
bonus untuk para pembaca nih, makasih selama ini selalu dukung author ya
gak usah lama-lama lagi lanjut ke cerita.
...🌜🌦🌦🌦🌦🌛...
“Hmmm…” Rafa sengaja menggantung kalimatnya, dia tersenyum dan tertawa pelan, sengaja menggantung ucapannya untuk membuat semuanya pensaran dengan apa yang akan dia katakan. “videonya asli, pemainnya memang gavin, tapi Wanitanya bukan Revi” ucap Rafa dengan santainya.
“Gavin udah pernah melakukan itu?!” pekik Dafa tidak percaya.
“Udah sering dengan pacarnya” jawab Rafa lagi singkat.
“Dia punya pacar? Lalu kenapa masih mengejar aku?” tanya cessa bingung.
Rafa menatap wajah cessa dari bawah, “karena kamu jadi milikku, dan gavin tidak suka apapun yang aku sentuh dan apapun yang aku punya dia ingin mengambil semuanya, begitulah dia” ujar Rafa dengan pandangan sedih.
“Jadi Gavin tidak benar-benar menyukai Cessa?” kali ini Prince yang bertanya, dia tau Gavin jatuh cinta pada adiknya itu karena Rafa sudah pernah menceritakan padanya.
Rafa menggeleng sebentar, “Tidak, dia tidak menyukai Cessa, yang dia inginkan hanya aku terlihat menyedihkan di depannya, karena dia berhasil mendapatkan semuanya” ujar Rafa.
“Aku tidak akan mau memilih gavin, aku akan selamanya jadi istri kamu rafa” ucap Cessa lembut sambil mengelus puncak kepala rafa yang berbaring di pahanya.
“Wuuueeekkkk pengen muntah gue liat ni pasangan” keluh Dafa.
“sana muntah di kamar kecil” balas Devi.
“heran gue sama ni pasangan, dimana-mana selalu mesra” keluh Dafa lagi.
“Harus dong, biar rumah tangga tetap harmonis” ujar Devi.
“Lo balas gue terus si vi!” kesal Dafa.
“Iya lo, dikit-dikit iri, dikit-dikit sakit mata, biarin aja lah mereka berdua, mereka sudah menikah sudah sah, jadi gak masalah bermesraan” ucap devi.
“udah, lama-lama gue nikahkan juga kalian” kekeh Prince dan July serentak.
“Ciiieeee yang udah ngomong barengan gitu, udah jadian lagi, bisa kompakan gitu” ledek Cessa, disambut tawa Bahagia teman-teman mereka.
“Apaan sih cess” gerutu July dengan malu-malu.
“gak usah malu, akui aja perasaan kalian berdua disini” Devi juga ikutan meledek July.
“kan kasian cess, kalau kami jadian ada yang jomblo berdua” Prince bukannya membantah, dia malah meledek Dafa dan Devi, seakan dia tidak masalah jadian dengan July.
“Tunggu men! Gue gak masalah jomblo, jomblo itu indah” ucap Dafa.
‘plak’ dia mendapatkan tipukan bantal dari cessa, rafa, devi dan July.
“Lo kutu kupret bilang jomblo itu indah, liat cessa sama rafa mesra-mesraan lo ngamuk mencak-mencak, lain di mulut lain di hati itu Namanya!” kesal Devi.
“Lain, gue gak suka aja liat Rafa dapat istri sempurna banget, iri gue” ungkap Dafa, tidak terima.
“Itu Namanya nasib rafa mujur dapat istri seperti cessa, lu liat itu” Prince menunjuk orang tua Rafa yang ada di layer televisi masih asik memarafi Gavin dan Revi yang ketahuan sedang berduaan didalam kamar, padahal itu semua rekayasa Rafa, pria itu memang sengaja memasang kamera tersembunyi pada kamar gavin, dan ternyata dapat momen dimana Gavin sedang making love dengan kekasihnya, yang kebetulan memiliki postur tubuh yang sama dengan Revi, masalah suara yang mirip itu adalah hasil rekayasa Rafa dan Xelo, mereka berdua sangat ahli di bidang IT sehingga mengubah suara orang hanya masalah kecl bagi mereka. “Rafa dari kecil kurang mendapatkan kasih sayang orang tuanya karena Gavin" lanjut Prince lagi.
“mending kita jalan yuk, dari pada kita liat Gavin dan Revi, males gue liatin mereka” keluh dafa.
“Iya, jalan yuk” rengek Cessa. Rafa langsung tegak ketika istrinya yang sudah minta jalan.
“mau kemana sayang?” tanya Rafa sambil mendekatkan wajahnya pada Cessa.
“Lo udah panggil sayang-sayangan sekarang fa? oh ini tidak mungkin gue kalah dari Rafa..” pekik Dafa tidak percaya pria itu memperagakan lukisan scream yang terkenal itu.
‘Plak’
“lebay!” ledek Prince.
“Daf!” panggil Rafa.
“Apaan?” dafa menoleh. Dan saat pria itu menoleh Rafa langsung menarik Dagu cessa untuk mencium bibir gadis itu. “WUUUUAAHHH KUAAMMMPREETTTTT!” pekik Dafa, pria itu melemparkan bantal yang tadi dilempar kepadanya, kearaf Rafa.
Rafa yang dilempar hanya tertawa keras, sambil memegangi perutnya, sementara cessa sudah menutupi mukanya dengan tangan karena malu akibat ulah Rafa tadi.
“Tenang Daf, semakin lo marah, semakin senang dia godain lo” ujar Prince.
“tenang-tenang! Emosi gue prince! Ini ni kalau orang udah bucin akut, kayak gini contohnya” gerutu Dafa.
“Apa ciri-cirinya daf?” tanya devi.
“pertama udah panggil sayang-sayangan, kedua nempel terus kayak perangko, ketiga gak boleh ada yang lirik ceweknya sedikitpun, kalau ada ya kayak gue, di balas berkali-kali” ungkap dafa.
“Sadar juga lo” sindir Rafa.
“Sadar gue, lo marah dan jutekin gue gara-gara gue muji istri lo pas pagi-pagi masak sarapan untuk kita” omong Dafa cepat.
Rafa semakin ketawa mendengar penuturan Dafa, dia memang sengaja mengerjai dafa karena kesal memuji muji istrinya.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
Sementara itu di tempat Gavin dan Revi.
“itu video apa Revi! Mami gak nyangka kamu rela melakukan itu dengan pria yang belum menikah denganmu” pekik mami Revi sambil terus menangis.
“Mi, itu bukan revi!” ucap revi.
“Kali ini mami gak bisa percaya lagi dengan kamu! Udah berkali-kali kamu bohong, bagaimana mami bisa percaya dengan apa yang kamu ucapkan!” ucap mami Revi. Ini akibatnya jika kita sudah menyakiti perasaan orang tua kita berkali-kali, maka ucapan kebenaran akan jadi kebohongan di mata orang tua kita.
Revi terisak, dia bersujud memegang kaki mami nya dan memohon ampun dan meminta orang tuanya percaya, tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur, kepercayaan orang tua yang dihancurkan berkali-kali sangat sulit untuk di kembalikan seperti sedia kala.
“Mi tolong percaya revi, tanya aja gavin, itu bukan revi” Revi menatap gavin yang masih diam.
“Gavin! Katakana apa dia bukan revi?” tanya papa Ali pada gavin.
Gavin masih diam, dia menatap revi yang menangis memohon menatapnya penuh belas kasih.
“maafkan gavin pa, gavin melakukan itu dengan revi” gavin menunduk sambil memohon ampun pada orang tuanya itu, “kami berdua melakukannya karena mabuk, kami saling menguatkan diri, Revi kesal sama rafa, dan aku kesal pada cessa” lanjut gavin dengan kebohongan penuh.
“Bohong! Mi itu bukan Revi mi, gavin bohong mi!” pekik Revi. Tapi orang tua nya tidak mampu lagi membangun kepercayaan pada Revi.
Gavin bukannya tidak mau memberitahu kebenaran pada papanya, hanya saja pria itu tidak mau perbuatannya selama ini dengan para Wanita itu ketahuan oleh papa ali, dia akan dicoret dari daftar warisan keluarga kalau mengatakan itu adalah kekasihnya.
“Maafkan gavin ma, pa, maafkan gavin mi, pi” ucap gavin kepada kedua orang tua gavin dan orang tua Revi.
“gak benar mi! itu gak benar! Revi masih suci!” pekik Revi.
“Lusa pertunangan kalian akan jadi pernikahan kalian berdua” putus papi Revi.
...🌜🌦🌦🌦🌦🌛...