Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
163. Penolakan



Angga menatap putra sulung Deon sambil mengulum senyum, “tadi om dengar kamu pusing karena perjodohan, jadi kamu juga mau dijodohkan Al?” tanya Angga.


Al yang tadi fokus menatap punggung Theo yang menjauh pergi segera menatap angga, “anaknya Auntie Putri si Allana, ada-ada aja kan om, masak anak umur 14 tahun udah tunangan, mommy tu kalau buat keputusan emang rada aneh om” adu AL panjang lebar pada Angga.


“Siapa yang aneh haa?” Ara datang dan menjewer telinga putra tampannya itu.


“viss mommy Al yang super duper cantik” Al nyengir ketahuan telah menjelekkan Ara dibelakang. “mom, lepasin don, telinga abang sakit ini” lirih Al.


Ara menghembuskan nafas panjang lalu melepaskan tangannya dari telinga al, “awas kalau ngeledek mommy lagi, yang~ ini di marahi lah, udah ngeledek aku” adu Ara.


“A_”


‘cup cup’ Belum sempat Deon membuka mulutnya, Al sudah menyosor pipi kanan dan kiri Ay, pria itu ngacir duluan sebelum Deon marah padanya, bisa semakin besar masalah jika Deon sudah turun tangan.


“AL! ITU MILIK DADDY SEMUANYA!” tadinya deon berniat untuk menasehati Al, malah menjadi marah karena Al telah mencium pipi istri tercintanya.


“ITU MOMMY AL! DADDY” balas Al dengan menjulurkan lidahnya dari arah tangga.


Angga yang ada disana tertawa pelan melihat tingkah keluarga kecil itu, seandainya dulu dia bisa punya anak sendiri dari istrinya, mungkin dia akan sebahagia itu dengan istrinya.


“Kak jangan melamun” tegur Ara pada sahabat Deon itu. “kakak bolehin ya si Theo bantuin suami ara? Nanti Theo nya baper loh” sambung ara lagi.


Angga tersenyum kearah Ara, “itu kemauan dia, ya apa boleh buat, aku hanya mendukung saja” jawab angga.


‘plak’ ara memukul paha suaminya kesal, “jangan buat hati pria patah yang~” kesal Ara.


“ Dia yang mau yang” bantah deon.


“Iya walaupun dia yang mau, tapi tetap saja, itu tidak boleh, kasian anaknya punya harapan nantinya” omel Ara.


Deon bukannya merasa bersalah dia malah tersenyum, “lah kamu kan juga gitu yang, mau jodohin abang sama Alana, memberikan harapan yang tidak mungkin pada Alana” balas deon tidak mau kalah.


“tapi aku beda, abang al itu terlalu banyak ganti-ganti pacar, aku gak mau dia gonta ganti terus jadi aku jodohkan aja, eh taunya dia udah punya yang dia suka” Jelas ara, tentu saja wanita yang sudah mempunyai 3 anak itu tidak mau disalahkan.


“Tetap aja namanya sama yang, kamu seenaknya membuat Alana berharap bisa mendapatkan al” kata deon.


Ara menatap sinis suaminya, “Awas kalau tidur di dalam kamar hari ini” Ara ngambek, wanita itu langsung berdiri dari duduknya dengan wajah cemberutnya, masih tidak mau dituduh melakukan kesalahan.


“Yang~ kok gitu? Iya deh aku yang salah yang semuanya aku yang salah” teriak deon panik, dia tidak mau tidur diluar lagi, karena dia tidak akan bisa tidur tanpa guling sexy nya.


“”Bodo’ “ jawab Ara acuh.


“hahahha terima nasib bro, emang gak tau ya pasal yang gak tertulis tapi selalu harus kita patuhi” kata angga disela tawanya.


“apa itu?”tanya Deon.


“Wanita tidak pernah salah, kalau salah balik kepasal pertama wanita tidak pernah salah” kekeh Angga.


.


“Abang mau kemana?” tanya Ara heran saat melihat anak bujangnya turun sudah dengan pakaian rapi dan terlihat gagah.


“jalan bentar, abang bosan liburan dirumah aja” ujar Al.


“janjinya apa sama mommy?” Teriak ara dari tempat dia duduk.


Al mendekat pada mommy cantiknya itu mencomot roti di tangan mommy ara dan mencium pipi Ara sekali lagi. “bentar aja mommy ku yang super duper sexy dan cantik” goda al sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Oh ada daddy, abang pergi dulu ya dad, daddy gak mau abang cium juga kan?” Al sudah berlari sebelum mendengar suara Deon.


“Theo berapa umurnya ya?” tanya Ara penasaran, saat ini masih ada angga dan theo yang makan bersama dengan mereka.


“masih 20 tahunan tan” jawab Theo.


“wahhh, kalau gitu_”


“sayang~” panggil deon untuk menghentikan ucapan istrinya yang sudah bisa dia tebak, “jangan, ini bukan anak kita” peringat deon.


“baiklah” ujar ara pasrah, saat melihat wajah serius deon.


**


‘ceklek’ begitu al membuka pintu apartemennya, dia bertatapan dengan langsung dengan Aurora yang sudah berpakaian rapi seperti orang yang mau keluar.


“AHH AL” sapa Aurora yang masih canggung berada di apartemen Al.


“mau kemana?” bukannya menjawab sapaan Aurora, al lebih memilih bertanya pada nya.


“Ngantar lamaran pekerjaan sama cari-cari pekerjaan disekitar kampus dan disini” jawab Aurora, gadis itu memang sudah lulus masuk didalam kampus pilihannya dengan mendapatkan beasiswa, jadi dia hanya perlu membiayai hidupnya saja, makanya Aurora perlu pekerjaan untuk menghadapi masa depan.


“Aku antar yuk” Ajak Al.


Aurora menggelengkan kepala, “gak usah al, aku bisa naik angkot”


“naik turun angkot bakal banyak habisin uang loh, mending lo jadiin gue ojek satu hari, Cuma tinggal bayarin uang bensin gue aja” ujar al, dia tau aurora tidak akan mau menerima tawarannya jika dia tidak meminta bayaran seperti itu.


Aurora sedikit menimbang dan mengingat uang yang tersisa ditangannya, tidak ada pilihan lain dia harus menerima tawaran al, “Oke tapi gak boleh goda-goda gue di jalan ya” tawar Al.


Al terkekeh pelan, “emang kenapa gak boleh godain? Takut goyah hatinya?” ledek Al.


“gak tuh, perasaan gue tetap pada kak Frans” elak Au, padahal hatinya mulai goyah setiap melihat senyuman dan tawa al pada dirinya.


“Oh~ jadi namanya Frans, orang kaya?” tebak Al.


“Bukan, dia hanya orang biasa tapi dapat beasiswa sekolah keluar negri” jawab Aurora.


“ohh pintar, jadi pergi ni?” tanya Al.


Aurora dengan cepat mengangguk dan mengunci kamarnya, setelah itu dia berlali mengejar Al.


.


“Pegangan yang kuat” perintah Al.


“ini udah pegangan” jawab Aurora yang berpegangan pada baju Al.


“katanya gak bakal goyah, meluk aja gak mau, takut baper ya?” sindir Al.


Kesal dengan sindiran Al, aurora lalu merubah pegangannya menjadi memeluk al, “aku takut kamu nya yang baper sama aku” balas aurora kesal.


“gak akan, aku sudah biasa didekati cewek, jadi gak bakalan baper” bohong Al, dia memang sudah biasa didekati cewek, tapi hanya Aurora yang bisa duduk dibelakang boncengannya selain Ay adiknya sendiri hanya Auroralah cewek kedua yang bisa menduduki tempat itu. Dan juga hanya Aurora yang bisa memeluk Al dari belakang, karena tidak ada yang bisa memeluk atau lebih hanya sentuhan tangan itupun kalau al membolehkan, kalau tidak maka kata putus siap dia lontarkan.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...