
βmama sengaja memberikan baju seperti itu pada cessa, malah kamu buat ulahβ gerutu mama reta kesal, wanita paruh baya itu masih menjewer telinga Rafa dengan gemas.
"Lagian mama ngapain ngasih baju yang sexy seperti itu" jawab Rafa, dia masih tidak suka mama reta memberikan baju seperti itu pada cessa.
"biar bisa pamer mama punya menantu cantik dan sexy, kamu masak di sembunyikan terus menantu cantik mama" jawab mama rieta tidak mau kalah argumen dengan putra bungsunya itu.
"Ngapain di pamerin, Rafa gak mau nambah banyak pria yang mengejar Cessa ya ma, sekarang aja udah sulit ngontrol mata mata heyna yang mau nerkam dia, malah mau di pamerin, cukup Rafa aja yang tau cantik dan sexy nya istri Rafa" balas Rafa, pria itu masih tidak Terima mamanya memberikan baju seperti itu pada cessa.
Mama reta dan papa ali tertawa pelan mendengar ucapan putra bungsu mereka itu.
"Jadi gak mau ni? pamerin istri cantiknya?" goda papa ali.
Rafa menggeleng sambil mengelus-elus telinganya yang tadi di jewer oleh mama Reta.
"Gak mau, payah pa, makin banyak yang berusaha merebut cessa dari Rafa" jawab Rafa.
Papa ali semakin tertawa mendengar jawaban Rafa, "kemarin aja nolak buat nikah sekarang malah gak mau lepas dari istrinya, takut istrinya di ambil orang" kekeh papa ali.
"kapan emangnya Rafa nolak, Rafa gak pernah nolak loh pa" balas Rafa.
"haiss mama masih ingat ya, kamu pernah sekali menolak, terus akhirnya terpaksa menikah" goda mama reta.
"itu cuma basa basi ma, kan selebihnya Rafa diam aja, mama gak tau aja gengsi Rafa kan tinggi" kekeh Rafa.
"Waahhh berarti Rafa udah jatuh cinta sama cessa sejak awal" ucap cessa, dia ikutan bergabung dengan obrolan Rafa dengan kedua orang tuanya.
"iya sayang" Balas Rafa sambil merangkulkan tangannya pada pinggang cessa.
"pa liat itu, protektif banget sama istrinya, mirip siapa sih anak papa yang itu" kekeh mama Reta.
"Mirip papa dong ma" jawab papa ali sambil merangkulkan pinggang istrinya itu.
"Kalau bucinnya memang mirip tapi yang lain gak mirip" ujar mama Reta.
"Rafa ikut papa yuk, kenalan sama teman bisnis papa" ajak Papa ali, "ajak juga istri kamu" tambah papa ali.
Rafa menggeleng pelan, "gak usah pa, Rafa gak akan mau di tuduh mengambil perusahaan papa, papa aja yang bawa gavin, ngapain Rafa kenalan sama teman bisnis papa" tolak Rafa dengan lembut.
"memang iya usaha papa akan papa berikan ke gavin seperti permintaan kamu, tapi papa juga pengen ngenalin anak tampan papa ke teman-teman bisnis papa" bujuk papa ali lagi.
Cessa mengelus lengan Rafa sambil tersenyum manis pada pria itu, "ikut aja yuk, papa mau pamer menantu cantiknya" ucap cessa lembut, dia ingin membuat hubungan papa dan anak itu tidak kaku, cessa tau bagaimana kasih sayang yang diberikan pada gavin dan Rafa terlihat timpang, dan gadis itu tau Rafa canggung dengan keluarganya sendiri.
"Awas kalau ada yang ngelirik kamu, nanti aku hukum di kamar" ledek Rafa, dia lalu mengangguk dan mengikuti papa Rafa untuk berkenalan dengan teman bisnis papa nya.
...πβοΈβοΈβοΈβοΈπ...
"Selamat ya pak ali, atas pertunangan putranya" ucap salah satu teman bisnis papa ali sambil menjabat tangan pria itu.
"makasih" sambut papa ali sambil menjabat tangan pria itu.
"ini siapa yang tampan di sebelah kamu?" tanya pria itu, Rafa memang tidak pernah ditunjukkan oleh papa Ali pada teman-teman bisnisnya hanya gavin yang selalu di bawa papa ali untuk menunjukkan siapa ahli warisnya. Wanita di sebelah pria itu terus menatap Rafa dengan pandangan lapar.
mendengar itu wanita cantik sebelah pria itu terus menggoyang-goyangkan lengan papa nya.
"wahh tampan sekali ya, bagaimana jika di jodohkan dengan putri saya saja, biar hubungan kita bisa lebih dekat, hahaha" ujar pria tua itu.
"Hei kenalin aku Fani" wanita cantik itu menjulurkan tangannya ke arah Rafa, dia menganggap cessa hanya patung atau saudara Rafa.
Rafa hanya melihat tangan Fani lalu menatap papa nya dengan senyum terpaksa.
"kalau yang cantik itu siapa?" tidak mau terlihat canggung karena sapaan putrinya tidak dijawab, pria tua itu mulai penasaran dengan cessa yang dirangkul Rafa.
"oh, ini menantu saya, dia tunangan Rafa, jadi maaf Pak saya tidak bisa menerima tawaran bapak, saya sudah punya menantu untuk Rafa" ujar papa ali dengan senyumannya.
"ohh, menantunya tidak pandai dalam bergaya ya" ledek istri pria itu, karena putrinya Fani terlihat bersedih karena fakta yang baru saja di ucapkan papa ali.
"bukan tidak pandai gaya tante, tapi saya yang menyuruh dia memakai jas saya, biar orang-orang tau dia milik saya" jawab Rafa dengan senyuman sinis. "Pa, ayo masih banyak yang mau papa kenalkan bukan?" lanjut Rafa lagi, dia tidak mau lebih lama di sana, karena istri teman papanya sudah menghina istrinya.
"oh iya, kalau gitu kami permisi pak" ucap papa ali.
cessa hanya tersenyum canggung sambil menunduk sedikit untuk berpamitan pada keluarga itu. Sedangkan Rafa sama sekali tidak mau berpamitan pada keluarga itu dia hanya berjalan melewati mereka, Bagi Rafa dia tidak peduli mau menjalin kerja sama dengan siapa saja asal tidak dengan orang seperti itu, yang menganggap anak sebagai syarat kerja sama.
1 jam lama nya cessa dan Rafa hanya mengulangi ucapan yang sama, jika teman papa ali mempunyai anak cewek, mereka langsung ngebet untuk menjodohkan dengan Rafa tapi jika teman papa Rafa punya anak wanita maka cessa akan dianggap putri papa ali dan ingin dijodohkan dengan anak mereka.
"capek banget" bisik Rafa pada istrinya itu, dia menyandarkan dagunya pada bahu Cessa. "udah boleh masuk gak?" bisik Rafa lagi, saat ini papa ali sedang berbincang dengan teman bisnisnya, dan cessa serta Rafa berada di belakang papa ali seperti dayang.
"bentar lagi ya" gumam cessa lembut. sebenarnya dia sudah kecapekan juga apa lagi gadis itu mengenakan high heels tapi dia tidak mau membuat mertuanya kecewa, makanya Cessa menahan sakit pada kakinya yang sedang berdenyut-denyut.
"Kalian berdua kalau udah capek balik aja ke villa, papa masih mau ngobrol sama teman papa" ujar papa ali, yang melihat wajah capek Rafa. papa ali sudah cukup senang Rafa sudah mau di kenal kan dengan teman-teman nya.
"baik pa" jawab cessa dan Rafa serentak.
keduanya langsung berbalik, begitu melangkah untuk ketiga kalinya cessa langsung memegang lengan Rafa, menumpukan beratnya pada lengan Rafa.
"Kenapa sayang?" tanya Rafa cemas.
Cessa berusaha tersenyum menunjukkan bahwa dia baik-baik saja tapi tidak bisa karena kakinya semakin sakit ketika di paksa berjalan.
"bentar ya, kaki aku sakit buat jalan" ucap cessa lembut.
"kaki" Rafa melihat ke arah kaki Cessa, nampak kaki gadis itu memerah, otot wajah Rafa langsung menegang, dia langsung menggendong Cessa saat itu juga, tidak peduli dengan pandangan para tamu, yang paling dia pentingkan sekarang adalah kesehatan istri cantiknya.
...ππ¦π¦π¦π¦π...
Makasih buat yang masih nungguin novel ini, Terima kasih buat semua dukungannya ya.
dukungan kalian membuat author semakin semangat untuk menulis chapter lebih banyak β€β€
jadi dukung author yang banyak ya, biar semakin banyak updatenya