue sama lo? Mau adu ukuran kita?! Jangan sok melawan gue, lo kalah banyak dari gue!” balas cessa sambil tersenyum sinis pada Revi.


Pertengkaran mereka terhenti karena ponsel rafa yang berbunyi.


📲“assalamualaikum ma” jawab rafa.


📲“Waalaikum salam, sayang maaf mama baru bisa hubungi sekarang mama sibuk banget sama arisan mama, soalnya mama pengen ngerayain ulang tahun mama dengan anak-anak mama jadi mama gak bisa datang kearisan selama 3 hari, kamu mau ya tidur di rumah selama 3 hari” pinta mama Reta denagn suara memelas.


Rafa sedikit mengehela nafas panjang.


📲“Iya rafa tau, baiklah akan rafa usahakan, tapi rafa gak janji bisa menginap selama itu” jawab rafa.


📲“hanya 3 hari sayang, ini rumah kamu juga, mama kangen loh dengan anak mama” bujuk mama reta lagi.


📲“Maaf ma, bukan rafa tidak mau, itu bukan rumah rafa, itu rumah gavin, rafa gak mau di anggap anak angkat yang cumin numpang di sana, tapi akan rafa usahakan” ucap rafa pasrah.


📲“rafa gak bisa janji ma, maaf, tapi akan rafa usahakan” ucap Rafa lagi.


📲“Baiklah, usahakan bisa ya” jawab mama reta.


“mama reta kan? Apa aku bilang aku gak bohongkan” ucap Revi saat baru saja rafa mematikan ponselnya.


“Hmm” balas rafa singkat.


“Sayang ayo pulang” berbeda dengan cara rafa menjawab revi, Rafa berkata dengan lembut saat berbicara dengan istrinya.


“Fa kami duluan ke basecamp ya” ucap Prince.


Rafa mengangguk, “Aku akan menyusul nanti” jawab rafa.


.


Rafa masih diam sepanjang perjalanan, dia sedikit menyunggingkan senyum saat melihat cessa yang menatapnya dengan mata penasaran, sejak tadi cessa ingin bertanya apa yang dikatakan mama reta tapi tidak berani berbicara karena nampaknya mood Rafa sedang down.


Rafa sengaja menghentikan mobilnya ditempat yang lumayan sepi.


“mau tanya apa?” tanya pria itu pada istri cantiknya.


“apa benar yang dikatakan revi tadi?” cessa mulai melemparkan pertanyaan.


Rafa menagguk dan mengehela nafas panjang, “mama ingin kita menginap disana selama 3 hari…” Rafa menunduk dan sengaja menggantung ucapannya.


“kenapa? Kok gak senang, bukannya kamu harusnya senang? Mama mau mencoba memperbaiki hubungan kalian yang renggang, kenapa down gini?” tanya cessa lagi.


“entahlah, aku takut gavin merencanakan sesuatu padamu, aku juga sebenarnya canggung dengan mama dan papa yang mulai bersikap seperti ini padaku, apa karena aku sudah bisa mandiri baru mereka mulai mendekat, apa mereka ingin meminta sesuatu padaku, atau ada hal lain yang mereka inginkan, mereka tidak pernah sebaik sekarang, dulu aku ada dirumah ataupun tidak mereka tidak pernah bertanya, papa selalu sibuk dengan perkerjaan dan mama selalu sibuk dengan arisannya, jikapun ada waktu mereka makan keluar hanya dengan gavin, aku ditinggal karena dianggap takut menggangguku yang sedang belajar”.


Sekarang sedikit mulai sedikit Rafa mulai menceritakan perasaannya pada cessa, entah kenapa bercerita pada istrinya membuat hatinya menjadi sedikit lega.


“kan bagus, mereka mulai bisa berubah, apapun rencana mereka, mereka tetap orang tua kamu, surgamu tetap dibawah kaki ibu, jadi kabulkan saja permintaan mama kali ini” cessa meraih tangan rafa dan menggenggamnya. “kalau masalah gavin, aku akan menempel 24 jam dengan kamu, jadi tenang saja, gavin tidak akan mampu menyentuhku dan juga pesona gavin tidak akan terlihat dimataku, karena kamu pesonanya berkali-kali lipat dari gavin, sempurna” puji cessa.


Rafa tersenyum sambil mengelus pipi cessa dengan lembut.


“kalau mau cium-cium aja gak usah sok ngelus ngelus” kekeh cessa.


Rafa langsung menarik tengkuk cessa untuk mencium bibir istrinya itu. Memberikan sedikit ******* dan memainkan lidah cessa dengan liar. “terima kasih sudah menjadi istriku cessa” bisik rafa disela ciuman mereka.


...🌜🌬🌬🌬🌬🌛...