Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
170. King K.O



King menatap horror pada buah-buah durian yang sedang diturunkan dari dalam truk, tadi papi menyuruh Xelo untuk mencarikan buah itu disekitar villa, ternyata ada penjual durian yang Xelo kenal tinggal di dekat daerah itu, hanya dalam 1 jam buah eksotik itu di antar menggunakan truk kecil berisikan 20 buah durian yang di jamin manis dan nikmat, apa gak nikmat, papi harry membeli durian musang king yang harganya bisa mencapai jutaan hanya 1 kg nya saja, bayangkan saja sekarag ada 20 buah yang ada di hadapan mereka.


“Mas~ sini!” rengek Queen memanggil King yang berada sangat jauh dari Queen.


Papi harry tertawa melihat king yang menjauh dari mereka. “abang Darel, abang Farel, Tarik daddy kesini cepat” perintah papi harry.


Tadi papi sudah menyuruh Xelo mengumpulkan kembali para keluarganya yang masih belum pulang untuk menikmati pesta durian yang dibuka oleh papi harry.


King menggelegkan kepalanya saat kedua putra kembarnya menarik tangan king untuk mendekat.


“daddy ayokk! Masak kalah sama abang darel!” pekik Darel sambil berusaha menarik tangan King, tapi badan pria itu tidak bergeser sedikitpun.


“Yang~ suruh yang lain aja cicip ya, aku benaran gak bisa yang~” lirih King dengan suara tinggi, agar Queen mendengar suaranya yang berada sangat jauh dari mereka.


“gak mau! Kata papi aku Cuma boleh coba 2 biji! Jadi mau dipilihkan yang benar-benar manis mas~” rengek Queen.


“King kemarilah! Atau papi pecat jadi anak baru tau rasa!” pekik papi Harry.


“Pecat aja pi! King bersedia” balas king.


“Kak Queen biar ellen aja yang rasa ya” ujar ellen, karena dia kasihan melihat abang angkatnya seperti itu.


“Iya Queen biar aku aja yang rasa ya” Xelo juga menambahkan.


Queen menggelengkan kepalanya, wanita itu lari memeluk mami dona dan mulai menangis, “baby nya yang minta mam, hiks hiks” isak Queen.


Sejak tadi cessa dan Prince tidak berhenti menertawakan abang sulung mereka yang terlihat tersiksa.


“Pokoknya kalau cowok gak bisa buka buah durian papi pecat jadi anak papi!” teriak papi harry, “sini mantu papi duduk disini dulu, Boys Tarik anak satu itu” perintah papi pada para pria yang ada disana.


Hanya dalam satu kali perintah, Rafa, prince, Xelo, dan Dafa langsung berlari kearah King yang hendak melarikan diri, tapi tertahan oleh kedua putra kembarnya yang memegangi kaki king.


Badan King langsung melayang karena diangkat secara bersama-sama oleh keempat orang itu.


“Yhang, tho-long ahkhu ghak bhisa mhakan itu” suara king terdengar aneh karena saat ini dia menutup hidungnya dan bernapas lewat mulut, itupun beberapa kali dia menahan muntah.


“Tapi ini adik bayi yang minta” rengek Queen.


“baiklah, King, kamu tidak mau mencoba durian ini?” tanya papi harry.


King mengangguk cepat dengan tangan yang masih menempel di hidung.


“baik, xelo buat pengumuman, di cari calon suami buat Queen karena suaminya kabur gak bertanggung jawab udah buat istri bunting tapi gak mau di susahkan buat Cuma ngabulin keinginan istri saja” ujar papi harry.


“Loh gak bisa gitu pi, itu istri King, yang anak sebenarnya siapa sih, pap ikan tau King gak suka buah itu” King sudah melepas tangannya dari hidung jadi dia bisa berbicara dengan normal.


“apa susahnya buat papi, tinggal angkat Queen jadi anak papi, dan papi cari suami baru buat Queen karena suaminya takut sama buah durian” balas papi harry.


“Bukan takut pi, tapi__”


“Gak ada tapi-tapian, mau papi suruh Xelo buat sayembara nya atau lakuin keinginan istri kamu, apa susahnya Cuma coba aja, semuanya ini enak” ujar papi harry.


“Hayo mau pilih yang mana?” ledek mami dona.


“Ini dia abang tersayang” cessa dengan semangat meletakkan satu biji durian di tangan King.


“hhuuuuu haaaaa huuuu haaa” king mengambil nafas panjang-panjang, bersiap siap untuk memakan duriannya.


“Bang, gak lagi mau melahirkan bukan??? Kok huuu haaa hhuuu haaa” ledek Dafa.


“Diam” balas king, dia dengan cepat memasukan buah itu kedalam mulut, dan menahan diri untuk tidak muntah. “yang ini enak” ujar king dengan senyum dipaksakan.


Queen menatap wajah king yang seperti orang mau muntah, wanita itu langsung menggeleng, “coba lagi yang lain, yang itu sepertinya gak enak” ujar Queen dengan polosnya, dan mendapatkan suara tepuk tangan dan sorak Bahagia bagi para penonton yang menyaksikan penyiksaan seorang suami yang istrinya sedang ngidam.


“Apha?? Obha aghi yhaang?” King berbicara dengan daging buah durian yang masih ada di


dalam mulutnya.


“Iya ini gak mau coba yang itu, kan masih banyak yang lain” ujar Queen.


“king sini, yang ini enak” ujar daddy juli dengan tawa kecil.


“hahahhaa” cessa tertawa keras mendengar permintaan Queen, dia sangat suka melihat abangnya tersiksa seperti itu. “Haap_” tawa cessa berhenti karena buah durian yang tadi masih ada ditangan king sudah masuh ke dalam mulut cessa untuk membungkam mulut adiknya itu.


“Suka banget ketawa diatas penderiataan abangnya!” kesal King yang sudah berjalan mendekati daddy Juli.


“Biarin week” ejek Cessa yang mulai memakan buah yang ada di dalam mulutnya, itu bukan bekas muntahan , hanya digigit sedikit oleh king. “yang abang jahat” cessa mendekat kearah suaminya yang sedang membantu membukakan durian bersama prince.


“Yang, makanya jangan jahilin abang, sini” Rafa menempelkan bibirnya pada bibir cessa yang sedikit celemotan akibat buah durian yang tadi dimasukkan paksa oleh king.


Prince yang kebetulan ada di sana dan melihat apa yang sepasang suami istri itu lakukan langsung melotot, “PAPI!!!!” teriak Prince dengan kencang.


Papi harry yang sedang membuka buah durian untuk istrinya terlonjak kaget akibat suara teriakan anak bujangnya itu. “Astagfirullah! Apaan si Prince? Suara teriakan kamu itu seperti anak perawan yang mau di perkosa aja!” amuk papi harry.


“husss” mami dona langsung membekap mulut suaminya yang ceplas ceplos itu. “papi bikin malu aja ihh” gerutu mami dona.


“habis anak bujang kamu itu kenapa sih? Kamu kenapa prince?” papi tegak dan melihat putranya yang sedang cemberut itu.


Prince menunjuk cessa dan Rafa yang sedang menertawakan dirinya. “ mereka ciuman di depan prince pi” adu Prince.


‘Plak’ bukannya belaan yang di terima prince tapi jitakan di kepala yang dia dapat dari papi harry yang kesal dengan dirinya.


“Awas kalau ngadu gak jelas lagi, biarin aja, terima dengan hati yang lapang, anggap itu adalah film berdurasi pendek, pembelajaran sebelum kamu menikah” amik papi harry, kemudian pria itu kembali ke dekat istrinya.


“hahahaha yang sabar prince” ledek Dafa yang ada di sana.


“Abang ipar!” panggil rafa. Dan begitu prince menoleh melihat rafa, pria itu langsung disuguhi lagi adegan ciuman dari rafa, walau singkat namun mampu membuat prince mengamuk.


“ADIK IPAR LAKNAT!” pekik prince.


Sementara King masih terus mencoba durian hingga berkali-kali, sampai Queen bersedia memakan buah yang sudah dia pilihkan, memang luar biasa keluarga papi Harry, keturunannya pada gila semua.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...