Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
52. Date



“Jadi kita pergi jalan ini menggunakan motor?” tanya dafa heran.


“Iya gue lagi pengen berduaan dengan istri gue, masalah buat lo?” ketus Rafa.


“Fa, udah dong marah sama dafa nya, kasian dia loh” tegur cessa, sambil memukul pelan lengan suaminya itu.


“Tau nih Rafa emosian terus sama gue, untung istri lo baek, gak seperti suaminya yang emosian terus” Tambah dafa, dia senang Rafa di tegur oleh Cessa.


“Udah-udah, lo juga salah Fa, dah tau orang bucin lo godain juga istrinya” Ujar Devi.


“Yuk” Rafa segera menarik istrinya tidak mau beradu mulut dengan dafa yang memang selalu membuatnya emosi.


Mereka semua berjalan menuju pintu keluar, namun Langkah mereka terhenti ketika Revi dan gavin Kembali ke dalam villa.


Begitu melihat Rafa, gavin langsung menerjang tubuh Rafa dengan menarik kerah bajunya.


“Gavin!” bentak prince dan Dafa, mereka hendak menarik menarik gavin untuk menjauhi Rafa, tapi gerakan tangan Rafa menghentikan pergerakkan mereka berdua.


“kenapa?” tanya Rafa santai.


“Lo kan yang jebak ini semua! Lo sengaja buat papa marah sama gue! Apa mau lo hah!” maki Gavin.


Rafa tertawa kecil, dia sama sekali tidak takut dengan kemarahan Gavin. “Bukannya kamu duluan yang memulainya? Aku hanya melanjutkan apa yang kamu rencanakan” balas Rafa santai.


“Gara-gara lo gue harus nikah dengan Wanita yang tidak gue inginkan” maki Gavin.


Rafa semakin tertawa keras, “tidak diinginkan? Kau sendiri yang membuat dirimu menikah dengan Wanita itu, jika kau ingin menikah dengan kekasihmu tinggal katakana siapa Wanita itu sendiri, bukan mengakui kebohongan yang aku buat, jadi jangan salahkan jika aku membalas perbuatan mu” Rafa menepis tangan Gavin yang ada di kerahnya, “Selama ini aku diam bukan berarti aku selamanya diam dengan apa yang telah kau lakukan, aku sudah keluar dari rumah itu, aku sudah memberikan semuanya padamu, tapi setelah aku keluar dan melepas semuanya aku tidak bisa memberikan apa yang aku miliki lagi, cessa istriku! Aku tidak akan pernah membiarkan keinginanmu menjadi kenyataan, ini baru pembalasan pertama, jika kau masih bersih keras untuk mendapatkan istriku sekali lagi, liat saja aku akan membuat namamu terhapus dari daftar warisan” akhirnya Rafa melawan Gavin juga, selama ini pria itu hanya diam, dan sekarang sepertinya kesabaran pria itu telah habis.


Rafa mulai melangkah mendekati cessa dan merangkulnya, “ayo sayang” ajak Rafa.


Gavin menatap geram rafa yang perlahan menjauh darinya bersama gadis yang sangat ingin dia miliki, ancaman rafa membuat dia sedikit ketakutan, tapi pria itu masih belum mau menghilangkan keinginannya untuk merebut cessa dari Rafa.


"Lihat saja Rafa, gue akan merebut apapun yang menjadi milik lo!" batin Gavin.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Rafa membelokkan motornya menjauhi motor Dava dan Prince kendarai, tadi rencananya mereka ingin mencari tempat makan yang enak, tapi Rafa tiba-tiba saja ingin menghabiskan waktunya dengan cessa hanya berdua, sudah lama mereka tidak kencan berdua, karena sibuk dengan ujian.


“Fa, mau kemana? Kok pisah?” tanya cessa yang berada di belakang motor.


“Kita kencan berdua aja yuk, mau?” tanya Rafa dari atas motor, motor yang di gunakan saat ini hanya motor bebek biasa karena mereka ke sana hanya menggunakan pesawat, tidak ada membawa motor satupun, jadinya mereka menyewa motor untuk satu hari jalan-jalan di Bali.


“Boleh” sambut cessa dengan senang, dia sudah lama tidak kencan berdua saja dengan Rafa, tentu saja gadis itu mau.


.


Rafa membawa cessa pada disalah satu pariwisata keindahan alam, keduanya turun dari motor sambil duduk di salah satu spot yang kosong untuk menikmati suasana pantai pada sore hari.


“mau makan apa?” tanya rafa.


“air kelapa aja, lagi gak pengen makan” ujar cessa.


“ya udah bentar ya” ucap rafa, pria itu segera menghampiri orang yang menjual air kelapa.


Ketika rafa Kembali ke kursinya yang di sebelah cessa, gadis itu langsung menari lengan Rafa dan membaringkan kepalanya di bahu Rafa.


“HHmm? Kenapa?” tanya rafa lembut sambil mengelus puncak kepala cessa dengan lembut.


Rafa terkekeh sambil mencubit gemas pipi istrinya itu. “Seperti katamu, mata dan hatimu sudah tertutup untuk orang lain, aku pun juga sama princess, mata ini hanya bisa melihatmu saja, dan hati ini sudah terkunci olehmu, jadi mau secantik dan se sexy apapun, yang aku cintai hanya istriku princessa Aurelia Bagaskara” ungkap Rafa penuh dengan kelembutan.


Rafa menggerakkan tangannya untuk menyuruh cessa menyandar Kembali pada bahunya, karena pria itu sangat suka ketika istrinya itu bersikap manja padanya.


“Permisi, ini air kelapanya” ucap si penjual.


“terima kasih” ucap Rafa.


Cessa sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat hanya satu air kelapa yang di antar kan untuk mereka, “kok Cuma satu?” tanya cessa bingung.


“Biar romantis minum satu dibagi dua, nanti kalau kurang kita beli lagi” ucap Rafa dengan kedipan matanya yang mempesona siapapun yang melihat.


Bukannya senang wajah cessa semakin di tekuk sebal, “jangan senyum apa lagi kedip kan mata di depan umum, makin banyak korban berjatuhan” ucap Cessa kesal.


“Hahhaha, kamu ada-ada aja sayang” kekeh Rafa.


“emang kenyataannya, lihat tu di arah jam 2, ada Wanita yang terus melirik kesini, kepalanya lama-lama bisa bengkok karena gak balik-balik lihat ke depan dari tadi, sexy lagi pakai bikini, apa cessa perlu pakai bikini?” tantang cessa.


“Silahkan, kamu pakai bikini, aku pakai celana renang segitiga” tantang rafa.


Muka cessa langsung berubah merah padam ketika otaknya langsung membayangkan Rafa yang hanya memakai ****** ***** segitiga berlarian di pantai. Kepalanya langsung menggeleng cepat, “Gak boleh!” tolak cessa cepat.


“Aku gak bakal pakai, kalau kamu gak pakai bikini, jadi jangan coba-coba pakai bikini” kekeh Rafa.


“tapi, aku gak sexy” lirih cessa.


Rafa mendekatkan wajahnya pada telinga cessa, “sexy apa lagi saat kita di bathup saat malam kemarin, kamu ada niat melanjutkan yang semalam? Kita tinggal pergi ke hotel aaja sekarang kalau mau" bisik Rafa.


Cessa yang mendengar itu langsung melotot kan matanya lebar, dia mencubit gemas peut six pack


Rafa, “ya allah kenapa suami cessa mesum banget sih” keluhnya.


“Mesum sama istri sendiri gak apa sayang” balas Rafa santai.


“Iya tapi cess belum siap” jawab cessa sambil menutup mukanya malu. “Fa kita di depan umum ini, jangan godain cessa terus” lanjut cessa.


“gak apa, biar mereka tau, aku gak bisa ngelirik kemanapun saat ini” jawab Rafa.


“Woii ingat ini tempat umum” suara Dafa tiba-tiba muncul dari belakang cessa dan Rafa.


“Haiisss sial kenapa ngikuti sih! Gue lagi pengen berduaan dengan istri gue” gerutu Rafa.


“Mana kita tau, pas lagi keliling-keliling gak sengaja liat kalian berduaan aja disini, ya sebagai jomblo jiwa gue masih belum tenang kalau gak gangguin kalian” balas Dafa dengan tawa evil nya.


“Baiklah silahkan menikmati tontonan yang menyakitkan mata” ucap Rafa, dia langsung menarik dagu cessa dan mencium gadis itu tepat didepan mata dafa, prince July dan Devi.


Cessa hendak mendorong tubuh Rafa, tapi pria itu tetap menahan tengkuk cessa, tidak mau melepaskan ciuman mereka.


Dafa emosi, marah dan langsung mengumpat, prince hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala, sedangkan kedua teman perempuan cessa menutup mata mereka dengan tangan mereka sendiri, wajah mereka sudah merah padam melihat adegan hot didepan mereka, untung saja ini bali, dimana banyak wisatawan bule, jadi mereka tidak masalah dengan adegan hot didepan mata mereka.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


maaf ya jika kurang seru pada chapter ini, author janji besok akan lebih seru tungguin terus ya kelanjutan novel author Terima kasih 😘💕😘💕