Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
53. Sarapan



pukul 6 pagi cessa dan Rafa turun ke bawah hendak menuju dapur, tapi keadaan lantai bawah sudah di hiasi dengan hiasan dan sudah di dekorasi seperti akan ada acara yang di langsungkan.


"pernikahan nya hari ini?" tanya cessa pada Rafa yang ada di sebelahnya seingatnya besok baru akan dilaksanakan.


"gak tau" jawab Rafa acuh. Rafa memang sengaja turun menemani cessa memasak sarapan pagi, karena dia tidak mau cessa kenapa-kenapa jika dia sendirian di dapur, padahal pria itu sangat kelelahan, karena belum ada tidur akibat menyelesaikan pekerjaan nya.


"tidur aja sana, di bawah ramai orang kok, jadi gak apa" ucap Cessa begitu melihat suami nya terus menguap ditempat dia duduk.


Rafa menggeleng pelan dia hanya membaringkan kepalanya ke atas meja bar menunggu istrinya siap memasak.


Cessa cepat-cepat membuat nasi goreng, karena itu yang paling cepat selesai, dia membiarkan suaminya itu tertidur di meja bar.


30 menit lamanya Cessa berkutat dengan di dapur, gadis itu sama sekali tidak masalah harus masak-masak di umur nya yang masih 17 tahun, biasanya gadis yang berasal dari keluarga berada tidak akan mau memasak pagi-pagi, semua urusan makanan akan di urus oleh ibu atau pembantu, tapi cessa merasa karena dia sudah menikah semua itu adalah tanggung jawabnya sudah dia belum bisa melayani suaminya di tempat tidur, jadi dia ingin melayani makanan suaminya dengan masakannya sendiri.


"masak apa sayang?" tanya mami dona sambil menyentuh bahu cessa.


cessa sedikit tersentak karena terkejut, "ya ampun mi, bikin kaget tau, ini cessa masak nasi goreng aja buat Rafa mi" cessa menunjuk Rafa yang sudah memejamkan matanya.


"kok kamu biarin suami kamu tidur disana sih, kasian itu" ucap mami dona.


"Udah cessa suruh masuk ke kamar tapi dia gak mau mi, katanya gak mau cessa di gangguin, makanya dia temani, nanti habis makan cessa ajak dia ke kamar lagi mi, kasian kemarin kerja gak berhenti-henti.


"oh ya udah kalau maunya gitu, kamu buat nasi gorengnya banyak kan sayang?" tanya mami dona melihat ke dalam wajan penggorengan di tangan cessa.


"banyak kok mi, siapa tau yang lain mau makan juga bisa" ujar cessa, tangannya masih sibuk memasak makanan dengan lincah.


"bagus deh, mertua kamu keduanya belum ada makan, sejak tadi mami ajakin mereka gak mau makan, jadi kalau bisa ajak mereka makan juga ya sayang" ujar mami dona.


"emang papa sama mama kenapa mi? kok gak mau sarapan?" ucap cessa sedikit resah.


mami dona menghela nafas panjang sebelum menjawab ucapan cessa, "masalah pernikahan Gavin besok, mereka semua banyak pikiran tentang pernikahan Gavin yang mendadak ini, jadi gak tertarik makan" ucap mami dona.


cessa mengangguk cepat, "dimana papa dan mama, mi?" tanya cessa.


"mereka berdua sedang istirahat di sofa depan tv" ucap mami dona.


Cessa mengangguk singkat lalu kembali fokus pada masakannya.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


"Fa, bangun fa" panggil cessa lembut sambil mengelus pipi suaminya itu lembut.


Perlahan mata Rafa terbuka, "udah siap?" tanya pria itu dengan suara seraknya.


"udah ini makan dulu baru kita ke kamar lagi ya" ucap cessa sambil menyodorkan nasi goreng yang dibuatnya kepada Rafa.


Saat cessa hendak tegak dari kursi disebelah Rafa, tangan gadis itu langsung di tahan Rafa.


"mau kemana?" tanya Rafa cepat.


Cessa mengelus tangan Rafa yang ada di lengannya. "aku mau ke depan bentar, mama Reta sama papa ali belum makan, jadi mau bujuk mereka makan" ujar Cessa.


"oh ya udah" Rafa baru mau melepaskan pegangannya.


"Sebentar ya" ucap cessa lembut sambil berlalu membawa nampan berisi makanan dan minuman.


.


"Pa, ma makan dulu ya" ucap cessa sambil meletakkan makanan di depan keduanya.


"ya ampun cessa, gak perlu sayang mama gak lapar" ucap mama Reta.


Cessa cemberut dan menunjukkan ekspresi sedih. "makan dong ma, pa, cessa udah masak banyak-banyak biar mama sama papa bisa nyicip masakan cessa" ucap gadis itu lesu.


Mama Reta tersenyum hangat sambil mengelus lengan cessa yang duduk didekatnya, "baiklah, mama sama papa akan makan, jangan sedih gitu ya sayang" ujar mama Reta lembut.


Di seberang kursi mereka ada papi dan mami revi yang tampak melihat cessa dengan pandangan sendu.


"om sama tante mau makan juga? cessa buat banyak, biar cessa ambilkan" ucap cessa pada kedua orang tua revi.


'kruuyyuukk' suara perut papa Revi terdengar.


cessa tersenyum melihat kearah orang tua revi. "itu tandanya om sama tante gak boleh nolak masakan cessa, sebentar ya cessa ambilkan" ucap cessa, gadis itu cepat-cepat kembali ke dapur untuk mengambilkan lagi makanan yang dia buat.


"kamu beruntung punya putri perhatian, Reta" ucap mama revi, dia mengira cessa adalah putri dari Reta, karena cara bicara gadis itu yang sangat lembut pada mama Reta.


mama Reta tersenyum sambil menyuap nasi goreng buatan cessa.


"Terima kasih mbak, tapi cessa bukan putri kandungku, dia menantuku" ujar mama Reta.


"Ohh jadi dia istri Rafa" seru mama revi tidak percaya.


"iya mbak, dia menantu saya dari putra saya Rafa" ucap mama Reta lagi, dia merasa bangga memiliki menantu seperti itu.


"hebat banget ya, bisa masak padahal umurnya masih muda loh" puji mama revi.


"gak juga tan, cessa bisa karena pernah tinggal diluar negeri sendiri, jadi harus bisa masak untuk bisa merasakan masakan Indonesia jika kangen" suara cessa tiba-tiba muncul, gadis itu berjongkok di lantai sambil meletakkan makanan dan minuman untuk kedua orang tua revi. "dimakan ya om, tante" ucap cessa sebelum pamit pergi dari sana.


"iya Terima kasih ya" ucap mama revi.


"iya tan, habiskan ya cessa yakin enak 100 persen" ucap cessa.


...🌜🌦🌦🌦🌦🌛...


saat cessa kembali ke dapur di meja bar sudah ada prince dan dafa.


"cess masih ada nasi gorengnya?" tanya dafa, seperti nya pria itu telah ketagihan masakan cessa.


"habis" bukan cessa yang menjawab melainkan Rafa. Pria itu menatap Dafa dengan mata yang memicing horror.


"fa, udah jangan cemburu an gitu, masih banyak daf coba aja lihat di wajan, abang mau juga?" tawar cessa pada abang kembarnya.


"mau" jawab prince cepat.


"ambil sendiri sana" ketus Rafa.


'puk' cessa menepuk pelan lengan Rafa, "jangan gitu dong, abang cessa ini" ujar cessa, gadis itu segera menuju ke arah wajannya, dan mengambilkan nasi goreng untuk abang kembarnya itu.


"cemburu mu fa, kasian adek gue kalau di tahan-tahan gitu, jangan cemburu ke gue, sejak lahir sampai sekarang kami selalu bersama karena kami kembar" ujar prince.


Rafa hanya diam menikmati makanannya.


"ini bang" ujar cessa sambil meletakkan piring didepan prince.


"sekarang kamu makan lagi sayang" ujar Rafa sambil menepuk kursi di sebelahya yang terdapat sepiring nasi goreng yang belum di sentuh.


"iya" jawab cessa lembut. dia akhirnya bisa menikmati masakannya sendiri.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...