Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
70. Pernyataan Cinta



Rafa tampak asik menikmati makanannya di balkon kamarnya dengan cessa, hingga makanan itu habis, Rafa merengut dan menatap teman-temannya yang sedang bakar membakar dibawah sana.


“kalau mau tambah sini biar aku tambahkan” ucap cessa.


Rafa menggelengkan kepalanya, “gak boleh, jangan pernah kebawah” ancam rafa.


“ya ampun fa, tadi sengaja beli banyak biar kamu puas makannya, tapi sekarang gak mau ambil sedikitpun” gumam cessa.


“gak mau ada si andre, jangan-jangan dia lagi yang ngerencanain kecelakaan kita itu” ucap rafa.


‘puk’ cessa menepuk Pundak rafa pelan, “jangan su’udzon gitu gak boleh, aku gak bakal ngelirik ke kak andre kok, udah bolong juga sama kamu” gerutu Cessa.


“jadi kalau belum bolong masih mau?” sindir rafa.


“Ya allah, kok suami gue cemburuannya gitu amat sih” kesal cessa. “ini pasti karena masih lapar jadi mood nya down jadi marah terus” lanjut cessa lagi.


Rafa tidak menjawab dia hanya diam sambil mengajak cessa untuk masuk dan menuju sofa.


“I-ini mau ngapain?” tanya cessa saat tangan rafa mulai menjelajah kedalam bajunya.


“Bosan yang, kita main celup-celup aja” rengek Rafa.


“Fa, masih banyak orang diluar,nanti aja main celup-celupnya” tolak cessa.


“dosa loh tolak permintaan suami” kali ini rafa sudah bisa mengancam cessa menggunakan kata dosa habis dia sudah beberapa kali celup celup sama cessa.


“I-iya tap__”


‘tok tok tok’


“cess, ini July” panggil July dari luar.


Dengan gerakan cepat cessa berjalan menuju pintu dna merapikan bajunya, yang terlihat sedikit berantakan.


‘ceklek’


“Juli! Hehehe kenapa ni?” seru cessa Bahagia, dia berhasil lepas dari harimau ganas kali ini.


“Kamu salah makan obat cess?” ujar juli dengan bingung, melihat tingkah cessa yang aneh dan terlihat kaku.


“Apaan sih, kenapa jul” cessa berusaha mengontrol nada suaranya agar terlihat biasa.


Juli memberikan sepiring iga bakar lagi pada cessa, “ni, si prince tadi suruh aku kasih ke kamu” ucap Juli.


“Syukur lo bawa kan ini Juli, makasih ya, si hantu iga lagi ngamuk gara-gara iga nya habis, dan gak mau turun buat ambil” ucap cessa kesenangan. Suaminya itu memang sangat suka dengan iga, makanya cessa mengatakan dia adalah hantu iga.


.


Cessa berbalik dan membawakan piring yang diberikan juli tadi pada rafa.


“nah, makan ! jangan ngambekkan lagi” seru cessa.


“dari siapa?” tanya rafa.


“juli tadi antarkan, katanya dari prince” jawab cessa.


“emang abang ipar paling the best itu” ucap rafa langsung melahap daging iga kesukaannya.


Cessa hanya bisa geleng-geleng kepala liat pria itu, kalau udah dihadapkan dengan daging iga, istrinya bisa sampai dilupain.


Cessa segera menuju kamar mandi begitu rafa sibuk dengan makanannya, dia merasa sangat gerah dan ingin mandi, tanpa gangguan, jika suaminya sedang tidak dihadapkan dengan daging iga, bisa saja dia akan dimakan di dalam kamar mandi oleh suaminya sebagai ganti daging iga nya.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


“Udah jul?” tanya prince begitu juli Kembali.


“Udah” jawab singkat July.


“Kalian berapa lama lagi liburan disini?” tanya dani.


“Ohh gak ada, Cuma nanya aja, devi udah kemana aja selama disini?” Dani beralih pada devi yang asik makan, gadis itu sejak rafa pergi menjadi diam karena masih merasa bersalah.


“Ahh apa ?” tanya balik devi karena dia sedang tidak fokus tadi.


“kamu disini, sudah kemana aja, mau ikut jalan-jalan bareng abang gak” tawar dani, dia sangat tertarik dengan gadis manis seperti Devi.


“Ma_”


“Gak boleh bang, dia udah di titipkan ke kita, nanti saudara nya marah sama orang tuanya juga marah ke kami” potong Dafa.


Devi mengernyitkan keningnya, seingatnya kedua orang tuanya gak ada nitipkan dia ke siapapun.


“kalau gitu juli gimna?” kali ini ferdi yang bertanya pada juli”


“Dia juga gak boleh, orang tuanya sudah bilang kalau kemana-mana harus bareng prince, dafa atau rafa, soalnya bahaya cewek jalan sama orang yang baru di kenal” yang menjawab adalah prince, pria itu tampak tidak suka melihat ferdi yang berusaha menggoda Juli.


Dani dan ferdi tertawa pelan, “kalian kan bukan kekasih mereka, lagian kalian kenal sama andre, akua bang andre, jadi tidak mungkin aku merusak anak orang yang kenal dengan saudara aku” ucap dani disela tawanya.


“tau bang, tapi bahaya aja, kalau cewek dan cowok Cuma berduaan aja, bisa melenceng kemana-mana, ntar tangan abang nangkring entah kemana” sindir Dafa.


Dani mendengus, “lalu apa bedanya dengan kalian? Kalian Cuma teman tapi tinggal satu villa” sindir Dani.


“kami kenal lama dan orang tua kami saling kenal, kalau kami melenceng pasti auto dinikahkan” balas Prince, pria itu memilih duduk di sebelah juli.


Ferdi geleng-geleng kepala, “heran sama anak sekarang, belum ada hubungan tapi protektif nya berasa pacar ya” sindir pria itu.


“Kalau memang pacarana gimana? Aku dan juli saling suka, Cuma masih dalam tahap malu-malu aja untuk menyampaikan” ucap spontan Prince.


Tangan July yang hendak menyuap makanan langsung berhenti, mata gadis itu melotot menatap prince yang secara terang-terangan menyatakan perasaannya di depan teman-temannya.


Prince balik menatap July dengan senyuman hangat, “juli, gue bukan cowok romantic, gue gak tau gimana cara menyampaikan rasa sayang gue ke lo, yang pastinya saat ini gue kesal dan marah liat lo bicara sama cowok lain, dan tertawa bersama cowok lain, lo mau jadi cewek gue?” ucap Prince secara lantang.


“Wooowooo terima jul! lo juga suka jangan sok malu-malu kucing, gue ambil juga si prince kalo masih sok jual mahal” ucap Devi secara blak-blakkan.


“Wuiiihhh terima jul, ini pertama kalianya gue dengar ni anak ngomong seperti itu, dia serius sama lo jul” tambah dafa.


Juli tidak menjawab dia hanya menunduk malu.


“jadi apa jawabannya?” tanya prince, jantung pria itu sudah cenat cenut takut di tolak lagi sama Juli.


Juli mengangguk pelan.


“Itu tandanya lo terima gue jul?” tanya prince sekali lagi untuk memastikan.


“Iya” jawab juli singkat tapi masih dengan menundukkan kepala.


“Yuhhhuuuu gue berhasil!” sorak Prince dia langsung memeluk juli.


.


“ke duluan tu bang” ledek dafa pada ferdi yang menatap nanar pada July dan prince yang saling berpelukkan.


“Selama janur kuning belum melengkung dia masih siap di tikung bro” bisik Dani pada ferdi.


“setahun lagi bakal Nampak tu janur kuningnya bang” ucap dafa sambil menaik turunkan alisnya, dia mendengar ucapan yang di bisikkan dani kepada ferdi tadi.


“masih 17 tahun dan 18 tahun mana mungkin mau nikah muda” kekeh Dani.


“ehh gak percaya, liat aja undungannya bakal datang nanti, tu keluarga si prince gak suka orang pacar-pacaran, dia bakal nikahin anaknya begitu tau dia berpacaran, biar katanya pacaran sah gitu” jelas dafa.


“karena itu rafa dan cessa di tunangkan?” andre ikut nimbrung dalam pembicaraan dafa.


“Hmm benar banget” ucap dafar dimulutnya. “mereka bahkan udah nikah sekarang” batin dafa tertawa.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...